Kamus Obat

Bisa Mengobati Darah Tinggi, Perhatikan Hal Ini Sebelum Minum Spironolactone

June 16, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Spironolactone merupakan obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi serta gagal jantung. Obat ini dikenal sebagai “pil air” dan tersedia dalam bentuk tablet. Obat ini tidak dapat digunakan secara sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Untuk mengetahui obat ini lebih lanjut, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Jangan Sampai Keliru, Kenali Penyakit Dermatitis Seboroik yang Mirip Ketombe

Apa itu spironolactone?

Spironolactone. Sumber foto: https://www.indiamart.com/

Spironolactone adalah diuretik hemat kalium (pil air) yang mencegah tubuh menyerap terlalu banyak garam dan menjaga kadar kalium agar tidak turun. Obat ini juga dapat mengobati kadar kalium terlalu rendah serta kondisi di mana tubuh membuat terlalu banyak bahan kimia alami (aldosterone).

Aldosterone sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal untuk membantu mengatur keseimbangan air dan garam di dalam tubuh. Obat ini dapat menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh pada penyakit gagal jantung, sirosis hati, serta penyakit ginjal.

Spironolactone merupakan obat yang diresepkan.

Bagaimana cara spironolactone bekerja?

Spironolactone bekerja dengan cara menghalangi aksi hormon dalam tubuh yang disebut aldosterone. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal yang berfungsi mengontrol keseimbangan garam dan air di dalam tubuh.

Menghalangi aksi aldosterone menyebabkan ginjal meningkatkan jumlah garam seperti sodium yang disaring dari darah kemudian menuju ke dalam urine. Ketika garam tersebut disaring keluar dari darah oleh ginjal, air juga diambil secara bersamaan.

Spironolactone membantu mengeluarkan kelebihan cairan yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Oleh karena itu, obat ini dapat membantu menyeimbangkan kadar garam dan air dalam tubuh.

Kebanyakan obat diuretik lain dapat menyebabkan jumlah kalium dalam darah turun. Akan tetapi obat ini tidak memiliki efek tersebut.

Baca juga: Mengenal Alprazolam, Obat Mengatasi Gangguan Kecemasan dan Panik

Kondisi apa saja yang dapat diobati oleh spironolactone?

Ada banyak sekali kondisi yang dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh (edema). Hal tersebut termasuk gagal jantung (di mana cairan dapat menumpuk di paru-paru yang dapat menyebabkan sesak napas atau menyebabkan pergelangan kaki bengkak).

Kondisi lainnya adalah sirosis hati (cairan menumpuk di rongga perut sehingga menyebabkan perut bengkak), serta beberapa jenis ginjal tertentu. Spironolactone digunakan untuk menghilangkan kelebihan cairan terkait dengan kondisi tersebut sehingga dapat meringankan gejalanya.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati hipokalemia (kekurangan kalium) dan tekanan darah tinggi. Dengan mengurangi tekanan darah dapat membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Terkadang obat ini juga diresepkan untuk mengobati jerawat pada wanita. Jerawat dapat diakibatkan oleh peningkatkan sekresi sebum dari kelenjar sebaceous. Ini distimulus oleh kadar androgen yang berlebihan (testoteron) atau peningkatan kepekaan terhadap androgen.

Spironolactone dapat menghambat kinerja androgen yang dapat mengurangi sekresi sebum. Hal tersebut mengurangi risiko penyumbatan pori-pori sehingga dapat membantu mengobati jerawat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum konsumsi

Sebelum memilih untuk mengonsumsi obat ini sebaiknya perhatikanlah hal-hal berikut agar spironolactone tidak membahayakan tubuh.

Berikut adalah hal-hal yang harus kamu perhatikan.

  • Sebelum mengonsumsi spironolactone, informasikan pada dokter atau apoteker jika kamu alergi terhadap obat ini atau jika kamu memiliki alergi lain. Obat ini mengandung bahan tidak aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi.
  • Beritahukan mengenai riwayat kesehatanmu pada dokter atau apoteker, terutama jika kamu memiliki masalah ginjal, masalah hati, ketidakseimbangan mineral (seperti kalium tinggi, sodium rendah), serta penurunan fungsi kelenjar adrenal (penyakit addison).
  • Sebelum melakukan operasi beritahukan dokter mengenai semua produk yang kamu gunakan, termasuk obat resep, obat non resep, serta produk herbal.
  • Obat ini mungkin saja dapat meningkatkan kadar kalium. Oleh karena itu sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter.
  • Batasi konsumsi makanan yang tinggi kalium, seperti pisang, tomat, kentang, dan susu rendah garam. Konsultasikan juga hal ini pada dokter terlebih dahulu.
  • Obat ini mungkin saja dapat menyebabkan pusing dan kantuk. Sebaiknya hindarilah berkendara, menggunakan mesin, serta melakukan aktivitas yang memerlukan konsentrasi setelah mengonsumsi obat ini.
  • Orang dewasa yang lebih tua mungkin saja lebih sensitif pada efek smaping obat ini, terutama efek dari kalium.
  • Pada ibu hamil, obat ini dapat digunakan jika memang diperlukan. Diskusikan tentang risiko dan manfaatnya pada dokter.
  • Pada ibu menyusui obat ini mungkin saja dapat masuk ke dalam ASI, oleh karena itu beritahukan dokter jika kamu sedang menyusui dan ingin mengonsumsi obat ini.

Peringatan pada beberapa kondisi tertentu

Ada beberapa peringatan yang harus diperhatikan pada seseorang yang menderita kondisi tertentu, di antaranya adalah:

Penderita penyakit hati: Mengonsumsi obat ini jika kamu menderita penyakit hati mungkin saja dapat menyebabkan koma. Segera hubungi dokter jika kamu memiliki gejala kebingungan, pergerakan tubuh yang tidak normal dan bergetar, serta masalah konsentrasi.

Penderita hiperkalemia: Kamu tidak boleh mengonsumsi obat ini jika kamu menderita hiperkalemia (kadar kalium yang tinggi). Obat ini dapat membuat kondisi menjadi lebih buruk.

Penderita penyakit ginjal: Jika kamu menderita penyakit ginjal dan mengonsumsi obat ini, risiko efek samping akan meningkat. Kamu juga akan berisiko untuk terkena hiperkalemia.

Jika kamu mengonsumsi obat ini, kamu harus memantau kadar kaliummu secara teratur. Dokter mungkin saja akan mengecek kadar kaliummu menggunakan tes darah.

Penderita penyakit addison: Janganlah mengonsumsi obat ini jika kamu menderita penyakit addison. Obat ini dapat menyebabkan kondisimu bertambah buruk.

Penderita penyakit jantung: Jangan mengonsumsi suplemen kalium, mengonsumsi makanan yang tinggi kalium, atau mengonsumsi obat lain yang dapat meningkatkan kadar kalium jika kamu menderita penyakit jantungn dan kamu sedang mengkonsumsi obat ini.

Efek samping yang berbahaya dapat mengintaimu dan dapat berakibat fatal.

Instruksi dosis pakai spironolactone

Dosis pakai pada masing-masing orang tidak dapat disamaratakan. Dosis sangat bergantung pada umur, kondisi yang akan diobati, seberapa parah kondisimu, kondisi medis lainnya yang kamu miliki, serta bagaimana reaksimu pada dosis pertama.

Dosis untuk tekanan darah tinggi (hipertensi)

  • Dosis dewasa (umur 18-64 tahun): Dosis awal pada umumnya adalah 25-100 mg yang dikonsumsi setiap hari. Ini dapat diberikan menjadi dosis tunggal atau dibagi menjadi dua dosis
  • Dosis anak-anak (umur 0-17 tahun): Obat ini tidak diizinkan dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 18 tahun
  • Dosis lansia (umur 65 tahun ke atas): Tidak ada rekomendasi yang spesifik pada lansia. Dosis akan diberikan secara perlahan. Dosis normal orang dewasa dapat meningkatkan kadar obat ini lebih tinggi pada tubuh. Pada lansia mungkin saja memerlukan dosis yang lebih rendah atau jadwal dosis yang berbeda.

Dosis untuk pembengkakan (edema) akibat sindrom nefotrik dan penyakit hati

  • Dosis dewasa (umur 18-64 tahun): Dosis awal pada umumnya adalam 100 mg yang dikonsumsi setiap hari. Ini dapat diberikan menjadi dosis tunggal atau dibagi menjadi dua dosis. Beberapa orang mungkin saja mengonsumsi 25 mg per hari atau paling banyak 200 mg per hari.
  • Dosis anak-anak (umur 0-17 tahun): Obat ini tidak diizinkan dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 18 tahun
  • Dosis lansia (umur 65 tahun ke atas): Tidak ada rekomendasi yang spesifik pada lansia. Dosis akan diberikan secara perlahan. Dosis normal orang dewasa dapat meningkatkan kadar obat ini lebih tinggi pada tubuh. Pada lansia mungkin saja memerlukan dosis yang lebih rendah atau jadwal dosis yang berbeda.

Dosis untuk gagal jantung

  • Dosis dewasa (umur 18-64 tahun): Dosis awal pada umumnya adalah 25 mg yang dikonsumsi setiap hari. Dokter mungkin saja akan meningkatkan atau menurunkan dosis tergantung dari bagaimana kamu merespon obat ini. beberapa orang mungkin mengonsumsi 50 mg sekali sehari, dan lainnya mungkin mengonsumsi 25  mg sekali sehari
  • Dosis anak-anak (umur 0-17 tahun): Obat ini tidak diizinkan dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 18 tahun
  • Dosis lansia (umur 65 tahun ke atas): Tidak ada rekomendasi yang spesifik pada lansia. Dosis akan diberikan secara perlahan. Dosis normal orang dewasa dapat meningkatkan kadar obat ini lebih tinggi pada tubuh. Pada lansia mungkin saja memerlukan dosis yang lebih rendah atau jadwal dosis yang berbeda

Dosis untuk sekresi aldosterone berlebihan

  • Dosis dewasa (umur 18-64 tahun): Dosis awal pada umumnya adalah 100 hingga 400 mg setiap hari untuk persiapan operasi. Jika kamu tidak menjalani operasi, dokter mungkin saja memberi dosis efektif terendah dari obat ini untuk jangka panjang
  • Dosis anak-anak (umur 0-17 tahun): Obat ini tidak diizinkan dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 18 tahun
  • Dosis lansia (umur 65 tahun ke atas): Tidak ada rekomendasi yang spesifik pada lansia. Dosis akan diberikan secara perlahan. Dosis normal orang dewasa dapat meningkatkan kadar obat ini lebih tinggi pada tubuh. Pada lansia mungkin saja memerlukan dosis yang lebih rendah atau jadwal dosis yang berbeda

Bagaimana cara mengonsumsi spironolactone?

Konsumsilah obat ini dengan instruksi dokter atau petunjuk yang tertera pada kemasan produk.

Dosis terbaik adalah dengan mengonsumsinya di pagi hari untuk mencegah bangun di malam hari untuk buang air kecil.

Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker jika kamu memiliki pertanyaan. Minum obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya. Ingatlah selalu mengonsumsinya pada waktu yang sama setiap hari seperti yang diarahkan.

Jika kamu lupa mengonsumsi obat ini, segeralah minum obat ini segera setelah kamu ingat. Namun jika kamu meminumnya berdekatan dengan dosis selanjutnya, sebaiknya lewatilah dosis tersebut dan kembali pada dosis reguler. Dan ingat, janganlah mengonsumsi dosis ganda.

Efek samping spironolactone

Sma seperti obat lain kebanyakan, obat ini juga memiliki efek samping yang pelru diperhatikan. Konsumsilah obat ini sesuai dengan petunjuk untuk menghindari efek samping yang berbahaya.

Dilansir dari Healthline, berikut adalah efek samping dari spironolactone

Efek samping umum

  • Diare dan kram perut
  • Mual dan muntah
  • Tingginya kadar kalium
  • Kram kaki
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kantuk
  • Gatal-gatal
  • Siklus menstruasi tidak teratur dan perdarahan setelah menopause

Jika efek samping ini ringan, mereka akan menghilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Jika efek samping tersebut tidak juga menghilang, segeralah hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Anemia pada Ibu Hamil, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya

Efek samping serius

  • Reaksi alergi
  • Masalah elektrolit
  • Kadar kalium tinggi yang berbahaya
  • Pembesaran payudara (ginekomastia)
  • Reaksi kulit yang parah

Jika kamu mengalami efek samping tersebut segeralah hubungi dokter agar bisa ditangani dengan cepat sehingga tidak akan menimbulkan bahaya lainnya.

Penggunaan spironolactone harus selalu dalam pengawasan dokter, janganlah berlebihan dalam mengonsumsi obat ini. Dan sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter jika kamu ingin mengonsumsinya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Drugs.com (2020). Diakses pada 11 Juni 2020. Spironolactone

Healthline (2018). Diakses pada 11 Juni 2020. Spironolactone, Oral Tablet 

Medicine Net (2019). Diakses pada 11 Juni 2020. Spironolactone 

Net Doctor (2019). Diakses pada 11 Juni 2020. Spironolactone (Aldactone): Diuretic Medicine Used in Heart Failure 

Webmd. Diakses pada 11 Juni 2020. Spironolactone 

 

    Berita Terkait
    register-docotr