Kamus Obat

Mengenal Obat Penisilin: Antibiotik Pertama di Dunia dan Seluk Beluknya

July 4, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Penisilin merupakan obat antibiotik pertama di dunia yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi dan penyakit. Kini ada banyak produk turunan dari penisilin yang disesuaikan dengan jenis penyakit yang ingin diatasi.

Untuk mengetahui lebih dalam soal obat penisilin, langsung saja simak ulasan berikut ini.

Mengenal obat penisilin

Penisilin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah infeksi bakteri dan juga penyakit. Penisilin adalah antibiotik pertama yang digunakan dokter.

Obat ini ditemukan oleh sosok Alexander Fleming pada 1928 dan mengubah dunia medis sejak saat itu. Obat penisilin dihasilkan dari jamur bernama penicillium.

Penisilin bisa didapatkan dalam bentuk obat minum (oral) dan juga obat suntik. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu dinding sel bakteri.

Jenis-jenis obat penisilin

Ada beberapa jenis penisilin. Masing-masing digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi. Satu jenis penisilin biasanya tidak dapat digunakan untuk mengatasi semua jenis penyakit.

Obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Penisilin hadir dalam berbagai bentuk di antaranya:

  • Tablet
  • Tablet kunyah
  • Kapsul
  • Cairan untuk disuntikan
  • Sirup

Cara kerja obat penisilin

Obat penisilin bekerja menghancurkan dinding sel bakteri secara tidak langsung. Penisilin mampu bertindak mengatasi peptidoglikan, yang memainkan peran struktural penting dalam sel bakteri.

Peptidoglikan membuat struktur seperti jaring di sekitar membran plasma sel bakteri, yang meningkatkan kekuatan dinding sel dan mencegah cairan eksternal dan partikel memasuki sel. Saat bakteri berkembang biak lubang kecil akan terbentuk di dinding sel.

Peptidoglikan lalu berperan mengisi lubang tersebut untuk merekonstruksi dinding sel. Penisilin memblokir struts protein yang menghubungkan peptidoglikan secara bersamaan. Ini mencegah bakteri menutup lubang di dinding selnya.

Karena konsentrasi air dari cairan di sekitarnya lebih tinggi daripada di dalam bakteri, air mengalir melalui lubang-lubang ke dalam sel dan bakteri itu meledak.

Fungsi obat penisilin

Saat ini, banyak turunan penisilin telah dikembangkan untuk menghambat lebih banyak jenis bakteri. Penisilin sendiri aktif melawan:

  • Streptococci (termasuk Streptococcus pneumoniae),
  • Listeria, neisseria gonorrhoeae,
  • Clostridium
  • Peptococcus
  • Peptostreptococcus

Namun, kebanyakan stafilokokus sekarang resisten terhadap penisilin. Antibiotik penisilin lain efektif melawan:

  • H. influenzae
  • E.coli, pneumokokus 
  • Jenis stafilokokus tertentu 
  • Salmonella
  • Shigella 
  • Pseudomonas aeruginosa
  • banyak jenis bakteri lainnya

Antibiotik penisilin juga digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan. Penisilin digunakan untuk mengobati infeksi pada telinga, sinus, lambung dan usus, kandung kemih, serta ginjal. Mereka juga digunakan untuk mengobati:

  • Pneumonia 
  • Infeksi darah ( sepsis)
  • Gonore yang tidak rumit 
  • Meningitis 
  • Endokarditis
  • Infeksi serius lainnya.

Sebelum menggunakan obat penisilin

Jika kamu berencana untuk konsultasi dengan dokter, sebaiknya kamu memberi tahu semua hal yang di bawah ini.

Beberapa ulasan di bawah ini digunakan sebagai referensi dokter dalam meresepkan obat agar tidak salah resep dan mencegah risiko efek samping.

1. Riwayat alergi

Sampaikan ke dokter jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap penisilin atau obat sejenisnya. Selain itu, kamu juga harus memberi tahu riwayat alergi terhadap alergen lain.

Seperti alergi pada pewarna makanan atau pada bulu binatang. Jika kamu mengonsumsi obat non-resep, pastikan kamu membaca anjuran pemakaian secara seksama.

2. Usia pasien

Obat penisilin telah banyak digunakan pada anak-anak. Dengan dosis yang tepat, diharapkan tidak menyebabkan efek samping atau masalah pada pasien anak-anak.

Selain pada anak-anak, obat penisilin juga bisa digunakan pada lansia. Sejauh ini tidak ditemukan efek samping berbahaya terhadap penggunaan penisilin pada lansia.

3. Kehamilan dan menyusui

Penisilin belum diteliti efeknya pada wanita hamil. Namun, penisilin telah banyak digunakan pada wanita hamil dan belum terbukti menyebabkan cacat lahir atau masalah lain dalam penelitian pada hewan.

Selain kondisi hamil, kamu juga harus memberi tahu dokter apabila sedang dalam kondisi menyusui. Sebab penisilin masuk ke dalam ASI dan dapat timbulkan reaksi alergi, diare, infeksi jamur, dan ruam kulit.

4. Riwayat konsumsi obat

Jangan lupa juga untuk memberitahu obat apa saja yang kamu konsumsi baru-baru ini. Mulai dari obat biasa, suplemen, vitamin, hingga ramuan herbal.

Ada beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan penisilin karena bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi negatif.

5. Diet

Pastikan kamu memberi tahu dokter jika sedang menjalani diet rendah sodium (rendah garam). Beberapa obat-obatan jenis penisilin mengandung natrium yang cukup untuk menyebabkan masalah pada beberapa orang.

Efek samping obat penisilin

Berikut beberapa efek samping yang umum ditemui pada orang yang mengonsumsi obat penisilin:

  • Diare
  • Pusing
  • Mulas
  • Susah tidur
  • Mual
  • Gatal
  • Muntah 
  • Kebingungan 
  • Sakit perut 
  • Mudah memar 
  • Pendarahan
  • Ruam 
  • Reaksi alergi

Efek samping yang kurang umum ditemui:

  • Napas pendek atau tidak teratur
  • Nyeri sendi
  • Tiba-tiba pusing dan pingsan
  • Wajah bengkak dan kemerahan
  • Kulit bersisik atau kemerahan
  • Gatal-gatal dan keputihan akibat infeksi jamur (vaginosis bakteri)
  • Mulut dan lidah sakit, terkadang dengan bercak putih
  • Kram perut, kejang, atau nyeri

Efek samping yang sangat jarang terjadi:

  • Kecemasan, ketakutan, atau kebingungan
  • Rasa gelisah yang hebat
  • Halusinasi
  • Menguningnya mata dan kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Pendarahan yang tidak biasa
  • Diare dan berkurangnya frekuensi buang air kecil
  • Kejang

Seperti antibiotik lainnya, penisilin dapat mengubah bakteri normal di usus besar dan mendorong pertumbuhan berlebih beberapa bakteri seperti Clostridium difficile.

Yang pada akhirnya menyebabkan peradangan usus besar (C. difficile colitis atau pseudomembranous colitis). Tanda dan gejala kolitis C. difficile termasuk diare, demam, sakit perut , dan mungkin syok.

Efek samping alergi obat penisilin

Orang-orang yang alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin, yang terkait dengan penisilin, misalnya, cefaclor (Ceclor), cephalexin (Keflex), dan cefprozil (Cefzil) mungkin akan mengalami reaksi alergi.

Reaksi serius memang jarang terjadi, tetapi saat muncul ia bisa menimbulkan gejala:

  • Kejang
  • Masalah ginjal
  • Infeksi jamur oral 
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis)
  • Kadar trombosit darah rendah (trombositopenia)

Risiko obat penisilin

Meskipun penggunaan penisilin tersebar luas, beberapa masalah atau kontraindikasi dapat terjadi, seperti halnya dengan obat apa pun.

Jika kamu termasuk salah satu kategori di bawah ini, maka pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat penisilin.

  • Ibu menyusui. Ibu yang tengah menyusui kemungkinan bisa memberikan sejumlah kecil penisilin ke bayi melalui ASI. Hal ini dapat mengakibatkan anak mengalami reaksi alergi, diare, infeksi jamur, dan ruam kulit.
  • Masalah pendarahan. Beberapa penisilin, seperti karbenisilin, piperasilin, dan tikarsilin, dapat memperburuk masalah perdarahan yang sudah ada sebelumnya.
  • Kontrasepsi oral. Penisilin dapat mengganggu kontrol kelahiran jenis pil, dan dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Cystic fibrosis. Orang-orang dengan cystic fibrosis lebih rentan terhadap demam dan ruam kulit ketika menggunakan piperacillin.
  • Penyakit ginjal. Orang dengan penyakit ginjal memiliki peningkatan risiko efek samping.
  • Methotrexate. Methotrexate mengganggu pertumbuhan sel dan dapat mengobati beberapa kondisi, termasuk leukemia dan beberapa penyakit autoimun. Penisilin mencegah tubuh membuang obat ini, yang berpotensi menyebabkan komplikasi parah.
  • Fenilketonuria. Beberapa tablet amoksisilin yang lebih kuat dan dapat dikunyah mengandung aspartam tingkat tinggi yang diubah oleh tubuh menjadi fenilalanin. Ini berbahaya bagi siapa pun dengan fenilketonuria.
  • Masalah gastrointestinal. Pasien dengan riwayat ulkus lambung atau penyakit usus lainnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi kolitis ketika mengambil penisilin.
  • Konsumsi alkohol. Antibiotik tertentu, seperti metronidazole dan tinidazole, memiliki reaksi parah dengan alkohol. Namun, tidak demikian halnya dengan penisilin.
  • Produk tembakau. Selain alkohol, penggunaan produk tembakau juga bisa menyebabkan interaksi berbahaya saat digunakan bersamaan dengan penisilin.

Interaksi penisilin dengan obat lain

Obat penisilin bisa saja berinteraksi dengan obat lain dan dapat berkurang efektivitasnya. Berikut beberapa jenis obat yang tak sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan penisilin.

  • Probenecid (Benemid). Obat ini bisa menyebabkan peningkatan jumlah penisilin dalam tubuh dengan mencegah ekskresi penisilin oleh ginjal.
  • Menggabungkan ampisilin dengan allopurinol (Zyloprim) dapat meningkatkan kejadian ruam kulit efek samping dari penisilin.
  • Antibiotik penisilin dapat mengurangi efek vaksin hidup BCG dan vaksin hidup tipus.

Cara menggunakan obat penisilin yang tepat

Seperti yang dibahas pada poin sebelumnya, penisilin ada beberapa jenisnya. Maka cara menggunakannya juga berbeda-beda. 

Penisilin (kecuali tablet bacampicillin, amoxicillin, penicillin V, pivampicillin, dan pivmecillinam) paling baik dikonsumsi dengan segelas penuh (8 ons) air saat perut kosong (baik 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan) kecuali jika diarahkan oleh dokter.

Penggunaan obat amoxicillin, penicillin V, pivampicillin, dan pivmecillinam

  • Amoxicillin, penicillin V, pivampicillin, dan pivmecillinam dapat dikonsumsi dengan perut penuh atau kosong.
  • Amoksisilin bentuk cair dapat dikonsumsi sendiri atau dicampur dengan makanan atau minuman lain seperti susu, jus buah, air, bir jahe, atau minuman dingin lainnya.
  • Jika dicampur dengan cairan lain, langsung habiskan setelah pencampuran dalam sekali minum.

Penggunaan obat bacampicillin

  • Bentuk cairan obat ini paling baik diminum dengan segelas penuh (8 ons) air pada waktu perut kosong (baik 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan) kecuali jika diarahkan oleh dokter.
  • Bentuk tablet dari obat ini dapat diminum dengan perut penuh atau kosong.

Jika kamu menggunakan penisilin G melalui mulut:

  • Jangan minum jus buah asam (misalnya, jus jeruk atau jeruk bali) atau minuman asam lainnya dalam waktu 1 jam setelah mengonsumsi penisilin G karena ini dapat membuat obat tidak bekerja dengan benar.

Jika kamu menggunakan penisilin dalam bentuk cair:

  • Pastikan kamu menggunakan pipet atau sendok takar khusus obat untuk memastikan dosisnya pas. Jangan gunakan sendok dapur karena tidak akurat.
  • Jangan gunakan apabila label produk menunjukkan bahwa obat sudah kedaluarsa.

Jika kamu mengonsumsi tablet amoksisilin dalam bentuk kunyah:

  • Tablet harus dikunyah atau dihancurkan sebelum ditelan. Jadi kunyah dengan baik di dalam mulut baru telan.

Catatan penting saat mengonsumsi obat penisilin:

  • Pastikan kamu mengonsumsi obat ini sesuai resep atau anjuran yang diberikan dokter. Jangan mengonsumsi kurang atau melebihi dosis yang diberikan.
  • Untuk memastikan infeksi sembuh secara menyeluruh, pastikan kamu tetap mengonsumsi sampai obat yang diresepkan habis.
  • Masalah jantung serius dapat terjadi di kemudian hari jika infeksi kamu tidak sembuh sepenuhnya. Selain itu, jika kamu berhenti minum obat ini terlalu cepat, gejalanya mungkin akan kembali.
  • Pastikan kamu mengonsumsinya sesuai jadwal yang sama setiap harinya. Jika terlewat, maka kamu bisa melewatinya. Jangan pernah minum obat ini dalam dosis dobel.
  • Jika obat ini mengganggu siklus tidur atau aktivitas sehari-hari kamu, maka konsultasikan ke dokter untuk meminta rekomendasi jadwal minum obat yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic. Diakses pada 30 Juni 2020. Penicillin (Oral Route, Injection Route, Intravenous Route, Intramuscular Route)

Medical News Today. Diakses pada 30 Juni 2020. How do penicillins work?

Medicine Net. Diakses pada 30 Juni 2020. Penicillin (Antibiotics)

Healthline. Diakses pada 30 Juni 2020. Amoxicillin vs. Penicillin: What’s the Difference?

 

    Berita Terkait
    register-docotr