Kamus Obat

Codeine

February 1, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Codeine atau kodein merupakan obat turunan fenantrena dan termasuk dalam golongan narkotika kelas III. Obat ini sudah umum digunakan sebagai obat batuk kering dan pereda nyeri.

Codeine pertama kali ditemukan oleh Pierre Jean Robiquet pada tahun 1832. Dan kini telah masuk dalam daftar obat esensial organisasi kesehatan dunia (WHO).

Berikut informasi selengkapnya mengenai obat codeine, manfaat, dosis, cara minum, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat codeine?

Codeine adalah obat opiat yang digunakan untuk meredakan nyeri, beberapa jenis batuk, dan diare. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi batuk kering, tetapi tidak efektif untuk kondisi batuk akut.

Codeine akan lebih efektif saat digunakan sebagai kombinasi dengan acetaminofen (parasetamol) atau obat antiinfalami non-steroid (AINS), seperti metampiron (dipiron), indometasin, ibuprofen, dan lain-lain.

Obat ini telah tersedia sebagai obat tablet generik yang diminum melalui mulut (oral). Namun, sebagian lembaga medis menyatakan penggunaan codeine tidak direkomendasikan pada anak di bawah usia 12 tahun.

Apa fungsi dan manfaat obat codeine?

Codeine memiliki fungsi sebagai pereda nyeri tingkat ringan hingga sedang. Terkadang, obat ini juga dikombinasikan dengan obat-obatan analgesik-antipiretik sebagai obat batuk, demam, atau pilek.

Sifat codeine yang mampu menghambat peristaltik dalam usus juga berguna untuk pengobatan diare. Namun, penggunaannya cukup terbatas dan dapat menyebabkan ketergantungan.

Efek terapeutik codeine biasanya bekerja setelah setengah jam digunakan dan mencapai efek maksimum setelah dua jam. Efek obat dapat bertahan hingga 4-6 jam.

Umumnya, obat ini dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi berikut:

1. Nyeri

Codein dapat diberikan sebagai obat untuk meredakan gejala nyeri ringan sampai sedang yang tidak merespons obat-obatan analgesik nonopiate.

Kombinasi obat dengan aspirin atau asetaminofen dapat menghasilkan efek analgesik aditif karena mekanisme kerja yang berbeda. Namun, beberapa produk obat mengombinasikan codeine untuk tujuan tertentu.

Dalam pengobatan gejala nyeri akut, analgesik opiat, termasuk codeine dapat diberikan sebagai obat penunjang. Biasanya diberikan untuk nyeri akibat cedera parah, kondisi medis parah, atau prosedur pembedahan.

Terkadang, obat ini juga dijadikan alternatif untuk menghilangkan nyeri dan fungsi pemulihan yang tidak efektif atau kontraindikasi terhadap obat nonopiate.

Pengobatan sangat direkomendasikan untuk menggunakan dosis efektif terendah dalam durasi sesingkat mungkin. Perawatan dapat dioptimalkan dengan penggunaan bersama dari terapi lain yang sesuai.

2. Batuk

Produk kombinasi codeine sering digunakan untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh flu, alergi, demam, atau penyakit pernapasan lainnya.

Produk kombinasi yang mengandung penekan batuk opioid (antitusif) dapat memengaruhi bagian otak tertentu. Hal ini dapat mengurangi keinginan untuk batuk.

Obat ini terutama diberikan pada jenis batuk kering. Meskipun beberapa ahli medis dunia tidak terlalu menyukai obat kombinasi ini dalam obat batuk. Namun, codeine dapat dijadikan terapi pilihan saat terapi utama tidak merespons pengobatan.

3. Diare

Sifat codeine yang mampu menekan peristaltik dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diare. Obat ini diberikan apabila terapi biasa sudah tidak merespons obat konvensional.

Dosis terapeutik codeine yang lazim digunakan adalah 30 hingga 60mg setiap empat jam sesuai kebutuhan untuk mengendalikan diare.

Penggunaan codeine dibutuhkan resep khusus pada sebagian kasus-kasus tertentu. Hal tersebut karena obat ini berpotensi menimbulkan kecanduan, dan tidak cocok untuk diare kronis.

Merek dan harga obat codeine

Obat ini telah memiliki izin edar untuk penggunaan medis di Indonesia dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Beberapa merek codeine yang telah beredar, antara lain:

  • Codikaf
  • Codipront
  • Codipront Cum Expectorant
  • Codipront Mono
  • Codipront Mono Sr
  • Codipront Cum Expectorans
  • Coditam
  • Codipront Cum Expectorant
  • Kodein Fosfat

Obat ini tidak bisa kamu dapatkan di beberapa apotek karena keterbatasan penggunaan obat. Dan untuk mendapatkannya, kamu harus menyertakan resep dari dokter.

Codeine hanya bisa kamu tebus di apotek rumah sakit, atau pada beberapa apotek bersertifikat yang telah memperoleh izin khusus.

Umumnya obat ini dijual dengan harga berkisar Rp145.000-Rp160.000/strip. Namun, masing-masing harga bisa berbeda berdasarkan wilayah dan apotek.

Bagaimana cara minum obat codeine?

Gunakan obat sesuai dosis yang ditentukan oleh dokter. Ikuti semua petunjuk cara pakai yang tertera di label kemasan obat. Jangan pernah menggunakan obat dalam jumlah yang lebih banyak, atau lebih lama dari yang ditentukan.

Beritahu dokter apabila codeine berhenti bekerja dengan baik dalam mengurangi rasa sakit. Berhati-hatilah saat menggunakan obat ini karena dapat memperlambat atau menghentikan pernapasan.

Menjual atau memberikan obat ini pada orang lain termasuk perbuatan melanggar hukum. Jangan berikan pada anak kecil atau orang lain tanpa resep dokter.

Codeine dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Minum obat ini dengan makanan atau susu jika kamu memiliki keluhan fungsi lambung atau usus.

Minum 6 hingga 8 gelas air setiap hari untuk membantu mencegah sembelit saat kamu meminum obat ini. Jangan gunakan pelunak feses (obat pencahar) tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Jangan berhenti menggunakan obat ini secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang. Berhenti tiba-tiba bisa menyebabkan gejala ketergantungan. Tanyakan kepada dokter bagaimana cara berhenti menggunakan obat ini dengan aman.

Simpan obat pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari setelah digunakan.

Jangan menyimpan sisa obat opioid. Satu dosis obat dapat menyebabkan kematian pada seseorang yang menggunakan obat ini secara tidak sengaja atau tidak tepat.

Tanyakan apoteker di mana kamu bisa membuangnya dengan aman. Biasanya, kamu bisa membuang obat opioid dalam program pembuangan kembali obat.

Kamu juga bisa campurkan sisa obat dengan kotoran kucing atau ampas kopi di dalam kantong plastik tertutup. Kemudian kamu dapat membuang kantong tersebut ke tempat sampah.

Berapa dosis obat codeine?

Dosis dewasa

Nyeri ringan sampai sedang

Intramuskuler

  • Dosis lazim: 30-60mg tiap 4 jam sesuai kebutuhan
  • Dosis maksimal: 240mg perhari

Oral

  • Dosis lazim: 15-60mg tiap 4 jam sesuai kebutuhan.
  • Dosis maksimal: 360mg setiap hari.

Diare akut

Dosis lazim: 30mg 3-4 kali sehari.

Pereda batuk

Dosis lazim: 15-30mg 3-4 kali sehari.

Dosis anak

Nyeri ringan sampai sedang

Intramuskuler

  • Usia di atas 12 tahun: 0,5-1mg perkg 6 jam sesuai kebutuhan.
  • Dosis maksimal: 240mg setiap hari.

Oral

  • Usia di atas 12 tahun: 0,5-1mg perkg 6 jam sesuai kebutuhan.
  • Dosis maksimal: 240mg setiap hari (60mg/dosis).

Apakah codeine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori C.

Studi percobaan pada hewan percobaan menunjukkan risiko tidak menyenangkan pada janin (teratogenik). Namun, belum ada studi terkontrol yang lebih memadai pada wanita hamil. Penggunaan obat dapat dilakukan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dari risikonya.

Codeine diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga sangat tidak disarankan untuk digunakan pada ibu hamil. Penggunaan obat hanya dilakukan setelah kamu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Apa efek samping obat codeine yang mungkin terjadi?

Beikut adalah beberapa efek samping akibat penggunaan codeine:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Papas berisik, desahan, napas pendek, napas yang berhenti saat tidur
  • Detak jantung lambat atau denyut nadi lemah
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Kebingungan, agitasi, halusinasi, pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • Perasaan sangat bahagia atau sedih
  • Kejang
  • Masalah dengan buang air kecil
  • Tingkat kortisol rendah yang ditandai dengan gejala mual, muntah, kehilangan nafsu makan, pusing, kelelahan atau kelemahan yang memburuk.
  • Gejala sindrom serotonin, seperti agitasi, halusinasi, demam, berkeringat, menggigil, detak jantung cepat, otot kaku, kedutan, kehilangan koordinasi, mual, muntah, atau diare.
  • Penggunaan obat opioid dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesuburan pada pria atau wanita. Belum diketahui apakah efek opioid pada kesuburan bersifat permanen atau tidak.

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan codeine, antara lain:

  • Merasa pusing atau mengantuk
  • Mual, muntah, sakit perut
  • Sembelit
  • Berkeringat yang tidak biasa

Peringatan dan perhatian

Jangan menggunakan obat ini apabila kamu memiliki riwayat alergi codeine sebelumnya, atau kamu memiliki riwayat gangguan berikut:

  • Asma parah atau masalah pernapasan
  • Penyumbatan di perut atau usus
  • Serangan asma mendadak

Pada beberapa orang, obat ini dimetabolisme dengan cepat di hati dan mencapai lebih tinggi dari tingkat normal. Hal ini dapat menyebabkan pernapasan sangat lambat dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.

Jangan memberikan codeine kepada siapapun yang berusia di bawah 12 tahun. Pemberian dosis untuk anak perlu sangat berhati-hati.

Untuk memastikan obat ini aman untuk kamu gunakan, beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat kondisi berikut:

  • Penyakit hati
  • Asma, COPD, sleep apnea, atau gangguan pernapasan lainnya
  • Kelengkungan tulang belakang tidak normal yang memengaruhi pernapasan
  • Penyakit ginjal
  • Cedera kepala atau tumor otak
  • Tekanan darah rendah
  • Penyumbatan di saluran pencernaan
  • Gangguan pankreas
  • Tiroid kurang aktif
  • Penyakit Addison atau gangguan kelenjar adrenal lainnya
  • Prostat membesar
  • Masalah buang air kecil
  • Penyakit mental
  • Kecanduan narkoba atau alkohol.

Jika kamu menggunakan obat ini saat hamil, besar kemungkinan bayi menjadi ketergantungan. Hal tersebut dapat menyebabkan gejala putus zat yang mengancam jiwa pada bayi setelah lahir. Bayi yang lahir mungkin memerlukan perawatan medis selama beberapa minggu.

Jangan menyusui saat mengonsumsi codeine. Obat ini bisa masuk dalam ASI dan menyebabkan kantuk, masalah pernapasan, atau kematian pada bayi yang menyusui.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 21 Januari 2021, Codeine: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine, diakses pada 21 Januari 2021, Codeine: MedlinePlus Drug Information

The National Health Service (NHS), diakses pada 21 Januari 2021, Codeine: medicine to treat pain and diarrhoea.

Science Direct, diakses pada 21 Januari 2021, Codeine – an overview | ScienceDirect Topics

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 21 Januari 2021, KODEIN FOSFAT | PIO Nas

    register-docotr