Diet dan Nutrisi

Tren di Korea, Catat 3 Manfaat Beras Ungu untuk Kesehatan

December 23, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Korea Selatan adalah salah satu negara yang menjadi acuan gaya hidup dalam berbagai hal, termasuk soal makanan. Misalnya seperti saat ini, di mana beras ungu yang berasal dari Negeri Ginseng tersebut mulai ramai disukai oleh penduduk tanah air.

Agar tak hanya asal mengonsumsi, ada baiknya kamu mencari tahu seluk beluk beras ungu tersebut lewat ulasan di bawah ini.

Baca juga: Manfaat Beras Hitam, Tingkatkan Kesehatan Hati dan Jantung

Apa sih, beras ungu itu?

Dilansir dari Healthline, beras ungu adalah jenis beras yang sudah ada sejak dulu. Saat mentah butirnya berwarna hitam pekat, dan akan berubah menjadi warna ungu tua saat dimasak.

Menurut legenda, karena keberadaannya yang langka, beras ungu awalnya hanya disediakan untuk kaisar Tiongkok kuno. Bahkan hingga saat ini beras ungu termasuk tanaman yang sulit ditanam, dan berjumlah lebih sedikit dibandingkan jenis beras lainnya.

Beras ungu tersedia dalam dua bentuk, yakni beras melati berbutir panjang, dan beras ketan. Keduanya sama-sama tidak mengandung gluten.

Kandungan gizi beras ungu

Beras ungu memiliki jumlah kalori yang sama dengan beras putih atau beras merah, tetapi mengandung lebih banyak protein, zat besi, dan antioksidan.

Protein

Merupakan sumber protein yang baik, satu porsi beras ungu berbiji sedang kering seberat 100 gram, mengandung 8,89 gram protein.

Serat

Serat makanan menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan. Seperti membantu menurunkan berat badan, dan membantu mengurangi risiko penyakit diabetes.

Adapun satu porsi beras ungu kering seberat 100 gram diketahui mengandung sekitar 2,2 gram serat.

Zat besi

Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Dilansir dari Medicalnewstoday, kamu harus mengonsumsi hingga 18 miligram zat besi dalam sehari, tergantung pada usia dan jenis kelamin.

Satu porsi beras ungu kering seberat 100 gram sendiri mengandung sekitar 2,4 mg zat besi.

Baca juga: Kenapa Intermittent Fasting Efektif Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya!

Manfaat beras ungu bagi kesehatan

Selain nilai sejarah dan tampilannya yang unik, beras ungu juga memiliki berbagai manfaat kesehatan untuk tubuh, di antaranya:

Menjaga kesehatan jantung

Menurut penelitian di Journal of Agriculture and Food Chemistry, beras ungu mengandung lebih banyak senyawa antioksidan dibandingkan beras putih.

Seperti yang kita tahu, salah satu fungsi antioksidan adalah untuk meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Hal ini juga didukung oleh sebuah studi terhadap hewan pada 2016 yang menemukan fakta bahwa beras ungu dapat mengurangi kadar kolesterol “jahat” low density lipoprotein (LDL) dalam tubuh, dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” high density lipoprotein (HDL).

Menyehatkan pencernaan

Sebagai sumber serat makanan yang kaya, beras ungu dapat membantu menjaga sistem pencernaan bekerja dengan baik, mencegah sembelit dan masalah pencernaan lainnya.

Meningkatkan fungsi hati

Makanan yang mengandung antioksidan bisa membantu mengurangi stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan hati. Oleh karena itu, antioksidan dalam beras ungu dapat membantu menjaga kesehatan hati.

Aktivitas penurun kolesterol dari beras ungu juga dapat bermanfaat bagi hati.

Sebuah studi di 2012 menemukan fakta bahwa tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak dengan ekstrak beras ungu, telah mengurangi penanda penyakit hati dibandingkan dengan tikus yang tidak mengonsumsi ekstrak tersebut.

Cara mengonsumsi beras ungu

Kecuali kamu membeli beras yang sudah dicuci sebelumnya, pastikan untuk membilas beras ungu tiga hingga empat kali dengan air dingin sebelum dimasak.

Selanjutnya kamu bisa memasaknya dengan mendidihkan 1 cangkir beras dengan 2 1/2 cangkir air. Kamu juga dapat menambahkan 1 sendok makan minyak zaitun atau mentega, ditambah 1/2 sendok teh garam, untuk menambah rasa jika mau.

Biarkan nasi mendidih dalam panci tertutup hingga sebagian besar air terserap, sambil diaduk selama sekitar 20 menit. Angkat dari api dan diamkan selama 5 menit hingga air benar-benar terserap.

Tekstur nasi akan tetap sedikit renyah. Untuk nasi yang lebih lembut, masak 10 menit lagi dengan tambahan 1/4 cangkir air di atas api kecil.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Phenolic Profiles and Antioxidant Activity of Black Rice Bran of Different Commercially Available Varieties, Phenolic Profiles and Antioxidant Activity of Black Rice Bran of Different Commercially Available Varieties | Journal of Agricultural and Food Chemistry (acs.org) diakses pada 22 Desember 2020

Should I Add Purple Rice to My Diet?, https://www.healthline.com/health/purple-rice#TOC_TITLE_HDR_1 diakses pada 22 Desember 2020

What are the health benefits of purple rice?, https://www.medicalnewstoday.com/articles/319958#nutritional-breakdown diakses pada 22 Desember 2020

 

    Berita Terkait
    register-docotr