Kamus Obat

Tentang Clopidogrel: Obat Pengencer Darah yang Perlu Dipahami

April 19, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Clopidogrel adalah obat antiplatelet atau pengencer darah. Dengan obat ini, darah kamu dapat mengalir di sepanjang pembuluh darah dengan lebih mudah dan lancar.

Mengonsumsi clopidogrel akan membantu mencegah terjadinya pembekuan darah, terutama jika kamu memiliki faktor-faktor risiko yang dapat membuat gangguan kesehatan itu terjadi.

Tapi ingat, ya, obat ini hanya boleh dikonsumsi berdasarkan resep dokter. Dokter sebelumnya akan memeriksa apakah kamu benar membutuhkan konsumsi obat tersebut.

Apa itu clopidogrel?

Clopidogrel merupakan obat pengencer darah yang umumnya diberikan pada pasien dengan masalah pembekuan darah.

Beberapa pembekuan darah yang dapat ditangani dengan konsumsi obat ini misalnya nyeri di dada, penyakit arteri perifer (sirkulasi yang buruk di kaki), serangan jantung atau bahkan stroke.

Cara kerja clopidogrel

Sebagai obat antiplatelet, clopidogrel bekerja dengan menahan trombosit agar tidak menempel satu sama lain, dengan cara ini, maka pembekuan darah dapat dicegah. Obat dengan cara kerja seperti ini masuk dalam golongan obat platelet inhibitors.

Karena cara kerja ini, clodipogrel juga digunakan dengan aspirin untuk mengatasi terjadinya atau pemburukan kondisi nyeri dada (serangan jantung baru, angina atau angin duduk yang tidak stabil).

Selain itu, konsumsi keduanya juga bertujuan untuk mempertahankan pembuluh darah tetap terbuka dan mencegah pembekuan darah setelah dilakukan prosedur medis tertentu, seperti pemasangan ring jantung.

Cara konsumsi clopidogrel

Dosis yang akan diberikan dokter untuk kamu akan sangat bergantung pada kondisi medis yang dialami.

Biasanya, dokter akan memulai dengan memberikan dosis rendah lalu mengaturnya sewaktu-waktu untuk mencapai dosis yang tepat untuk kamu. Pada umumnya, dosis akan diberikan serendah mungkin, tapi efeknya tetap maksimal.

Obat ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet dengan kadar 75 mg dan 300 mg.

Dosis untuk sindrom koroner akut

Dosis dewasa (usia 18 tahun ke atas)

Dosis awal pada umumnya diberikan sebesar 300 mg, diminum satu kali. Awal pengobatan tanpa dosis yang tinggi akan memperlambat efeknya beberapa hari.

Untuk dosis pemeliharaan (maintenance dose) biasanya dosis akan diturunkan menjadi 75 mg, diminum sekali sehari.

Dosis anak-anak (usia 0-17 tahun)

Obat ini belum dikaji lebih lenjut untuk diberikan pada anak-anak dan seharusnya tidak boleh diberikan kepada orang dengan usia kurang dari 18 tahun.

Dosis untuk serangan jantung, stroke yang baru terjadi dan arteri perifer

Dosis dewasa (usia 18 tahun ke atas)

Dosis yang biasanya diberikan adalah 75 mg yang diminum sekali sehari.

Dosis anak-anak (usia 0-17 tahun)

Obat ini belum dikaji lebih lenjut untuk diberikan pada anak-anak dan seharusnya tidak boleh diberikan kepada orang dengan usia kurang dari 18 tahun.

Konsumsi obat harus sesuai dosis

Tablet oral clopidogrel biasanya digunakan untuk pengobatan jangka panjang. Kamu akan terkena risiko yang serius jika tidak mengonsumsinya sesuai dengan resep dokter.

Peringatan tentang penghentian konsumsi secara mendadak

Jika kamu berhenti atau tidak mengonsumsi sama sekali, kamu akan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke yang kamu miliki. Kondisi ini bisa fatal.

Jika kamu menghentikan pengobatan clopidogrel secara sementara, mulailah mengonsumsinya kembali secepat mungkin seperti yang diberitahukan oleh dokter.

Kalau kamu terlewat atau tidak meminumnya sesuai jadwal, pengobatan yang kamu jalankan bisa tidak bekerja dengan baik. Untuk membuat clopidogrel berfungsi dengan baik, kadar obat ini dalam jumlah tertentu harus ada di dalam tubuh kamu sepanjang waktu.

Apabila kamu mengonsumsi obat ini terlalu banyak, kamu bisa memiliki level berbahaya kandungan obat di dalam tubuh kamu. Gejala overdosis obat ini seperti perdarahan dapat terjadi.

Peringatan jika terlewat dosis minum obat

Kalau kamu terlewat dosis, misalnya karena lupa, maka segeralah minum obat ini secepat mungkin saat kamu ingat. Apabila kamu ingat sebelum waktu minum obat berikutnya, lewati saja dosis yang ketinggalan itu.

Karena kamu harus mengambil satu dosis dalam satu jadwal. Jangan mengonsumsi dua dosis clopidogrel di waktu bersamaan kecuali dengan sepengetahuan dokter.

Yang perlu diingat, pengobatan clopidogrel bisa dikatakan berhasil jika kamu tidak terkena serangan jantung atau stroke.

Efek samping clopidogrel

Tablet oral obat ini dapat menyebabkan efek samping yang ringan bahkan serius. Meskipun tidak semua, tapi daftar berikut ini adalah efek samping yang dapat kamu alami akibat mengonsumsi clopidogrel.

Efek samping umum

Efek samping umum yang biasa terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Perdarahan
  • Kulit yang gatal

Apabila kulit kamu gatal akibat mengonsumsi obat ini, efek tersebut bisa hilang dalam beberapa hari atau pekan. Tapi jika tidak hilang juga dan cenderung memberat, sebaiknya kamu segera menemui dokter.

Efek samping serius

Efek samping serius yang bisa terjadi berikut dengan gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Perdarahan yang serius dan membahayakan jiwa. Gejalanya di antaranya:
    • perdarahan tanpa sebab atau perdarahan yang berlangsung lama
    • urine yang mengandung darah (urine berwarna merah muda, merah atau cokelat)
    • kotoran yang berwarna merah atau hitam
    • memar yang terjadi tanpa sebab atau memar yang semakin membesar
    • batuk darah atau darah beku
    • muntah darah atau muntah yang terlihat seperti ampas kopi
  • Penyakit pembekuan darah yang dinamakan thrombotic thormbcytopenic purpura (TTP). Kondisi ini dapat terjadi setelah konsumsi clopidogrel, bahkan ketika kamu hanya mengonsumsinya kurang dari dua minggu. Gejalanya adalah:
    • titik berwana ungu (purpura) di kulit atau mulut kamu (membran mukosa) karena perdarahan di bawah kulit
    • kulit atau bagian putih mata yang menguning
    • kelelahan atau kelemahan tubuh
    • kulit yang terlihat pucat
    • demam
    • detak jantung yang cepat atau napas yang memendek
    • sakit kepala
    • kesulitan berbicara atau mengerti bahasa verbal (afasia)
    • linglung
    • koma
    • stroke
    • kejang
    • sedikit urine, atau urine menjadi berwarna merah muda atau ada darah
    • nyeri di perut
    • mual, muntah atau diare
    • kehilangan penglihatan

Interaksi clopidogrel dengan obat lain

Tablet oral clopidogrel dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain. Beda obat, beda juga efek interaksi yang terjadi.

Sebagai contoh, beberapa dapat memengaruhi keefektifan clopidogrel, dan ada sebagian yang dapat meningkatkan risiko efek sampingnya.

Oleh karena itu, sebelum kamu mengonsumsi clopidogrel, beritahu dokter semua pengobatan, vitamin ataupun herbal yang sedang kamu gunakan untuk menghindari adanya interaksi obat.

Daftar berikut ini, meskipun tidak semua disebutkan, adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan clopidogrel:

Obat diabetes

Pada banyak kasus, repaglinide tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan clopidogrel. Konsumsi keduanya dapat meningkatkan kadar repaglinide di dalam tubuh kamu.

Kondisi itu dapat menyebabkan level gula darah menjadi rendah. Jika kamu mengonsumsi keduanya, dokter akan secara seksama mengatur dosis dari repaglinide.

Obat asam lambung (proton pump inhibitor)

Kamu tidak boleh mengonsumsi clopidogrel dengan obat yang digunakan untuk menangkal asam lambung. Keduanya dapat membuat clopidogrel menjadi kurang efektif. Contoh dari obat ini adalah:

  • Omeprazole
  • Esomeprazole

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)

Konsumsi keduanya dapat meningkatkan risiko perdarahan di perut dan usus. Contoh dari obat ini adalah:

Pengencer darah

Meskipun memiliki fungsi yang sama, warfarin yang juga merupakan obat pengencer darah memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan clopidogrel. Konsumsi keduanya dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Obat untuk mengatasi depresi

Menggunakan antidepresan dengan clopidogrel bisa meningkatkan risiko perdarahan kamu. Contoh dari obat ini adalah:

  • Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
  • Serotonin-nonrepinephrine reuptake inhibitor (SNRI)

Salisilat (aspirin)

Apabila kamu memiliki sindrom koroner akut, kamu harus mengonsumsi aspirin dengan clopidogrel. Meskipun demikian, kedua obat ini tidak bisa dikonsumsi bersamaan jika kamu baru memiliki stroke, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan hebat.

Opioid

Menggunakan opioid dengan clopidogrel dapat memperlambat penyerapan dan menurunkan kadar clopidogrel di dalam tubuh kamu. Sehingga clopidogrel menjadi kurang efektif.

Jika kamu harus mengonsumsi kedua obat ini berbarengan, dokter mungkin akan meresepkan obat tambahan untuk membantuk pencegahan pembekuan darah.

Contoh dari opioid adalah:

  • Codeine
  • Hydrocodone
  • Fentanil
  • Morfin

Konsumsi clopidogrel di masa kehamilan

Belum ada data atau pelaporan yang menyebut konsumsi clopidogrel berpengaruh terhadap cacat lahir atau keguguran. Namun ada risiko infark miokard dan stroke yang dapat terjadi pada ibu hamil dan janin.

Kedua penyakit itu adalah kondisi darurat medis. Pengobatan menggunakan clopidgorel bisa saja dilakukan terlepas dari risiko efek obat ini kepada janin, namun semua bergantung pada keputusan dokter.

Persalinan

Pengobatan menjelang masa persalinan dapat meningkatkan perdarahan, hindari prosedur neuraxial blockade selama penggunaan clopidogrel karena adanya risiko hematoma tulang belakang.

Jika memungkinkan, hentikan pengobatan 5-7 hari sebelum persalinan atau prosedur neuraxial blockade.

Masa menyusui

Belum diketahui apakah clopidogrel disalurkan ke dalam ASI. Jika ada, maka ini dapat menyebabkan efek serius kepada anak yang sedang disusui.

Untuk hal ini, kamu harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah kamu akan menghentikan pengobatan atau pemberian ASI sementara waktu.

Peringatan tentang obat clopidogrel

Peringatan perdarahan hebat

Obat ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan bahkan fatal. Clopidogrel bisa menyebabkan timbulnya ruam dan berdarah lebih mudah, menyebabkan mimisan, dan perdarahan menjadi lebih lama untuk berhenti.

Kamu harus segera mengunjungi dokter terhadap perdarahan serius yang kamu alami, seperti:

  • Perdarahan tanpa sebab, berkepanjangan dan berlebihan
  • Darah di kotoran atau urine kamu

Peringatan untuk prosedur bedah

Sebelum melakukan prosedur apapun, kamu harus memberi tahu dokter atau dokter gigi kamu jika kamu sedang mengonsumsi obat ini. Kamu mungkin harus menghentikan sementara waktu pengobatan kamu sebelum prosedur dilakukan untuk menghindari perdarahan.

Peringatan alergi

Clopidogrel dapat menyebabkan reaksi alergi yang berat. Gejalanya dapat berupa:

  • Kesulitan bernapas
  • Bengkak di wajah, bibir, lidah atau tenggorokan

Jangan mengonsumsi obat ini lagi jika kamu menderita alergi obat ini. Kamu juga tidak boleh mengonsumsinya jika kamu memiliki alergi terhadap obat kategori rhienopyridine seperti ticlopidine dan clopidogrel. jika masih nekat, maka kamu hanya akan membahayakan diri sendiri.

Interaksi dengan alkohol

Jangan mengonsumsi obat ini dengan alkohol karena pencampuran keduanya dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Konsultasikan pada dokter apa saja yang perlu kamu perhatikan saat akan mengonsumsi obat ini, karena beberapa efek samping justru bisa sebabkan perdarahan fatal.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2016) diakses 18 Mei 2020. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5190/clopidogrel-oral/details
  2. Healthline.com (2018) diakses 18 Mei 2020. https://www.healthline.com/health/clopidogrel-oral-tablet
  3. Reference.medscape.com (2020) diakses 18 Mei 2020. https://reference.medscape.com/drug/plavix-clopidogrel-342141#6
  4. Nhs.uk (2018) diakses 18 Mei 2020. https://www.nhs.uk/medicines/clopidogrel/
    register-docotr