Diet dan Nutrisi

Benarkah Vitamin E Bisa Bikin Gemuk Badan? Berikut Penjelasannya!

March 6, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Vitamin E adalah nutrisi penting yang kebutuhan hariannya harus dipenuhi. Sayangnya, beberapa orang cenderung memilih untuk menjauhinya dengan alasan bisa bikin gemuk.

Lantas, benarkah vitamin E bikin gemuk badan? Bagaimana mekanismenya dalam memengaruhi berat badan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Cegah Stres Oksidatif, Ini Daftar Makanan yang Mengandung Vitamin E

Sekilas tentang vitamin E

Vitamin E adalah nutrisi yang larut dalam bentuk lemak, berperan sebagai antioksidan dan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas merupakan senyawa yang terbentuk saat tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Seseorang bisa terpapar radikal bebas dari lingkungan, asap rokok, polusi udara, hingga sinar ultraviolet matahari. Tubuh juga membutuhkan vitamin E untuk meningkatkan sistem kekebalan, sehingga bisa membantu perlawanan terhadap bakteri atau virus yang menyerang.

Sel menggunakan vitamin E untuk berinteraksi satu sama lain dan berkoordinasi dalam menjalankan banyak fungsi penting. Vitamin E ditemukan secara alami pada banyak makanan, seperti:

  • Minyak nabati yang berasal dari bibit gandum, bunga matahari, dan jagung.
  • Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, dan hazelnut.
  • Sayuran berdaun hijau, di antaranya adalah bayam dan brokoli.

Kebutuhan harian asupan vitamin E manusia dibedakan berdasarkan usia. Anak-anak di bawah 18 tahun misalnya, butuh asupan vitamin tersebut 4 hingga 14 mg. Sedangkan orang dewasa, kebutuhannya mencapai 15 mg dalam sehari.

Vitamin E bikin gemuk, benar atau tidak?

Meski bisa melindungi tubuh dari paparan radikal bebas, tak sedikit orang yang memilih untuk menghindari vitamin E karena anggapan bisa meningkatkan berat badan. Anggapan vitamin E bikin gemuk muncul karena nutrisi tersebut dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan.

Dalam sebuah penelitian yang terbit pada Medical Journal of Islamic Academy of Sciences, vitamin E disebut memang bisa memengaruhi peningkatan berat badan. Hanya saja, objek riset tersebut adalah tikus, bukan manusia.  

Studi ovariektomi yang dilakukan pada 2001 itu menyimpulkan, beberapa tikus betina berusia tiga bulan menunjukkan peningkatan berat badan setelah mendapat asupan vitamin E rutin selama 15 minggu.

Bagaimana vitamin E memengaruhi berat badan?

Dari publikasi di atas, didapatkan kesimpulan bahwa vitamin E bisa menyebabkan kenaikan berat badan karena adanya beberapa perubahan pada tubuh, seperti:

Peningkatan massa lemak

Setelah 15 minggu pemberian vitamin E, terjadi peningkatan massa lemak hingga 30 gram pada tubuh tikus. Peningkatan massa lemak inilah yang berperan dalam kenaikan berat badan. Meski tidak secara signifikan, adanya perubahan pada massa lemak dapat berdampak pada bobot tubuh.

Baca juga: Sering Tak Disadari! Ini 5 Makanan yang Mengandung Lemak Jahat Membahayakan

Peningkatan massa jaringan lunak

Selain lemak, vitamin E juga terbukti bisa meningkatkan massa pada jaringan lunak di dalam tubuh. Dalam studi tersebut dijelaskan, terjadi peningkatan massa jaringan lunak secara signifikan pada tikus yang mendapat asupan vitamin E selama 15 minggu.

Setelah konsumsinya dihentikan, massa jaringan lunak cenderung berhenti mengalami perubahan atau peningkatan.

Peningkatan kepadatan mineral tulang

Tak hanya massa lemak dan jaringan lunak, pemberian vitamin E pada tikus juga terbukti meningkatkan kepadatan mineral tulang. Belum bisa dijelaskan bagaimana kepadatan tulang dapat memengaruhi berat badan.

Hanya saja, peningkatan tersebut diyakini bisa berdampak secara tidak langsung pada bobot tubuh tikus.

Mekanisme umum peningkatan berat badan

Hingga saat ini, peningkatan berat badan kerap dikaitkan dengan penumpukan kalori di dalam tubuh. Dikutip dari Live Science, penumpukan kalori bisa terjadi saat jumlah energi yang dibakar tak sebanding atau lebih sedikit dengan apa yang didapat dari makanan.

Lemak dari sumber makanan kerap menjadi pemicu penimbunan kalori tersebut. Sebab, lemak hewani biasanya mengandung kalori dua kali lebih banyak dari takaran atau porsi yang sama dengan karbohidrat atau protein.

Itulah alasan mengapa kebanyakan pola diet membatasi asupan lemak, karena memang kandungan kalorinya sangat tinggi dan bisa menyebabkan penumpukan.

Selain kalori, ada hal lain yang bisa memengaruhi berat badan, misalnya peningkatan massa dari organ atau bagian tubuh tertentu. Kulit misalnya, secara total menyumbang 16 persen dari total berat badan seseorang.

Nah, itulah ulasan tentang apakah vitamin E bikin gemuk atau tidak. Agar tak mendapatkan efek tersebut, penuhilah asupan vitamin E sesuai dengan jumlah yang direkomendasikan berdasarkan usia, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. National Institutes for Health, diakses 23 Februari 2021, Vitamin E.
  2. Medical Journal of Islamic Academy of Sciences, diakses 23 Februari 2021, THE EFFECTS OF VITAMIN E ON BODYWEIGHT AND FAT MASS IN INTACT AND OVARIECTOMIZED FEMALE RATS.
  3. Live Science, diakses 23 Februari 2021, Weight Gain: How Food Actually Puts on Pounds.
  4. Live Science, diakses 23 Februari 2021, How Much Does Your Skin Weigh?

    register-docotr