Diet dan Nutrisi

Jenis-jenis Tepung Tinggi Protein yang Bergizi dan Kaya Manfaat

October 19, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Tepung tinggi protein menjadi bahan pokok dapur yang cocok untuk membuat makanan penutup. Jenis tepung ini diketahui cukup sehat dan bisa menghasilkan rasa yang tidak kalah enak dengan tepung lainnya.

Nah, untuk mengetahui jenis tepung tinggi protein, yuk, simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Sebagai Pemula, Ketahui Terlebih Dahulu Ini Dia Beberapa Gerakan Senam Aerobik Dasar!

Jenis-jenis tepung tinggi protein

Dilansir dari Healthline, penggunaan tepung tinggi protein sangat cocok untuk memanggang dan memasak. Kandungan protein pada setiap tepung tidak sama, tetapi biasanya berkisar antara 5 hingga 15 persen. Beberapa jenis tepung tinggi protein yang bisa digunakan, antara lain sebagai berikut:

Tepung gandum

Salah satu tepung tinggi protein yang bisa menjadi pilihan saat membuat hidangan adalah tepung terigu utuh. Tepung jenis ini menyediakan 200 kalori, 8 gram protein, karbohidrat 42 gram, dan serat 8 gram.

Tepung ini juga menjadi sumber serat, berbagai vitamin, dan mineral yang baik. Namun, karena mengandung gluten maka tepung gandum tidak sesuai untuk penderita celiac atau intoleransi gluten.

Tepung terigu utuh dapat digunakan dalam jumlah yang sama dengan tepung serbaguna untuk resep apapun. Beberapa makanan yang bisa dinikmati dengan menggunakan tepung ini adalah muffin, cake, cookies, rolls, pizza dough, pancake, dan waffle.

Tepung kedelai

Selain tepung terigu utuh, untuk mendapatkan cukup protein maka kamu bisa menggunakan tepung kedelai yang diketahui mengandung gluten. Untuk itu, tepung ini sangat aman dikonsumsi oleh orang yang sedang menjalani diet bebas gluten.

Tepung ini berasal dari kacang kedelai dan biasanya memiliki beberapa lemak sehingga dapat mencegah pembusukan. Dalam satu cangkir tepung kedelai atau sekitar 100 gram terkandung 1 gram lemak, 38 gram karbohidrat, dan 47 gram protein.

Jika ingin memanggang makanan, kamu bisa menggunakan hingga ¼ cangkir tepung kedelai untuk menggantikan tepung terigu dalam jumlah yang sama. Rasa dari tepung kedelai juga cocok untuk dicampurkan dengan sayuran sebelum ditumis atau sebagai pengental saus.

Protein dalam tepung kedelai cukup lengkap, sehingga diketahui menawarkan kesembilan asam amino esensial. Tak hanya itu, tepung kedelai mengandung isoflavon yang dapat melindungi diri dari penyakit jantung dan meringankan gejala menopause.

Tepung soba

Tepung soba umumnya terbuat dari soba bubuk, yakni tanaman yang terkenal dengan bijinya.

Tepung soba memiliki rasa yang unik dan biasanya digunakan untuk membuat mie soba tradisional Jepang. Tepung ini merupakan sumber serat, protein, dan mikronutrien yang baik, seperti mangan, magnesium, tembaga, besi dan fosfor. 

Penelitian menunjukkan bahwa tepung ini dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes dan meningkatkan biomarker kesehatan jantung.

Dalam ½ cangkir atau 60 gram tepung soba menawarkan kalori sebanyak 200 gram, protein 4 gram, lemak 2 gram, karbohidrat 44 gram, dan serat 6 gram.

Tepung quinoa

Tepung tinggi protein satu ini dibuat dengan menggiling quinoa menjadi bubuk halus. Pseudocereal bebas gluten dianggap sebagai biji-bijian utuh yang artinya belum diproses dan dimurnikan sehingga nutrisi aslinya tetap ada.

Tepung quinoa merupakan sumber protein, serat, zat besi, dan lemak tak jenuh yang baik.

Selain itu, tepung ini juga menawarkan efek antioksidan dan anti-inflamasi yang menawarkan beberapa manfaat, berupa kesehatan pencernaan, menghambat pertumbuhan tumor, dan menurunkan risiko penyakit secara keseluruhan.

Dalam ½ cangkir atau 56 gramnya, tepung quinoa menyediakan 200 gram kalori, 8 gram protein, 2 gram lemak, 38 gram karbohidrat, dan 6 gram serat. Nah, tepung ini sangat bagus untuk membuat berbagai jenis makanan, termasuk muffin, serta pizza dan pie crust.

Penggunaan tepung tinggi protein

Tepung tradisional terbuat dari gandum. Namun, kebanyakan berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian alami bebas gluten, seperti kelapa, quinoa, almond, dan soba. Perlu diketahui juga, setiap jenis tepung ini menawarkan rasa dan profil nutrisi yang unik.

Ketika membuat makanan yang berbahan dasar tepung tinggi protein, kamu perlu bereksperimen tentang resep yang paling sesuai. Biasanya rasio ukuran penggunaan tepung tidak bisa dipertukarkan sehingga pastikan untuk mencari konversi saat memanggang.

Baca juga: Penyakit Psikologis Suka Menunda Pekerjaan alias Procrastination, Sudah Kenal Belum?

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 13 Oktober 2020. 5 of the Healthiest Flours for Every Purpose
  2. Livestrong.com, diakses 13 Oktober 2020. Flour That Contains High Protein
    register-docotr