Kamus Obat

Silver Sulfadiazine

April 18, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Silver sulfadiazine (perak sulfadiazin) merupakan senyawa tidak larut dan disintesis dari perak nitrat dan natrium sulfonamida sulfadiazin. Antibiotik berwarna putih yang termasuk dalam golongan sulfa ini hanya digunakan untuk kulit (topikal) dan ditemukan kali pertama pada 1960-an.

Silver sulfadiazine telah masuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diedarkan di berbagai negara. Berikut informasi mengenai manfaat obat, dosis, cara pakai, serta risiko efek sampingnya.

Untuk apa obat silver sulfadiazine?

Silver sulfadiazine adalah obat yang digunakan untuk mengobati luka bakar, baik luka bakar parah atau luka lain, seperti tukak kaki dan luka tekan. Selain untuk mengobati, obat ini juga berfungsi untuk mencegah infeksi bakteri pada luka bakar.

Penggunaan silver sulfadiazine biasanya cukup dioleskan pada kulit yang terluka. Obat ini bisa diresepkan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan agen antibakteri lain untuk mencegah kemungkinan infeksi serius.

Apa fungsi dan manfaat silver sulfadiazine?

Silver sulfadiazine memiliki fungsi sebagai antimikroba spektrum luas yang efektif melawan bakteri gram positif dan gram negatif.

Ion peraknya dapat mengikat DNA organisme dan melepaskan sulfonamide yang mengganggu metabolisme bakteri. Dengan demikian, ia dapat menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri.

Beberapa manfaat agen topikal ini adalah kemudahan penggunaan dan kemampuannya untuk mengurangi rasa sakit. Efektivitas antimikrobanya telah diamati mampu bertahan hingga 24 jam.

Silver sulfadiazine secara khusus memiliki manfaat untuk mengobati kondisi berikut:

Mencegah dan mengobati infeksi luka bakar

Krim silver sulfadiazine digunakan secara topikal sebagai pengobatan infeksi luka pada pasien dengan luka bakar serius. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri yang dapat menginfeksi luka terbuka.

Pemberian obat ini juga bertujuan untuk membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri ke kulit di sekitarnya, atau ke darah yang dapat menyebabkan infeksi darah serius (sepsis).

Silver sulfadiazine biasanya diberikan setelah dilakukan tindakan resusitasi, misalnya kontrol syok dan nyeri serta menyesuaikan ketidakseimbangan elektrolit pasien.

Krim ini diberikan juga sebagai bentuk pencegahan terhadap infeksi berbagai macam mikroba patogen luka bakar. Patogen ini termasuk Staphylococcus aureus, E. coli, spesies Klebsiella, P. aeruginosa, spesies Proteus, Enterobacteriaceae lain, dan Candida albicans.

Selain itu, pemberian obat untuk luka bakar biasanya ditujukan untuk mengendalikan bakteri sehingga dapat mencegah terjadinya luka dalam. Obat akan bekerja lebih efektif dengan dikombinasikan obat antiinfeksi lain apabila diketahui kemungkinan terjadi infeksi.

Silver sulfadiazine tidak boleh digunakan pada bayi prematur atau bayi baru lahir selama 2 bulan pertama karena risiko efek samping serius.

Merek dan harga obat silver sulfadiazine

Obat ini termasuk dalam golongan obat resep yang bisa didapatkan dengan rekomendasi dari dokter. Beberapa merek silver sulfadiazine yang telah beredar di Indonesia adalah Burnazin dan Vorzelin.

Berikut informasi mengenai merek obat silver sulfadiazine beserta harganya:

  • Burnazin Plus cr 25gr. Sediaan krim topikal mengandung kombinasi dengan asam hyaluronate 2mg untuk merawat luka bakar yang berisiko tinggi infeksi. Obat ini diproduksi oleh PT Darya Varia Laboratories dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp146.157/tube.
  • Burnazin cream 35mg. Sediaan krim topikal mencegah dan mengobati sepsis luka pada luka bakar. Obat ini diproduksi oleh Darya Varia dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp86.209/tube.

Bagaimana cara pakai obat silver sulfadiazine?

Gunakan obat sesuai takaran dan cara pakai yang telah ditetapkan oleh dokter. Jangan menggunakan obat lebih banyak, atau kurang, atau lebih lama dari yang direkomendasikan.

Obat ini digunakan dengan dioleskan pada kulit yang membutuhkan dan tidak untuk diminum. Obat sangat berbahaya jika tertelan. Hubungi dokter segera apabila kamu tidak sengaja menelan obat.

Saat menggunakan obat, jauhkan dari area mata, hidung, atau mulut karena bisa menimbulkan sensasi terbakar.

Sebelum mengaplikasikan obat, sebaiknya cuci tangan lebih dahulu dan bersihkan area kulit yang ingin diobati, termasuk kulit mati. Oleskan obat tipis-tipis pada bagian yang sakit. Kamu bisa menggunakan pembalut luka apabila perlu.

Jangan menerapkan obat topikal lain secara bersamaan dengan obat ini karena kemungkinan menimbulkan iritasi. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila kamu terlanjur menggunakan obat lain.

Gunakan obat secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pengobatan. Jika lupa melewatkan satu dosis, segera gunakan apabila saat kamu ingat, dosis berikutnya masih lama. Lewati dosis apabila tiba untuk menggunakan obat dosis berikutnya.

Jika kamu menggunakan obat dalam jangka waktu lama, kamu mungkin perlu melakukan tes darah rutin untuk memeriksa respons tubuh terhadap obat. 

Apabila kamu akan melalukan tes laboratorium, beritahu dokter atau tenaga medis terkait bahwa kamu menggunakan silver sulfadiazine. Obat ini diketahui dapat memengaruhi hasil medis tertentu.

Kamu bisa menyimpan obat pada suhu kamar terhindar dari kelembapan dan sinar matahari setelah digunakan. Pastikan obat tertutup rapat saat tidak digunakan.

Berapa dosis obat silver sulfadiazine?

Dosis dewasa

Oleskan krim 1% secara topikal pada luka bakar yang telah dibersihkan dan dalam kondisi steril, misalnya menggunakan sarung tangan steril. Krim topikal tidak boleh dioleskan pada mata.

Teruskan mengoleskan krim selama ada kemungkinan infeksi kecuali terjadi reaksi efek samping secara klinis.

Dosis anak

Dosis untuk anak tersedia dalam bentuk garam dari perak sulfadiazin. Penggunaan untuk anak sebaiknya dengan pengawasan ketat dari dokter.

Apakah silver sulfadiazine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori kehamilan B. Penggunaan tidak dianjurkan kecuali benar-benar diperlukan, terutama pada wanita hamil yang cukup umur.

Studi penelitian telah menunjukkan bahwa obat ini tidak menimbulkan risiko efek merugikan pada janin hewan percobaan. Namun, studi terkontrol pada wanita hamil masih belum memadai.

Silver sulfadiazine belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI sehingga kurang disarankan untuk digunakan oleh ibu menyusui, kecuali untuk situasi tertentu yang mengancam jiwa.

Apa efek samping obat silver sulfadiazine yang mungkin terjadi?

Beberapa efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat yang tidak sesuai dosis atau karena respons dari tubuh pasien. Hubungi dokter apabila muncul reaksi efek samping berikut:

  • Gejala reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal, bengkak, melepuh, kesulitan bernapas, atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda-tanda gangguan hati, seperti urine berwarna gelap, kelelahan, sakit perut, tinja berwarna terang, muntah, kulit atau mata menguning.
  • Tidak bisa buang air kecil atau perubahan jumlah urine yang dikeluarkan.
  • Demam, menggigil, atau sakit tenggorokan memar atau perdarahan yang tidak dapat dijelaskan
  • Agranulositosis
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Trombositopenia
  • Hematuria
  • Sakit perut yang sangat parah.
  • Reaksi hipersensitivitas, seperti kulit merah, bengkak, melepuh, atau mengelupas, mata merah, iritasi atau luka di mulut, tenggorokan, hidung, atau mata.

Efek samping lain yang mungkin terjadi dari penggunaan topikal silver sulfadiazine, antara lain:

  • Perubahan warna kulit
  • Iritasi kulit
  • Sensasi terbakar pada area sekitar kulit yang diobati

Peringatan dan perhatian

Jangan gunakan silver sulfadiazine apabila kamu memiliki riwayat alergi dengan obat ini sebelumnya.

Kamu mungkin tidak bisa menggunakan obat ini apabila berada pada trimester ketiga kehamilan karena obat ini mungkin tidak cocok untuk digunakan. Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil atau sedang menyusui bayi.

Jangan berikan obat ini untuk bayi yang baru lahir, bayi prematur, atau bayi usia di bawah dua bulan tanpa ada rekomendasi dari dokter.

Beritahu dokter apakah aman bagi kamu untuk menggunakan obat silver sulfadiazine apabila memiliki riwayat kesehatan berikut:

  • Defisiensi G6PD (kelainan darah bawaan yang memengaruhi sel darah merah)
  • Gangguan hati
  • Gangguan ginjal
  • Porfiria
  • Luka bakar di area tubuh yang luas

Obat ini bisa membuat kulit kamu lebih mudah terbakar sinar matahari. Berhati-hatilah apabila kamu berada di luar ruangan. Beritahu dokter apabila kamu mudah terbakar sinar matahari saat menggunakannya.

Beritahu dokter apabila kamu sedang menggunakan obat-obatan antidiabetik dari golongan sulfonilurea, seperti glimepiride dan glyburide. Obat ini dapat meningkatkan efek antidiabetik sulfonilurea saat digunakan bersamaan.

Jangan menggunakan obat ini untuk luka skala luas atau luka yang melibatkan kerusakan jaringan. Ketika hal ini dilakukan, sulfadiazine dapat terserap secara sistemik (dalam tubuh) dan menimbulkan reaksi merugikan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Drugsite Trust, diakses pada 25 Maret 2021, Silver Sulfadiazine Monograph

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 25 Maret 2021, Silver sulfadiazine | C10H9AgN4O2S – PubChem

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 25 Maret 2021, Silver sulfadiazine: Indication, Dosage, Side Effect

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 25 Maret 2021, PERAK SULFADIAZIN (SILVER SULPHADIAZINE)

Science Direct, diakses pada 25 Maret 2021, Silver Sulfadiazine – an overview

    register-docotr