Kamus Obat

Lorazepam

January 11, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Lorazepam merupakan obat golongan benzodiazepin yang memiliki beberapa efek serupa dengan alprazolam dan diazepam.

Obat ini pertama kali dipatenkan pada 1963 dan mulai diizinkan untuk digunakan dalam bidang medis di Amerika Serikat pada 1977.

Berikut ini adalah informasi selengkapnya mengenai obat lorazepam, manfaat, dosis penggunaan, cara minum, serta risiko efek samping.

Untuk apa obat lorazepam?

Lorazepam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, gangguan tidur, kejang status epileptikus, serta mual muntah yang diinduksi kemoterapi.

Obat ini juga digunakan dalam proses operasi sebagai obat sedasi yang bekerja dengan menekan ingatan rasa sakit dan menenangkan pasien.

Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan injeksi intravena atau intramuskular (suntikan ke dalam otot). Saat diberikan melalui suntikan, efek obat dapat bekerja setelah satu sampai 30 menit dan mampu bertahan hingga satu hari.

Apa fungsi dan manfaat obat lorazepam?

Lorazepam memiliki fungsi untuk meningkatkan efek neurotransmitter asam gamma-aminobutirat (GABA) pada otak. Dengan demikian, obat ini dapat mengontrol pengaruh saraf pusat terhadap pola perilaku (motorik).

Obat ini memiliki khasiat sebagai antikonvulsan (antikejang), ansiolitik (obat penenang), dan sedatif (menurunkan kewaspadaan).

Dalam dunia medis, obat ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah yang berkaitan dengan kondisi berikut:

1. Gangguan kecemasan

Lorazepam digunakan untuk mengatasi dan mengurangi gejala gangguan kecemasan jangka pendek yang terkait dengan depresi.

Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) tidak menyarankan untuk menggunakan obat ini selama lebih dari empat minggu.

Daya kerja obat ini sangat cocok untuk mengatasi gangguan kecemasan atau gangguan panik yang kambuh tiba-tiba.

Lorazepam secara efektif dapat mengurangi agitasi dan menyebabkan tidur dengan pemberian obat dosis tunggal. Durasi efek yang cepat menjadikan obat ini menjadi pilihan tepat untuk pengobatan kecemasan parah terutama di malam hari.

Sayangnya, penggunaan obat ini dapat menimbulkan gejala adiksi, termasuk insomnia dan kecemasan yang malah semakin meningkat.

2. Kejang status epileptikus

Kejang atau epilepsi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu grand mal (tonik-klonik umum), petit mal (absens sederhana), dan status epileptikus.

Kejang status epileptikus adalah keadaan pada satu serangan lain tanpa ada periode sadar dari pasien yang berlangsung beberapa jam dan dapat berakibat fatal.

Diazepam dan lorazepam yang diberikan dengan intravena menjadi rekomendasi pengobatan lini pertama untuk kejang status epileptikus.

Beberapa pendapat menyatakan obat ini lebih efektif daripada diazepam dan fenitoin dalam mengobati kejang status epileptikus. Obat ini juga memiliki risiko lebih rendah sebagai pengobatan tambahan pada kejang yang mungkin diperlukan.

Sifat antikonvulsan lorazepam membuat penggunaan intravena dapat direkomendasikan untuk menghentikan kejang akut. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan sedasi yang berkepanjangan.

Benzodiazepin oral, termasuk lorazepam, kadang-kadang digunakan sebagai pengobatan profilaksis jangka panjang untuk kejang absen sederhana. Namun, lorazepan bukan menjadi obat terapi lini pertama dalam mengatasi gangguan kejang jenis ini.

Sifat antikonvulsan dan depresan lorazepam terhadap sistem saraf pusat juga berguna untuk pengobatan dan pencegahan sindrom adiksi alkohol. Dalam kasus ini, obat dapat digunakan apabila tidak menunjukkan gangguan fungsi hati yang berbahaya.

3. Sedasi sebelum operasi, ansiolitik, dan amnesia

Obat ini sangat berguna ketika meredakan kecemasan dan mengurangi ingatan akan kejadian yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. Obat ini akan bekerja dengan memblokir ingatan dan menurunkan kewaspadaan pasien sehingga ia berada dalam kondisi tenang.

Efektivitas relatifnya dalam mencegah pembentukan memori dan mengurangi agitasi serta kecemasan, membuat lorazepam berguna sebagai premedikasi.

Obat ini diberikan sebelum anestesi umum untuk mengurangi jumlah anestesi yang diperlukan, atau sebelum prosedur terjaga yang tidak menyenangkan.

Beberapa prosedur tersebut seperti dalam kedokteran gigi atau endoskopi, untuk mengurangi kecemasan, dan menyebabkan amnesia selama prosedur operasi.

Lorazepam diberikan melalui mulut 90 sampai 120 menit sebelum prosedur operasi kemudian pemberian intravena paling lambat 10 menit sebelum prosedur.

Obat ini kadang-kadang digunakan sebagai alternatif untuk midazolam dalam sedasi paliatif bagi pasien yang tidak tolerir midazolam. Dalam perawatan intensif, obat ini kadang-kadang juga digunakan untuk menghasilkan ansiolisis, hipnosis, dan amnesia.

Namun, pada orang yang sakit kritis, propofol terbukti lebih unggul daripada lorazepam baik dalam efektivitas maupun dari segi biaya. Hal ini membuat penggunaan propofol dijadikan sebagai terapi lini pertama untuk sedasi.

4. Agitasi

Lorazepam dapat digunakan sebagai alternatif haloperidol ketika ada pasien yang membutuhkan sedasi cepat. Biasanya obat ini digunakan untuk pasien yang beringas dan gelisah parah sehingga terpaksa diberikan sedasi.

Namun, efek samping seperti perununan fungsi perilaku dapat membuat obat ini tidak sesuai untuk beberapa orang yang psikotik akut.

Delirium akut kadang-kadang diobati dengan lorazepam, tetapi dapat menyebabkan efek tidak menyenangkan. Obat ini sebaiknya diberikan bersama dengan haloperidol untuk menutupi efek tidak menyenangkan tersebut.

5. Skizofrenia

Obat ini telah digunakan dalam mengobati skizofrenia yang mungkin bermanfaat untuk mengontrol kecemasan, agitasi, dan gangguan tidur. Gejala ini sering muncul selama fase akut skizofrenia pada pasien yang menerima terapi antipsikotik.

Namun, lorazepam bukan menjadi rekomendasi lini pertama untuk mengobati skizofrenia. Obat ini dapat diberikan sebagai alternatif bersama haloperidol apabila terapi clozapine dan risperidone tidak memberikan respons.

6. Mual muntah akibat kemoterapi

Obat ini dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati mual muntah yang diinduksi oleh kemoterapi, termasuk penggunaan cisplatin.

Lorazepam juga dapat digunakan sebagai obat tunggal apabila pengobatan mual lain tidak memberikan efek yang memadai.

Merek dan harga obat lorazepam

Lorazepam telah dipasarkan dengan beberapa nama dagang yang diizinkan oleh BPOM Indonesia, seperti:

  • Ativan
  • Merlopam
  • Merlopam
  • Lorex
  • Renaquil
  • Loxipaz

Obat ini telah digunakan secara luas di bawah pengawasan ketat untuk pengobatan gangguan saraf. Lorazepam diedarkan di bawah program khusus seperti clozapine, risperidone, dan haloperidol.

Izin edar obat ini yang terbatas dan hanya bisa didapatkan di instalasi farmasi rumah sakit serta apotek bersertifikat. Kamu bisa mendapatkan obat ini secara gratis setelah kamu terdaftar sebagai pasien gangguan kejiwaan di bawah program khusus.

Bagaimana cara minum obat lorazepam?

Minum lorazepam sesuai dosis yang telah diberikan oleh dokter. Baca petunjuk pada label resep kemasan obat dan semua panduan pengobatan. Adakalanya dokter mengubah dosis obat karena menyesuaikan dari respons pasien.

Jangan pernah minum obat ini dalam jumlah banyak, atau lebih lama dari yang ditentukan. Beritahu dokter apabila kamu merasakan dorongan yang meningkat untuk menggunakan obat ini lebih banyak.

Lorazepam mungkin dapat memengaruhi kebiasaan dan perilaku kamu. Penyalahgunaan dapat menyebabkan kecanduan, overdosis, atau kematian. Simpan obat di tempat yang tidak bisa dijangkau orang lain. Menjual atau memberikan obat ini pada orang lain termasuk melanggar hukum.

Takar obat cair dengan hati-hati. Gunakan sendok takar atau suntikan yang telah tersedia. Atau gunakan alat pengukur dosis apabila tersedia. Jangan gunakan sendok dapur untuk menghindari salah takar dosis.

Minum obat saat akan tidur. Jangan minum lorazepam lebih dari 4 bulan kecuali dokter yang menyarankan. Hubungi dokter jika gejala tidak membaik atau memburuk setelah menggunakan obat ini.

Jika kamu menggunakan obat ini dalam jangka panjang, kamu mungkin perlu sering melakukan tes medis. Terutama untuk selalu melakukan pemeriksaan fungsi hati dan ginjal.

Jangan berhenti menggunakan obat ini secara tiba-tiba, atau kamu akan mengalami gejala adiksi yang tidak menyenangkan. Tanyakan kepada dokter bagaimana cara berhenti menggunakan lorazepam dengan aman.

Simpan obat ini setelah digunakan pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari. Pastikan supaya tutup botol obat atau klip tertutup rapat setelah digunakan.

Simpan lorazepam bentuk cair di lemari es. Buang cairan yang tidak digunakan setelah waktu 90 hari. Berhati-hatilah saat menggunakan obat ini. Jangan pernah menggunakan obat ini dengan tidak benar atau tanpa resep dokter.

Berapa dosis obat lorazepam?

Dosis dewasa

Kejang status epileptikus

Dosis lazim: 4mg diberikan secara intravena sebagai dosis tunggal. Pengobatan dapat diulangi sekali setelah 10-15 menit bila kejang berlanjut atau kambuh.

Gangguan kecemasan

Dosis lazim: 1-4mg per hari diberikan sebagai obat oral dalam dosis terbagi selama 2-4 minggu.

Premedikasi dalam pembedahan secara oral

Dosis lazim: 2-3mg yang diberikan semalam sebelum operasi dilanjutkan 2-4mg 1-2 jam sebelum prosedur.

Insomnia yang berhubungan dengan gangguan kecemasan

Dosis lazim: 1-2mg sebelum tidur.

Premedikasi dalam pembedahan parenteral

Dosis lazim: 0,05mg per kg berat badan diberikan 30-45 menit sebelum pembedahan secara intravena atau 60-90 menit sebelum pembedahan melalui intramuskular.

Gangguan kecemasan akut

Dosis lazim: melalui intravena atau intramuskular dapat diberikan 0,025-0,03mg per kg berat badan. Dosis dapat diulangi tiap 6 jam bila perlu. Berikan injeksi intravena dengan kecepatan tidak lebih dari 2mg/menit.

Dosis anak

Kejang status epileptikus

Dosis lazim: 2mg diberikan secara intravena sebagai dosis tunggal.

Premedikasi dalam pembedahan oral

Usia 5-13 tahun dapat diberikan 0,5-2,5mg dengan ketentuan 0,05mg per kg berat badan sampai 0,5mg terdekat berdasarkan berat badan. Pemberian obat tidak kurang dari 1 jam sebelum operasi.

Premedikasi dalam pembedahan parenteral

Premedikasi parenteral untuk anak usia di bawah 12 tahun tidak disarankan.

Dosis lansia

Pemberian dosis obat baik oral maupun parenteral adalah dengan mengurangi ke dosis yang lebih rendah (setengah dari dosis lazim dewasa natau kurang).

Apakah lorazepam aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori D.

Bukti menunjukkan risiko terjadi pada janin manusia, tetapi manfaat penggunaan pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko. Misalnya, jika obat diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius yang tidak dapat menggunakan obat yang lebih aman.

Obat ini terbukti dapat terserap dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk diminum oleh ibu menyusui.

Apa efek samping obat lorazepam yang mungkin terjadi?

Efek samping terjadi akibat dari penggunaan dosis yang tidak tepat atau karena respons dari tubuh pasien. Berikut ini efek samping yang mungkin muncul setelah menggunakan lorazepam:

  • Tanda-tanda reaksi alergi terhadap lorazepam, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Kantuk parah
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa
  • Perasaan gelisah atau kegembiraan yang tiba-tiba
  • Kecenderungan pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
  • Kebingungan, agresi, halusinasi
  • Gangguan tidur yang memburuk
  • Gangguan penglihatan
  • Urine gelap
  • Penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Efek sedatif lorazepam bisa bertahan lebih lama pada orang dewasa yang lebih tua.
  • Jatuh tidak disengaja sering terjadi pada pasien usia lanjut yang mengonsumsi benzodiazepin, termasuk lorazepam. Berhati-hatilah saat menggunakan lorazepam terutama untuk menghindari jatuh atau cedera yang tidak disengaja.

Efek samping umum yang mungkin terjadi setelah menggunakan lorazepam, antara lain:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Lemas
  • Tubuh tidak seimbang atau merasa tidak stabil.

Peringatan dan perhatian

Sebaiknya kamu tidak mengonsumsi lorazepam jika kamu memiliki masalah kondisi berikut:

  • Glaukoma sudut sempit
  • Riwayat reaksi alergi terhadap benzodiazepin (diazepam, alprazolam, Ativan, Klonopin, Restoril, Tranxene, Valium, Versed, Xanax, dan lain-lain).

Untuk memastikan lorazepam aman diminum untuk kamu, beritahu dokter jika kamu memiliki riwayat gangguan berikut:

  • Masalah pernapasan seperti COPD (penyakit paru obstruktif kronik) atau sleep apnea (pernapasan yang berhenti saat tidur)
  • Kecanduan narkoba atau alkohol
  • Depresi, masalah suasana hati, kecenderungan pikiran atau perilaku untuk bunuh diri
  • Penyakit ginjal atau hati
  • Kejang

Jika kamu menggunakan lorazepam saat hamil, bayi kamu mungkin bisa menjadi ketergantungan pada obat ini. Hal ini dapat menyebabkan gejala putus zat yang mengancam jiwa pada bayi setelah lahir.

Bayi yang lahir dan menunjukkan gejala tergantung pada obat akan muncul kebiasaan yang mungkin memerlukan perawatan medis selama beberapa minggu.

Kamu sebaiknya tidak menyusui saat menggunakan lorazepam. Lorazepam sangat berisiko menyebabkan ketergantungan, terutama oleh bayi yang masih menyusui.

Lorazepam tidak disetujui untuk digunakan oleh siapapun yang berusia di bawah 12 tahun. Terutama obat ini yang tersedia dalam bentuk injeksi intravena dan intramuskular. Penggunaan untuk anak harus diberikan dengan pertimbangan dan perhitungan dosis yang cermat.

Hindari minum alkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya atau kematian yang mungkin dapat terjadi.

Obat ini dapat menurunkan kewaspadaan sehingga disarankan untuk menghindari mengemudi atau aktivitas berbahaya setelah menggunakan obat ini.

Meminum lorazepam dengan obat lain yang membuat kamu mengantuk atau memperlambat pernapasan dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya atau kematian. Tanyakan kepada dokter sebelum menggunakan obat opioid, obat tidur, pelemas otot, obat batuk, obat depresi atau kejang.

Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang sedang kamu konsumsi dalam 14 hari terakhir, terutama:

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

The National Health Service (NHS), diakses pada 6 Januari 2021, Lorazepam: medicine to treat anxiety and problems sleeping

MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine, diakses pada 6 Januari 2021, Lorazepam: MedlinePlus Drug Information

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 6 Januari 2021, Lorazepam – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 6 Januari 2021, LORAZEPAM | PIO Nas

    register-docotr