Kamus Obat

Mengenal Citicoline: Obat untuk Penyakit Otak

June 17, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Citicoline atau CDP-choline merupakan komponen obat kimia untuk otak yang akan dikonversi menjadi choline dan cytidine. Obat ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kognitif kamu.

Citicoline identik dengan prekursor alami phospholipid phosphatidylcholine. Phospholipid sendiri merupakan senyawa yang membantu otak kamu untuk bekerja dengan baik dan menyembuhkan kerusakan otak.

Di beberapa negara, obat ini harus dikonsumsi dengan resep dokter. Di Amerika Serikat, citicoline dijual dalam bentuk suplemen.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta seputar obat citicoline yang mesti kamu ketahui:

Citicoline, obat untuk otak

Di Jepang, citicoline dijadikan obat untuk membantu orang sembuh dari penyakit stroke. Kegunaan tersebut juga diperkuat oleh sebuah kajian yang dilakukan di Polandia. 

Kajian tersebut menyebutkan jika suplemen citicoline dapat menyembuhkan kelainan pada otak dan sistem saraf seperti glaukoma dan demensia. Obat ini dikatakan juga bisa mengurangi gejala dari ADHD.

Sebagai obat, citicoline dikonsumsi secara oral dalam bentuk suplemen atau diberikan dalam bentuk injeksi ke pembuluh darah, atau ditembakan langsung ke otot.

Kandungan citicoline

Pada citicoline yang hadir dalam bentuk cairan untuk diinjeksi, nama obat ini adalah cognolin dengan massa 2 ml dan 4 ml, dalam setiap ml, komposisinya adalah sebagai berikut:

Citicoline sodium dengan massa 250 mg, methyl paraben, propyl paraben dan air untuk penyuntikan.

Cara kerja citicoline

Citicoline bekerja dengan cara meningkatkan senyawa kimia phosphatidylcholine, senyawa yang penting untuk kinerja fungsi otak. 

Citicoline juga bisa meningkatkan jumlah senyawa kimia lain yang berfungsi untuk mengirimkan pesan ke otak. Selain itu, obat ini juga dikatakan dapat meningkatkan aliran darah dan konsumsi oksigen di dalam otak.

Obat ini akan diserap secara cepat di saluran usus dengan ketersediaan hayati mencapai lebih dari 90 persen. Dibutuhkan waktu 1 jam untuk mencapai konsentrasi plasma dari obat ini setelah dikonsumsi.

Obat ini akan didistribusikan di dalam tubuh melewati rintangan darah dalam otak. Nantinya obat akan dikeluarkan melalui CO2 dalam pernapasan dan urine.

Kegunaan citicoline

Pada intinya, suplemen citicoline memiliki kegunaan untuk meningkatkan kinerja otak. Namun, ada beberapa kegunaan lain sebagai berikut:

Meningkatkan daya ingat

Seiring waktu, kemampuan untuk mengingat dan berpikir akan berkurang. Konsumsi citicoline bisa mengatasi hilangnya daya ingat pada orang dengan usia 50 hingga 85 tahun.

Glaukoma

Glaukoma merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan rusaknya saraf optik mata. Saraf optik merupakan tempat memasok informasi visual dari mata ke otak.

Konsumsi citicoline secara oral, injeksi atau sebagai obat tetes mata diketahui dapat meningkatkan penglihatan.

Stroke

Pasien stroke yang mengonsumsi obat citicoline secara oral ataupun injeksi dalam waktu 24 jam setelah mengalami serangan stroke dapat sembuh dalam waktu 3 bulan ketimbang pasien lainnya.

Citicoline lebih mungkin bekerja pada penderita stroke yang tidak dapat menerima obat rtPA.

Penelitian yang dilakukan di Spanyol menunjukan jika pemberian suplemen citicoline dapat meningkatkan penyembuhan setelah stroke. Kajian meta analisis yang dilakukan di Amerika Serikat pun mengatakan hal yang serupa.

Alzheimer

Level choline yang berkurang pada penderita alzheimer akan memengaruhi kemampuan sel otak untuk membuat acetylcholine, sebuah neurotransmitter penting untuk daya ingat. 

Untuk mengatasi hal ini, biasanya sel otak akan mematahkan membran sel untuk memproduksi acetylcholine. Dengan mengonsumsi citicoline, maka kamu dapat mencegah upaya sel otak untuk mematahkan membran sel.

Mata malas (amblyopia)

Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak. Biasanya ditandai dengan ketidakmampuan satu mata untuk mengirimkan sinyal-sinyal yang sesuai dari retina belakang mata melalui saraf optik ke pusat penglihatan di otak.

Salah satu penelitian di India mencatat adanya perbaikan penglihatan pada penderita mata malas. 

Kelainan bipolar dan ketergantungan kokaina

Ketergantungan obat luar biasa lumrah pada pasien dengan kelainan bipolar. Begitupun dengan ketergantungan terhadap kokaina.

Sebuah penelitian di University of Texas, Amerika Serikat menemukan adanya penurunan penggunaan kokaina dan peningkatan kognitif pada penderita kelainan bipolar yang diterapi dengan menggunakan citicoline.

Perdarahan di otak

Citicoline merupakan obat yang aman dan sangat berpengaruh di otak. Obat ini pun ampuh dalam mengobati perdarahan di otak.

Sebuah studi yang dilakukan di Spanyol pada 2006 lalu mengonfirmasi hal ini. Penelitian tersebut menyatakan jika obat citicoline aman untuk perdarahan di dalam otak dan terlihat manjur.

Kesehatan kardiovaskular

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap seekor tikus yang diberikan injeksi citicoline terbukti dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan detak jantung.

Bioenergetic

Sebuah studi yang dilakukan di McLean Hospital dan Harvard Medical School memperlihatkan adanya peningkatan konsentrasi phosphocreatine dan beta nucleotide phosphate pada subjek penelitian yang diberikan 500 mg citicoline per hari selama 6 minggu.

Nafsu makan

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat memperlihatkan adanya penurunan nafsu makan pada partisipan penelitian yang diberikan citicoline dengan dosis 500 mg per hari dan 2000 mg per hari selama 6 minggu.

Penelitian tersebut menunjukan adanya peningkatan signifikan terhadap fungsi otak dalam merespons makanan di dalam amygdala, insula dan korteks orbitofrontal. Peningkatan aktivitas ini berkorelasi dengan menurunnya nafsu makan.

Meningkatkan fokus

Obat citicoline dapat meningkatkan perhatian dan fokus. Hal ini dikonfirmasi dalam kajian yang dipublikasi pada 2012 lalu.

Kajian ini melibatkan perempuan berusia 40-60 tahun yang diberikan citicoline dengan dosis 250 mg hingga 500 mg selama 28 hari. 

Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan saat semua subjek penelitian diminta untuk mengikuti tes setelah terus menerus mengonsumsi obat ini selama 28 hari.

Efek samping

Citicoline aman untuk dikonsumsi secara oral dalam jangka pendek atau hingga 90 hari. Keamanan dari konsumsi obat ini dalam jangka panjang masih belum diketahui.

Saat diberikan secara injeksi atau ditembakan ke otot, obat ini pun masih aman untuk dikonsumsi.

Kebanyakan orang yang mengonsumsi obat ini tidak mengalami efek samping yang problematis. 

Meskipun demikian, ada beberapa orang yang merasakan efek samping seperti:

  • Kesulitan tidur 
  • Sakit kepala
  • Konstipasi
  • Diare
  • Mual
  • Sakit perut
  • Pandangan yang mengabur 
  • Sakit di dada.

Konsumsi oleh anak dan ibu hamil

Sejauh ini, konsumsi citicoline oleh anak usia 1 hingga 13 tahun masih dianggap aman, karena tidak adanya laporan khusus yang menyatakan jika obat ini menghasilkan efek samping pada golongan usia ini.

Sementara untuk ibu hamil dan menyusui, belum ada cukup informasi tepercaya yang dapat mengonfirmasi keamanan obat ini pada kelompok ini. Jadi, pastikan kamu tetap menjaga keamanan kamu dengan tidak menggunakan obat ini.

Dosis obat citicoline

Berikut ini adalah dosis yang biasa dipakai untuk konsumsi obat citicoline berdasarkan beberapa penyakit yang ingin ditangani:

Penurunan daya ingat

Untuk mengatasi penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir yang disebabkan oleh pertambahan usia, biasanya konsumsi obat ini adalah 1000-2000 mg per hari.

Untuk glaukoma, konsumsi obat yang disarankan adalah 500-1600 mg per hari. Sementara untuk stroke, konsumsinya adalah 500-2000 mg per hari dimulai dalam 24 jam setelah stroke.

Pemakaian obat ini secara injeksi biasanya dipakai untuk mengatasi penyakit glaukoma dengan cara menembaknya langsung ke otot.

Citicoline juga dipakai secara injeksi langsung ke pembuluh darah untuk mengatasi penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir yang disebabkan oleh usia dan untuk penyembuhan setelah stroke.

Kelainan serebrovaskular

Untuk kelainan serebrovaskular, kognitif, cedera kepala dan penyakit parkinson, obat citicoline biasanya diberikan secara injeksi ke otot atau langsung ke pembuluh darah. 

Dosis yang diberikan pada orang dewasa basanya 500 hingga 1000 mg per harinya dengan injeksi langsung 3 hingga 5 menit, atau bisa lewat infus dengan kecepatan rata-rata 40-60 tetes per menit.

Sedangkan untuk obat yang dikonsumsi secara oral, dosis yang umum adalah tablet dengan kadar 500 mg dikonsumsi sekali sehari atau 1000 mg sehari sekali. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan terlebih dahulu.

Perdarahan di kepala

Untuk dosis perdarahan di kepala yang sukar untuk berhenti, direkomendasikan agar penggunaan obat ini tidak melebihi dosis 1000 mg per harinya. Berikan obat ini secara injeksi langsung ke pembuluh darah dengan sangat pelan (30 tetes per menit).

Peringatan umum

Jika kamu memiliki gangguan kesadaran yang berat, progresif dan akut yang dihasilkan dari cedera kepala atau operasi otak, injeksi obat ini harus dikelola dengan baik bersama dengan obat hemostatik dan pereda tekanan di dalam tengkorak.

Untuk kamu yang memiliki gangguan kesadaran dengan tingkat halangan darah ke otak yang akut, sangat direkomendasikan untuk mulai injeksi obat ini dalam 2 minggu setelah apopleksia.

Ketika kamu melakukan injeksi langsung ke otot, harap diperhatikan untuk melakukannya dengan hati-hati supaya tidak mengenai jaringan atau saraf penting. Injeksi seperti ini harus dilakukan jika memang sangat diperlukan.

Pada injeksi yang dilakukan langsung ke pembuluh darah, suntikanlah sepelan mungkin. Jika ada hal yang tidak normal seperti penurunan tekanan darah, dan ada tekanan kepada dada, maka injeksi citicoline harus dihentikan dan kamu harus cari pertolongan medis.

Interaksi citicoline

Obat ini diketahui memiliki interaksi secara khusus dengan levodopa. Meskipun mekanisme interaksi kedua obat ini masih belum diketahui secara persis, tapi citicoline dapat meningkatkan efek levodopa.

Citicoline dapat meningkatkan level dopamin dalam otak dan atau meningkatkan kelangsungan dari sel dopaminergic.

Pada penderita parkinson, tambahan dosis citicoline sebanyak 500 hingga 1200 mg per hari memungkinkan penurunan dosis dari levodopa namun kemanjuran obat lebih stabil dan meningkat.

Selain itu, obat ini juga memiliki interaksi dengan obat carbidopa dan entacapone di mana citicoline juga dapat meningkatkan kerja kedua obat ini.

Informasi tambahan

Beberapa catatan di bawah ini dapat menjadi tambahan informasi terkait citicoline:

  • Saat ini belum ada kasus yang diketahui terkait overdosis obat ini dalam penggunaannya terhadap manusia.
  • Citicoline tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan obat yang mengandung meclofenoxate atau yang dikenal dengan nama asclophenoxate.
  • Simpan obat ini di tempat yang dingin, dan jauhkan dari sinar matahari.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Ncbi.nlm.nih.gov (2014) diakses 15 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3933742/
  2. Helathline.com (2019) diakses 15 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/are-there-natural-alternatives-to-adderall-and-do-they-work#citicoline
  3. Drugs.com diakses 15 Juni 2020. https://www.drugs.com/drug-interactions/citicoline-with-levodopa-3325-0-1456-0.html?professional=1
  4. Alzdiscovery.org (2017) diakses 15 Juni 2020. https://www.alzdiscovery.org/cognitive-vitality/ratings/citicoline
  5. Ncbi.nlm.nih.gov (2014) diakses 15 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4005224/
  6. Clinicaltrials.gov (2018) diakses 15 Juni 2020. https://clinicaltrials.gov/ct2/show/study/NCT00619723
  7. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2006) diakses 15 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16490951/
  8. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (1987) diakses 15 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20501174/
  9. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2008) diakses 15 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18816480/
  10. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2010) diakses 15 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19260039/
  11. Scirp.org (2012) diakses 15 Juni 2020. https://www.scirp.org/journal/PaperInformation.aspx?paperID=19921
  12. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2002) diakses 15 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12468781/
  13. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2008) diakses 15 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19122569/
  14. Ciplamed.com (2015) diakses 15 Juni 2020. https://www.ciplamed.com/content/cognolin-injection
  15. Webmd.com, diakses 15 Juni 2020. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1090/citicoline
  16. Examine.com (2019) diakses 15 Juni 2020.https://examine.com/supplements/cdp-choline/research/#neurology_stroke
  17. Mims.com, diakses 15 Juni 2020. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/citicoline/
    register-docotr