Kamus Obat

Celestamine

January 11, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Celestamine merupakan nama dagang dari kombinasi obat betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Betamethasone adalah obat golongan steroid, sedangkan dexchlorpheniramine maleate termasuk dalam golongan antihistamin.

Berikut ini informasi lengkap untuk apa obat celestamine digunakan, manfaat, dosis penggunaan, cara pakai, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat celestamine?

Celestamine tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan alergi, gangguan pernapasan, dan urtikaria (penyakit kulit).

Obat ini juga digunakan untuk mengobati peradangan parah yang disebabkan oleh kondisi tertentu. Kondisi ini termasuk asma parah, alergi parah, rheumatoid arthritis, kolitis ulserativa, kelainan darah tertentu, lupus, multiple sclerosis, kondisi mata dan kulit tertentu.

Obat ini tersedia dalam sediaan tablet dan termasuk dalam golongan obat keras. Obat ini bisa kamu dapatkan setelah mendapat rekomendasi dari dokter.

Apa fungsi dan manfaat obat celestamine?

Celestamine berfungsi sebagai agen yang memodifikasi respons kekebalan tubuh terhadap berbagai kondisi dan mengurangi peradangan.

Betamethason bekerja dengan mengikat reseptor glukokortikoid dan kemudian mengikat DNA untuk memodifikasi sintesis beberapa protein inflamasi. Dengan cara ini obat dapat menyebabkan penurunan reaksi autoimun dan peradangan secara keseluruhan.

Sedangkan dexchlorpheniramine maleate memiliki sifat antihistamin yang bekerja sebagai antagonis reseptor H1 dan menghambat histamin pada reseptor histamin H1. Itulah sebabnya obat ini dapat mengobati kondisi alergi seperti demam dan urtikaria.

Celestamine, kombinasi dari betamethason dan dexchlorpheniramine maleate dimanfaatkan untuk mengobati kondisi tertentu berhubungan dengan penurunan fungsi kelenjar adrenal.

Fungsi dan manfaat obat celestamine berkaitan dengan beberapa kondisi alergi. Sebuah studi telah menunjukkan bahwa obat ini efektif untuk mengatasi gangguan berikut:

1. Gangguan pernapasan

Celestamine dapat digunakan sebagai pengobatan untuk gangguan pernapasan yang berkaitan dengan alergi, seperti rinitis dan alergi musiman.

Rinitis musiman terjadi di beberapa waktu tertentu dan bentuk dari respons dari alergen dari luar. Biasanya terjadi di musim gugur dan musim semi dan mungkin lebih sering terjadi di luar negeri. Biasanya muncul karena alergen seperti serbuk sari.

Sedangkan rinitis tahunan dapat terjadi sepanjang tahun atau kapan saja sebagai respons terhadap zat dalam ruangan, seperti tungau, debu, atau bulu hewan peliharaan.

Celestamine biasa diberikan dalam dosis terbagi dua kali sehari yang ditujukan untuk menekan inflamasi di saluran pernapasan.

Obat dalam bentuk semprotan hidung mungkin lebih efektif dan aman. Namun, penggunaannya dibatasi oleh durasi efek yang singkat dan efek samping dari terapi yang berkepanjangan.

2. Gatal atau ruam

Ruam merupakan kondisi berubahnya kulit yang memengaruhi warna, penampilan, atau teksturnya. Ruam yang disebabkan oleh alergi terkadang dapat menimbulkan rasa gatal hingga muncul bentol-bentol.

Perawatan ruam disertai gatal berbeda menurut diagnosis dari masing-masing pasien. Ruam tingkat ringan dapat diobati dengan celestamine meskipun obat seperti krim hidrokortison mungkin lebih efektif.

Namun, celestamine yang diminum secara oral mungkin lebih efektif untuk mengobati ruam tingkat sedang. Obat yang bekerja sistemik akan langsung menghambat inflamasi di daerah yang bermasalah sehingga lebih mudah diatasi.

3. Gangguan alergi

Alergi adalah sejumlah kondisi yang disebabkan oleh hipersensitivitas sistem kekebalan terhadap suatu zat yang biasanya tidak berbahaya.

Penyebab umum alergi biasanya adalah dari makanan, getah tanaman, pengobatan, sengatan serangga, racun yang berinteraksi dengan protein, dan sebagainya.

Gejala mungkin termasuk mata merah, ruam gatal, bersin, pilek, sesak napas, atau bengkak. Perlu diketahui bahwa intoleransi makanan dan keracunan makanan merupakan kondisi yang berbeda.

Beberapa obat dapat digunakan untuk memblokir aksi reseptor alergi, atau untuk mencegah aktivasi sel dan proses degranulasi. Obat-obatan ini termasuk antihistamin, glukokortikoid, dan beberapa obat lain seperti celestamine.

Celestamine dapat direkomendasikan untuk mengatasi alergi tingkat sedang. Sedangkan alergi tingkat berat bisa diatasi dengan obat antihistamin bentuk injeksi.

4. Urtikaria

Urtikaria juga disebut gatal-gatal atau bidur yang dapat berubah bentuk dan ukuran serta bisa muncul di bagian kulit mana saja.

Gejala gangguan ini bisa ringan atau parah dan berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa hari.

Biduran mungkin merupakan tanda reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis yang membutuhkan perawatan segera. Urtikaria yang berlangsung lebih dari 6 minggu mungkin merupakan kondisi kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Namun, bidur sering hilang meski tanpa pengobatan. Urtikaria kronis mungkin perlu diobati dengan lebih dari satu obat.

Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengobati urtikaria adalah golongan antihistamin untuk mengurangi gejala ringan seperti gatal atau ruam. Obat ini dikombinasikan dengan steroid untuk mengurangi kemerahan, nyeri, dan bengkak.

Celestamine merupakan salah satu obat yang direkomendasikan untuk gangguan urtikaria kronis, terutama untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, kandungan kombinasi obat celestamine juga efektif untuk mengatasi gejala urtikaria yang berkepanjangan.

5. Radang sendi

Radang sendi atau arthritis cenderung melibatkan rasa sakit, pegal, kaku, dan bengkak di dalam dan sekitar satu atau lebih sendi.

Gejalanya bisa berkembang secara bertahap atau tiba-tiba. Kondisi radang sendi tertentu juga dapat melibatkan sistem kekebalan dan berbagai organ dalam tubuh.

Beberapa peneliti melakukan uji coba terhadap efektivitas obat glukokortikoid yang dikombinasikan dengan antihistamin terhadap radang sendi. Bukti uji klinis memberikan hasil bahwa kombinasi keduanya dapat mencegah peradangan lebih parah.

Selain pemberian obat lini pertama untuk rematik, terapi tambahan celestamine mampu memblokir reseptor inflamasi sehingga menurunkan risiko peradangan.

6. Peradangan kulit

Peradangan kulit merupakan respons dari sistem kekebalan tubuh yang mencoba untuk memberikan perlindungan terhadap ransangan berbahaya.

Peradangan kulit ini memiliki gejala akut dan kronis. Peradangan kulit bisa terjadi akibat komplikasi seperti asma, pneumonia, dan gangguan autoimun.

Gejala paling umum adalah kulit terasa terbakar, kemerahan, nyeri, dan bengkak. Gejala akibat komplikasi bisa semakin parah jika tidak segera ditangani.

Pengobatan biasanya hanya diberikan untuk mengobati gejala yang timbul akibat komplikasi, bukan mengobati penyebab gejala. Kombinasi obat antihistamin dan glukokortikoid sering direkomendasikan karena kombinasi obat yang dapat bekerja lebih efektif.

Celestamine menjadi salah satu obat rekomendasi yang dapat diberikan selain terapi utama. Pertimbangan ini muncul karena risiko efek samping obat ini yang tidak terlalu berisiko, terutama saat diberikan dengan golongan obat tertentu.

Merek dan harga obat celestamine

Celestamine merupakan nama dagang dari kombinasi obat betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate yang telah diedarkan secara luas.

Obat ini tersedia dengan beberapa bentuk sediaan dan harga yang bervariasi, antara lain sebagai berikut:

  • Celestamine syrup 60ml. Sediaan sirup tiap 5ml mengandung betamethasone 0,25mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Sirup ini diindikasikan untuk alergi saluran pernapasan, kulit, dan mata. Obat bisa kamu dapatkan dengan harga Rp93.979/botol.
  • Celestamine tablet. Sediaan tablet mengandung betamethasone 0,25mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp5.389/tablet-Rp5.501/tablet.
  • Celestamine syrup 30ml. Sediaan sirup tiap 5ml mengandung betamethasone 0,25mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp54.955/botol.

Bagaimana cara minum obat celestamine?

Obat ini termasuk dalam obat keras yang harus ditebus menggunakan resep dokter. Ikuti petunjuk penggunaan yang telah ditentukan oleh dokter.

Baca petunjuk cara pakai dan dosis yang tertera di label kemasan resep. Adakalanya dokter mengubah dosis menyesuaikan dengan respons klinis pasien.

Obat ini bisa diminum setelah makan. Sebaiknya minum obat ini saat akan tidur karena mungkin dapat menyebabkan mengantuk.

Biasanya obat alergi hanya digunakan sampai gejala penyakit menghilang. Penggunaan obat jangka panjang tidak disarankan kecuali untuk kondisi tertentu. Penggunaan jangka panjang dapat dilakukan atas arahan dari dokter.

Minum obat setiap hari dalam waktu yang sama untuk memudahkan kamu mengingat. Apabila kamu lupa minum, segera minum obat apabila waktu minum berikutnya masih lama. Jika tidak maka dosis minum obat bisa dilewati dan konsultasikan dengan dokter.

Jangan menggandakan dosis minum obat dalam satu waktu. Minum obat sekaligus dengan air putih dan jangan dikunyah. Sediaan tablet yang diubah menjadi serbuk sebaiknya diberikan setelah diberikan arahan dosis yang tepat dari dokter.

Sediaan sirup sebaiknya dikocok lebih dahulu sebelum digunakan. Takar dengan sendok takar yang telah tersedia. Jangan menggunakan sendok dapur untuk menghindari salah dosis.

Simpan obat celestamine pada suhu ruangan jauh dari kelembapan, panas, dan cahaya matahari setelah digunakan. Pastikan tutup botol obat tertutup rapat setelah digunakan. Sediaan sirup ini jangan digunakan setelah lewat dari 90 hari sejak tutup botol dibuka.

Berapa dosis obat celestamine?

Dosis dewasa

  • Dosis lazim: 1-2 tablet sehari.
  • Dosis maksimal: 8 tablet sehari.

Dosis anak

  • Untuk anak di bawah usia 2-6 tahun: dosis 1/4 tablet atau 1/2 sendok makan dianjurkan diminum 3 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 1/2 tablet atau 1/2 sendok makan sirup diminum 3 kali sehari.
  • Usia di atas 12 tahun: 1 atau 2 tablet atau sendok makan, 4 kali sehari.

Apakah celestamine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) telah menetapkan obat ini dalam kategori kehamilan C untuk betamethasone. Penelitian pada hewan menunjukkan teratogenisitas saat kortikosteroid oral diberikan, atau steroid kuat diberikan secara topikal.

Namun, tidak ada data terkontrol tentang penggunaan obat pada wanita hamil. Obat ini direkomendasikan hanya selama kehamilan tidak ada alternatif pengobatan dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Obat ini mungkin tidak aman jika diminum pada wanita sedang menyusui atau berniat untuk mulai menyusui.

Kortikosteroid dapat menimbulkan efek merugikan janin atau bayi dan bisa mengganggu pertumbuhan rata-rata bayi yang baru lahir.

Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan sebelum menggunakan Celestamine jika kamu sedang menyusui bayi.

Apa efek samping obat celestamine yang mungkin terjadi?

Penggunaan obat celestamine yang disalahgunakan memiliki beberapa efek samping yang mungkin parah atau ringan. Berikut adalah beberapa efek sampingnya:

  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal dalam tubuh (hipertrikosis)
  • Kulit terbakar dan gatal
  • Hipertensi
  • Gangguan adrenal
  • Kulit kering, kemerahan, dan bengkak
  • Penglihatan kabur atau kebutaan
  • Jerawat
  • Keluar keringat berlebihan
  • Penyimpangan periode menstruasi pada beberapa wanita
  • Osteoporosis
  • Kejang
  • Mengantuk dan sedasi
  • Depresi
  • Kelemahan otot (malaise)
  • Masalah peredaran darah
  • Euforia
  • Katarak
  • Perubahan warna kulit
  • Sakit kepala
  • Edema Wajah
  • Petechiae
  • Hati dan hati membesar
  • Ruam di sekitar mulut
  • Pertumbuhan lambat dan penambahan berat badan.
  • Kulit berkilau
  • Gugup
  • Hipoglikemia dan leukositosis pada bayi baru lahir, dan banyak efek samping lainnya
  • Pembengkakan
  • Berat badan bertambah cepat
  • Sesak napas
  • Pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • Kotoran berdarah
  • Batuk darah
  • Gangguan cairan dan elektrolit dalam tubuh
  • Gagal jantung kongestif pada pasien yang rentan
  • Tukak lambung, usus tidak teratur, mual, muntah
  • Perubahan warna kulit (Warna kulit biru)
  • Penyembuhan luka yang terganggu
  • Kulit tipis dan rapu
  • Vertigo
  • Perubahan suasana hati
  • Tanda-tanda infeksi mungkin termasuk batuk, demam, menggigil.

Peringatan dan perhatian

Sebelum minum obat ini beritahu dokter apabila kamu memiliki alergi terhadap betametason , antihistamin, atau bagian lain dari sediaan celestamine.

Obat ini tidak diperuntukkan untuk bayi. Sebaiknya jangan diberikan untuk balita di bawah usia 2 tahun.

Sebelum minum obat ini, beritahu dokter apabila kamu memiliki masalah kesehatan seperti infeksi jamur atau infeksi malaria, infeksi herpes.
atau masalah saraf.

Pasien dengan infeksi bakteri, jamur dan virus harus menghindari obat ini karena dapat menekan respons kekebalan tubuh terhadap benda asing. Obat ini mungkin dapat membuat kondisi pasien semakin buruk.

Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat ini atau obat apapun tanpa memeriksakan diri ke dokter. Sebaiknya obat ini tidak digunakan dalam waktu lama, kecuali ada arahan tertentu dari dokter.

Beritahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila kamu memiliki komplikasi berikut:

Obat tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui, kecuali dalam kasus khusus. Pengobatan tidak boleh jangka panjang karena dapat menyebabkan komplikasi.

Beritahu dokter tentang semua obat yang kamu minum dalam waktu 14 hari terakhir, terutama obat-obatan berikut:

  • Obat antidiabetes
  • Karbamazepin
  • Aminoglutethimide
  • Obat antituberkuler
  • Rifampisin
  • Antikolinesterase
  • Antikoagulan oral
  • Zat antiinflamasi nonsteroid
  • ketokonazol
  • Siklosporin
  • Estrogen dan lainnya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 7 Januari 2021, Celestamine Dosage & Drug Information | MIMS Philippines

Tablet wise, diakses pada 7 Januari 2021, Celestamine Tablet – Uses, Side-effects, Reviews

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 7 Januari 2021, Celestamine | C42H52ClFN2O9 – PubChem

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 7 Januari 2021, Celestamine | PIO Nas

    register-docotr