Kamus Obat

Tamsulosin

April 24, 2021 | Arin Khurota | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Tamsulosin merupakan golongan obat yang termasuk dalam kelas penghambat alfa adrenergik dari turunan sulfamoylphenethylamine.

Tamsulosin hanya diberikan untuk mengobati suatu kondisi yang terjadi pada pria. Berikut informasi selengkapnya mengenai manfaat obat, cara pakai, dosis, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat tamsulosin?

Tamsulosin adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala pembesaran prostat pada pria, yang dikenal sebagai BPH. BPH atau benign prostatic hyperplasia merupakan kondisi prostat yang membesar tanpa bersifat kanker.

Apa fungsi dan manfaat obat tamsulosin?

Tamsulosin memiliki fungsi sebagai agen untuk merelaksasikan otot-otot di kandung kemih dan prostat. Dengan demikian, ia dapat membantu meningkatkan aliran urine dan mengurangi gejala pembesaran prostat.

Obat ini diserap cepat oleh saluran pencernaan setidaknya satu jam untuk sediaan tablet biasa dan enam jam untuk sediaan tablet termodifikasi. Dalam dunia medis, tamsulosin secara khusus memiliki manfaat untuk mengobati masalah kesehatan berikut:

Hiperplasia prostat jinak

Tamsulosin diberikan untuk membantu mengurangi gejala pembesaran prostat atau juga disebut hiperplasia prostat jinak.

Gejalanya termasuk kesulitan buang air kecil, aliran urine lambat atau terputus, serta sering buang air kecil pada malam hari.

Obat ini diberikan pada pasien apabila pasien tidak membutuhkan pembedahan. Meskipun terapi tidak seefektif pembedahan, tetapi risiko efek samping yang kurang serius lebih sedikit dibanding pembedahan.

Merek dan harga obat tamsulosin

Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Beberapa merek tamsulosin yang telah beredar di Indonesia adalah Harnal D, Harnal Ocas, Duodart, Prostam Sr.

Bagaimana cara minum obat tamsulosin?

Baca dan ikuti petunjuk cara minum serta dosis yang telah ditentukan oleh dokter. Dokter mungkin mengubah dosis berdasarkan kondisi pasien. Jangan meminum obat lebih lama, lebih banyak, atau lebih sedikit dari dosis yang direkomendasikan.

Tamsulosin tersedia sebagai tablet atau kapsul yang biasanya cukup diminum sekali sehari. Usahakan untuk meminum obat secara teratur untuk mendapatkan efek terapi yang maksimal.

Sediaan kapsul bisa kamu minum 30 menit setelah makan. Jika kamu meminum sediaan tablet, kamu bisa meminum dengan atau tanpa makanan.

Hubungi dokter apabila kamu mengalami pusing parah seakan ingin pingsan, terutama saat pertama kamu meminumnya. Obat ini dapat menyebabkan tekanan darah turun yang bisa menyebabkan kamu pingsan.

Jangan langsung berdiri setelah kamu berbaring. Duduklah sebentar karena obat ini dapat membuat kamu merasa pusing saat bangun pertama kali.

Berapa dosis obat tamsulosin?

Dosis dewasa

Dosis lazim: 0,4mg diminum sekali sehari.

Dosis maksimal: 0,8mg per hari.

Jika pengobatan dihentikan selama beberapa hari baik pada dosis 0,4mg atau 0,8mg, pengobatan harus dimulai pada dosis 0,4mg sekali sehari.

Apakah tamsulosin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Dilansir dari MIMS, U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan tamsulosin dalam golongan obat kategori kehamilan B.

Studi penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa obat ini tidak menimbulkan reaksi merugikan pada janin. Namun, studi terkontrol pada wanita hamil masih belum memadai.

Tamsulosin belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini.

Apa efek samping obat tamsulosin yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan segera hubungi dokter apabila muncul reaksi efek samping berikut:

  • Gejala reaksi alergi terhadap tamsulosin, seperti gatal-gatal, ruam kemerahan pada kulit, sesak napas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Nyeri dada, detak jantung cepat atau tidak teratur, kesulitan bernapas
  • Ereksi penis yang menyakitkan
  • Reaksi hipersensitivitas yang ditandai ruam dengan pengelupasan kulit atau lepuh pada bibir, mulut atau mata disertai demam

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan tamsulosin, antara lain:

  • Tekanan darah rendah
  • Pusing, mengantuk, lemas
  • Mual atau diare
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Ejakulasi tidak normal
  • Penurunan jumlah air mani
  • Sakit punggung
  • Penglihatan kabur
  • Kelainan pada gigi
  • Demam, menggigil, badan pegal, gejala flu
  • Pilek atau tersumbat, nyeri sinus, sakit tenggorokan, batuk
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Penurunan minat pada seks

Peringatan dan perhatian

Jangan menggunakan tamsulosin apabila kamu memiliki riwayat alergi dengan obat ini sebelumnya. Tamsulosin juga tidak diindikasikan untuk wanita.

Kamu juga tidak boleh menggunakan tamsulosin dengan obat serupa seperti alfuzosin, doxazosin, prazosin, silodosin, atau terazosin.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 30 Maret 2021, Tamsulosin | C20H28N2O5S – PubChem

MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine, diakses pada 30 Maret 2021, Tamsulosin: MedlinePlus Drug Information

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 30 Maret 2021, TAMSULOSIN HIDROKLORIDA | PIO Nas

Drugsite Trust, diakses pada 30 Maret 2021, Tamsulosin Monograph

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 30 Maret 2021, Tamsulosin – MIMS.com

    register-docotr