Kamus Obat

Obat Thiamphenicol: Dosis, Cara Pemakaian dan Efek Samping Antibiotik Ini

June 28, 2020 | Dewi Nurfitriyana
no-image

Obat thiamphenicol atau di Indonesia juga disebut tiamfenikol, umumnya digunakan untuk menangani infeksi yang disebabkan bakteri. Selain itu, obat ini juga biasa dipakai untuk menangani infeksi akibat penurunan sistem kekebalan tubuh, dan gangguan kesehatan lainnya.

Obat ini termasuk dalam golongan antibiotik. Untuk pemakaiannya hanya dapat diberikan pada pasien yang telah memiliki hasil diagnosis dan resep dari dokter.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca informasi mengenai fungsi, dosis, cara pemakaian, dan hal-hal lain seputar obat thiamphenicol pada ulasan berikut.

Apa itu obat thiamphenicol?

Dilansir dari Sciencedirect, obat ini merupakan turunan semi sintetis dari kloramfenikol. Walaupun memiliki spektrum anti bakteri yang identik, secara umum efeknya 1 sampai 2 kali lebih lemah dibandingkan kloramfenikol.

Obat ini umum diberikan secara oral dan dipakai untuk menangani berbagai indikasi gangguan kesehatan. Misalnya infeksi traktus urogenital, infeksi saluran cerna, demam tifoid, demam paratifoid, salmonelosis, bruselosis dan infeksi saluran napas.

Walaupun pada beberapa kasus dapat menyebabkan depresi sumsum tulang, tetapi obat thiamphenicol hampir tidak pernah menimbulkan gejala anemia aplastik.

Baca juga: Anemia pada Ibu Hamil, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya

Bakteri yang dapat diatasi dengan pemakaian obat thiamphenicol

Dilansir dari pionas.pom.go.id, jenis bakteri penyebab infeksi yang bisa ditangani oleh obat ini di antaranya adalah Salmonella sp., Hemophilus influenzae (terutama infeksi meningeal), Rickettsia, lyphogranuloma-psittacosis, dan bakteri Gram negatif penyebab bakterimiameningitis.

Sebagai catatan obat ini tidak dapat digunakan untuk hepatobilier dan gonore.

Reaksi dalam tubuh

Kemiripan spektrum anti bakteri antara tiamfenikol dengan kloramfenikol, secara tidak langsung membuat reaksi kedua obat ini di dalam tubuh menjadi hampir mirip. Meski begitu efek pengeluaran racun dari tubuh antara keduanya terbilang cukup jauh berbeda.

Jika pada terapi penyembuhan menggunakan tiamfenikol sekitar 90 persen dosisnya dibuang ginjal dalam bentuk yang utuh. Untuk pengobatan yang menggunakan kloramfenikol angka yang dihasilkan hanya sebesar 10 persen.

Ini dikarenakan tiamfenikol tidak dibuang oleh glukurodinasi hati sehingga ia bisa dibuang tanpa mengalami perubahan bentuk dalam air kencing.

Interaksi dengan obat lain

Penggunaan tiamfenikol bersama kloramfenikol dapat mengakibatkan resistensi silang. Ini adalah sebuah kondisi di mana bakteri jadi memiliki kemampuan bertahan terhadap efek obat antibiotik.

Jadi hati-hati apabila obat ini digunakan bersama dengan obat-obat yang juga dimetabolisme oleh enzim-enzim mikrosom hati. Misalnya, seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamid, dan fenobarbital.

Tata cara pemakaian

Obat thiamphenicol hanya dapat digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya. Maka dari itu pemakaian obat ini dalam waktu lama membutuhkan pemeriksaan hematologik secara berkala. Tata cara pemakaian tiamfenikol secara rinci sebagai berikut:

Pemberian dosis

Untuk hasil penanganan yang optimal, kamu tidak diperbolehkan meminum obat ini tanpa instruksi dari dokter. Jadi kamu harus memeriksakan diri kepada dokter terlebih dahulu, untuk menentukan dosis yang tepat guna menangani keluhan kesehatanmu.

Sebab dokter perlu mempertimbangkan usia, pengobatan yang sedang dijalani, tingkat penyakit, dan riwayat alergi sebelum memberikan resep obat ini. Gambaran dosis yang diberikan untuk obat ini adalah:

  1. Untuk orang dewasa sebanyak 500 mg yang terbagi dalam 4 kali sehari.
  2. Bayi di atas dua minggu dan anak-anak sebanyak 30 sampai 50 mg sehari terbagi dalam 4 kali sehari.
  3. Bayi prematur sebanyak 25 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi 4 kali sehari.
  4. Bayi berusia di bawah 2 minggu, 25 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi 4 kali sehari.

Baca juga: Bikin Si Kecil Lebih Cerdas, Yuk Cek Daftar Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi!

Catatan khusus mengenai dosis obat thiamphenicol

Dosis tiamfenikol harus disesuaikan untuk orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal, bayi prematur, dan bayi baru lahir. Pemakaian obat ini pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui dengan jelas, sehingga harus dikonsultasikan kepada dokter.

Hentikan penggunaan apabila timbul retikulositopenia, leukopenia, trombositopenia atau anemia.

Lama pemakaian sebaiknya tidak melebihi batas waktu yang ditentukan, karena penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan timbulnya mikroorganisme yang tidak sensitif termasuk fungi dan bakteri.

Saat ada dosis yang terlewat

Jangan melewatkan dosis yang ditetapkan agar khasiat obat ini dapat diterima secara optimal oleh tubuh. Namun, jika kamu lupa meminum obat ini pada waktu yang telah ditentukan, segera penuhi dosisnya saat kamu mengingatnya.

Akan tetapi jika waktunya sudah mendekati jadwal minum obat selanjutnya, kamu disarankan untuk meminum obat ini sesuai jadwal tersebut saja. Bila kamu ingin meminta perubahan dosis, atau jadwal pemberian obat, kamu dapat mengonsultasikannya kepada dokter.

Kelebihan dosis

Thiamphenicol harus diminum sesuai dengan dosis dan waktu yang ditetapkan oleh dokter. Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan jika kamu meminum obat ini terlalu banyak, di antaranya adalah:

  1. Meminum obat tiamfenikol dalam dosis yang melebih anjuran dokter tidak akan memberikan efek penyembuhan yang lebih baik atas gejala sakit yang diderita. Justru hal ini bisa menyebabkan keracunan dan efek samping yang membahayakan jiwa. Apabila kamu merasa telah meminum obat ini terlalu banyak, segera periksakan diri ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
  2. Setiap orang memiliki riwayat penyakit yang khas masing-masing. Oleh sebab itu, kamu tidak diperkenankan menerima atau memberikan obat ini dari dan ke orang lain untuk dikonsumsi. Ini dilakukan agar menjaga tubuh dari efek samping yang tidak diinginkan.

Obat thiamphenicol yang telah kedaluwarsa

Apabila tanpa sengaja kamu meminum obat thiamphenicol yang telah kedaluwarsa sebanyak 1 kali, hal ini relatif tidak akan menimbulkan gejala yang membahayakan kesehatan.

Akan tetapi tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri kepada dokter untuk melihat apakah hal tersebut berpengaruh buruk pada tubuhmu.

Tiamfenikol yang telah kedaluwarsa tidak akan efektif jika dikonsumsi untuk mengobati gejala gangguan kesehatan yang kamu alami. Jadi sebaiknya kamu menghindari konsumsi obat thiamphenicol yang telah melewati batas waktu pemakaiannya.

Baca juga: Semua yang perlu kamu ketahui tentang obat resep

Efek samping

Meski tiamfenikol dapat diberikan dengan dosis lebih kecil, interval lebih lama, dengan angka kekambuhan dan pengidap kuman lebih kecil dibanding kloramfenikol. Namun obat ini tetap bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti:

  1. Alergi
  2. Iritasi kulit
  3. Iritasi mata
  4. Diskrasia darah seperti anemia aplastik, anemia hipoplastik, trombositopenia dan granulositopenia,
  5. Gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, glositis, stomatitis dan diare,
  6. Reaksi hipersensitif seperti demam, ruam angioedema, dan urtikaria
  7. Sakit kepala
  8. Depresi sumsum tulang belakang yang bersifat reversibel
  9. Depresi mental
  10. Neuritis optic, dan
  11. Sindrom grey pada bayi prematur atau bayi yang baru lahir

Kontra indikasi

Ini merupakan kondisi khusus yang terjadi ketika konsumsi obat tertentu bukannya mengobati keluhan, tetapi malah memperburuk gejala atau bahkan menyebabkan penyakit lain. Ini dapat diminimalisir dengan pemeriksaan secara menyeluruh dan analisis riwayat kesehatan pada pasien.

Untuk kontra indikasi yang bisa terkait dengan obat tiamfenikol ada yang yang gejalanya ringan seperti kesulitan bernapas, penglihatan yang menjadi kabur, suara mendengung di telinga, mual, muntah, detak jantung terlalu cepat, dan berat badan yang bertambah secara drastis.

Sedangkan pada orang yang memiliki kondisi tubuh hipersensitif terhadap ini, konsumsi tiamfenikol dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat.

Tiamfenikol juga tidak disarankan untuk dimasukkan dalam terapi pencegahan atau pengobatan infeksi trivial, infeksi tenggorokan dan influenza. Jadi untuk kondisi khusus tersebut, dokter biasanya akan menghentikan pengobatan dan mengganti tiamfenikol dengan obat lain.

Cara penyimpanan obat thiamphenicol

Simpan obat ini dalam tempat tertutup di suhu ruang yang terhindar dari cahaya matahari secara langsung. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap seperti kamar mandi apalagi di dalam lemari es kecuali memang disarankan dalam kemasan obat.

Jangan membuang tiamfenikol ke dalam toilet atau saluran pembuangan air kecuali diminta demikian oleh dokter, karena cara pembuangan seperti ini dapat mencemari lingkungan. Terakhir, jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Pertanyaan yang sering diajukan mengenai obat thiamphenicol

Apakah obat ini aman diminum saat sedang mengandung atau menyusui?

Setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu pada masa kehamilan dan menyusui dapat menembus plasenta dan diekskresikan melalui ASI.

Oleh karena itu konsumsi thiamphenicol untuk ibu hamil dan menyusui harus dikonsultasikan terlebih dulu kepada dokter. Ini dilakukan untuk mencegah timbulnya sindrom Grey pada bayi berusia 2 minggu dan bayi prematur.

Dapatkah obat thiamphenicol digunakan untuk mengatasi infeksi mikroba?

Ya, salah satu penggunaan yang paling banyak terhadap obat ini adalah untuk menangani infeksi oleh mikroba.

Apakah saya boleh menyetir kendaraan setelah meminum obat ini?

Hindari mengemudi kendaraan atau alat berat jika setelah meminum tiamfenikol kamu mengalami rasa kantuk, pusing, hipotensi, atau sakit kepala sebelah.

Para ahli farmasi juga menyarankan agar pemakaian obat ini tidak disertai dengan konsumsi minuman beralkohol karena akan meningkatkan efek kantuk. Kamu harus berkonsultasi pada dokter secara berkala untuk mendiskusikan efek samping yang dialami setelah mengonsumsi obat ini.

Apakah obat ini menyebabkan ketergantungan?

Secara umum obat-obatan yang ada di pasaran tidak menimbulkan efek ketergantungan, karena obat jenis itu biasanya peredarannya diatur khusus oleh pemerintah.

Akan tetapi tidak ada salahnya untuk memeriksa kemasan obat untuk memastikan jenis dan golongan obat yang kamu beli. Kamu juga tidak diperbolehkan melakukan pengobatan menggunakan thiamphenicol tanpa melakukan konsultasi terlebih dulu kepada dokter.

Dapatkah saya menghentikan penggunaan obat thiamphenicol secara mendadak, atau saya harus menurunkan dosis penggunaannya secara bertahap?

Beberapa jenis obat harus diturunkan dosisnya secara bertahap dan tidak boleh dihentikan mendadak untuk menghindari dampak yang timbul berlawanan akibat pemberhentian pemakaian suatu obat.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan bahwa meski setelah beberapa hari meminumnya kamu sudah merasa lebih baik, kamu tetap disarankan untuk mengonsumsi obat ini sampai habis agar infeksi yang terjadi dapat pulih secara optimal.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

 

TIAMFENIKOL, http://pionas.pom.go.id/monografi/tiamfenikol diakses pada tanggal 24 Juni 2020

Thiamphenicol, https://www.tabletwise.com/medicine/thiamphenicol diakses pada tanggal 24 Juni 2020

Thiamphenicol, https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/thiamphenicol diakses pada tanggal 24 Juni 2020

Thianicol, https://kalbemed.com/Products-Diseases/Products/Read-Product-Article/ArtMID/458/ArticleID/214/THIANICOL diakses pada tanggal 24 Juni 2020

Perhatikan 5 Aturan Minum Antibiotik Ini agar Pengobatan Lebih Efektif!, https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/obat/aturan-minum-antibiotik/ diakses pada tanggal 24 Juni 2020

Thiamphenicol side effects, https://www.ndrugs.com/?s=thiamphenicol&t=side%20effects diakses pada tanggal 24 Juni 2020

 

    Berita Terkait
    register-docotr