Kamus Obat

Ketorolac

December 20, 2020 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketorolac merupakan salah satu golongan obat antiinflamasi non steroid (NSAID). Obat ini telah tersedia dalam beberapa bentuk sediaan.

Pertama kali obat ini dipatenkan pada 1976 dan mulai diizinkan untuk penggunaan medis pada 1989.

Berikut informasi lengkap untuk apa obat ketorolac, cara penggunaan, dosis, serta manfaatnya.

Untuk apa obat ketorolac?

Ketorolac adalah obat golongan antiinflamasi non steroid (NSAID) untuk mengobati nyeri dan peradangan.

Obat ini biasanya digunakan untuk jangka pendek, yakni kurang dari 6 hari. Secara khusus, obat ini direkomendasikan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat.

Ketorolac tersedia dalam beberapa bentuk sediaan tablet, spray, injeksi, dan obat tetes mata.

Apa fungsi dan manfaat obat ketorolac?

Ketorolac berfungsi untuk menekan rasa nyeri dengan cara cara mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan nyeri pada tubuh.

Efek yang didapatkan biasanya setelah satu jam dan bisa bertahan hingga 8 jam.

Di dunia medis, obat ini dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan berikut:

Nyeri pascaoperasi

Ketorolac adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dengan efek analgesik kuat dan insiden efek samping yang relatif rendah.

Sejumlah uji klinis pengobatan nyeri pasca operasi pada anak-anak dan dewasa telah menunjukkan bahwa ketorolac sama efektifnya dengan analgesik opioid utama, seperti morfin, dan lebih efektif daripada kodein.

Ketika dikombinasikan dengan golongan obat opioid, ketorolac menunjukkan efek signifikan yang bisa lebih menghemat penggunaan obat opioid. Dengan demikian, dosis penggunaan opioid bisa lebih rendah.

Pemulihan fungsi usus setelah operasi perut terbukti terjadi lebih cepat pada ketorolac dibandingkan dengan pasien yang diobati dengan opioid.

Ketorolac secara bolak-balik menghambat siklooksigenase dan mengurangi reaksi hipersensitif jaringan yang terjadi dengan pembedahan.

Dengan demikian, ketorolac sangat cocok untuk pengobatan nyeri pascaoperasi pada anak-anak dan dewasa, baik sebagai obat tungga atau kombinasi dengan opioid atau anestesi lokal.

Dismenore

Dismenore, juga dikenal sebagai nyeri haid atau kram menstruasi adalah nyeri saat menstruasi. Rasa nyeri biasanya terjadi sekitar waktu menstruasi dimulai.

Gejala biasanya berlangsung kurang dari tiga hari. Nyeri biasanya di panggul atau perut bagian bawah. Gejala lain mungkin termasuk sakit punggung, diare atau mual.

Dalam suatu studi, obat antiinflamasi non steroid (NSAID) telah terbukti mengurangi nyeri dismenore dengan menghambat sintesis prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus.

Apabila diketahui nyeri hebat terjadi saat haid, ketorolac dapat direkomendasikan sebagai obat alternatif.

Obat tetes mata

Ketorolac ophthalmic (untuk mata) digunakan untuk meredakan gatal pada mata yang disebabkan alergi musiman dan inflamasi.

Ketorolac ophthalmic juga digunakan untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, dan rasa terbakar setelah operasi katarak atau operasi refraksi kornea.

Obat ini juga dapat diberikan selama operasi mata untuk meredakan nyeri, sehingga lebih efektif dalam mencegah inflamasi post operasi mata.

Tetes mata dikaitkan dengan penurunan perkembangan edema setelah operasi katarak, dan lebih efektif sebagai obat tunggal daripada sebagai kombinasi opioid-ketorolac.

Tetes mata ketorolac juga telah digunakan untuk mengatasi rasa sakit akibat lecet kornea.

Merek dan harga obat ketorolac

Berikut beberapa nama generik dan nama dagang ketorolac yang telah beredar di Indonesia:

Nama generik

  • Ketorolac 10 mg tablet yang diproduksi Berno, biasa dijual dengan harga Rp 3.570/tablet.
  • Ketorolac 10 mg tablet yang diproduksi NULAB, bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 3.909/tablet.
  • Ketorolac 10 mg tablet yang diproduksi Novell Pharma, biasa dijual dengan harga Rp 4.488/tablet.
  • Ketorolac injeksi 10 mg, biasa dijual dengan harga sekitar Rp 60.750-Rp 121.500/ampul.
  • Ketorolac injeksi 30 mg, biasa dijual dengan harga sekitar Rp 108.257-Rp 216.513/ampul.

Nama dagang/paten

  • Xevolac 10 mg, sediaan tablet mengandung ketorolac tromethamine yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 8.430/tablet.
  • Rindopain 10 mg, sediaan tablet ketorolac tromethamine yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 5.710/tablet.
  • Torasic 10 mg tablet mengandung ketorolac 10 mg yang biasa dijual dengan harga Rp 7.495/tablet.
  • Farpain 10 mg, sediaan tablet mengandung ketorolac tromethamine 10 mg yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 7.914/tablet.

Bagaimana cara penggunaan ketorolac?

Ketorolac biasanya diberikan pertama kali sebagai suntikan, dan kemudian sebagai obat oral (melalui mulut). Suntikan diberikan ke otot, atau ke pembuluh darah melalui infus yang akan diberikan oleh tenaga medis.

Ikuti seluruh petunjuk yang tertera dalam label kemasan obat. Jangan menggunakan obat lebih lama dari yang seharusnya. Sebaiknya gunakan dosis terendah yang bisa direkomendasikan selama pengobatan.

Ketorolac tidak boleh digunakan lebih dari 5 hari, termasuk injeksi maupun tablet. Penggunaan obat ini dalam jangka panjang bisa mengakibatkan gangguan ginjal atau pendarahan.

Ketorolac ophthalmic digunakan 2 hingga 4 kali sehari, tergantung pada kondisi yang kamu alamii. Ikuti instruksi dosis dokter dengan sangat hati-hati. Penggunaan obat tetes mata NSAID dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan serius pada penglihatan.

Penggunaan ketorolac sebagai obat tetes mata

Untuk operasi katarak kamu bisa mulai menggunakan obat tetes mata 1 hari sebelum operasi dan dilanjutkan hingga 2 minggu setelahnya. Untuk operasi refraktif kornea bisa diberikan 4 kali sehari hingga 4 hari setelah operasi.

Jangan menggunakan lensa kontak saat kamu menggunakan obat tetes mata ini. Ingatlah untuk selalu cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat ini, terutama untuk sediaan tetes mata.

Tata cara menggunakan obat tetes mata:

  • Miringkan kepala sedikit ke belakang dan tarik kelopak mata bawah untuk membuat kantung kecil. Pegang pipet di atas mata dengan ujung menghadap ke bawah. Lihat ke atas, menjauh dari pipet dan teteskan.
  • Tutup mata selama 2 atau 3 menit dengan kepala menunduk, tanpa berkedip atau menyipitkan mata. Tekan perlahan jari ke sudut dalam mata selama sekitar 1 menit, agar cairan tidak kembali pada kelenjar air mata.

Aturan penggunaan ketorolac sebagai obat tetes mata

Gunakan hanya sejumlah tetes yang diresepkan dokter. Jika menggunakan lebih dari satu tetes, tunggu sekitar 5 menit antara penggunaan tetes obat.

Jika menggunakan obat ini setelah operasi mata, gunakan obat tetes hanya di mata yang telah dioperasi.

Jangan menyentuh ujung penetes mata atau meletakkannya langsung pada mata. Penetes yang terkontaminasi dapat menginfeksi mata hingga dapat menyebabkan masalah penglihatan serius.

Setiap botol (botol) injeksi atau obat mata ini hanya untuk penggunaan satu kali pakai. Buang setelah digunakan, meskipun masih ada sisa obat di dalam vial.

Simpan pada suhu kamar jauh dari kelembaban, panas, dan cahaya matahari. Jangan dibekukan. Jaga agar botol tetap tertutup rapat saat tidak digunakan. Jika botol obat memiliki kantong foil, simpan botol di dalam kantong dan lipat ujungnya hingga tertutup rapat.

Berapa dosis obat ketorolac?

Dosis dewasa

Nyeri sedang sampai berat

  • 1 semprotan (15,75 mg) di setiap lubang hidung setiap 6-8 jam.
  • Dosis maksimal: 126 mg setiap hari.

Profilaksis dan pengurangan peradangan mata pascaoperasi

  • Larutan tetes mata ketorolac 0,5 persen: Teteskan 1 tetes ke mata yang terkena 4 kali sehari mulai 24 jam setelah operasi mata, lanjutkan selama 2 minggu periode pascaoperasi
  • Larutan ketorolac 0,45 persen: Teteskan 1 tetes ke dalam tawaran mata yang terkena mulai 24 jam sebelum operasi mata sampai hari operasi, lanjutkan selama 2 minggu periode pascaoperasi
  • Larutan ketorolac 0,4 persen: Teteskan 1 tetes ke mata yang terkena 4 kali sehari sesuai kebutuhan hingga 4 hari setelah operasi.

Nyeri pascaoperasi

  • Diberikan dosis awal seperti pada nyeri sedang sampai berat
  • Sebagai terapi lanjutan dari dosis parenteral (IM/IV) diberikan per oral dengan dosis awal 20 mg diikuti 10 mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan

Dosis lansia

Nyeri sedang sampai berat

  • 1 semprotan (15,75 mg) hanya dalam 1 lubang hidung setiap 6-8 jam
  • Dosis maksimal: 63 mg setiap hari

Nyeri pascaoperasi

  • Sebagai terapi lanjutan dari dosis parenteral (IM/IV) dapat diberikan sediaan per oral dengan dosis awal 10 mg diikuti 10mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan
  • Dosis maksimal 40 mg setiap hari

Dosis anak

Nyeri sedang sampai berat

  • Berat badan lebih dari 50 kg: 1 semprotan (15,75 mg) hanya dalam 1 lubang hidung setiap 6-8 jam
  • Dosis maksimal: 63 mg setiap hari

Nyeri pascaoperasi

  • Berat badan lebih dari 50 kg dapat diberikan sediaan per oral dengan dosis awal 10 mg diikuti 10 mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan
  • Dosis maksimal: 40 mg setiap hari dengan lama pengobatan maksimal 5 hari (kombinasi oral dan parenteral)

Apakah ketorolac aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration menggolongkan obat ini dalam kategori C, artinya studi pada hewan percobaan telah menunjukkan risiko efek samping pada janis. Namun, studi terkontrol pada wanita hamil masih belum memadai.

Penggunaan obat didasarkan pada faktor manfaat yang didapatkan lebih besar dari risiko yang mungkin muncul.

Obat ini terbukti dapat terserap dalam ASI sehingga dikontraindikasikan bagi ibu menyusui.

Apa efek samping obat ketorolac yang mungkin terjadi?

Efek samping serius yang mungkin terjadi setelah menggunakan ketorolac adalah sebagai berikut:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak di wajah atau tenggorokan)
  • Reaksi kulit yang parah (demam, sakit tenggorokan, rasa terbakar pada mata, nyeri pada kulit, ruam merah atau ungu yang menyebar dan menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas)
  • Tanda-tanda serangan jantung atau stroke: nyeri dada menyebar ke rahang atau bahu, mati rasa tiba-tiba di satu sisi tubuh, bicara cadel, kaki bengkak, sesak napas
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan jantung
  • Gangguan hati
  • Gangguan ginjal
  • Sel darah merah rendah (anemia)
  • Tinja berdarah
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Gangguan penglihatan, mata memerah dan gatal

Efek samping umum yang mungkin terjadi:

  • Mulas, sakit perut, mual, muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Detak jantung lambat
  • Penurunan buang air kecil
  • Tes fungsi hati abnormal
  • Peningkatan tekanan darah
  • Sakit atau iritasi pada hidung
  • Pilek
  • Mata berair
  • Iritasi tenggorokan
  • Ruam

Peringatan dan perhatian

Ketorolac dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke yang fatal, meskipun kamu tidak memiliki faktor risiko apa pun. Jangan gunakan obat ini sebelum atau sesudah operasi bypass jantung (coronary artery bypass graft, atau CABG).

Ketorolac juga dapat menyebabkan pendarahan lambung atau usus, yang bisa berakibat fatal. Kondisi ini bisa terjadi tanpa gejala pada awal kamu menggunakan obat ini, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

Jangan gunakan obat ini jika kamu memiliki riawayat alergi obat ini sebelumnya. Sebaiknya beritahu dokter apabila kamu memiliki riawayat penyakit berikut:

  • Penyakit ginjal yang parah
  • Gangguan perdarahan atau pembekuan darah
  • Cedera kepala tertutup atau pendarahan di otak
  • Tukak lambung, perforasi, atau pendarahan usus
  • Asma
  • Retensi cairan
  • Kolitis ulserativa atau penyakit Crohn
  • Pernah mengalami serangan asma atau reaksi alergi parah setelah mengonsumsi aspirin atau NSAID
  • Apabila kamu merokok

Hal-hal lain yang juga perlu kamu perhatikan terkait penggunaan ketorolac di antaranya:

  1. Pentoxifylline atau probenecid dapat berinteraksi dengan ketorolac dan sebaiknya tidak digunakan pada waktu yang bersamaan.
  2. Jangan gunakan spray nasal ketorolac jika kamu sudah mengonsumsi aspirin atau NSAID lain, atau menggunakan bentuk ketorolac lain seperti suntikan atau tablet.
  3. Beritahu dokter apabila kamu hamil. Menggunakan ketorolac selama 3 bulan terakhir kehamilan dapat membahayakan bayi yang belum lahir. Ketorolac juga dapat meningkatkan risiko pendarahan uterus.
  4. Ketorolac dapat memengaruhi ovulasi yang berkaitan dengan masa subur wanita sehingga dapat terpengaruh untuk sementara waktu. Ketorolac nasal tidak disetujui untuk digunakan oleh siapapun yang berusia di bawah 2 tahun.
  5. Hindari obat ini pada mata, kecuali sediaan tetes mata. Bila terjadi, bilas dengan air atau larutan garam. Hubungi dokter jika kamu mengalami iritasi mata lebih dari 1 jam.
  6. Hindari minum alkohol karena dapat meningkatkan risiko pendarahan perut

Tanyakan kepada dokter Anda sebelum menggunakan obat lain untuk nyeri, demam, bengkak, atau gejala pilek atau flu. Obat-obat tersebut mungkin mengandung bahan yang mirip dengan ketorolac, seperti aspirin, ibuprofen, ketoprofen, atau naproxen.

Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang sedang kamu konsumsi terutama:

  • Litium
  • Metotreksat
  • Pengencer darah – warfarin, Coumadin, Jantoven;
  • Obat jantung atau tekanan darah, termasuk diuretik
  • Obat kejang – karbamazepin, fenitoin.

Selalu Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr