Diet dan Nutrisi

Studi Terbaru: Diet Keto Bisa Picu Penyakit Kronis

September 16, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Diet keto mulai diminati sebagian orang karena klaim manfaatnya untuk tubuh dan kesehatan. Namun, baru-baru ini, sebuah penelitian justru mengungkap fakta sebaliknya. Diet keto berkepanjangan disebut dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis.

Lalu, apa saja penyakit kronis yang dapat ditimbulkan? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apa itu diet keto?

Diet keto adalah pola makan yang menghindari karbohidrat, dan menggantinya dengan asupan lemak. Pengurangan karbohidrat tersebut bertujuan mengoptimalkan laju metabolisme.

Seperti diketahui, karbohidrat merupakan sumber tenaga. Tidak adanya asupan karbohidrat akan memaksa tubuh mengambil dan membakar cadangan lemak untuk diubah menjadi energi. Pada waktu yang sama, efek pembakaran lemak diharapkan bisa membantu menurunkan berat badan.

Tak hanya itu, diet rendah karbohidrat juga dipercaya bisa menurunkan kadar gula darah dan insulin, dua hal yang sering dikaitkan dengan diabetes.

Diet keto sendiri membatasi asupan makanan manis, biji-bijian (gandum, sereal), semua buah kecuali beri dan stroberi, kacang-kacangan (kacang polong, kacang merah, lentil, buncis), sayuran akar (kentang, ubi, wortel), dan saus (tomat, barbeque, teriyaki).

Berpotensi munculkan gangguan kesehatan

Menurut sebuah studi yang terbit di Journal of Frontiers in Nutrition, diet ketogenik dapat menyebabkan risiko gangguan kesehatan pada jangka panjang ketimbang manfaat jangka pendeknya. Diet tersebut diketahui sangat tidak aman bagi wanita hamil dan orang yang punya masalah ginjal.

Dampak jangka panjangnya bisa berupa risiko kanker, gangguan jantung, dan penyakit Alzheimer. Gangguan kesehatan tersebut diyakini karena asupan nutrisi yang tidak seimbang dari konsumsi makanan sehari-hari.

Baca juga: Wajib Dicoba, Menu Diet Tanpa Nasi yang Mudah dan Bergizi

Apa penyebabnya?

Penyebab utama risiko penyakit kronis sebagai efek dari diet keto berkepanjangan adalah nilai nutrisi yang dikonsumsi.

Menurut Neal Barnard, MD, asisten profesor kedokteran di George Washington University, diet keto mengandung makanan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Orang yang menjalani diet keto cenderung mengalami kekurangan banyak vitamin.

Padahal, vitamin bisa berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Dengan asupan vitamin yang rendah, risiko berkembangnya sel kanker dapat meningkat.

Orang yang menjalani diet tersebut juga cenderung memperbanyak konsumsi produk hewani. Hanya mengonsumsi produk hewani (terutama daging) dalam jangka panjang bisa meningkatkan kadar kolesterol. Lama-kelamaan, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan jantung.

Berbagai risiko penyakit kronis yang bisa muncul

Diet ketogenik dalam jangka panjang disebut dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis. Penyakit kronis sendiri merupakan gangguan kesehatan yang bisa bertahan lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Penyakit kronis yang dimaksud di antaranya adalah:

  • Cacat pada bayi, disebabkan kekurangan asupan asam folat saat masih berada di dalam kandungan.
  • Penyakit ginjal, dipicu terlalu banyaknya asupan protein yang bisa memberi tekanan pada organ tersebut.
  • Diabetes tipe 1, karena risiko resistensi insulin.
  • Kadar kolesterol jahat meningkat, karena konsumsi protein hewani yang terlalu tinggi tanpa diimbangi nutrisi seimbang.
  • Penyakit jantung, disebabkan oleh tingginya kolesterol yang telah mengganggu sirkulasi darah.
  • Kanker, dipicu oleh kurangnya asupan vitamin sebagai antioksidan dan tingginya konsumsi produk hewani (terutama daging merah). Bahkan, menurut WebMD, diet keto mungkin dapat memperparah keadaan pasien yang telah didiagnosis kanker.

Tips diet yang aman

Dalam beberapa tahun terakhir, diet keto telah menjadi tren untuk menurunkan berat badan dan meredakan sejumlah gangguan kesehatan. Padahal, sebenarnya ada pendekatan atau metode pola makan yang lebih baik ketimbang keto.

Karbohidrat bukan sesuatu yang buruk, begitu juga dengan kacang-kacangan, sayuran, dan buah. Makanan tersebut seharusnya menjadi menu pokok, bukan malah dihindari.

Sebab, pola makan nabati diyakini dapat memberi efek optimal dalam menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.

Liz MacDowell, pakar nutrisi holistik, bahkan mempraktikkan diet ‘quasi-keto’ alias pola makan keto yang dimodifikasi. Dalam diet itu, buah, sayuran, dan kacang-kacangan masuk dalam daftar menu.

Mengonsumsi zat gizi mikro bisa tetap membuatmu menjalankan diet keto, karena kandungan karbohidratnya cukup. Begitu juga dengan buah-buahan. Meski mengandung gula, buah mempunyai zat fitokimia dan mikronutrien yang baik untuk tubuh.

Nah, itulah ulasan tentang diet keto yang baru-baru ini disebut bisa meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis. Agar tetap sehat, tetap penuhi nutrisi yang seimbang, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Verywell Health, diakses 15 September 2021, Study: Keto Diet May Lead to Long-Term Health Risks.
  2. WebMD, diakses 15 September 2021, Cancer and the Keto Diet.
  3. Frontiers in Nutrition, diakses 15 September 2021, Ketogenic Diets and Chronic Disease: Weighing the Benefits Against the Risks.
  4. NCBI, diakses 15 September 2021, Dietary protein effects on cholesterol and lipoprotein concentrations: a review.

    register-docotr