Kamus Penyakit

Sebabkan Kelumpuhan Otot Wajah, Apakah Bell’s Palsy Berbahaya?

August 9, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mungkin kamu mengira penyakit yang satu ini mirip dengan penyakit stroke. Tetapi ternyata bell’s palsy berbeda lho dengan stroke. Jadi, apakah bell’s palsy berbahaya? Kita simak ulasan selengkapnya di bawah ini yuk!

Baca Juga: Mengenal Penyakit Bell’s Palsy, Bisa Sebabkan Kelumpuhan Otot Wajah

Apakah bell’s palsy berbahaya?

Bell’s palsy merupakan kelumpuhan saraf wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada salah satu sisi wajah. Hal ini  yang menyebabkan perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah, di mana wajah akan nampak melorot atau mencong.

Jadi, apakah bell’s palsy berbahaya? Ternyata penyakit ini tidak berbahaya tetapi perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat sembuh spontan dalam 3 bulan.

Selain itu, antivirus dan antiinflamasi efektif untuk mempercepat proses penyembuhan, apalagi jika pemberiannya sedini mungkin.

Meski tidak berbahaya tetapi penyakit ini perlu diwaspadai karena pada kasus yang jarang terjadi, gejala bell’s palsy bisa terjadi secara permanen dan tidak sembuh. Komplikasi yang paling berat ialah terdapat gejala sisa, atau seringkali disebut dengan “air mata buaya”. 

Gejala yang ditimbulkan seperti halnya air mata yang terus keluar pada saat makan dan hal ini biasanya terjadi lama setelah bell’s palsy muncul.

Gejala bell’s palsy

Tanda atau gejala bell’s palsy biasanya timbul secara tiba-tiba, tetapi ada gejala khas yang ditimbulkan akibat penyakit ini, antara lain:

  • Kulit wajah tampak melorot atau mencong di satu atau kedua sisi wajah
  • Seringkali mengeluarkan air liur.
  • Telinga terpengaruh akan sensitif terhadap suara
  • Nyeri pada pada rahang atau di belakang telinga yang mengalami lumpuh
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kemampuan indera perasa yang berkurang dan berubah
  • Kesulitan untuk menunjukkan ekspresi pada wajah dan bahkan kesulitan menutup mata atau tersenyum
  • Lumpuh total pada salah satu sisi wajah. Umumnya, gejala dapat berlangsung selama beberapa jam, atau mungkin bahkan beberapa hari
  • Kesulitan untuk makan, minum, bahkan berbicara.

Apa yang menjadi penyebab bell’s palsy?

Pada dasarnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab bell’s palsy ini. Tetapi, ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya seperti infeksi virus atau beberapa penyakit, seperti infeksi telinga bagian tengah dan penyakit diabetes.

Selain kelumpuhan akibat bell’s palsy disebabkan oleh peradangan infeksi virus, diperkirakan salah satu virus yang menyebabkan bell’s palsy adalah virus herpes.

Biasanya bell’s palsy dialami pada laki-laki usia dewasa karena pria lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Menurut dr Eni Spesialis Saraf dari Rumah Sakit PHC Surabaya, orang yang bekerja di ruangan ber-AC (penyejuk udara) pun bisa terserang bell’s palsy.

Apalagi jika hawa dingin yang ditimbulkan hanya terpusat pada satu sisi. Selain itu, dapat terjadi pada seseorang dengan kekebalan menurun dan juga yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini juga dapat mengalami bell’s palsy.

Baca Juga: Bayi Lahir Tanpa Ekspresi, Kenali Kondisi Langka Sindrom Moebius

Pengobatan bell’s palsy

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ini, antara lain:

  • Biasanya dokter akan memeriksa wajah dan meminta pasien untuk gerakan seperti menutup mata, mengangkat alis, memperlihatkan gigi, serta mengerutkan wajah.
  • Kemudian dokter akan memberikan pengobatan melalui obat-obatan dan fisioterapi seperti akupuntur.
  • Terapi fisik yang dapat dilakukan dengan cara memijat dan melatih otot-otot wajah agar tidak kaku.
  • Selain itu terapi wajah di rumah juga sangat penting untuk melatih otot wajah dan mempercepat penyembuhan dari penyakit ini.
  • Gerakan-gerakan yang dapat dilakukan di rumah seperti meniup balon atau lilin, latihan mengucapkan hurup vocal, mengedipkan mata, mengangkat alis, tersenyum, dan juga mengunyah permen karet.

Secara umum, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya tetapi jika penyakit ini tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut lagi.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar apakah bell’s palsy berbahaya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. medicalnewstoday.com (2017) diakses 6 Agustus 2020. What are the causes of Bell’s palsy?. 7 Agustus 2020 pukul 15.00.
  2. healthline.com (2017) diakses 6 Agustus 2020. How Serious a Condition is Bell’s Palsy?. 7 Agustus 2020 pukul 15.30.
  3. rsphc.co.id diakses 6 Agustus 2020. Penanganan Penyakit Bell’s Palsy. 7 Agustus 2020 pukul 16.15.
    register-docotr