Kamus Obat

Kulit Gatal Akibat Jamur, Atasi dengan 8 Jenis Salep Berikut Ini

February 9, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Infeksi kulit akibat jamur adalah hal yang umum terjadi. Biasanya, infeksi tersebut menyebabkan gatal dan cara yang paling umum untuk mengatasinya adalah menggunakan obat jamur kulit. 

Meskipun ada berbagai masalah kulit akibat jamur, seperti kurap, kutu air, panu dan juga gatal pada selangkangan, namun kamu bisa menggunakan beberapa obat di bawah ini untuk mengatasi rasa gatal dan juga menghentikan pertumbuhan jamur pada kulit. 

Baca juga: 6 Penyebab Selangkangan Gatal: Infeksi Jamur hingga Tanda Penyakit Serius

Kondisi infeksi jamur

Infeksi jamur dapat menyerang siapa saja dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, terutama di kulit. Dalam hal infeksi, jamur adalah mikroorganisme yang merugikan. Bahkan, infeksi jamur jenis tertentu bisa membahayakan dan mengancam nyawa.

Dikutip dari Healthline, jamur di kulit lebih mudah diatasi jika dibandingkan dengan infeksi yang ada di dalam tubuh. Salep jamur mungkin dapat mengatasi infeksi di permukaan kulit. Namun jika infeksi ada di dalam tubuh, pengobatannya bisa lebih rumit.

Selain gatal-gatal, infeksi jamur di kulit biasanya ditandai dengan:

  • Kemerahan
  • Sensasi terbakar
  • Perubahan warna kulit
  • Kulit pecah-pecah atau mengelupas

Beberapa jenis salep gatal jamur yang umum digunakan

Umumnya infeksi jamur terjadi karena kondisi kulit yang lembab mendukung jamur tumbuh lebih subur. Karena itu, kamu perlu menjaga kebersihan kulit serta menggunakan salep berikut ini untuk mengatasi masalah jamur yang timbul pada kulit.

1. Clotrimazole

Clotrimazole adalah salep yang paling umum digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Sebagai salep gatal jamur, clotrimazole dapat mengatasi kutu air, kurap, panu dan masalah kulit lainnya. 

Obat ini bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan jamur. Obat ini akan bekerja dengan optimal jika digunakan dengan rutin. Biasanya digunakan dua kali sehari atau sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tercantum pada produk. 

Jika kamu menggunakannya atas rekomendasi dokter, maka kamu harus menggunakannya sesuai dengan resep yang tertulis. Jangan gunakan secara berlebihan, karena dapat meningkatkan risiko efek samping obat. 

2. Obat jamur kulit miconazole

Sama seperti clotrimazole, miconazole adalah salep gatal jamur yang banyak digunakan dan dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter. Salep ini biasanya digunakan untuk mengatasi gatal kurap, kutu air, panu dan juga infeksi kulit akibat jamur candida. 

Selain dalam bentuk salep, obat ini juga bisa didapatkan dalam bentuk obat semprot kulit. Biasanya digunakan dua kali sehari atau sesuai anjuran dokter. 

Obat ini perlu digunakan sampai kondisi kulit benar-benar pulih. Menghentikan penggunaan lebih awal dapat menyebabkan jamur terus tumbuh dan membuat infeksi semakin parah. 

3. Terbinafin

Salep gatal jamur ini termasuk yang mudah ditemukan di Indonesia dengan merk Interbi. Digunakan untuk mengatasi infeksi kurap dan gatal pada selangkangan akibat jamur tinea cruris

Penggunaan obat ini berbeda-beda tergantung dari masalah yang ingin diatasi. Tapi secara umum penggunaan dimulai dari 2 hingga 6 minggu pemakaian. 

4. Tolnaftate

Sebagaimana obat anti jamur lainnya, tolnaftate juga bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan jamur. Umumnya digunakan untuk mengatasi kurap, kutu air dan juga gatal selangkangan akibat jamur tinea cruris. 

Yang perlu diperhatikan obat ini tidak bisa digunakan untuk infeksi pada kuku atau kulit kepala. Dan jika ingin menggunakannya, kamu perlu membaca sesuai petunjuk yang tercantum pada produk.

Ketelitian penggunaan produk perlu diperhatikan karena lama pengobatan tergantung dari jenis infeksi yang ingin diobati. Obat ini bisa digunakan mulai dari 2 hingga 4 minggu pemakaian.

5. Obat jamur kulit etoconazole 

Jika tolnaftate tidak bisa digunakan pada kulit kepala, maka kamu yang ingin mengatasi gatal jamur di kulit kepala bisa menggunakan obat ini. Umumnya digunakan untuk mengatasi ketombe, karena ketombe adalah salah satu penyebab gatal yang diakibatkan oleh jamur malassezia. 

Selain mengatasi gatal jamur di kulit kepala salep gatal jamur ini juga digunakan untuk mengobati kurap, kutu air dan juga gatal akibat jamur di selangkangan.

Baca juga: Mengenal Ketoconazole, Obat Anti Infeksi Jamur

6. Ciclopirox 

Digunakan sebagai salep gatal jamur, obat ini bisa mengatasi berbagai masalah kulit mulai dari panu, kurap, kutu air hingga gatal akibat jamur pada selangkangan. Namun obat ini lebih banyak digunakan untuk mengatasi infeksi pada kuku. 

Obat yang bisa didapatkan dengan merk Loprox ini umumnya digunakan selama empat minggu pemakaian. Jika setelah empat minggu kondisi tidak membaik maka diperlukan diagnosis dokter untuk mendapatkan perawatan selanjutnya. 

7. Obat jamur kulit econazole

Salep gatal jamur ini juga biasa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah seperti gatal kurap, kutu air, panu, gatal selangkangan dan kandidiasis. Untuk gatal selangkangan, kandidiasis dan panu bisa digunakan selama 2 minggu. Sementara untuk kutu air digunakan selama 4 minggu.

8. Butenafine

Obat anti jamur ini juga bisa digunakan untuk mengatasi gatal karena kurap, kutu air, panu dan gatal selangkangan akibat jamur. Namun, kamu baru bisa mendapatkan obat ini dengan resep dari dokter. 

Cara penggunaannya, sama seperti salep pada umumnya, cukup mengoleskannya di area kulit yang terinfeksi dan gunakan secara teratur sesuai anjuran dokter. Jika tidak membaik dalam 4 minggu sebaiknya konsultasikan lagi kondisimu dengan dokter.

Obat jamur kulit dari bahan alami

Selain menggunakan salep jamur yang bisa dibeli di apotek, kamu juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami untuk mengatasinya. Berikut beberapa obat jamur kulit alami yang mungkin dapat membantu:

Minyak kelapa

Minyak kelapa bisa menjadi obat jamur kulit alami. Sebuah penelitian pada 2016 menyebutkan, minyak kelapa cukup efektif melawan C. albicans, salah satu jenis jamur yang kerap memicu infeksi di kulit.

Untuk mendapatkan khasiat terbaik, pilihlah minyak kelapa organik yang masih murni (virgin oil). Oleskan ke area yang terdapat infeksi. Minyak kelapa relatif aman untuk dioleskan ke berbagai area kulit di tubuh, termasuk di sekitar organ kewanitaan yang rentan tumbuh jamur.

Bawang putih

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, bawang putih adalah salah satu bahan rumahan yang sangat ampuh untuk menyembuhkan infeksi jamur. Ini tak lepas dari senyawa antiinflamasi dan antimikroba yang dimilikinya.

Ada dua cara yang bisa kamu lakukan. Pertama, tumbuk bawang putih dan oleskan langsung ke area infeksi. Kedua, campurkan ke dalam makanan dan konsumsi seperti biasa.

Vitamin C

Vitamin C adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memperkuat sistem pertahanan. Kandungan asam askorbat pada vitamin C memiliki komponen antimikroba, bisa dipakai untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit.

Cobalah untuk memperbanyak asupan vitamin C ketika sedang mengalami infeksi jamur. Tapi, usahakan tidak mengonsumsinya secara berlebihan, ya. Sebab, asupan vitamin C yang berlebihan justru bisa memicu reaksi alergi.

Kamu bisa mendapatkan vitamin C dari banyak makanan, seperti buah-buahan sitrus, kiwi, leci, pepaya, jambu biji, bayam, brokoli, dan daun kale.

Minyak atsiri oregano

Minyak atsiri oregano bisa menjadi obat jamur kulit alami. Bahan alami yang terbuat dari tanaman Origanum vulgare ini mengandung senyawa timol dan karvakrol yang bersifat antijamur.

Studi pada 2017 menyebutkan, minyak oregano liar sangat efektif untuk menyembuhkan infeksi jamur C. albicans. Kamu bisa langsung mengoleskannya ke kulit sambil memijatnya.

Minyak juga dapat dihirup melalui diffuser. Jika infeksi jamur ada di area vagina, hindari penggunaan minyak ini, ya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah minyak oregano tidak boleh dikonsumsi secara oral. Minyak ini sering kali dimanfaatkan dengan cara dihirup sebagai aromaterapi.

Yoghurt sebagai obat jamur kulit alami

Konsumsi yoghurt bisa membantu mengurangi infeksi jamur pada kulit, lho. Ini karena yoghurt adalah makanan yang mengandung bakteri hidup seperti Lactobacillus acidophilus. Bakteri tersebut dapat membantu melawan pertumbuhan jamur berlebih.

Sebelum mengonsumsinya, pastikan yoghurt tidak mengandung gula tambahan yang justru bisa memicu pertumbuhan jamur jenis Candida.

Cuka apel

Cuka apel bisa digunakan seperti salep jamur untuk mengatasi infeksi. Komponen pada cuka apel dapat menghilangkan mikroorganisme berbahaya, termasuk jamur pemicu infeksi.

Cuka apel harus diencerkan dengan air terlebih dulu sebelum menyentuh kulit. Selain mengoleskannya ke area infeksi, kamu juga bisa menggunakan cuka apel dengan cara menambahkannya ke makanan.

Kunyit sebagai obat jamur kulit alami

Kunyit adalah salah satu rempah yang sangat populer di Indonesia. Selain sebagai bumbu dapur, kunyit juga memiliki sifat antiinflamasi yang tinggi. Kurkumin, bagian pembentuk warna oranye pada kunyit, mempunyai kemampuan antimikroba yang luas.

Kamu bisa menumbuknya lalu memberi sedikit campuran air atau minyak kelapa sebelum mengoleskan ke kulit. Biarkan pasta kunyit mengering sendiri sebelum dibersihkan.

Perlu diketahui, kunyit bisa meninggalkan noda kekuningan yang terang, perlu beberapa hari untuk menghilangkannya.

Selain digunakan seperti obat topikal, kamu juga dapat memanfaatkan kunyit dengan cara mengolahnya menjadi teh.

Baca juga: 18 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Lidah buaya

Dikutip dari Medical News Today, lidah buaya mengandung setidaknya enam agen antiseptik. Menurut penelitian pada 2008 yang terbit di Indian Journal of Dermatology, agen antiseptik tersebut bisa berperan sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus.

Cara penggunaannya pun cukup mudah. Oleskan gel dari tanaman lidah buaya ke area kulit yang terinfeksi jamur setidaknya tiga hingga empat kali dalam sehari. Gel tersebut bersifat mendinginkan, sehingga dapat meredakan rasa gatal dan pembengkakan pada kulit.

Bubuk licorice

Licorice adalah sebutan untuk akar dari tanaman bernama Latin Glycyrrhiza glabra. Oleh karena itu, licorice juga kerap disebut sebagai akar manis. Bubuk akar manis memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, bisa membantu mengatasi infeksi jamur di kulit.

Khasiat licorice tak perlu diragukan lagi, karena telah digunakan pada pengobatan tradisional di Tiongkok sejak bertahun-tahun lalu. Untuk hasil terbaik, campurkan tiga sendok bubuk akar manis ke dalam cangkir berisi air.

Didihkan campuran tersebut, lalu kecilkan api selama 10 menit. Setelah mendingin, cairan akan berubah membentuk pasta. Oleskan pasta itu ke area kulit yang terinfeksi jamur. Biarkan setidaknya 10 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang obat jamur kulit, baik yang berasal dari bahan alami maupun yang bisa dibeli di apotek. Jika infeksi jamur tak kunjung membaik dalam beberapa hari, tak perlu ragu untuk periksakan diri ke dokter, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayoclinic diakses 3 Agustus 2020 Butenafine (Topical Route)
  2. Drugs.com diakses 3 Agustus 2020 Econazole Topical Dosage 
  3. Rxlist diakses 3 Agustus 2020 What Is Ciclopirox And How Does It Work?
  4. Webmd diakses 3 Agustus 2020 Ketoconazole Cream
  5. Webmd diakses 3 Agustus 2020 Miconazole Nitrate 2 % Topical Cream
  6. Webmd diakses 3 Agustus 2020 Clotrimazole Solution 
  7. MIMS diakses 3 Agustus 2020 Tolnaftate – Topical/Cutaneous
  8. BPOM diakses 3 Agustus 2020 TERBINAFIN 
  9. Healthline, diakses 9 Februari 2021, Home Remedies for Yeast Infections.
  10. Medical News Today, diakses 9 Februari 2021, Are there any home remedies for ringworm?
  11. Hindawi, diakses 9 Februari 2021, Comparison of Antimicrobial Activity of Chlorhexidine, Coconut Oil, Probiotics, and Ketoconazole on Candida albicans Isolated in Children with Early Childhood Caries: An In Vitro Study.
  12. SFAm Journals, diakses 9 Februari 2021, Origanum vulgare essential oil affects pathogens causing vaginal infections.
  13. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 9 Februari 2021, Effects of Fresh Garlic Extract on Candida albicans Biofilms.
  14. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 9 Februari 2021, Aloe vera: a short review.
    Berita Terkait
    register-docotr