Kamus Penyakit

Penyakit Liver: Kenali Jenis-jenis, Gejala, hingga Penyebabnya!

June 28, 2020 | Dhiamara Arradea | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit liver merupakan penyakit yang menyerang hati. Organ yang dilindungi oleh tulang rusuk ini memiliki peran penting dalam banyak fungsi tubuh, mulai dari produksi protein dan pembekuan darah.

Fungsi hati yang lain adalah mengontrol kolesterol, glukosa (gula), dan metabolisme zat besi. Namun, ada banyak jenis penyakit hati yang bahkan bisa mengancam jiwa seseorang.

Apa itu penyakit liver?

Penyakit liver atau hati adalah gangguan fungsi hati yang menyebabkan suatu penyakit. Hati bertanggung jawab atas banyak fungsi kritis di dalam tubuh. Hilangnya fungsi-fungsi itu dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada tubuh.

Penyakit liver adalah istilah luas yang mencakup semua masalah potensial yang menyebabkan hati gagal menjalankan fungsinya. Biasanya, lebih dari 75 persen atau tiga perempat jaringan hati perlu dipengaruhi sebelum terjadi penurunan fungsi hati.

Jenis-jenis penyakit hati

Hati memiliki beberapa jenis penyakit, berikut merupakan penyakit liver yang harus kamu ketahui:

Hepatitis

Peradangan hati, biasanya disebabkan oleh virus seperti hepatitis A, B, dan C. Hepatitis juga dapat menyebabkan infeksi, termasuk minum alkohol berlebihan, obat-obatan reaksi alergi, atau obesitas.

Sirosis

Kerusakan jangka panjang pada hati dari sebab apa pun dapat menyebabkan jaringan parut permanen, yang disebut sirosis. Hati kemudian menjadi tidak bisa berfungsi dengan baik.

Kanker hati

Jenis kanker hati yang paling umum, karsinoma hepatoseluler, hampir selalu terjadi setelah sirosis didiagnosi.

Gagal hati

Gagal hati memiliki banyak penyebab termasuk infeksi, penyakit genetik, dan mengonsumsi alkohol yang berlebihan.

Asites

Sebagai hasil sirosis, bocor air dari hati (asites) ke dalam perut, yang menyebabkan buncit dan berat.

Batu empedu

Jika batu empedu tersangkut di saluran empedu yang bisa mengeringkan hati, akan menyebabkan infeksi hepatitis dan saluran empedu (kolangitis).

Hemochromatosis

Hemochromatosis memungkinkan zat besi untuk mengendap di hati, dan akan merusaknya. Zat besi juga menumpuk di seluruh tubuh, menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Kolangitis sklerosis primer

Suatu penyakit langka dengan penyebab yang tidak diketahui, kolangitis sklerosis primer menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada saluran empedu di hati.

Sirosis bilier primer

Pada kelainan langka ini, proses yang tidak jelas secara perlahan menghancurkan saluran empedu di hati. Jaringan parut hati permanen (sirosis) akhirnya akan berkembang.

Hepatitis alkohol

Hal ini disebabkan konsumsi alkohol berlebihan yang berakibat peradangan hati dan penumpukan lemak di sel hati yang mempengaruhi fungsi hati.

Hepatitis toksik

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh zat-zat tertentu pada obat-obatan.

Beberapa obat-obatan dapat mengakibatkan kerusakan pada hati tidak hanya jika dikonsumsi secara berlebih (overdosis), bahkan penggunaan sesuai dengan resep dokter pun bisa menimbulkan penyakit pada liver.

Penyakit gilbert

Pada penyakit ini terdapat kelainan bilirubin pada hati. Tidak ada gejala dan biasanya didiagnosis ditemukan secara tiba-tiba ketika melakukan tes darah secara rutin. Penyakit gilbert adalah kondisi yang jinak dan tidak memerlukan perawatan.

Apa saja yang meningkatkan risiko terkena penyakit hati?

Karena hati merupakan organ yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi yang memengaruhi organ lain dalam tubuh, berikut merupakan hal-hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit hati:

  • Penyalahgunaan alkohol kronis
  • Akumulasi lemak di hati
  • Mengonsumsi obat secara bebas
  • Senyawa herbal tertentu
  • Kegemukan
  • Diabetes tipe 2
  • Tato atau tindik badan
  • Obat suntik menggunakan jarum yang tidak steril
  • Paparan darah orang lain
  • Berhubungan seks tanpa pengaman
  • Paparan bahan kimia atau racun
  • Riwayat keluarga dengan penyakit hati

Komplikasi

Komplikasi penyakit hati bervariasi, tergantung pada penyebab masalah hati yang kamu alami. Penyakit hati yang tidak diobati dapat berkembang menjadi gagal hati, suatu kondisi yang mengancam jiwa.

Penyakit hati dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

Ensefalopati hepatic

Peningkatan kadar amonia karena ketidak mampuan hati untuk memproses dan metabolisme protein dalam makanan dapat menyebabkan kebingungan, kelesuan, bahkan hingga koma.

Pendarahan abnormal

Hati bertanggung jawab untuk memproduksi faktor pembekuan darah. Penurunan fungsi hati dapat menyebabkan peningkatan risiko pendarahan dalam tubuh.

Sintesis atau pembuatan protein

Protein yang dibuat dalam hati bermanfaat untuk fungsi tubuhdan kekurangan protein memengaruhi banyak fungsi tubuh.

Hipertensi portal

Karena hati memiliki suplai darah yang begitu besar, kerusakan jaringan hati dapat meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah pada hati dan akan berdampak buruk terhadap aliran darah ke organ lain.

Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan pada limpa, dan pembengkakan di pembuluh darah di saluran pencernaan.

Apa gejalanya?

Penyakit liver tidak selalu menimbulkan gejala yang nyata. Jika tanda dan gejala penyakit hati benar-benar terjadi, mungkin ini lah salah satunya:

  • Sakit perut
  • Perut menjadi buncit
  • Kulit dan mata yang tampak kekuningan (jaundice)
  • Kulit terasa gatal
  • Warna urine yang gelap
  • Mual
  • Muntah
  • Selalu merasa sangat kelelahan
  • Warna tinja menjadi pucat
  • Pembengkakan di bagian pergelangan kaki dan kaki
  • Kehilangan nafsu makan
  • Cenderung mudah merasa lelah

Segera konsultasikan dengan dokter kamu jika memiliki tanda-tanda atau gejala persisten yang mengkhawatirkan. Cari pertolongan medis segera jika kamu memiliki sakit perut yang begitu parah.

Apa saja tes yang harus dijalani?

Untuk mengetahui apakah hati kamu bermasalah, kamu harus menjalani beberapa tes. Tes tersebut meliputi:

Tes darah

  • Panel fungsi hati: panel fungsi hati biasanya memeriksa seberapa baik hati kamu bekerja
  • ALT (Alanine Aminotransferase): ALT tinggi membantu mengidentifikasi penyakit hati atau kerusakan dari sejumlah penyebab, termasuk hepatitis
  • AST (Aspartate Aminotransferase): Seiring dengan peningkatan ALT, AST biasa dilalukan untuk memeriksa kerusakan pada hati
  • Bilirubin: Jika kadar bilirubin tinggi, itu menunjukan adanya masalah di dalam hati
  • Albumin: Sebagai bagian dari kadar protein total, albumin membantu menentukan seberapa baik hati kamu berfungsi
  • Amoniak: kadar amoniak dalam darah akan naik jika hati tidak berfungsi dengan baik
  • Tes hepatitis A: Dokter akan menguji fungsi hati serta antibodi untuk mendeteksi virus hepatitis A
  • Tes hepatitis B: Dokter akan menguji level antibody untuk menentukan apakah kamu terjangkin virus hepatitis B
  • Tes hepatitis C: Selain memeriksa fungsi hati, tes darah juga dapat menentukan apakan kamu telah terinfeksi cirus hepatitis C atau tidak
  • Prothrombin time (PT): PT biasanya dilakukan untuk melihat apakah seseorang meggunakan dosis yang sesuai dari warfarin pengencar darah (Coumadin). Tes ini juga bisa dilakukan untuk memeriksa masalah pembekuan pada darah
  • Partial Thrombosplastin Time (PTT): PTT dilakukan untuk memeriksa masalah pembekuan darah

Tes MRI

  • Ultrasonografi: tes ini dilakukan pada bagian perut dan dapat menguji berbagai kondisi hati, termasuk kanker, sirosis, dan masalah dari batu empedu
  • CT scan (comuted tomography): CT scan akan memberikan gambar rinci pada hati dan organ pada perut lainnya
  • Biopsi hati: Tes ini paling umum dilakukan setelah tes lainnya seperti USG dan tes darah.
  • Pemindaian hati dan limpa (scan) : pemindaian nuklir ini menggunakan bahan radioaktif unuk membantu mendiagnosis sejumlah kondisi, seperti abses, tumor, dan masalah fungsi hati lainnya

Pencegahan

Berikut beberapa langkan yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit hati:

Hindari konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol sebenarnya tidak menimbulkan masalah kesehatan jika tidak berlebihan. Batas maksimal konsumsi alkohol untuk perempuan 40 ml per hari, sedangkan untuk pria 80 ml per hari.

Hindari perilaku berisiko

Gunakan kondom saat berhubungan seks. Jika kamu memilih untuk membuat tato pada tubuh, pastikan kebersihan dan keselamatan saat memilih tato. Cari bantuan jika kamu menggunakan obat intravena ilegal, dan jangan berbagi jarum suntik.

Dapatkan vaksinasi

Jika kamu berisiko lebih tinggi untuk tertular hepatitis atau jika kamu sudah terpapar virus ini, maka bicarakan dengan dokter kamu untuk mendapatkan vaksin hepatitis A dan hepatitis B.

Gunakan obat dengan bijak

Sebaiknya dalam mengonsumsi obat resep atau non-resep dilakukan hanya bila diperlukan dan harus dalam dosis yang sudah ditentukan oleh dokter. Jangan mencampur obat dan alkohol. Bicaralah dengan dokter sebelum kamu mencampur suplemen herbal atau obat-obatan tanpa resep

Hindari kontak dengan darah

Virus hepatitis dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh orang yang mengidap virus tersebut.

Jaga kebersihan

Cuci tangan kamu sebelum makan atau menyiapkan makanan untuk orang lain. Jika berpergian, gunakan air minum kemasan, cuci tangan, dan gosok gigi setelah makan

Hati-hati dengan semprotan aerosol

Pastikan untuk menggunakan produk ini di area yang berventilasi, dan kenakan masker saat menyemprotkan inteksitida, fungisida, cat, dan bahan kimia beracun lainnya. Dan penting untuk selalu mengikuti intruksi dari pabriknya.

Lindungi kulit

Saat menggunakan insektisida dan bahan kimia beracun lainnya, kenakan sarung tangan, lengan panjang, topi, dan masker agar bahan kimia tidak terserap melalui kulit kamu

Pertahankan berat badan

Kamu harus mempertahankan berat badan yang ideal. Sebab, obesitas dapat menyebabkan penyakit hati berlemak.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2019). Diakses pada 26 Juni 2020. Picture of the Liver
  2. Medicinenet.com (2019).Diakses pada 26 Juni 2020. Liver Disease
  3. Nhs.uk (2017). Diakses pada 26 Juni 2020. Liver Disease
  4. Mayoclinic.org (2019). Diakses pada 26 Juni 2020. Liver Disease
  5. Mayoclinic.org (2020). Diakses pada 26 Juni 2020. Toxic Hepatitis
    register-docotr