Kamus Obat

Kenali Hydrocortisone, Obat untuk Meredakan Nyeri dan Peradangan di Tubuh

May 16, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Konsumsi obat untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu, termasuk nyeri dan bengkak, harus disesuaikan dengan kondisi tubuh kamu. Pun demikian jika kamu hendak mengonsumsi hydrocortisone.

Penyakit apa saja yang menggunakan hydrocortisone sebagai obat dan bagaimana penggunaannya? Berikut penjelasan selengkapnya mengenai obat tersebut.

Apa itu hydrocortisone?

Hydrocortisone atau hidrokortison merupakan obat yang dibuat mirip dengan hormon alami yang diproduksi tubuh. 

Obat yang termasuk jenis kortikosteroid ini sering digunakan untuk mengobati peradangan pada sendi. Juga mengobati kelainan darah, kelainan hormon atau masalah kekebalan tubuh. 

Selain itu obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati kondisi kulit tertentu dan masalah pada mata. Juga bisa mengobati masalah pernapasan dan alergi parah.

Obat ini juga diperlukan untuk menyeimbangkan kadar hydrocortisone dalam tubuh. Biasanya kadar rendahnya hydrocortisone disebabkan oleh penyakit kelenjar adrenal.

Bagaimana cara kerja hydrocortisone?

Obat ini mengurangi respons imun tubuh, sehingga dapat meredakan berbagai gejala gangguan kesehatan, seperti:

  • Nyeri
  • Bengkak
  • Reaksi alergi 

Dalam kasus tertentu obat ini juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan garam dan air dalam tubuh dan menjaga tekanan darah tetap normal. 

Obat ini memiliki berbagai fungsi bahkan seringkali digunakan untuk membantu perawatan beberapa jenis kanker, seperti leukemia, limfoma dan multiple myeloma.

Cara penggunaan obat

  • Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk. Jika dokter memberikan obat tablet, maka minum sesuai dengan petunjuk yang tercantum pada resep
  • Jangan minum melebihi dosis yang sudah ditentukan. Jangan juga minum obat dengan dosis yang dikurangi
  • Minum obat setelah makan agar tidak menyebabkan masalah pada perut
  • Jangan menghentikan konsumsi obat tiba-tiba tanpa konsultasi dokter. Ini dapat menyebabkan risiko:
  1. kehilangan nafsu makan
  2. sakit perut
  3. mual
  4. muntah
  5. mengantuk
  6. kebingungan
  7. sakit kepala
  8. demam
  9. nyeri sendi dan otot
  10. masalah kulit
  11. penurunan berat badan
  • Jika seseorang sudah mengonsumsi obat ini dalam waktu lama, maka dokter akan mengurangi dosisnya sedikit demi sedikit sebelum akhirnya menghentikan penggunaan
  • Kebutuhan dosis setiap pasien bisa berbeda dan berubah sesuai dengan kondisi penyakit, adanya infeksi atau demam, adanya rencana pembedahan atau kondisi darurat lainnya
  • Dokter akan memeriksa kondisi pasien yang menggunakan obat ini secara teratur untuk melihat hasilnya

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat

Setiap penggunakan obat pasti memiliki risiko dan juga peringatan penggunaan. Termasuk pada hydrocortisone.

Obat ini termasuk jenis steroid dan ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Hal tersebut menyebabkan mudahnya terkena infeksi atau memperburuk infeksi yang sedang terjadi. 

Jika kamu memiliki masalah infeksi yang terjadi baru-baru ini atau ada riwayat alergi, beritahukan pada dokter sebelum meminum obat ini. 

Penggunaan steroid dalam jangka panjang dapat menyebabkan keropos pada tulang (osteoporosis). Terutama jika kamu seorang perokok, tidak mendapat asupan vitamin D yang cukup. Atau tidak mendapat asupan kalsium yang cukup dan memiliki riwayat keluarga dengan osteoporosis. 

Obat ini juga bisa saja berpengaruh pada kondisi medis lainnya. Karena itu beri tahu dokter jika kamu memiliki riwayat:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Tuberculosis
  • Penyakit ginjal
  • Sirosis atau penyakit hati lainnya
  • Gangguan tiroid
  • Osteoporosis
  • Tukak lambung
  • Kolitis ulseratif
  • Divertikulitis
  • Diabetes
  • Kolostomi atau ileostomi (pembedahan usus)
  • Depresi atau penyakit mental lain
  • Glaukoma dan katarak
  • Infeksi herpes pada mata
  • Kelainan otot seperti miastenia gravis

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Ibu hamil

Berdasarkan penjelasan di Mims.com, obat ini masuk dalam kategori C menurut United States Food and Drug Administration (FDA).

Artinya, belum ada penelitian yang memadai mengenai efek buruk obat ini pada janin selama masa kehamilan. Namun, terdapat efek yang merugikan yang terlihat di penelitian pada hewan. 

Karena itu, ada kemungkinan obat ini berbahaya bagi janin. Sebaiknya sebelum mengonsumsi obat ini konsultasikan pada dokter jika kamu sedang hamil atau berencana untuk hamil. 

  • Ibu menyusui

Tidak ada penelitian yang memadai untuk memastikan keamanan obat ini untuk ibu menyusui.

Bicarakan pada dokter tentang kemungkinan risiko pada ibu menyusui jika menggunakan obat ini. 

Apa yang harus dihindari saat menggunakan obat ini?

  • Hindari vaksin

Jangan lakukan vaksinasi atau imunisasi saat menggunakan obat ini. Kecuali atas sepengetahuan dan izin dari dokter.

Fungsi vaksin atau imunisasi bisa terganggu dan tidak dapat melindungi tubuh dari penyakit.

Beberapa vaksin tersebut antara lain campak, gondongan, rubella, polio, rotavirus, tipus, demam kuning, cacar air dan herpes zoster.

  • Hindari orang sakit

Jangan berada dekat orang yang sakit atau sedang mengalami infeksi. Kondisi imun seseorang yang mengonsumsi obat ini bisa melemah. 

Seorang pasien yang sedang mengonsumsi obat ini bisa saja tertular orang di sekitarnya. Jika penyakitnya serius, maka kondisi orang tersebut juga bisa berujung fatal. 

Dosis penggunaan obat

Pemberian obat berbeda-beda pada setiap pasien. Dokter yang akan memutuskan dosis yang tepat. Biasanya bergantung kepada:

  • Usia
  • Kondisi pasien
  • Parah atau tidaknya penyakit yang akan diobati
  • Riwayat medis pasien
  • Reaksi pada pemberian dosis awal

Namun secara umum pemberian dosis dapat dikategorikan menjadi dua: pasien dewasa dan anak-anak.

Dewasa (di atas 17 tahun)

Dosis awal: 20-240 mg per hari, tergantung dari kondisi penyakit dan pasien.

Dosis setelah penyesuaian: Dosis bisa ditingkatkan dari dosis awal hingga tubuh merespons lebih baik. Kemudian dosis akan dikurangi perlahan jika obat sudah tidak lagi diperlukan. 

Anak- anak (untuk 17 tahun ke bawah)

Dokter akan mengobservasi langsung kondisi anak dan melihat seberapa banyak dosis yang diperlukan untuk pengobatan.

Apa yang harus dilakukan jika lupa minum obat?

Minum setelah mengingatnya. Tapi jika sudah mendekati waktu minum berikutnya, tanyakan pada dokter. Mungkin saja dokter akan mengganti dosis obat tersebut. 

Apa saja tanda jika obat ini bekerja dengan baik?

Kamu akan merasakan bengkak, nyeri atau gejala fisik lainnya mulai berkurang.

Efek samping hydrocortisone

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Ada yang tidak menunjukkan gejala efek samping apapun.

Namun ada beberapa yang mengalaminya. Ada yang mengalami efek samping ringan ada juga yang mengalami efek samping berat, seperti:

Efek samping yang umum terjadi

  • Sakit kepala
  • Lemah otot
  • Masalah kulit seperti jerawat atau kulit menipis

Gejala efek samping ini biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun jika bertahan cukup lama dan semakin parah, sebaiknya konsultasikan pada dokter. 

Efek samping serius 

  • Gejala alergi seperti ruam kulit, gatal, bengkak pada wajah, bibir atau lidah dan masalah pernapasan
  • Infeksi dengan gejala demam, sakit tenggorokan, bersin, batuk, luka yang lama sembuh dan sakit saat buang air kecil
  • Perubahan kondisi mental, seperti pergantian suasana hati dengan cepat dan depresi
  • Masalah perut seperti nyeri perut dan juga muntah
  • Masalah penglihatan seperti penglihatan terganggu, objek pandang tampak lebih kecil dan lebih jauh dari sebenarnya
  • Lipomatosis epidural dengan gejala timbunan lemak di punggung, sakit punggung atau mati rasa pada kaki
  • Pheochromocytoma (tumor langka pada kelenjar adrenal). Gejalanya seperti tekanan darah tinggi, detak jantung cepat, keringat berlebih, sakit kepala, tremor dan pucat
  • Nyeri di pinggul, punggung, tulang rusuk, lengan, bahu atau kaki. 
  • Gula darah tinggi dengan gejala buang air kecil lebih sering dari biasanya, rasa haus meningkat dan lebih cepat lapar dari biasanya
  • Merasa lemah atau lelah
  • Bengkak pada kaki
  • Kejang

Jika mengalami salah satu dari gejala tersebut, segera hubungi dokter. Kamu mungkin membutuhkan pertolongan medis darurat. 

Interaksi hydrocortisone dengan obat lain

Beritahu dokter jika kamu kamu sedang mengonsumsi obat lain. Karena penggunaan dua jenis obat atau lebih secara bersamaan mungkin akan menimbulkan interaksi. 

Interaksi obat bisa mengganggu salah satu fungsi obat dalam tubuh. Termasuk memengaruhi fungsi hidrokortison dalam tubuh. 

Berikut beberapa obat yang diketahui dapat berinteraksi dengan hydrocortisone:

  • Pil KB atau obat terapi hormon
  • Obat jantung
  • Insulin atau obat minum diabetes
  • Obat infeksi
  • Obat kejang
  • Obat pengencer darah atau warfarin
  • Obat penekan nafsu makan seperti efedrin
  • Obat penghambat progesteron seperti mifepristone
  • Aspirin atau obat lain jenis antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, naproxen, celecoxib, indomethacin, advil, aleve, motrin dan lainnya

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

  • Simpan obat dalam wadah tertutup
  • Tutup wadah dengan rapat jika obat tidak sedang digunakan
  • Simpan pada suhu kamar sekitar 20°C and 25°C
  • Hindari menyimpan obat di tempat panas atau lembap atau terkena cahaya langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Jangan menyimpan obat yang sudah lama tidak digunakan
  • Buang obat yang tidak lagi diperlukan
  • Sebelum membuang obat, tanyakan pada tenaga profesional bagaimana harus membuang obat tersebut

Hal lain yang perlu diperhatikan 

Penting bagi kamu untuk mencatat obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi. Catatlah obat apapun yang kamu konsumsi, termasuk obat ini atau obat lainnya.

Simpan daftar obat-obatan tersebut dan selalu bawa setiap kali kamu mengunjungi dokter ata diskusikan pada dokter saat akan mendapat penanganan medis.

Selain itu, perlu diingat untuk tidak berbagi obat ini dengan orang lain. Karena dosis yang diperlukan setiap orang berbeda-beda.

Gunakan obat hanya untuk indikasi yang ditentukan. Serta selalu konsultasikan kondisi kepada dokter atau petugas.

Informasi yang tertulis bukan pengganti resep atau anjuran dari dokter. Jangan gunakan atau konsumsi obat sebelum bertanya kepada dokter, ya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Drugs.com diakses 15 Mei 2020 Hydrocortisone 
  2. Webmd.com diakses 15 Mei 2020 Hydrocortisone 
  3. Medlineplus.gov diakses 15 Mei 2020 Hydrocortisone 
  4. Healthline.com diakses 15 Mei 2020 Hydrocortisone, Oral Tablet
  5. BPOM diakses 15 Mei 2020 Hidrokortison
    register-docotr