Diet dan Nutrisi

9 Tanda Kekurangan Zat Besi di Tubuh yang Patut Diwaspadai

July 28, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Perhatikan asupan zat besi dalam menu harian kamu. Ada beberapa tanda kekurangan zat besi yang rentan terjadi apabila asupan ini tidak dipenuhi, lho.

Jika diabaikan, beberapa gangguan ini bahkan bisa jadi berbahaya bagi tubuh. Simak ulasannya, yuk!

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Daftar 10 Makanan Sumber Zat Besi Tinggi bagi Tubuh

Tanda-tanda kekurangan zat besi pada tubuh

Zat besi merupakan salah satu mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, masih banyak orang yang tidak mengetahui tanda-tanda tubuhnya kekurangan zat besi. Berikut ini tanda kekurangan zat besi, antara lain:

Mudah lelah

Jika kamu sering merasa mudah lelah, ini merupakan tanda kekurangan zat besi di tubuh kamu. Hal ini dapat terjadi karena tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. 

Jadi, ketika tubuh kekurangan hemoglobin, maka oksigen tidak bisa meraih otot dan jaringan tubuh. Biasanya sering disertai gejala seperti mudah marah, merasa lemah, sulit berkonsentrasi, dan tidak produktif saat bekerja.

Wajah terlihat pucat

Ketika tubuh kekurangan zat besi, maka tubuh akan memproduksi hemoglobin lebih sedikit dari biasanya. 

Hal inilah yang membuat wajah kamu terlihat lebih pucat dari biasanya. Biasanya pucat terlihat di bagian tubuh seperti pada wajah, gusi, mulut, kelopak mata bawah, serta kuku.

Rambut rontok

Tanda kekurangan zat besi lainnya dapat dilihat dari kerontokan rambut. Hal ini disebabkan karena menurunnya kadar oksigen yang diterima folikel rambut. 

Di mana tubuh akan memfokuskan oksigen pada organ-organ vital yang dianggap lebih penting.

Sakit kepala

Jika kamu kekurangan zat besi biasanya akan sering mengalami sakit kepala. Hal ini dikarenakan tingkat hemoglobin yang rendah dalam sel darah merah dapat mencegah oksigen mencapai ke otak. 

Hal ini menyebabkan pembuluh darah di otak jadi membengkak dan menekan rongga kepala sehingga menimbulkan sakit kepala. Biasanya sakit kepala akibat kekurangan zat besi biasanya disertai dengan pusing dan mata berkunang-kunang.

Jantung berdebar lebih cepat

Kekurangan zat besi juga dapat mengakibatkan jantung menjadi berdebar-debar. Hal  ini kerena zat besi berperan dalam produksi hemoglobin yang berfungsi menyalurkankan oksigen dalam darah ke seluruh tubuh, termasuk jantung.

Bahkan yang lebih parahnya lagi, kekurangan zat besi dapat  menyebabkan pembesaran jantung, gagal jantung, atau murmur jantung (bunyi jantung tak normal).

Lidah bengkak

Kekurangan zat besi bisa ditandai dengan lidah yang membengkak, pucat dan bertekstur lebih lunak. Lidah dapat terasa lebih bengkak dan sakit karena kadar hemoglobin yang rendah.

Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang mendukung kekuatan otot-otot tubuh, salah satunya otot pembentuk lidah.

Selain itu, kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan mulut kering dan luka, terutama di bagian sudut mulut.

Kuku rapuh

Kuku pada orang yang kekurangan zat besi akan cenderung lebih rapuh dan berbentuk seperti sendok atau sering disebut dengan koilonychia. Kondisi ini biasanya diawali dengan kondisi kuku yang rapuh dan mudah retak. 

Jika tubuh tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup, secara perlahan bagian tengah kuku akan menekan ke bawah dan ujung-ujungnya terangkat, membentuk seperti sendok.

Sindrom Restless Leg

Sindrom restless leg atau seringkali dikenal dengan sindrom kaki gelisah. Di mana kondisi ini terjadi ketika kamu seringkali tidak sadar menggoyangkan kaki, sekalipun saat sedang istirahat.

Keinginan untuk terus menggoyangkan kaki ini juga dapat menyebabkan adanya sensasi geli di kaki, betis, dan paha. Semakin rendah asupan zat besi, maka semakin buruk pula gejala sindrom kaki gelisah ini.

Mudah terkena infeksi

Biasanya jika kamu kekurangan zat besi akan lebih rentan terkena infeksi. Hal ini dikarenakan zat besi memiliki peran penting dalam menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh.

Selain itu, zat besi juga berguna sebagai penyokong pembentukan sel darah putih yang berfungsi memerangi infeksi yang menyerang tubuh.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. healthline.com (2017) diakses 24 Juli 2020. 10 Signs and Symptoms of Iron Deficiency. 24 Juli 2020 pukul 09.45.
  2. mayoclinic.org (2019) diakses 24 Juli 2020. Iron deficiency anemia. 24 Juli 2020 pukul 11.30.
    register-docotr