Info Sehat

Mengenal Terapi Akupuntur: Manfaat dan Risikonya

June 16, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kamu yang menggemari pengobatan alternatif pasti tidak asing dengan istilah terapi akupuntur. Meskipun beberapa orang sudah merasakan manfaat dari terapi ini, namun perlu bukti ilmiah yang dapat menguatkan opini tersebut.

Akupuntur merupakan pengobatan alternatif yang dilakukan dengan cara menusukkan jarum kecil nan tipis ke salah satu bagian tubuh dengan kedalaman yang berbeda-beda. 

Beberapa orang menyebut akupuntur bekerja dengan cara menyeimbangakan energi vital, sementara ada juga yang menyebut kalau akupuntur memiliki efek neurologis.

Manfaat akupuntur

Sebuah artikel yang diterbitkan National Center for Complementary and Integrative Health Amerika Serikat menyebutkan ada beberapa penyakit, yang berdasarkan penelitian, dapat ditangani dengan akupuntur.

Meskipun demikian, banyak hal yang perlu dikaji lebih jauh dari terapi akupuntur secara ilmiah. Untuk lebih jelasnya, inilah manfaat dari akupuntur yang didasari dengan kajian-kajian ilmiah.

Mengatasi nyeri punggung bawah

Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Annals of Internal Medicine pada 2017 lalu, disebutkan jika ada manfaat terapi non farmakologi, termasuk akupuntur, untuk mengobati nyeri punggung bawah.

Para peneliti menemukan catatan jika penggunaan akupuntur dikaitkan dengan berkurangnya intensitas nyeri dan kondisi yang membaik setelah terapi, jika dibandingkan dengan terapi yang bukan akupuntur.

Meskipun demikian, untuk pengobatan dalam jangka waktu yang lama, hasilnya tidak terlalu berbeda jauh. Para peneliti melihat jika terapi akupuntur secara sederhana efektif untuk nyeri punggung bawah akut.

Mengatasi  migrain

Sebuah kajian yang dipublikasi pada 2016 menyebut akupuntur yang dilakukan setidaknya selama 6 sesi, bermanfaat bagi kamu yang memiliki sakit kepala tegang.

Kajian tersebut menyebut akupuntur sebagai perawatan terhadap gejala sakit kepala dan hasilnya, terjadi pengurangan frekuensi sakit kepala dibandingkan pada mereka yang tidak diberikan terapi ini sebagai pengobatan.

Para peneliti percaya jika titik-titik di mana jarum ditusukkan sebenarnya tidak memberikan pengaruh besar, karena manfaat akupuntur justru datang dari penusukan jarum itu sendiri, terlepas di mana titik penusukannya.

Untuk sakit lutut

Sebuah analisis yang dilakukan terhadap publikasi-publikasi lawas menemukan jika akupuntur dapat meningkatkan kemampuan fisik orang yang terkena sakit lutut karena osteoarthritis. Akan tetapi, efeknya hanya terjadi selama 13 minggu.

Kajian lainnya yang diterbitkan di Jama Surgery, menemukan bukti adanya manfaat akupuntur bagi mereka yang menjalankan arthroplasty pada lutut yang membuat konsumsi obat opioid untuk meringankan nyeri menjadi tertunda.

Mengatasi rasa cemas dan depresi

Sebuah kajian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan adanya bukti untuk mendukung penggunaan akupuntur untuk mengatasi depresi berat pada masa kehamilan.

Untuk Alergi 

Sebuah artikel di American Academy of Medical Acupuncture menulis penggunaan terapi akupuntur untuk mengatasi alergi musiman memberikan hasil yang memuaskan.

Terapi musiman biasanya terjadi di negara dengan empat musim. Gejalanya bisa berupa meler, bersin-bersin, mata yang berair dan gatal yang biasanya dialami pada saat musim semi dan gugur.

Pemberian terapi akupuntur pada penderita alergi musiman ini seringkali memberikan efek yang cepat. Beberapa pasien disebut merasa lebih mendingan ketika pertama kali datang untuk terapi.

Mengatasi premenstrual syndrome (PMS) 

Sebuah kajian yang dilakukan di kroasia menyebut adanya manfaat dari terapi akupuntur yang dirasakan oleh kelompok perempuan ketika mengalami PMS.

Para perempuan yang menerima terapi akupuntur berhasil mengobati PMS setelah beberapa kali menjalani terapi.

Risiko terapi akupuntur

Risiko buruk akupuntur sangat rendah apabila dilakukan oleh orang yang kompeten dan bersertifikasi serta menggunakan jarum yang steril. Meskipun demikian, tidak semua orang cocok dengan terapi ini dan bisa mengakibatkan risiko seperti:

  • Akan sangat berbahaya apabila pasien memiliki kelainan perdarahan atau menggunakan pembeku darah.
  • Perdarahan, memar dan sakit bisa muncul di titik di mana jarum ditusukkan.
  • Infeksi jika jarum yang ditusuk tidak steril.
  • Jarum dapat patah dan merusak organ dalam, meskipun ini adalah kasus langka.
  • Bisa mengenai paru-paru jika ditusuk di dada atau punggung, meskipun ini adalah kasus yang langka.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menggolongkan jarum akupuntur sebagai peralatan medis. Sehingga, harus ada standar yang harus diikuti seperti harus steril, tidak beracun, dan hanya untuk sekali pakai.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Nccih.nih.gov, diakses 12 Juni 2020. https://www.nccih.nih.gov/health/acupuncture-in-depth
  2. Acpjournals.org (2017) diakses 12 Juni 2020. https://www.acpjournals.org/doi/10.7326/M16-2459
  3. Cochranelibrary.com (2016) diakses 12 Juni 2020. https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD001218.pub3/full
  4. Journals.lww.com (2016) diakses 12 Juni 2020. https://journals.lww.com/jbjsjournal/Abstract/2016/09210/The_Effects_of_Acupuncture_on_Chronic_Knee_Pain.10.aspx
  5. Jamanetwork.com (2017) diakses 12 Juni 2020. https://jamanetwork.com/journals/jamasurgery/fullarticle/2647847
  6. Ncbi.nlm.nih.gov (2013) diakses 12 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3689180/
  7. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2002) diakses 12 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12410369/
  8. Accessdata.fda.gov (2019) diakses 12 Juni 2020. https://www.accessdata.fda.gov/scripts/cdrh/cfdocs/cfcfr/cfrsearch.cfm?fr=880.5580
  9. Verywellhealth.com (2020) diakses 12 Juni 2020. https://www.verywellhealth.com/acupuncture-health-uses-88407
  10. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 12 Juni 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/156488
  11. Healthline.com (2018) diakses 12 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/acupuncture-how-does-it-work-scientifically
  12. Medicalacupuncture.org diakses 12 Juni 2020. http://www.medicalacupuncture.org/for-patients/articles-by-physicians-about-acupuncture/acupuncture-and-seasonal-allergies
    register-docotr