Kamus Obat

Bukan Obat Sembarangan, Begini Aturan Penggunaan Diazepam

May 17, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Jika kamu selama ini dapat tertidur lelap dengan mudah, sebaiknya kamu mulai mensyukuri salah satu anugerah tersebut. Karena beberapa orang di luar sana, perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti diazepam untuk dapat tertidur lelap.

Obat ini merupakan salah satu obat penenang, yang harus dibeli menggunakan resep. Namun, karena pengawasan yang kurang ketat banyak orang yang membeli obat ini secara bebas.

Beberapa orang mengonsumsi obat ini untuk tujuan yang tidak sesuai, seperti ingin mendapatkan perasaan terbebas dari tekanan hidup yang sedang dialami atau ingin terbebas dari kondisi stress lainnya.

Pengertian diazepam

Diazepam merupakan obat golongan benzodiazepine. Obat ini bekerja dengan mekanisme dapat memengaruhi zat kimia di otak.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan. Obat ini dapat kamu temukan dalam bentuk tablet, cair, suppositoria (kapsul yang dimasukkan ke dalam anus) dan suntikan.

Pembelian obat ini haruslah menggunakan resep dokter, karena jika digunakan secara sembarangan obat ini dapat menyebabkan overdosis dan dapat berakibat fatal.

Kegunaan diazepam

Obat ini digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, sindrom putus alkohol, atau kejang otot. Dalam dunia medis, diazepam digunakan sebagai obat penenang dan melemaskan kejang pada otot.

Pada kasus tertentu, obat ini dapat juga diberikan kepada seseorang sebelum dilakukan tindakan pembedahan medis. Obat ini dapat memberikan efek releks.

Mekanisme kerja diazepam

Diazepam dapat meningkatkan aktivitas asam gamma aminobutyric (GABA), yaitu suatu zat kimia khusus yang dapat mengirim sinyal ke seluruh sistem saraf di tubuh.

Jika tubuh kita tidak memiliki cukup GABA, tubuh mungkin akan mengalami keadaan tidak bersemangat dan menyebabkan timbulnya kecemasan, kejang otot, atau kejang.

Ketika mengonsumsi obat ini, tubuh akan memproduksi lebih banyak GABA sehingga dapat membantu mengurangi kecemasan dan kejang otot tersebut.

Dosis diazepam

Dokter akan menentukan dosis yang tepat, dan telah disesuaikan dengan berbagai kondisi, usia, dan status kesehatan seseorang. Penting untuk  mengingat aturan minum diazepam harus persis seperti diresepkan dokter.

Peringatan sebelum konsumsi diazepam

Karena obat satu ini tergolong psikotropika, sangat penting bagi kamu untuk memerhatikan peringatan tentang obat ini, salah-salah kamu malah dianggap melakukan penyalahgunaan obat dan juga bisa membahayakan diri. Hal yang perlu kamu perhatikan seperti:

1. Baca panduan obat

Sebaiknya, jika kamu mendapatkan resep diazepam harus dibaca dengan teliti informasi tentang cara penggunaan. Kamu juga bisa menanyakan hal tersebut kepada dokter atau apoteker saat menebus resep.

2. Perhatikan dosis

Jika kamu mendapatkan diazepam dalam bentuk cair berhati-hatilah saat mengukur dosis, sebaiknya gunakan alat pengukur yang diberikan di dalam dus obat. Jangan menggunakan sendok makan, karena mungkin  saja jumlah yang kamu tuangkan tidak sesuai.

3. Jangan hentikan pengobatan secara mendadak

Dokter biasanya akan menurunkan dosis secara perlahan, sebelum seseorang berhenti mengonsumsi obat ini.

4. Hindari makan jeruk bali

Hindari mengonsumsi obat ini bersamaan dengan buah jeruk bali, karena dapat menghambat hari untuk memproses obat ini di tubuh sehingga dapat meningkatkan efek samping dari obat ini.

5. Jangan membeli diazepam tanpa resep

Diazepam hanya boleh digunakan dengan pengawasan dokter. Obat ini digunakan hanya untuk waktu yang singkat. Jangan minum obat ini selama lebih dari 4 bulan tanpa saran dari dokter.

6. Beritahukan dokter mengenai kondisi kesehatan

Jika kamu memiliki beberapa kondisi seperti gangguan otot, penyakit pada hati, masalah pernapasan seperti asma, alkoholisme dan kecanduan obat-obat golongan benzodiazepine lainnya, beritahukanlah hal-hal tersebut kepada dokter saat pemeriksaan.

Selain itu, katakan pada dokter jika kamu memiliki alergi terhadap diazepam atau obat serupa seperti klonopin, xanax, dan obat lainnya.

Diazepam untuk ibu hamil dan menyusui

Diazepam adalah obat kehamilan kategori D. Itu berarti, obat satu ini menunjukkan risiko efek buruk pada janin ketika ibu hamil mengonsumsi obat ini.

Mengonsumsi obat ini selama kehamilan dapat menyebabkan bayi dilahirkan dengan kelainan anatomi, kelemahan otot, masalah pernapasan dan makan serta suhu tubuh rendah.

Beri tahu dokter jika kamu sedang hamil atau berencana untuk hamil. Diazepam dapat digunakan selama kehamilan hanya jika manfaat yang diberikan lebih besar dibanding potensi risikonya pada janin.

Untuk kamu yang sedang menyusui, diazepam dapat masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan efek mengantuk, lelah dan tidak mau makan pada anak yang di berikan ASI.

Efek samping diazepam

Jika kamu mengonsumsi obat ini dan merasakan beberapa efek di bawah ini, kamu tidak perlu khawatir karena hal tersebut bisa saja merupakan efek samping dari obat. 

Namun, jika gejala tersebut tidak kunjung hilang dan semakin parah sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Beberapa gejala yang mungkin merupakan efek samping di antaranya adalah:

  • Mengantuk
  • Bingung
  • Tidak bisa mengontrol gerakan
  • Tremor

Jika timbul efek samping seperti, sulit bernafas, kulit dan mata menguning, sulit mengingat sesuatu, berhalusinasi, delusi dan ada gangguan keseimbangan . ini merupakan tanda – tanda untuk segera menghubungi dokter ya.

Cara penyimpanan diazepam

Simpan obat ini di dalam wadah yang tertutup rapat, dan jauh dari jangkauan anak-anak. Simpan di suhu kamar dan jauhkan dari panas dan kelembaban berlebihan. Jangan simpan obat ini di kamar mandi ataupun di dalam kulkas, karena dapat berpotensi merusak kandungan obat.

Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk melindungi mereka dari keracunan obat. Bila produk sudah melewati tanggal kadaluarsa, buang obat sesuai arahan yang tersedia pada bagian informasi obat.

Kamu juga bisa menanyakan kepada dokter ataupun apoteker mengenai cara pembuangan obat ini. Ingatlah, untuk selalu merusak kemasan obat sebelum dibuang untuk menghindari penyalahgunaan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Interaksi diazepam dengan obat lain

Interaksi merupakan kondisi di mana suatu zat menghambat atau mengubah mekanisme kerja obat lainnya. Diazepam dapat berinteraksi dengan obat, vitamin ataupun obat herbal lainnya.

Sebaiknya komunikasikan dengan dokter, jika kamu sedang menjalankan jenis pengobatan lain. Hal ini dapat membantu dokter untuk mempertimbangkan penyesuaian dosis atau aturan pakai untuk mencegah terjadinya interaksi.

Berikut adalah daftar obat yang dapat menyebabkan interaksi dengan diazepam, di antaranya adalah:

1. Obat asam lambung

Obat-obatan ini dapat membuat tubuh sulit untuk menyerap diazepam. Jika kamu mengonsumsi diazepam bersamaan dengan obat-obatan ini, kemungkinan kadar diazepam dalam tubuh akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan tidak tercapainya efek terapi.

Obat-obat yang berkhasiat mengatasi gangguan asam lambung, di antaranya adalah:

  • Famotidine.
  • Omeprazole.
  • Pantoprazole.
  • Ranitidin.

2. Obat alergi atau obat flu

Mengonsumsi obat-obatan yang berkhasiat untuk mengurangi gangguan alergi atau pilek bersamaan dengan diazepam, dapat meningkatkan risiko mengantuk. Pada kasus tertentu, hal ini juga dapat menyebabkan pernapasan melambat atau bahkan berhenti.

Obat-obat yang dapat mengurangi gangguan alergi dan pilek yang dimaksud, di antaranya adalah:

  • Diphenhydramine.
  • Chlorpheniramine.
  • Promethazine.
  • Hidroksizin.

3. Antidepresan

Mengonsumsi antidepresan tertentu bersamaan dengan diazepam dapat meningkatkan risiko efek samping yaitu mengantuk. Obat-obat yang termasuk antidepresan di antaranya adalah:

  • Amitriptyline.
  • Nortriptyline.
  • Doxepin.
  • Mirtazapine.
  • Trazodone.

4. Obat antijamur

Obat-obatan ini memblokir enzim yang memecah diazepam. Jika kamu mengonsumsi kedua obat ini secara bersamaan, kadar diazepam dalam tubuh dapat meningkat sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya overdosis. Obat-obatan antijamur di antaranya adalah:

  • Ketoconazole.
  • Flukonazol.
  • Itrakonazol.

5. Obat antipsikotik

Obat antipsikotik merupakan golongan obat yang berkhasiat mengendalikan dan mengurangi gejala psikosis yang bisa dialami oleh penderita gangguan mental. Mengonsumsi obat antipsikotik tertentu dengan diazepam dapat meningkatkan risiko mengantuk.

Obat yang termasuk golongan antipsikotik di antaranya adalah:

  • Haloperidol.
  • Klorpromazin.
  • Quetiapine.
  • Risperidone.
  • Olanzapine.
  • Clozapine.

6. Obat mabuk perjalanan

Menggunakan obat mabuk perjalanan tertentu secara bersamaan dengan diazepam dapat meningkatkan risiko perlambatan napas. Obat-obatan yang termasuk golongan ini adalah:

  • Meclizine.
  • Dimenhydrinate.

7. Obat anti kejang lainnya

Diazepam dapat digunakan secara kombinasi untuk mengatasi kejang. Namun, obat-obatan berikut ini sebaiknya dihindari untuk digunakan secara bersamaan. 

Hal ini disebabkan karena obat-obat di bawah ini dapat memengaruhi enzim yang memecah diazepam. Beberapa obat anti-kejang yang sebaiknya dihindari untuk digunakan bersamaan, di antaranya adalah:

  • Fenobarbital.
  • Fenitoin.
  • Levetiracetam.
  • Carbamazepine.
  • Topiramate.
  • Divalproex.
  • Valproate.

8. Obat tuberkulosis

Obat-obatan ini dapat membuat proses pengeluaran diazepam dari dalam tubuh lebih cepat. Hal ini menyebabkan kadar diazepam menurun di dalam tubuh.

Jika kamu sedang dalam pengobatan tuberkulosis sebaiknya komunikasikan kepada dokter, agar menghindari pemberian diazepam. Jenis-jenis obat tuberkulosis yang dapat berinteraksi dengan diazepam di antaranya, adalah:

  • Rifampisin.
  • Rifabutin.
  • Rifapentine.

Yang perlu dilakukan jika satu dosis terlewat

Jika dokter meresepkan obat diazepam dan kamu lupa untuk meminumnya, minumlah obat tersebut sesegera mungkin saat kamu mengingatnya. 

Tapi, jika kamu baru mengingatnya setelah mendekati waktu untuk dosis selanjutnya, lewati saja dosis yang terlupa.

Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat, karena hal tersebut dapat menyebabkan kamu mengalami overdosis.

Yang harus dilakukan jika overdosis

Biasanya, gejala overdosis yang mungkin terjadi di antaranya adalah rasa kantuk yang ekstrem, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, otot lemas atau lemah, bisa juga pingsan.

Bila kamu mengalami kondisi overdosis maka segera cari bantuan medis untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

WebMD. Diakses pada 14 Mei 2020. Diazepam Oral : Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing

Health line (2017). Diakses pada 14 Mei 2020. Diazepam, Oral Tablet

NHS. Diakses pada 14 Mei 2020. Diazepam: medicine to treat anxiety, muscle spasms and fits

 

    Berita Terkait
    register-docotr