Kamus Penyakit

Efek Rabies pada Manusia: Gejala dan Cara Pencegahan yang Wajib Kamu Ketahui

July 1, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mendengar kata rabies, mungkin gambar yang terlintas di kepala kamu adalah buih-buih liur di dalam mulut binatang yang sedang marah. Hal ini wajar, mengingat efek rabies pada manusia memang terbilang cukup menyeramkan.

Dilansir dari Healthline.com, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 59.000 orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit rabies. Ini menunjukkan bahwa efek rabies pada manusia sangat membahayakan jiwa.

Oleh karena itu, penting untuk mempelajari efek rabies pada manusia di bawah ini sebagai panduan untuk berjaga-jaga.

Apa itu penyakit rabies?

Penyakit ini disebabkan virus yang menyerang sistem syaraf pusat dan bisa menyebabkan radang di dalam otak. Virus tersebut bisa terdapat pada beberapa jenis hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci, dan binatang liar misalnya kelelawar, sigung, dan musang.

Virus ini dapat mengenai manusia lewat luka akibat garukan, goresan, maupun gigitan oleh binatang tersebut. Kunci utama untuk menghilangkan efek rabies pada manusia adalah penanganan sesegera mungkin.

Baca juga: Kaya Nutrisi, Simak 15 Manfaat Minyak Zaitun bagi Kesehatan Tubuh

Efek rabies pada manusia

Efek rabies pada manusia tidak akan muncul seketika. Ia baru timbul dalam jeda waktu antara gigitan dan munculnya gejala yang disebut periode inkubasi. Umumnya ini terjadi sekitar 4 sampai 12 minggu, tetapi ada juga yang mengalaminya dalam beberapa hari hingga bertahun-tahun.

Itu semua tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan luka yang terjadi. Gejala awal yang terlihat biasanya menyerupai penyakit flu, yakni demam, otot melemah, dan rasa geli. Kamu juga akan merasakan sensasi terbakar di bagian tubuh yang terkena gigitan.

Seiring berjalannya waktu virus rabies sampai ke sistem syaraf pusat, virus akan mengganggu fungsi otak lalu dan menimbulkan gejala yang terbagi menjadi:

Rabies ganas

Dilansir dari situs resmi WHO, jumlah kejadian rabies jenis ini adalah 80 persen dari total kasus secara keseluruhan. Efeknya bisa menyebabkan penderitanya mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  1. Sulit tidur
  2. Kecemasan
  3. Kebingungan
  4. Mengalami pergolakan emosi
  5. Berhalusinasi
  6. Mual
  7. Kejang otot
  8. Muntah
  9. Hiperaktif
  10. Demam
  11. Sakit kepala
  12. Lumpuh sebagian
  13. Kesulitan menelan
  14. Takut melihat atau terkena air
  15. Menjadi terlalu sensitif pada cahaya, suara, atau sentuhan

Seseorang yang terinfeksi rabies juga bisa mengeluarkan air liur secara berlebihan. Ini dikarenakan otot tubuh mengejang dan membuatnya susah menelan. Hal tersebut membuat mulut penderita rabies mengeluarkan air liur yang berlebihan seperti busa.

Rabies lumpuh

Penyakit rabies jenis ini membutuhkan waktu lebih lama muncul gejalanya. Meski terbilang lebih lambat, tapi efek rabies pada manusia yang satu ini bisa sangat buruk dan membahayakan jiwa.

Menurut WHO, 20 persen dari total keseluruhan kasus rabies yang terjadi di dunia adalah jenis rabies lumpuh. Penyakit ini membuat otot-otot menjadi lumpuh secara perlahan, dimulai dari otot pada bagian tubuh yang digigit.

Selanjutnya dalam waktu yang tidak terlalu lama sejak itu penderitanya akan mengalami koma yang disertai pemburukan gejala di antaranya:

  1. Tubuh semakin tidak dapat memberikan respons
  2. Ketakutan terhadap air semakin besar
  3. Gangguan tidur apnea (pernapasan berhenti sementara selama beberapa kali ketika tidur) terjadi dalam durasi yang semakin panjang
  4. Bagian tubuh yang lumpuh menjadi semakin parah

Tak jarang masa koma berujung dengan pasien meninggal dunia akibat sistem pernapasan yang gagal berfungsi. Kejadian rabies lumpuh ini sendiri sering salah didiagnosis karena kasusnya jarang dilaporkan ke rumah sakit.

Baca juga: Suntik Putih, Kenali Efek Samping Mematikan Sebelum Mencoba

Cara mencegah rabies

Untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini, kamu dapat melakukan beberapa langkah pencegahan.

Beberapa di antaranya seperti memvaksin hewan peliharaan secara berkala, awasi hewan peliharaan saat bermain, laporkan hewan liar pada pihak yang berwenang untuk dikarantina, dan lakukan vaksin rabies jika hendak bepergian ke negara yang rawan dengan penyakit ini.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr