Kamus Obat

Sakit Kepala Tak Tertahankan, Ini 10 Cara Meredakannya

May 15, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Obat sakit kepala tersedia dalam berbagai merek yang dijual bebas di apotek. Selain menggunakan obat yang dijual di apotek, kamu juga bisa lho mengobati sakit kepala dengan cara alami. 

Meski terbilang sebagai penyakit yang cukup umum, sakit kepala pasti bisa mengganggu aktivitas yang sedang kamu jalani.  Namun jangan khawatir, karena banyak cara dapat kamu lakukan untuk mengurangi rasa sakit di kepala lho. 

Berikut ragam pilihan obat sakit kepala yang bisa kamu gunakan: 

1. Aspirin

Aspirin merupakan salah satu jenis obat yang dapat kamu gunakan untuk mengurangi sakit kepala. Dapat pula untuk meredakan demam dan nyeri. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi zat-zat alami tertentu yang menyebabkan demam, nyeri, pembengkakan, dan pembekuan darah.

Namun, obat ini tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh anak di bawah 14 tahun, lho. Alasannya, obat ini diduga dapat berpotensi menyebabkan sindrom Reye pada anak yang mengonsumsinya.

2. Acetaminophen (Parasetamol)

Acetaminophen atau yang kita lebih tahu sebagai parasetamol merupakan obat pereda nyeri dan demam. Selain itu, parasetamol juga tentunya dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, dan pilek.

Jumlah maksimum parasetamol yang dapat dikonsumsi orang dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis dan 4 gram (4000 mg) per hari. Mengonsumsi lebih banyak parasetamol justru dapat menimbulkan penyakit seperti kerusakan pada hati.

3. Ibuprofen

Ibuprofen termasuk ke dalam obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit di tubuh kamu.

Selain untuk mengurangi sakit kepala, ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi demam dan mengobati rasa sakit atau peradangan.

Obat jenis ini dapat digunakan pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 6 bulan. Walaupun begitu, tetap ada dosis penggunaan obat yang harus dipatuhi.

Untuk orang dewasa, ibuprofen dapat dikonsumsi sebanyak 200 hingga 400 mg per oral setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan. Bagi anak-anak, dosis dapat ditentukan sesuai dengan berat badan jika memungkinkan.

Baca juga:Jangan Remehkan, Kenali Jenis-Jenis Sakit Kepala yang Perlu Kamu Tahu           

4. Naproxen

Bukan hanya ibuprofen, naproxen juga termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk meredakan sakit kepala.

Naproxen bekerja dengan menghalangi enzim yang memproduksi prostaglandin. Tubuh memproduksi zat ini di bagian tubuh yang terluka, dan menyebabkan kemerahan, panas, pembengkakan, dan rasa sakit.

Untuk sakit kepala ringan hingga sedang, orang dewasa berusia antara 12 dan 65 tahun dapat minum satu tablet naproxen 220 mg setiap 12 jam. Namun, anak-anak di bawah 12 tahun tidak boleh mengonsumsi naproxen kecuali resep dokter, ya.

5. Minum air jahe

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe dapat mengurangi sakit kepala, terutama migrain. Sebanyak 250 mg bubuk jahe dinilai sama efektifnya dengan obat sakit kepala sumatriptan dalam mengurangi nyeri migrain.

Jahe juga dapat membantu mengurangi mual dan muntah, gejala umum dari sakit kepala parah.

Akar jahe mengandung banyak senyawa bermanfaat, termasuk antioksidan dan zat antiinflamasi. Kamu dapat mendapatkan manfaat tersebut dengan mengonsumsi bubuk jahe dalam bentuk kapsul atau membuat teh yang kuat dengan akar jahe segar.

6. Minum air putih 

Tau kah kamu, penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala seperti migrain dan sakit kepala tegang? Minum air yang cukup dapat membantu mencegah sakit kepala atau mengurangi keparahannya.

Penelitian dalam Journal of Evaluation in Clinical Practice menjelaskan bahwa meminum air putih tidak mengurangi durasi sakit kepala seseorang, tetapi dapat membuat mereka merasa lebih baik.

Minum air putih yang cukup, serta mengonsumsi makanan yang mengandung banyak cairan, seperti buah-buahan dapat meningkatkan hidrasi tubuh kamu. Peluang untuk sakit kepala karena dehidrasi pun akan berkurang.

Baca juga: Alami Sakit Kepala di Bagian Belakang? Mungkin Ini Penyebabnya

7. Mengompres kepala

Bila kepala kamu terasa sakit, mungkin ada baiknya kamu mengompresnya. Ada dua cara yang dapat kamu lakukan, tergantung sakit kepala seperti apa yang kamu rasakan.

Menggunakan kompres dingin dapat mengurangi sakit kepala kamu, terutama sakit kepala akibat migrain. 

Kamu dapat meletakkan handuk berisi es di kepala, bagian belakang leher, atau pelipis sebagai kompres. Cara tersebut dinilai ampuh untuk menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan di daerah tersebut.

Nah sebaliknya, jika kepala kamu terasa sakit karena tegang, ada baiknya kamu mengompres kepala kamu dengan sesuatu yang hangat.

Kompres hangat bisa kamu dapatkan dengan menggunakan handuk yang direndam dalam air hangat. Kamu dapat meletakkan handuk hangat tersebut di bagian yang terasa tegang. Selain itu, mandi air hangat mungkin juga dapat membantu kamu mengurangi sakit kepala karena tegang tersebut.

8. Pemijatan bagian kepala

Sebagian besar dari kita pasti pernah memijat bagian belakang leher atau menjepit bagian tengah dahi di atas hidung untuk mengurangi sakit kepala. Ternyata, hal ini memang ampuh untuk beberapa orang, lho.

Memijat pelipis, rahang, atau leher dilakukan banyak orang untuk mengurangi rasa tegang di kepala mereka. Kebanyakan, sakit kepala ini disebabkan karena stres.

9. Relaksasi

Tidak hanya menenangkan diri, relaksasi juga memiliki banyak manfaat lain. Baik itu peregangan, yoga, meditasi, atau relaksasi otot progresif, dapat membantu mengatasi rasa sakit kepala.

Studi lain menemukan bahwa orang yang berlatih yoga selama tiga bulan memiliki pengurangan signifikan dalam frekuensi sakit kepala dibandingkan dengan mereka yang tidak berlatih yoga!

10. Tidur cukup

Banyak orang menyepelekan persoalan tidur yang cukup. Padahal, tidur yang tidak optimal dapat merusak kesehatan dan menyebabkan sakit kepala.

Masalah tidur pun menjadi penyebab sakit kepala yang paling umum. Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur, bahkan tidak tidur dengan nyenyak dapat menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang.

Oleh karena itu, kamu dapat mencoba tidur antara 7 dan 9 jam setiap malam untuk mengurangi sakit kepala. Jangan lupa, agar nyenyak, tidurmu juga harus dalam posisi dan kondisi yang senyaman mungkin.

Bila tips serta obat-obatan yang bebas dibeli di apotek juga tidak dapat mengurangi rasa sakit kepala, kamu dapat temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr