Info Sehat

Daripada Mengonsumsi Gula, Mending Kamu Ketahui 4 Pemanis Alami Berikut Ini

January 11, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Di balik rasa manis, gula tebu memiliki berbagai risiko kesehatan. Untuk menghindari berbagai dampak buruk akibat rasa manis dari gula tebu, maka kamu perlu berkenalan dengan pemanis alami sebagai alternatif.

Pemanis alami yang menyehatkan

Beberapa pemanis bisa kamu temukan di alam dan memiliki manfaat kesehatan jauh lebih baik dari gula tebu. Pemanis alami ini rendah kalori dan fruktosa, namun tetap terasa manis. Beriku 4 pemanis alami yang perlu kamu tahu:

1. Stevia

Stevia merupakan salah satu pemanis alami yang terkenal rendah kalori. Asal stevia dari tumbuhan yang bernama Stevia rebaudiana, yang sudah dibudidayakan selama berabad-abad di Amerika Selatan sebagai pemanis.

Beberapa komponen pemanis ditemukan dalam daun stevia. Yang paling utama adalah stevioside dan rebaundioside A. Kedua komponen tersebut, memiliki rasa manis lebih dari gula biasa.

Beberapa kajian ilmiah telah membuktikan manfaat kesehatan stevia. Salah satunya seperti diterbitkan dalam British Journal of Clinical Pharmacology yang menyebutkan stevioside dapat menjadi alternatif suplemen pada penderita hipertensi.

Selain itu, penelitian dalam jurnal Metabolism juga menyebut jika stevioside dapat  menurunkan kadar gula darah penderita diabetes.

2. Erythritol

Pemanis alami satu ini masuk dalam kelas komponen yang disebut gula alkohol. Erythritol ditemukan dalam beberapa buah-buahan tertentu. Selain manis, erythritol juga rendah kalori, lho!

Setidaknya ada 0,24 kalori dalam setiap gram erythritol, atau sekitar 6 persen dari kalori yang dikandung gula dengan bobot yang sama. Sedangkan, rasa manisnya hanya 70 persen dari gula biasa.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition menyebut kalau pemanis alami tidak menyebabkan kenaikan level gula darah atau insulin. Erythritol juga disebut memiliki pengaruh terhadap lipid darah seperti kolesterol atau trigliserida.

Yang menarik adalah sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The British Journal of Nutrition menyebut kalau erythritol disirkulasikan di dalam darah untuk beberapa saat dan 90 persen pemanis ini akan diekskresikan lewat urine.

3. Xylitol

Sama seperti erythritol, xylitol juga merupakan gula alkohol yang manisnya mirip dengan gula. Dalam setiap gramnya hanya terdapat 2,4 kalori yang berarti hanya ⅔ dari nilai kalori gula.

Xylitol disebut sebagai pemanis alami karena ditemukan di banyak buah dan sayuran. Manusia pun menghasilkan xylitol dalam jumlah yang kecil dari aktivitas metabolisme, lho!

Beberapa produk permen, permen karet dan mint yang bebas gula biasanya menggunakan pemanis ini. Bukan tanpa sebab, namun salah satu manfaat dari xylitol adalah meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.

Sebuah studi literasi yang diterbitkan dalam Journal of Natural Science, Biology and Medicine menyebut xylitol dapat mencegah kerusakan gigi. Penyebabnya adalah karena xylitol membuat bakteri penyebab kerusakan gigi menjadi tidak bisa berkembang biak.

4. Sirup yacon

Sirup yacon merupakan pemanis alami yang dihasilkan dari tumbuhan bernama yacon yang berasal dari Andes, Amerika Selatan. Uniknya, sirup yacon dipercaya sebagai suplemen yang dapat menurunkan berat badan, lho!

Sebuah penelitian yang dilakukan di Skotlandia mengonfirmasi hal ini. Dalam penelitiannya, para peneliti menemukan bagaimana sirup yacon menyebabkan penurunan berat badan secara signifikan terhadap para responden.

Kemampuan ini disebabkan oleh fructooligosaccharide yang berfungsi sebagai serat larut dan menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Sirup yacon pun dapat membantu kamu terhindar dari konstipasi.

Bagaimana dengan pemanis alami seperti madu?

Ada beberapa pemanis alami yang dikonsumsi oleh orang-orang sebagai pengganti gula. Seperti gula kelapa, molass, madu dan sirup maple. Sayangnya, situs kesehatan Healthline menyebut kalau jenis pemanis ini tidak berbeda dengan gula.

Jenis pemanis alami tersebut mungkin mengandung fruktosa yang lebih rendah dan nutrisi yang sedikit. Tapi sayangnya, lever tak bisa membedakan pemanis ini dengan gula.

Demikianlah berbagai informasi tentang pemanis alami yang bisa jadi alternatif bagi kamu. Selalu jaga kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 04 Januari 2021. 4 Natural Sweeteners That Are Good for Your Health
  2. National Library of Medicine, diakses 04 Januari 2021. Yacon syrup: beneficial effects on obesity and insulin resistance in humans
  3. National Library of Medicine, diakses 04 Januari 2021. Xylitol in preventing dental caries: A systematic review and meta-analyses
  4. National Library of Medicine, diakses 04 Januari 2021. Serum glucose and insulin levels and erythritol balance after oral administration of erythritol in healthy subjects
  5. National Library of Medicine, diakses 04 Januari 2021. Human gut microbiota does not ferment erythritol
  6. Healthline, diakses 04 Januari 2021. Xylitol: Everything You Need to Know
  7. British Journal of Clinical Pharmacology, diakses 04 Januari 2021. A double‐blind placebo‐controlled study of the effectiveness and tolerability of oral stevioside in human hypertension – Chan – 2000 – British Journal of Clinical Pharmacology – Wiley Online Library
  8. ScienceDirect, diakses 04 Januari 2021. Antihyperglycemic effects of stevioside in type 2 diabetic subjects
  9. Healthline, diakses 04 Januari 2021. Erythritol — Healthy Sweetener or a Big, Fat Lie?
    register-docotr