Kamus Obat

Obat Salbutamol, Ini Cara Penggunaan serta Efek Sampingnya

May 16, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Salbutamol umumnya digunakan untuk mengobati batuk, mengi, dan kesulitan bernapas yang disebabkan oleh masalah pernapasan, seperti asma.

Meski cukup efektif, namun penggunaannya juga tetap harus diperhatikan dan tak boleh sembarangan, ya.

Berikut ulasan lengkapnya tentang obat salbutamol untuk kamu simak!

Baca juga: Pilihan Obat Sakit Pinggang yang Efektif, Sudah Tahu Belum?

Apa itu salbutamol?

Salbutamol seperti dilansir dari healthnavigator, merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk meredakan batuk, mengi, dan kesulitan bernapas yang disebabkan oleh masalah pernapasan, seperti asma.

Obat ini bekerja dengan cara membuka saluran udara di paru-paru untuk membuat pernapasan menjadi lebih mudah.

Salbutamol disebut sebagai salah satu obat yang cukup efektif karena dapat dengan cepat meredakan masalah pada pernapasan.

Biasanya, obat akan mulai bekerja dalam beberapa menit dan efeknya akan bertahan antara 3 hingga 5 jam. Berikut ulasan lengkapnya tentang obat salbutamol.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan salbutamol

Salbutamol atau albuterol dikenal sebagai adrenergik bronkodilator. Obat ini digunakan dengan cara dihirup melalui mulut untuk membuka saluran bronkial atau saluran udara di paru-paru. Kegunaannya adalah meredakan batuk, mengi, sesak napas, dan kesulitan bernapas.

Obat ini hanya bisa digunakan juga sudah memiliki resep dari dokter. Selain itu, sebelum menggunakan salbutamol, risiko obat harus dipertimbangkan demi kesehatan tubuh lebih lanjut. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan salbutamol, antara lain:

Riwayat alergi

Beri tahu dokter jika kamu pernah mengalami reaksi tidak biasanya atau reaksi terhadap obat lain.

Jangan lupa juga untuk mengatakan pada dokter jika memiliki jenis alergi lain, seperti terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau hewan tertentu.

Untuk produk non-resep, bacalah label pada kemasan dengan hati-hati.

Pediatrik

Saat ini, belum ada studi yang menunjukkan masalah khusus pediatrik pada penggunaan aerosol inhalasi albuterol pada anak-anak maupun orang dewasa.

Selain itu, keamanan dan kemanjuran juga belum ditetapkan untuk anak-anak di bawah 4 tahun dan solusi tepat untuk inhalasi pada anak-anak dibawah 2 tahun.

Geriatrik

Studi yang tepat juga belum dilakukan pada hubungan usia dengan efek obat. Namun pasien usia lanjut cenderung memiliki masalah jantung terkait usia, yang mungkin memerlukan kehati-hatian dalam menentukan dosis obat.

Karena itu, belum ada informasi terkait efek penggunaan inhalasi dengan usia pada pasien geriatri.

Ibu menyusui

Belum ada penelitian yang memadai pada wanita untuk menentukan risiko bayi saat menggunakan obat ini selama menyusui. Karena itu, timbang potensi manfaat terhadap risiko pada kesehatan sebelum menggunakan obat ini, terutama jika penderita sedang dalam kondisi menyusui.

Dosis penggunaan salbutamol

Dosis biasa salbutamol inhaler adalah 1 atau 2 isapan hingga 4 kali dalam sehari bila diperlukan, termasuk ketika sesak napas atau mengi. Jika salbutamol tidak membantu kondisi kamu, maka segera hubungi dokter untuk saran lebih lanjut. 

Penggunaan untuk pengidap asma

Ketika gejala asma menyerang, biasanya dokter atau tenaga ahli akan memberikan berapa banyak dosis salbutamol yang harus dihirup.

Orang dewasa dan anak-anak akan memiliki dosis yang berbeda, termasuk jumlah maksimum isapan yang digunakan dalam 24 jam. 

Penggunaan sebelum berolahraga

Asma bisa terjadi sewaktu-waktu, termasuk ketika melakukan kegiatan fisik atau berolahraga. Dosis yang biasa digunakan, yakni 2 isapan yang dihirup selama 15 hingga 30 menit sebelum melakukan olahraga.

Dalam penggunaannya, kamu juga harus memerhatikan inhaler disimpan dengan baik. Pastikan selalu membawa inhaler dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau, terutama jika tiba-tiba kambuh. 

Simpan inhaler di dalam saku, namun dengan suhu di bawah 25 derajat Celcius. Untuk itu, jangan pernah simpan di dalam mobil, terutama selama musim panas sedang berlangsung.

Jumlah obat yang diminum tergantung pada masalah medis masing-masing individu. Jika dosis obat berbeda, jangan mengubahnya sendiri namun segera beritahu dokter ahli.

Nah, beberapa dosis salbutamol yang umumnya diresepkan oleh dokter, yakni:

Dosis untuk bronkospasme

Pada dewasa dan anak-anak dengan usia 4 tahun ke atas memerlukan dosis obat sebanyak dua isapan setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan. Penggunaan obat dan dosisnya harus ditentukan oleh dokter agar tidak berlebihan atau tidak sesuai dengan masalah yang diderita.

Dosis pencegahan terhadap bronkospasme

Dosis obat untuk orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun membutuhkan 2,5 miligram atau md dalam nebulizer 3 atau 4 kali per hari sesuai dengan kebutuhan. Anak-anak di bawah 2 tahun biasanya akan mengonsumsi obat sesuai dosis yang ditentukan oleh dokter. 

Jika melewatkan satu dosis obat, maka minum sesegera mungkin sesuai petunjuk dokter. Namun, apabila sudah masuk untuk dosis selanjutnya lewati dosis yang terlewat, kembalilah ke jadwal dosis reguler dan jangan menggandakan dosis.

Menggandakan dosis hanya akan memicu efek samping yang tidak diinginkan. Karena itu, jika kamu melewatkan dosis obat, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan resep baru untuk penggunaan selanjutnya.

Cara menggunakan salbutamol

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, penting untuk menggunakan teknik penggunaan yang benar. Mintalah dokter, apoteker atau perawat untuk menjelaskan cara penggunaan inhaler. Nah, berikut beberapa panduan pemakaian inhaler atau salbutamol.

  • Buka tutup inhaler dengan tegak, kemudian kocok untuk mencampurkan obat. Duduk dengan tegak, miringkan kepala sedikit ke belakang dan bernapaslah dengan lembut. Pegang inhaler dengan tegak, masukkan ke dalam mulut dan pastikan bibir kuat menutup corong.
  • Ambil napas dalam melalui corong dengan menekan inhaler untuk melepaskan satu dosis. Bernapaslah sepenuhnya dan keluarkan inhaler dari mulut, kemudian tahan napas selama 10 detik atau selama nyaman. Setelah itu, tarik napas dengan lembut melalui hidung. 

Penggunaan salbutamol yang benar dapat membantu obat masuk dengan maksimal dan penyembuhan penyakit cepat dilakukan. Jika cara penggunaan belum diketahui, bicarakan dengan dokter ahli atau apoteker agar tidak salah dalam pemakaiannya. 

Interaksi dengan obat lain

Meskipun obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan bersamaan, dalam kasus lain dua obat berbeda dapat digunakan jika interaksi mungkin terjadi. Untuk itu, dokter mungkin akan mengubah dosis atau melakukan tindak pencegahan lain.

Beberapa obat-obatan yang mungkin perlu dihindari:

  • Amineptin
  • Clomipramine
  • Dibenzepin
  • Lofepramine
  • Metakolin
  • Trimipramine
  • Opipramol. 

Menggunakan salbutamol dengan beberapa obat-obatan tersebut biasanya tidak dianjurkan, namun mungkin diperlukan dalam beberapa kasus.

Jika kedua obat diresepkan secara bersamaan, maka biasanya dokter akan mengubah dosis atau mengatur seberapa sering kamu harus menggunakan satu atau kedua obat. 

Mengonsumsi obat secara bersamaan dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping tertentu. Karena itu, perlu resep dari dokter ahli untuk menghindari kemungkinan terjadi dampak atau efek samping dari penggunaan obat.

Selain dengan obat lain, salbutamol juga disarankan untuk tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu atau jika memiliki kebiasaan minum alkohol.

Masalah kesehatan lain selama penggunaan salbutamol

Adanya masalah medis lain dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika kamu memiliki masalah lain.

Beberapa masalah medis yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Alergi terhadap protein susu
  • Memiliki penyakit jantung atau diabetes
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Hipokalemia atau kalium rendah dalam darah
  • Ketoasidosis atau keton tinggi dalam darah
  • Memiliki riwayat kejang
  • Menderita penyakit ginjal

Gunakan obat dengan hati-hati karena efeknya dapat meningkatkan risiko muncul masalah lain. Segera konsultasikan dengan dokter jika memiliki riwayat penyakit tertentu agar komplikasi serius bisa dihindari.

Baca juga: Penyakit ADHD: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Efek samping penggunaan salbutamol

Sama seperti obat pada umumnya, salbutamol dapat menyebabkan efek samping meski tidak semua orang akan mengalaminya. Namun, seringkali efek samping akan membaik ketika tubuh sudah terbiasa dengan obat tersebut.

Beberapa efek samping yang mungkin dirasakan oleh pengguna obat, seperti:

Gemetar dan sakit kepala

Pengguna salbutamol bisa mengalami efek samping, berupa merasa goyah atau gemetaran, kram pada otot, sakit kepala, hingga memiliki masalah tidur.

Hal ini sangat umum terjadi ketika kamu pertama kali mulai menggunakan obat dan biasanya akan menghilang seiring berjalannya waktu. Jika sudah mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Perubahan detak jantung dan nyeri dada

Efek samping lain yang mungkin dirasakan saat menggunakan obat pertama kali adalah perubahan pada detak jantung dan nyeri dada. Jika hal ini sudah dialami, maka segera hubungi tenaga medis.

Masalah pernapasan bisa memburuk sewaktu-waktu ketika menggunakan salbutamol sehingga penanganan medis yang tepat harus segera dilakukan. 

Peringatan saat menggunakan salbutamol

Sangat penting bagi dokter untuk memeriksa perkembangan kondisi kesehatan pengguna salbutamol. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah obat tersebut bekerja dengan baik atau untuk memeriksa efek yang tidak diinginkan.

Perlu diketahui, obat ini tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat inhalasi serupa lainnya, seperti isoproterenol, levalbuterol, metaproterenol, atau terbutaline.

Obat ini dapat menyebabkan bronkospasme paradoks, yakni pernapasan atau mengi bertambah buruk dan berisiko tinggi pada kesehatan.

Segera lakukan pemeriksaan dengan dokter jika mengalami batuk, kesulitan bernapas, atau mengi setelah menggunakan obat ini. Bicaralah dengan dokter atau segera minta bantuan medis jika gejala tidak membaik.

Biasanya, penderita juga disarankan untuk mengonsumsi obat antiinflamasi, seperti steroid atau obat mirip kortison bersamaan dengan salbutamol. Jangan berhenti konsumsi obat antiinflamasi jika kondisi sudah tampak lebih baik kecuali jika dianjurkan oleh dokter. 

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthnavigator (2019), diakses 14 Mei 2020. Salbutamol
  2. Drugs (2019), diakses 14 Mei 2020. Salbutamol (Inhalation)
  3. Mayo Clinic (2020), diakses 14 Mei 2020. Albuterol (Inhalation Route)
    Berita Terkait
    register-docotr