Kamus Penyakit

Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Gejala Tipes pada Anak yang Harus Diwaspadai!

May 12, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kesehatan anak memang harus benar-benar diperhatikan. Selain karena usianya yang masih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, Moms perlu ingat bahwa gejala suatu penyakit yang menyerang si kecil biasanya terasa lebih menyakitkan, termasuk gejala tipes pada anak.

Tipes sendiri adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella yang menginfeksi saluran pencernaan, yaitu usus. Di sebagian besar kasus, Salmonella secara tidak sengaja masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak higienis.

Baca Juga:Stroke Bukan Incar Lansia Saja, yang Muda Juga Bisa, Kenali Gejalanya

Gejala tipes pada anak

Beberapa gejala tipes pada anak umumnya sama seperti penyakit-penyakit ringan lainnya, seperti demam, pusing, dan sakit tenggorokan. Moms dituntut untuk segera menyadarinya dan mengambil tindakan yang tepat.

1. Demam

Gejala tipes pada anak yang umum terjadi adalah demam tinggi. Suhu badan yang terus naik mengindikasikan adanya perlawanan sistem imun terhadap bakteri atau virus yang berupaya mengambil alih sel-sel dalam tubuh.

Jika demam pada sejumlah penyakit seperti flu dan radang tenggorokan hanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat, ini tidak berlaku pada gejala tipes. Demam di atas 37° C bisa terjadi selama berhari-hari, dimulai dengan demam ringan yang berangsur naik.

Baca juga: Mengenal Ambroxol: Obat Pengencer untuk Batuk Berdahak

2. Pusing

Pusing adalah gejala tipes pada anak yang tidak boleh dianggap remeh. Sebagian orang tua mungkin hanya akan memberikan obat pereda sakit kepala, alih-alih memeriksakan buah hati tercinta ke dokter.

Pusing yang timbul akibat tipes biasanya bukan sekadar sakit kepala biasa, melainkan kepala terasa sangat berat berkepanjangan. Jika anak sudah mengeluhkan gejala ini, jangan pernah ragu untuk segera mendatangi tenaga medis.

Penanganan yang terlambat bisa membuka peluang risiko yang lebih buruk.

3. Sakit tenggorokan

Selain demam tinggi dan pusing, gejala tipes lainnya adalah sakit tenggorokan. Meski sakit tenggorokan adalah tanda-tanda umum dari radang, rasa nyeri di saluran faring pada gejala tipes biasanya terjadi dalam rentang waktu yang relatif lebih lama.

Anak akan mengeluhkan beberapa hal tentang tenggorokannya, seperti rasa gatal, nyeri, kering, dan sulit untuk menelan makanan atau minuman. Sakit tenggorokan pada gejala tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella.

Dari sini, biasanya akan muncul gejala-gejala lain seperti berkurangnya nafsu makan.

4. Hilang nafsu makan

Ada banyak penyebab yang bisa memicu si kecil kehilangan nafsu makan. Salah satunya adalah gangguan pencernaan di dalam tubuh. Bakteri Salmonella penyebab tipes adalah biang utama dari gejala yang satu ini.

Berkurangnya atau hilangnya nafsu makan pada gejala tipes bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu karena sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri Salmonella atau masalah pada lambung yang terdampak dari berkurangnya fungsi usus.

5. Sakit perut dan sembelit

Bisa dikatakan, sakit perut dan sembelit adalah tanda-tanda utama gejala tipes pada anak. Dua hal tersebut bisa terjadi karena tipes sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella pada usus.

Usus merupakan bagian organ yang langsung terhubung dengan lambung. Dengan demikian, rasa sakit pada perut dan sembelit bisa menunjukkan seberapa parah gejala tipes yang sedang terjadi. Satu-satunya penanganan yang tepat adalah dengan tindakan medis.

6. Perut membengkak

Meski jarang terjadi, bukan tidak mungkin buah hati tersayang akan mengalami pembengkakan pada area perutnya. Pembengkakan ini ditandai dengan perut yang mengeras, terjadi karena adanya masalah pada lambung yang dipicu oleh infeksi Salmonella.

Perut yang mengeras bisa jadi terasa sama seperti saat kembung atau begah. Hanya saja, perut yang mengeras pada gejala tipes berlangsung tidak sebentar. Oleh karena itu, Moms tidak perlu ragu untuk segera membawa si kecil ke dokter.

7. Mudah lelah

Semua gejala di atas bisa membuat tenaga pada anak berkurang drastis. Gejala tipes pada anak yang jarang disadari orang tua adalah letih dan lelah yang mudah menyerang. Bahkan, dalam beberapa kasus, si kecil tak punya cukup tenaga untuk bangun atau duduk tanpa bantuan orang lain.

Baca juga: Mengenal Ambroxol: Obat Pengencer untuk Batuk Berdahak

Apa yang harus dilakukan saat muncul gejala tipes pada anak?

Sebagai orang tua, Moms tentu akan sangat khawatir jika si kecil merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Namun, Moms tetap dapat melakukan beberapa hal untuk meredakan gejala tersebut, seperti:

  • Minum banyak air. Pastikan si kecil tetap mendapatkan asupan cairan sesuai kebutuhan tubuhnya. Selain bisa membuatnya tetap terhidrasi, air juga bisa membantu proses detoksifikasi (pembuangan racun atau zat berbahaya di dalam tubuh) secara alami.
  • Selalu cuci tangan. Tipes disebabkan oleh infeksi Salmonella. Dengan membiasakan cuci tangan pada anak, itu artinya Moms telah mengurangi risiko paparan bakteri tersebut, terutama saat sedang menyantap makanan.
  • Bawa ke dokter. Langkah terakhir adalah membawa buah hati tercinta ke dokter. Biarkan dokter memeriksa dan memberikan diagnosis, agar si kecil mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat.
  • Berikan antibiotik. Antibiotik adalah obat yang ampuh untuk mengurangi bahkan membunuh bakteri-bakteri jahat di dalam tubuh. Moms bisa melihat takaran dan dosis untuk anak pada kemasan obat.

Mengetahui berbagai gejala tipes pada anak akan membuat Moms lebih aware terhadap apa yang dirasakan si kecil. Dengan demikian, Mom bisa melakukan pencegahan seperti membiasakan cuci tangan sebelum makan. Yuk, biasakan buah hati tercinta untuk hidup sehat dan bersih!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 9 Mei 2020, Thypoid.
  2. US National Library of Medicine, diakses 9 Mei 2020, Thypoid fever in children aged less than 5 years.
  3. Mayo Clinic, diakses 9 Mei 2020, Thypoid fever.
  4. KidsHealth.org, diakses 9 Mei 2020, Thypoid Fever (for Parents).
  5. Firstcry Parenting, diakses 9 Mei 2020, Thypoid in Children.

    register-docotr