Diet dan Nutrisi

Teh Hitam atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Menyehatkan?

December 23, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Teh dan kopi adalah dua jenis minuman yang sudah menjadi teman di banyak suasana. Dengan kandungan yang dimiliki, beberapa orang lebih menyukai teh hitam atau kopi hitam dibanding varian lainnya.

Pertanyaannya, manakah yang lebih menyehatkan antara kopi hitam dan teh hitam? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kopi hitam dan manfaatnya

Kopi hitam terbuat dari hasil ektraksi langsung biji yang disajikan tanpa tambahan komponen lain seperti perisa. Di Indonesia sendiri, ada banyak varian kopi yang menjadi primadona baik robusta maupun arabica.

Banyak orang memilih mengonsumsi kopi hitam karena keaslian dan kemurniannya. Meski memiliki rasa dasar pahit, ada sejumlah manfaat yang bisa didapatkan untuk kesehatan, di antaranya:

  • Pencegahan kanker: Mengutip WebMD, kopi hitam bisa membantu mencegah pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh, terutama di bagian mulut, prostat, hati, dan usus besar. Hal tersebut tak lepas dari tingginya kadar antioksidan yang dimiliki.
  • Menurunkan risiko diabetes: Menurut sebuah studi, kopi bisa mencegah terjadinya resistensi insulin yang dapat mengakibatkan lonjakan kadar gula dalam darah. Satu cangkir kopi hitam setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes hingga tujuh persen.
  • Mencegah gangguan saraf di otak: Mengutip dari Healthline, minum kopi secara rutin dipercaya dapat menurunkan risiko berbagai gangguan saraf di otak yang dapat memicu penyakit seperti alzheimer dan parkinson.
  • Mencegah kerusakan hati: WebMD menjelaskan, kafein pada kopi bisa mengoptimalkan kinerja zat kimia bernama paraksantin dalam memperlambat tumbuhnya jaringan parut di organ hati.
  • Meredakan stres: Kafein pada kopi dapat menghambat adenosin, reseptor di otak yang mengontrol efek negatif dari stres kronis. Stres berkepanjangan dapat menyebabkan depresi, salah satu gangguan mental yang telah memengaruhi 260 juta orang di seluruh dunia.
  • Membantu turunkan berat badan: Dalam jangka pendek, kafein pada kopi dapat meningkatkan laju metabolisme (metabolism rate) yang mendukung proses pembakaran kalori. Kalori yang tak terbakar optimal bisa memicu penumpukan hingga terjadinya obesitas.

Teh hitam dan manfaatnya

Dikutip dari Medical News Today, teh merupakan minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih. Semua teh berasal dari tanaman Camellia sinensis. Namun, cara panen dan pengolahan tanamannya bisa menghasilkan jenis teh yang berbeda, termasuk teh hitam.

Teh hitam dibuat dari daun tanaman C. sinensis yang telah layu setelah dipanen. Proses oksidasi menjadikan daun tetap terpapar udara dalam waktu yang lama. Hal tersebut membuat enzim memecah sejumlah bahan kimia pada daun, lalu menghasilkan warna cokelat dan aroma yang khas.

Sama seperti black coffee, teh hitam juga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh dan kesehatan, di antaranya adalah:

  • Melindungi tubuh dari radikal bebas: Proses oksidasi pada daun teh membuat kadar antioksidannya menjadi lebih tinggi, berkhasiat melindungi tubuh dari ancaman zat asing berbahaya seperti radikal bebas.
  • Jaga kesehatan jantung: Senyawa aktif dalam teh hitam bisa mencegah pembentukan plak di pembuluh darah. Plak pada pembuluh darah bisa menyebabkan hipertensi yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan organ jantung.
  • Mengoptimalkan saluran pencernaan: Teh hitam mengandung senyawa aktif bernama tanin, bisa membantu mengurangi peradangan dan iritasi pada organ pencernaan.
  • Mencegah osteoporosis: Menurut studi in vitro pada 2018, senyawa polifenol pada teh hitam dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan meminimalkan risiko terjadinya pengeroposan.
  • Mendukung proses metabolisme: Hampir seluruh jenis teh memiliki kandungan flavonoid yang dapat meningkatkan metabolisme dan memecah lemak lebih cepat.

Baca juga: Selain Antioksidan, Ini Deretan Manfaat Teh Hitam untuk Kesehatan

Mana yang lebih menyehatkan?

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa baik teh hitam maupun kopi hitam sama-sama memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tidak ada yang lebih baik di antara keduanya. Artinya, baik teh hitam maupun kopi hitam bisa diminum untuk mendapatkan efek positifnya.

Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Misalnya, menambahkan gula pada kopi dan teh terlalu sering mungkin bisa membawa efek lain seperti peningkatan risiko diabetes.

Selain itu, meski menyehatkan, minum kopi dan teh secara berlebihan juga bukan merupakan hal yang baik. Kamu sebaiknya tidak minum kopi maupun teh lebih dari empat gelas dalam sehari. Sebab, ada sejumlah efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan.

Dikutip dari Healthline dan Mayo Clinic, terlalu banyak minum kopi dan teh dapat menyebabkan pusing, detak jantung cepat, tremor ringan pada otot, insomnia, mual, sesak dada, dan mengganggu proses penyerapan zat besi.

Nah, itulah ulasan tentang manfaat teh dan kopi hitam yang bisa kamu dapatkan dari rutin meminumnya. Meski sama-sama menyehatkan, tetap perhatikan konsumsinya agar tak mengalami efek samping, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 22 Desember 2020, Caffeine: How much is too much?
  2. Healthline, diakses 22 Desember 2020, 9 Side Effects of Drinking Too Much Tea.
  3. Healthline, diakses 22 Desember 2020, Can Coffee Increase Your Metabolism and Help You Burn Fat?
  4. Healthline, diakses 22 Desember 2020, 13 Health Benefits of Coffee, Based on Science.
  5. Medical News Today, diakses 22 Desember 2020, What are the health benefits of black tea?
  6. WebMD, diakses 22 Desember 2020, Health Benefits of Black Coffee.
  7. WebMD, diakses 22 Desember 2020, Can Coffee Help Your Liver?
  8. World Health Organization (WHO), diakses 22 Desember 2020, Depression.
  9. Health Shots, diakses 22 Desember 2020, Black tea or black coffee: A clinical nutritionist talks about the healthier option.
  10. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 22 Desember 2020, Coffee, tea, and incident type 2 diabetes: the Singapore Chinese Health Study.
  11. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 22 Desember 2020, Effect of Black Tea Extract and Thearubigins on Osteoporosis in Rats and Osteoclast Formation in vitro.

    Berita Terkait
    register-docotr