Kamus Penyakit

Gastritis: Gejala, Penyebab hingga Perawatan

May 12, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Gastritis merupakan peradangan, iritasi, atau erosi pada lapisan perut. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita maupun pria secara tiba-tiba atau akut serta bertahap atau kronis.

Penyebabnya sangat beragam dan jika dibiarkan bisa meningkatkan risiko kondisi lain, seperti radang lambung, perdarahan, ataupun kanker. 

Bentuk gastritis akut biasanya menyebabkan gejala nyata yang sembuh tanpa pengobatan setelah beberapa hari. Sementara gastritis kronis dapat menetap di dalam tubuh tanpa didasari hingga menjadi parah dan berdampak buruk pada kesehatan.

Baca juga: Patut Dicoba, Begini Cara Hilangkan Cegukan Saat Puasa

Penyebab utama penyakit gastritis?

Salah satu penyebab utama gastritis adalah bakteri helicobacter pylori atau H. pylori. Bakteri yang hidup di lapisan mukosa lambung dapat mengakibatkan munculnya bisul dan pada beberapa orang dapat menyebabkan kanker perut. 

Gastritis juga bisa disebabkan oleh iritasi akibat penggunaan alkohol yang berlebihan, muntah kronis, stres, hingga penggunaan obat-obatan tertentu, seperti aspirin dan antiinflamasi. Tak hanya itu, penyebab lain yang perlu diketahui adalah refluks empedu.

Refluks empedu adalah arus balik empedu ke lambung dari saluran empedu atau yang terhubung ke hati dan kantung empedu. Umumnya, infeksi ini terjadi karena disebabkan oleh bakteri dan virus. 

Gastritis terjadi setelah melemahnya lapisan pelindung lendir lambung sehingga merusak dinding perut. Ada dua jenis utama penyakit radang perut yang bisa diderita oleh pria maupun wanita, yakni sebagai berikut:

Gastritis erosif

Bentuk gastritis ini termasuk ke dalam jenis yang parah dan melibatkan peradangan lapisan perut secara bertahap. Contohnya adalah radang perut stres akut yang mengikuti perubahan karena terdapat penyakit penyakit kritis lain. 

Gastritis jenis ini biasanya cepat terjadi, namun mungkin memiliki waktu penyembuhan lebih lama dibanding radang perut kronis. 

Gastritis non erosif

Bentuk gastritis non erosif umumnya melibatkan perubahan pada lapisan perut. Penyebab umum dari jenis ini adalah infeksi H. pylori di lapisan perut. Namun, beberapa jenis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara tidak tepat menyerang lapisan perut.

Penyakit ini bisa juga disebabkan karena hasil trauma atau kerusakan pada lapisan perut. Salah satu contohnya adalah radang perut postgastrektomi, yakni lapisan lambung merosot setelah pengangkatan sebagian lambung. 

Penyebab radang perut postgastrektomi tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, diperkirakan jenis ini terjadi akibat peningkatan refluks, reaksi dari saraf vagal, ataupun pengurangan jumlah asam yang dipicu oleh hormon. Beberapa jenis gastritis lain yang perlu diketahui, yaitu:

Gastritis yang tidak disebabkan oleh H. pylori

Umumnya, seseorang bisa terinfeksi penyakit ini akibat masuknya virus atau jamur ke dalam tubuh. Virus maupun jamur dapat menyebabkan gastritis pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau penyakit jangka panjang.

Radiasi gastritis

Selain diakibatkan oleh adanya infeksi jamur atau virus yang masuk ke dalam tubuh, radang perut juga bisa terjadi karena radiasi. Paparan daerah perut terhadap radiasi dapat mengiritasi lapisan lambung sehingga menyebabkan munculnya penyakit ini.

Gastritis eosinoflik

Bentuk gastritis lainnya bisa terjadi karena adanya reaksi alergi tubuh terhadap suatu hal. Namun, untuk radang perut jenis ini penyebab reaksi alergi belum diketahui secara pasti sehingga perlu penanganan dokter dengan segera.

Penyakit menetrier

Penyebab penyakit radang perut lainnya bisa diakibatkan karena adanya penyakit kronis dalam tubuh. Gangguan ini jarang terjadi dan biasanya melibatkan pengembangan lipatan tebal dan kista di dinding perut. 

Saat ini belum diketahui bagaimana gastritis bisa menyebar dari satu orang ke orang lain. Akan tetapi, makanan, air, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi dianggap berperan besar sebagai media penularan H. pylori.

Gejala gastritis yang perlu dikenali

Jika gastritis dibiarkan tanpa pengobatan oleh dokter ahli, dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah dan bisa juga meningkatkan risiko kanker perut. Gejala gastritis bervariasi pada setiap individu dan kebanyakan di antaranya tidak memiliki gejala.

Terdapat sejumlah tanda yang menjadi ciri-ciri umum penyakit radang perut. Penderita penyakit ini terkadang mengalami sakit perut. Rasa sakit atau nyeri sering terletak di bagian tengah atas perut atau bagian kiri atas perut.

Nyeri ini juga bisa menjalar hingga ke punggung. Beberapa gejala lain pada penderita radang perut, antara lain:

  • Gangguan pada pencernaan.
  • Sering mengalami cegukan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Detak jantung cepat.
  • Keluar keringat berlebih.

Meski banyak ciri-ciri yang mungkin dirasakan penderita, namun terkadang penyakit ini muncul tanpa gejala sama sekali. Hal inilah yang menyebabkan penyakit sulit untuk diobati saat gejala awal terlihat.

Gejala umum lainnya yang akan dirasakan adalah kembung dan mual. Dalam kasus radang perut yang melibatkan muntah, biasanya cairan akan berwarna jerning, kuning, atau hijau serta terkadang mengandung darah. 

Muntah darah adalah gejala gastritis yang sudah parah dan harus segera diobati. Gejala yang sudah masuk ke tahap parah adalah jika disertai dengan sesak napas, nyeri pada dada, sakit perut yang parah, dan buang air besar dengan bau busuk. 

Apa saja komplikasi akibat gastritis?

Gejala gastritis yang tidak segera diobati bisa meningkat hingga menjadi kondisi lebih serius, seperti komplikasi. Bahaya atau komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita radang perut adalah perdarahan perut dan bisul.

Sementara itu, gastritis kronis terkadang dapat meningkatkan risiko berkembangnya pertumbuhan tumor pada lambung. Jenis radang perut tertentu, termasuk gastritis atrofi autoimun dan gastritis H.pylori dapat mengurangi aktivitas kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi darah.

Pada gastritis atrofi autoimun juga dapat memengaruhi penyerapan vitamin B12. Kedua jenis ini dapat berkembang menjadi anemia jika tidak segera dilakukan penanganan bersama dokter ahli.

Bagaimana penyakit gastritis didiagnosis?

Untuk mendiagnosis radang perut, dokter biasanya akan meninjau terlebih dahulu riwayat medis pribadi dan keluarga.

Setelah itu, evaluasi fisik secara menyeluruh akan dilakukan dan dapat merekomendasikan beberapa tes, seperti di bawah ini:

Tes endoskopi bagian atas

Endoskopi merupakan pemeriksaan dengan menggunakan tabung tipis berisi kamera kecil yang dimasukkan melalui mulut dan turun ke perut untuk melihat lapisan perut.

Dokter akan memeriksa peradangan dan mungkin melakukan biopsi, yakni prosedur di mana sampel kecil jaringan diambil dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. 

Tes darah

Dokter dapat melakukan berbagai tes darah, seperti memeriksa jumlah sel darah merah untuk menentukan apakah menderita anemia atau tidak. Selain itu, screening terhadap infeksi H. pylori dan anemia pernisiosa juga akan dilakukan melalui tes darah ini.

Tes tinja

Tes darah okultisme tinja atau tes tinja juga akan dilakukan dokter untuk memastikan penyebab penyakit. Tes ini akan memeriksa keberadaan darah yang ada di dalam tinja sehingga kemungkinan penyebab dan tanda gastritis bisa diketahui.

Dalam beberapa kasus, radang perut akan didiagnosis dengan menggunakan sinar-X pada kerongkongan, lambung dan usus kecil. Sinar-X ini terkadang disebut sebagai seri saluran cerna bagian atau menelan barium.

Barium merupakan cairan logam putih yang kadang-kadang ditelan sebelum pemindaian untuk membantu menyorot segala kelainan.

Beberapa dokter juga akan meminta melakukan pemeriksaan lain, seperti tes urine, evaluasi fungsi ginjal dan hati, tes fungsi kantung empedu, hingga tes kehamilan.

Makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi

Pilihan makanan untuk radang perut dapat membantu mengelola keparahan gejala dan mempersiapkan tubuh dalam menghilangkan bakteri H.pylori.

Meski langkah-langkah ini tidak mungkin dapat menyembuhkan kondisi, namun hal tersebut bisa memberikan dukungan vital untuk pengobatan gastritis aktif.

Makanan yang aman dikonsumsi

Salah satu makanan yang bisa membantu penyembuhan radang perut adalah yogurt probiotik. Jika yogurt dikonsumsi selama menderita gastritis maka dapat membantu menghilangkan infeksi H. pylori.

Yogurt probiotik telah menunjukkan harapan besar sebagai pengobatan pendukung bersama antibiotik, namun tetap memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini.

Makanan lain yang aman untuk dikonsumsi selama kasus gastritis adalah seledri, apel, beri, minyak zaitun, madu, serta teh herbal.

Makanan yang harus dihindari

Ketika menderita gastritis, ada beberapa makanan dan minuman yang dapat memperburuk gejala penyakit sehingga tidak boleh dikonsumsi.

Makanan dan minuman yang harus dihindari, antara lain minuman berkafein, jus jeruk, minuman beralkohol, makanan pedas, makanan yang terbuat dari susu, produk tomat, serta coklat. 

Jika kamu melakukan diet, namun memiliki riwayat penyakit ini maka ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Selama diet, ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit bertambah parah.

  • Makanlah 5 hingga 6 kali dalam sehari dengan porsi kecil untuk mengurangi dampak asam lambung.
  • Perbanyak konsumsi air mineral karena tubuh harus tetap terhidrasi dengan baik selama menderita penyakit ini.
  • Tambahkan suplemen omega-3 ke dalam makanan karena berperan penting dalam membantu mengatasi radang perut. 

Baca juga: Penyebab Leukimia dan Cara Pengobatannya, Yuk Cari Tahu!

Perawatan tepat terhadap gastritis

Pengobatan untuk mengatasi penyakit radang perut biasanya tergantung pada beberapa faktor, termasuk penyebab kondisi.

Beberapa pilihan pengobatan yang bisa membantu menyembuhkan penyakit di antaranya adalah:

Obat-obatan antibiotik

Pemberian antibiotik dilakukan selama 10 hingga 14 hari karena dapat langsung menyerang H. pylori. Regimen dapat termasuk klaritromisin dan metronidazol.

Inhibitor pompa proton

Obat yang dikonsumsi, termasuk omeprazole dan lansoprazole. Inhibitor pompa proton dapat menghambat produksi asam dan membantu penyembuhan penyakit.

Histamin atau H-2 blocker

Obat ini digunakan oleh penderita gastritis, seperti famotidine karena dapat membantu menurunkan produksi asam.

Antasida

Antasida diberikan kepada penderita gastritis karena dapat menetralkan asam lambung. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan mudah melalui pembelian online.

Obat anti mual

Jenis obat ini juga kerap kali digunakan karena dapat mengurangi gejala penyakit secara signifikan. Sejumlah merek untuk obat ini juga tersedia secara online.

Perawatan tergantung pada penyebabnya sehingga jika penyakit bukan dikarenakan oleh bakteri maka antibiotik tidak akan berpengaruh terhadap kesembuhan. Penggabungan perawatan dengan perubahan gaya hidup bisa menjadi cara yang paling tepat untuk mengatasi gastritis.

Untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit, kamu juga bisa menerapkan beberapa tindak pencegahan. Langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit gastritis yang bisa dilakukan adalah:

  • Jaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan dan makan masakan rumahan.
  • Hindari penggunaan obat-obatan tertentu yang bisa memicu penyakit.
  • Hentikan kebiasaan buruk, seperti merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Penyakit yang tidak segera ditangani bisa berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko komplikasi. Karena itu, jika gejala masih saja muncul maka segera periksakan kondisi kesehatan bersama dokter ahli sebelum berlanjut ke tahap yang lebih serius.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd, diakses 11 Mei 2020. What Is Gastritis?
  2. Medical News Today (2017), diakses 11 Mei 2020. Everything you need to know about gastritis
    register-docotr