Kamus Obat

Esomeprazole

March 9, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Esomeprazole (esomprazol) merupakan obat yang memiliki susunan senyawa isomer dari omeprazole. Obat ini dipatenkan pertama kali pada 1999 dan mulai digunakan untuk keperluan medis pada tahun 2000.

Seperti halnya omeprazole, obat ini juga digunakan untuk tujuan pengobatan asam lambung Berikut informasi selengkapnya mengenai esomeprazole, manfaat, dosis, cara pakai, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat esomeprazole?

Esomeprazole adalah obat untuk mengatasi penyakit saluran pencernaan, termasuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan penyakit tukak lambung atau usus.

Dalam beberapa kombinasi dengan golongan obat lain, esomeprazole juga diberikan untuk mengobati sindrom Zollinger-Ellison. Sindrom ini adalah kondisi di mana tumor tumbuh di pankreas atau duodenum yang menyebabkan produksi asam berlebih.

Esomeprazole juga digunakan untuk meningkatkan penyembuhan esofagitis erosif, yakni kerusakan pada kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung.

Efek kerja obat esomeprazole mirip obat-obatan penghambat pompa proton (PPI) sehingga efektif diberikan untuk gangguan asam lambung. Obat ini telah tersedia sebagai obat generik dalam bentuk sediaan oral atau disuntikkan dalam pembuluh darah (parenteral).

Apa fungsi dan manfaat obat esomeprazole?

Esomeprazole berfungsi sebagai agen yang memblokir sekresi asam lambung pada permukaan sel parietal lambung. Secara khusus, obat ini bekerja dengan menghambat reseptor enzim H + atau K +-ATPase.

Biasanya esomeprazole diberikan untuk mengatasi gangguan lambung kronis dan tidak efektif digunakan mengobati gangguan lambung akut. Dalam dunia medis, obat ini memiliki manfaat untuk mengatasi beberapa kondisi berkaitan dengan masalah kesehatan berikut:

Gastroesofagus Refluks (GERD)

Esomeprazole dapat diberikan sebagai pengobatan jangka pendek untuk mengobati gejala GERD, misalnya mual atau mulas. Obat ini dapat diberikan pada pasien dengan GERD yang tidak disertai esofagitis erosif.

Pemberian obat pada pasien GERD dengan esofagitis erosif harus dipastikan setelah melakukan diagnosis khusus. Selain itu, esomeprazole juga dapat diberikan pada bayi dengan gejala GERD yang dimediasi asam.

Beberapa ahli berpendapat bahwa obat ini dapat mempertahankan proses penyembuhan dan memperbaiki gejala GERD. Selain itu, esomeprazole juga terbukti efektif dalam mengurangi kekambuhan esofagitis erosif.

Pada pasien yang tidak dapat menerima obat oral atau kontraindikasi, maka pemberian obat secara intravena dapat direkomendasikan. Namun, efektivitas dan keamanan obat belum ditetapkan untuk penggunaan obat lebih dari 10 hari.

Itulah alasan mengapa obat ini tidak direkomendasikan untuk pengobatan jangka panjang. Kamu juga perlu melakukan diagnosis tertentu apakah GERD disertai gejala masalah kesehatan lain sebelum minum esomeprazole.

Ulkus duodenum

Ulkus duodenum merupakan kondisi munculnya luka di lapisan duodenum, yakni bagian pertama dari usus kecil. Nama lain untuk penyakit ini adalah tukak duodenum.

Sama halnya dengan tukak lambung, penyakit ini dapat muncul karena hipersekresi asam lambung. Asam yang berlebih tidak hanya mengikis dinding lambung, tetapi kadang juga memengaruhi dinding usus.

Pengobatan biasanya diberikan untuk menekan sekresi asam lambung sehingga tidak mengiritasi dinding saluran pencernaan. Obat-obatan yang disarankan biasanya dari golongan penghambat pompa proton, yakni omeprazole, lansoprazole, serta termasuk esomeprazole.

Esomeprazole juga dapat diberikan sebagai pengobatan infeksi Helicobacter pylori dan penyakit ulkus duodenum. Obat ini cukup direkomendasikan untuk ulkus duodenum aktif atau riwayat ulkus duodenum dalam 5 tahun terakhir.

Esomeprazole juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik tertentu, misalnya amoksisilin dan klaritromisin. Beberapa ahli berpendapat bahwa kombinasi tersebut dapat meningkatkan efek terapi pengobatan hingga tiga kali.

Ulserasi gastrointestinal terkait obat antiinflamasi non steroid (NSAID)

Esomeprazole juga bisa digunakan untuk meredakan iritasi lambung dan maag yang disebabkan oleh obat penghilang rasa sakit tertentu, misalnya obat anti inflamasi non steroid (NSAID).

Beberapa obat-obatan antiinflamasi non steroid (NSAID), misalnya paracetamol dan ibuprofen, memiliki efek samping gasrointestinal. Penggunaan obat-obatan NSAID dapat menyebabkan iritasi saluran cerna meskipun jarang terjadi.

Dan untuk mengatasi efek samping tersebut, obat-obatan asam lambung untuk menekan asam lambung biasanya diberikan sebagai kombinasi. Obat-obatan ini termasuk esomeprazole, lansoprazole, dan golongan obat lain yang sesuai.

Ulkus terkait Penyakit Crohn

Bukti dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa esomeprazole cukup efektif sebagai obat terapi untuk menekan sekresi asam lambung. Biasanya obat ini diberikan sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan penyakit gastrointestinal Crohn bagian atas.

Umumnya, obat diberikan untuk mengobati gejala dari hipersekresi asam lambung penyakit Crohn, termasuk penyakit esofagus, gastroduodenal, dan jejunoileal.

Merek dan harga obat esomeprazole

Obat ini telah mendapatkan izin edar untuk penggunaan medis di Indonesia. Beberapa merek esomeprazole yang telah beredar, seperti Arcolase, Esola, Esozid, Exocid, Nexigas, dan Nexium.

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras sehingga kamu memerlukan resep dokter untuk bisa mendapatkannya. Beberapa merek obatesomeprazole beserta harganya bisa kamu lihat berikut ini:

Obat generik

  • Esomeprazole 40mg tablet. Sediaan tablet generik yang digunakan untuk mengobati GERD dan tukak duodenum serta eradikasi Heliobacter pylori. Obat ini diproduksi oleh PT Etercon Pharma dan bisa kamu dapatkan dengan harga 15.635/tablet.
  • Esomeprazole 20mg tablet. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh PT Etercon Pharma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp12.508/tablet.
  • Esomeprazole 40mg Injeksi vial. Sediaan parenteral (injeksi) yang diproduksi oleh PT OTTO Pharmaceutical Industries. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp171.310/pcs.

Obat paten

  • Ezol 20mg tablet. Sediaan tablet untuk mengobati tukak lambung atau usus dan sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini diproduksi oleh Hexpharm Jaya Laboratories dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp14.049/tablet.
  • Ezol 40mg tablet. Sediaan tablet yang diproduksi oleg Hexpharm Jaya Laboratories dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp21.074/tablet.
  • Nexium 20mg tablet. Sediaan tablet untuk mengobati GERD yang dikombinasikan dengan antibiotik yang cocok. Obat ini diproduksi oleh Astra Zeneca dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp25.634/tablet.
  • Nexium 40mg tablet. Sediaan tablet yang diproduksi oleh Astra Zeneca dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp30.138/tablet.

Bagaimana cara minum obat esomeprazole?

Baca dan ikuti petunjuk penggunaan dan dosis obat yang telah tersedia di label resep obat sesuai yang diarahkan oleh dokter. Jika ada yang tidak dimengerti, tanyakan kembali pada dokter atau apoteker.

Jangan gunakan obat lebih banyak atau lebih lama dari yang direkomendasikan. Gunakan obat sesuai durasi pengobatan yang telah ditentukan oleh dokter.

Obat harus diminum dalam keadaan perut kosong, setidaknya satu jam sebelum makan. Minum obat sekaligus dengan air putih. Tablet jangan dihancurkan, dilarutkan, atau dikunyah tanpa ada arahan khusus dari dokter. Beritahu dokter apabila kamu kesulitan menelan tablet.

Kapsul esomeprazol dapat diberikan melalui selang makanan nasogastrik. Baca dan ikuti petunjuk penggunaan yang disertakan bersama obat.

Esomeprazol biasanya diberikan hanya selama 4 sampai 8 minggu. Dokter mungkin akan memberikan dosis lanjutan sebagai perawatan tambahan. Minum obat dan perhatikan dosis obat dengan hati-hati.

Usahakan minum obat secara teratur dalam waktu yang sama setiap hari. Selain untuk membantu kamu lebih mudah mengingat, hal ini juga akan membantu kamu mendapatkan efek terapi obat yang maksimal.

Hubungi dokter apabila gejala kamu tidak membaik atau bahkan memburuk setelah mengonsumsi esomeprazole.

Esomprazole dapat memengaruhi hasil tes medis tertentu, misalnya tes Chromogranin A. Beritahu dokter atau perawat bahwa kamu mengonsumsi obat ini sebelumnya.

Kombinasi dengan antibiotik sebaiknya kamu minum hingga dosis obat habis. Jangan berhenti minum obat meskipun gejala yang kamu alami tampak membaik. Berhenti minum sebelum dosis obat habis dapat menyebabkan resistensi bakteri.

Simpan esomeprazole pada pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat esomeprazole?

Dosis dewasa

Ulserasi karena penggunaan obat NSAID

  • Dosis yang diberikan secara parenteral (suntikan): 20mg sekali sehari melalui injeksi lambat selama minimal 3 menit atau infus selama 10-30 menit.
  • Dosis oral: 20mg diminum sekali sehari selama 4-8 minggu.
  • Dosis oral sebagai pencegahan (profilaksis) ulkus yang diinduksi NSAID: 20 atau 40mg diminum sekali sehari sampai 6 bulan.

Ulkus lambung dan duodenum

  • Dosis sebagai profilaksis perdarahan ulang setelah endoskopi terapeutik dapat diberikan 80mg secara perenteral atau infus selama 30 menit.
  • Dosis lanjutan dapat diberikan terapi obat oral setelah 72 jam dengan dosis 40mg yang diminum sekali sehari selama 4 minggu.

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

  • Dosis yang diberikan melalui suntikan (parenteral) untuk esofagitis refluks erosif: 40mg sekali sehari.
  • Dosis untuk pengobatan gejala GERD: 20mg diberikan sekali sehari. Dosis diberikan melalui injeksi lambat selama minimal 3 menit atau infus selama 10-30 menit.
  • Dosis oral untuk esofagitis refluks erosif: 20 atau 40mg diminum sekali sehari selama 4 minggu. Dosis dapat diperpanjang selama 4 minggu jika perlu.
  • Dosis pemeliharaan sebagai obat oral untuk mencegah kambuhnya esofagitis erosif yang telah sembuh: 20mg diminum sekali sehari selama 6 bulan.
  • Pengobatan gejala GERD (tanpa esofagitis): 20mg diminum sekali sehari selama 4 minggu. Pengobatan dapat diperpanjang selama 4 minggu jika perlu.

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dosis awal: 40mg sebagai obat oral diminum dua kali sehari. Dosis dapat disesuaikan secara individual sesuai dengan respons klinis.
  • Dosis lazim sebagai obat oral: 80-160mg per hari dan dapat ditingkatkan hingga 240mg per hari jika perlu.
  • Dosis harian lebih dari 80mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Pemberantasan H. pylori berhubungan dengan penyakit tukak lambung

  • Dosis lazim: 20mg sebagai obat oral diminum dua kali sehari selama 7 hari.
  • Dosis laternatif: 40mg sekali sehari selama 10 hari diberikan sebagai terapi kombinasi dengan amoksisilin dan klaritromisin.

Dosis anak

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

Parenteral

  • Usia 1 hingga 11 tahun: 10mg yang diberikan sekali sehari.
  • Usia 12 hingga 18 tahun: 20mg sekali sehari.

Oral

  • Usia 1 hingga 11 tahun untuk esofagitis refluks erosif dengan berat badan antara 10 sampai 20kg: 10mg diminum sekali sehari selama 8 minggu.
  • Usia 1 hingga 11 tahun dengan berat badan di atas 20 kg: 10 atau 20mg diminum sekali sehari selama 8 minggu.
  • Dosis pemeliharaan untuk mencegah kambuhnya esofagitis yang sudah sembuh: 10mg diminum sekali sehari.
  • Pengobatan gejala GERD tanpa esofagitis: 10mg diminum sekali sehari selama 8 minggu.
  • Anak usia 12 tahun hingga 18 tahun dapat diberikan dosis sama dengan dosis dewasa.

Pemberantasan H. pylori berhubungan dengan penyakit tukak lambung

  • Usia di atas 4 tahun dengan berat badan di bawah 30 kg: 10mg dua kali sehari.
  • Usia di atas 4 tahun dengan berat badan di atas 30 kg: 20mg diminum dua kali sehari. Semua dosis diberikan dalam kombinasi dengan amoksisilin dan klaritromisin selama 7 hari.

Apakah esomeprazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan esomeprazole dalam golongan obat kategori kehamilan C.

Dalam studi klinis, obat ini telah menunjukkan risiko merugikan pada janin (teratogenik) hewan percobaan. Namun, studi terkontrol pada wanita hamil masih belum memadai.

Dan hingga saat ini, belum dikehatui apakah esomeprazole dapat terserap dalam ASI. Dengan demikian, obat ini belum diketahui apakah akan membahayakan bayi yang menyusui.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter sebelum menggunakan esomeprazole, terutama saat kamu sedang hamil atau menyusui.

Apa efek samping obat esomeprazole yang mungkin terjadi?

Hentikan mengonsumsi obat dan hubungi dokter apabila muncul efek samping berikut setelah kamu minum esomeprazole:

  • Gejala reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan membengkak.
  • Sakit perut yang parah
  • Diare berair atau berdarah
  • Kejang
  • Gangguan ginjal, misalnya muncul gejala demam, ruam, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri sendi, buang air kecil kurang dari biasanya, urine berdarah, dan penambahan berat badan.
  • Magnesium rendah yang ditandai dengan gejala pusing, detak jantung cepat atau tidak teratur, tremor, gelisah, kram otot, kejang otot di tangan dan kaki, batuk.
  • Gejala lupus yang ditandai dengan nyeri sendi, muncul ruam kulit di pipi atau lengan yang memburuk di bawah sinar matahari.

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan esomeprazole, termasuk sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual, sakit perut, mulas, atau sembelit
  • Mulut kering.

Peringatan dan perhatian

Jangan mengonsumsi obat ini apabila kamu memiliki riwayat alergi terhadap esomeprazole atau obat-obatan serupa seperti lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, rabeprazole, dan lainnya.

Mengonsumsi esomeprazol dalam jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan perut yang disebut polip kelenjar fundic. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai risiko ini.

Jika kamu mengonsumsi esomeprazol selama lebih dari 3 tahun, kamu dapat mengalami kekurangan vitamin B12. Konsultasikan hal ini dengan dokter apabila berkembang kondisi dari gejala kekurangan vitamin B12.

Hubungi bantuan medis segera jika kamu mengalami nyeri dada yang menyebar ke rahang atau bahu serta merasa cemas atau pusing. Sakit maag dapat menyerupai gejala awal serangan jantung dan perlu kamu waspadai.

Kamu juga sebaiknya tidak mengonsumsi esomeprazole apabila memiliki riwayat berikut:

  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan hati yang parah, seperti sirosis

Konsultasikan dengan dokter apakah kamu aman mengonsumsi esomeprazole apabila memiliki riwayat kesehatan berikut:

  • Lupus
  • Osteoporosis atau kepadatan mineral tulang yang rendah (osteopenia)
  • Kadar magnesium rendah dalam darah

Kamu mungkin berisiko patah tulang di pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang saat mengonsumsi obat-obatan penghambat pompa proton. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai cara merawat tulang saat minum esomeprazole dalam jangka panjang.

Interaksi esomeprazole dengan obat lain

Jangan minum esomeprazole bersamaan dengan obat-obatan untuk infeksi HIV, misalnya nelfinavir, atazanavir atau rilpivirine.

Beri tahu dokter dan apoteker apabila kamu menggunakan obat-obatan berikut saat akan mengonsumsi esomeprazole:

  • Obat-obatan untuk infeksi HIV, misalnya saquinavir
  • Obat pengencer darah, misalnya warfarin, clopidogrel, cilostazol
  • Obat untuk infeksi jamur, misalnya ketokonazol, itrakonazol, vorikonazol
  • Obat yang digunakan dalam transplantasi organ atau gangguan kekebalan tertentu, misalnya tacrolimus
  • Obat untuk gangguan tidur atau kecemasan, misalnya diazepam, dan lain-lain
  • Obat-obatan untuk kanker, misalnya methotrexate, erlotinib
  • Digoxin
  • Fenitoin
  • Rifampisin

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Drugsite Trust, diakses pada 22 Februari 2021, Esomeprazole monograph

Healthline Media, Inc, diakses pada 22 Februari 2021, Esomeprazole: Side Effects, Dosage, Uses, and More

MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine, diakses pada 22 Februari 2021, Esomeprazole: MedlinePlus Drug Information

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 22 Februari 2021, Esomeprazole – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 22 Februari 2021, ESOMEPRAZOL | PIO Nas

    register-docotr