Kamus Obat

Kamu Memiliki Asma? Simak Penjelasan Obat Steroid untuk Asma Berikut Ini

August 15, 2020 | Dani Kosasih | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Obat steroid untuk asma bisa kamu dapatkan dalam dua bentuk yaitu obat hirup dan obat oral. Penggunaan obat steroid untuk asma akan diberikan oleh dokter sesuai kebutuhan kondisi kamu.

Pengobatan asma sendiri bertujuan untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan serangan asma.

Obat steroid untuk asma

Obat steroid untuk asma banyak dikenal dengan sebutan obat kortikosteroid.

Obat ini biasanya digunakan untuk mengelola gejala dan kekambuhan pada penyakit saluran napas yang reversibel (bisa pulih seperti semula) dan tidak ireversibel (tidak bisa pulih seperti semula).

Obat steroid mampu membantu meredakan kondisi asma dengan mengurangi saluran udara yang meradang lalu menghentikan peradangan tersebut.

Selain itu, obat ini juga membantu meringankan gejala asma seperti sesak napas dan batuk.

Ada dua jenis obat steroid yang biasanya akan direkomendasikan oleh dokter, yaitu obat steroid hirup dan obat steroid tablet.

Obat steroid hirup

Obat steroid hirup biasanya diberikan untuk mengelola kondisi asma dalam jangka panjang.

Obat ini bekerja dengan menghambat atau mengurangi peradangan di saluran napas yang dapat memicu gejala-gejala asma, seperti batuk dan sesak napas.

Sebuah kajian di Rumah Sakit Umum Daerah Boyolali pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa penggunaan obat hirup untuk asma cukup ampuh mengelola gejala dan kekambuhan pasien dengan kondisi asma.

Menurut pedoman pengendalian penyakit asma, penggunaan obat steroid hirup secara regular mampu menurunkan risiko berkembangnya kondisi asma menjadi kondisi lebih parah.

Obat hirup untuk asma lebih banyak direkomendasikan sebagai pengobatan asma jangka panjang karena risiko efek samping lebih kecil dibandingkan obat steroid oral.

Beberapa jenis obat steroid hirup untuk asma yang banyak direkomendasikan oleh dokter adalah:

  • Fluticasone
  • Budesonide
  • Flunisolide
  • Ciclesonide
  • Beclomethasone
  • Mometasone
  • Fluticasone furoate

Dosis

Obat steroid hirup harus digunakan secara teratur untuk memberikan manfaat maksimal. Biasanya gejala akan berkurang setelah 3 hingga 7 hari penggunaan sesuai dosis standar yang tertera dalam kemasan sejak obat mulai diberikan pada pasien.

Pemberian dosis lebih tinggi untuk obat steroid hirup bisa diberikan hanya jika memberikan manfaat lebih dibandingkan pemberian dosis standar.

Pemberian obat steroid hirup pada anak harus dengan dosis 50 hingga 100 mikrogram dua kali sehari dan tidak boleh melampaui 200 mikrogram dua kali sehari.

Jika ingin meningkatkan dosis di atas 500 mikrogram dua kali sehari pada orang dewasa atau 200 mikrogram dua kali sehari pada anak usia 4 hingga 16 tahun, harus sesuai rekomendasi dokter spesialis.

Efek samping

Efek samping obat steroid hirup sebenarnya cukup kecil. Namun penggunaannya tetap harus dikontrol dengan pengawasan ketat. Karena penggunaan dosis tinggi dalam jangka waktu yang panjang dapat memicu kondisi kesehatan berbahaya.

Obat steroid oral

Obat steroid oral untuk asma biasanya baru diberikan ketika kondisi asma tidak bisa lagi dikendalikan dengan obat hirup. Pengobatan dengan obat steroid oral dilakukan melalui resep dokter dan di bawah pengawasan dokter spesialis paru.

Penggunaan obat oral ini memiliki risiko efek samping cukup berbahaya jika digunakan dalam jangka yang cukup panjang, seperti misalnya lebih dari tiga bulan. Oleh karena itu, pengawasan dalam penggunaan obat ini sangat diperhatikan.

Karena efek samping yang cukup berbahaya inilah maka pengobatan dengan obat steroid oral hanya dianjurkan sebagai pengobatan terakhir setelah terlebih dahulu melakukan pengobatan lainnya.

Beberapa obat steroid oral yang biasanya direkomendasikan oleh dokter adalah prednisone dan methylprednisolone.

Dosis

Pada kasus asma yang lebih parah seperti kondisi kronis, pemberian prednisolon dengan dosis 30 mg sehari sebaiknya diberikan selama 7 hingga 14 hari.

Berikut beberapa dosis yang mungkin diberikan sesuai kondisi dan gejala yang dialami:

  • Untuk orang dewasa, tablet steroid biasanya diresepkan setidaknya selama lima hari
  • Untuk anak-anak, tablet steroid biasanya diresepkan setidaknya selama tiga hari

Jika kamu membutuhkan tablet steroid jangka panjang, dokter akan memastikan bahwa obat tersebut telah diresepkan dengan dosis serendah mungkin.

Efek samping

Penggunaan obat steroid oral dalam jangka panjang sangat berisiko menimbulkan efek samping seperti:

  • Risiko infeksi
  • Nafsu makan meningkat drastis
  • Mengalami tekanan darah tinggi
  • Mengalami perubahan suasana hati
  • Mengalami depresi

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr