Kamus Obat

Jangan Sembarangan, Ini Arti Simbol pada Kemasan Obat di Pasaran

May 8, 2020 | Ajeng Annastasia | dr Tarash Burhanuddin
no-image

Obat yang dijual di pasaran sangat beragam jenisnya. Sebagai pembeli, penting untuk memahami arti simbol pada kemasan obat.

Meski ditujukan untuk mengobati penyakit yang sama, namun obat diproduksi secara berbeda-beda. Baik dari segi formulasi kandungannya, maupun caranya bereaksi pada tubuh. 

Mengapa ada perbedaan arti simbol pada kemasan obat?

cefixime
Tiap kemasan obat memiliki simbol yang berbeda-beda. Foto: Shutterstock.com

Pedoman umum Informatorium Obat Nasional Indonesia menyebutkan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, sebelum disetujui beredar di Indonesia, obat harus melalui penilaian khasiat, keamanan, dan mutu.

Ketentuan tersebut mencakup informasi mengenai farmakodinamik dan farmakokinetik obat, indikasi, cara penggunaan, keamanan, serta informasi lainnya yang tentunya tidak asal klaim.

Semua harus sesuai dengan prinsip kedokteran, yakni obat-obatan yang telah terbukti secara ilmiah.

Nah, obat yang disetujui untuk beredar di Indonesia pun wajib mencantumkan simbol-simbol pada kemasannya. Jika diperhatikan, simbol berbentuk bulat itu memiliki warna dan gambar yang berbeda-beda.

Baca juga: Mengenal Ranitidin: Cara Penggunaan Hingga Efek Sampingnya

Mengenal arti simbol pada kemasan obat

Simbol obat terbagi ke dalam tiga golongan: yakni obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras. Untuk mengetahui artinya, mari kenali simbol-simbolnya, yuk!

Lingkaran hijau (obat bebas)

Simbol obat bebas. Foto: www.lamongankab.go.id

Obat bebas dijual secara bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa membutuhkan resep dokter. Contoh obat yang dijual dengan bebas adalah obat yang mengandung paracetamol atau suplemen vitamin dan mineral. 

Arti simbol pada kemasan obat dengan lingkaran biru (obat bebas terbatas)

Simbol obat bebas terbatas. Foto: www.lamongankab.go.id

Sama seperti obat bebas, obat bebas terbatas dengan simbol lingkaran biru dapat dibeli tanpa resep dokter dan aman untuk dikonsumsi sebagai pengobatan sendiri.

Akan tetapi, yang membedakannya adalah obat bebas terbatas disertai dengan tanda peringatan berupa obat keras yang disimbolkan dengan gambar persegi panjang dengan tulisan berwarna putih dan terbagi ke dalam 6 macam, yakni:

P. No. 1

Awas! Obat Keras. Baca aturan pakainya

P. No. 2

Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur jangan ditelan

P. No. 3

Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar badan

P. No. 4

Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar

P. No. 5

Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan

P. No. 6

Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan

Salah satu contoh obat bebas terbatas antara lain adalah chlorpheniramine (CTM).

Lingkaran merah dengan huruf K di tengah (obat keras)

Simbol obat keras dan butuh resep dokter. Foto: www.lamongankab.go.id

Obat keras hanya boleh dijual di apotek dan harus disertai dengan resep dokter untuk membelinya.

Contoh obat keras adalah obat yang mengandung asam mefenamat, loratadine, clobazam, pseudoefedrin, atau alprazolam. Obat-obatan ini harus diawasi konsumsinya dengan resep dokter karena penyalahgunaan obat keras dapat merusak tubuh.

Lingkaran merah dengan palang merah di tengah (obat narkotik/psikotropika)

Simbol obat psikotropika. Foto: www.lamongankab.go.id

Obat jenis narkotik ini sangat ketat penjualannya karena harus menggunakan resep dokter, disertai tanda tangan dan nomor izin praktik dokter.

Pembelian obat bersimbol ini harus menggunakan resep asli, bukan copy resep. Hal itu disebabkan penyalahgunaan narkotik/psikotropika dapat menimbulkan ketergantungan.

Ini juga dapat memengaruhi susunan saraf pusat hingga tingkah laku pada penyalahgunaan jangka panjang, jika dikonsumsi di luar pengawasan dokter.

Baca juga: Cefixime: Dosis Obat hingga Efek Samping yang Bisa Dirasakan

Lingkaran hijau dengan simbol seperti salju (fitofarmaka)

Simbol ini menandakan obat dalam kategori fitofarmaka. Fitofarmaka adalah obat tradisional yang telah teruji secara klinis sehingga dapat digunakan untuk mengobati seperti obat-obatan modern.

Lingkaran hijau dengan simbol tiga bintang hijau (obat herbal terstandar)

Obat herbal terstandar alias OHT adalah obat yang merupakan hasil ekstraksi bahan alami seperti dari hewan, tanaman, dan/atau mineral.

Obat herbal terstandar yang tersedia di pasaran sudah melalui proses uji praklinis berteknologi tinggi untuk menguji beberapa hal seperti standar toksisitas.

Lingkaran hijau dengan gambar ranting hijau berlatar kuning (jamu)

Simbol ini menandakan obat yang dipersiapkan secara tradisional yang terdiri atas bahan herbal, higienis, serta digunakan secara tradisional.

Jamu diramu dengan resep turun temurun melintasi berbagai generasi. Obat dalam kategori ini belum diteliti secara ilmiah, namun dianggap secara luas ampuh mengobati.

Baca juga: Asam Lambung Bikin Engga Nyaman? Ini Obat yang Perlu Kamu Minum

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Pedoman Umum IONI. Diakses pada 14 Desember 2019. Badaan Pengawas Obat dan Makanan. http://pionas.pom.go.id/ioni/pedoman-umum.

    Berita Terkait
    register-docotr