Diet dan Nutrisi

Mitos atau Fakta? Sering Makan Mi Instan Menyebabkan Sakit Tifus

April 15, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mi instan adalah makanan praktis yang populer dimakan di seluruh dunia. Meskipun murah dan mudah disiapkan, tapi ada banyak kontroversi mengenai apakah makanan ini bisa menyebabkan penyakit atau tidak?

Salah satu yang paling terkenal adalah anggapan bahwa mengonsumsi mi instan terlalu sering bisa menyebabkan sakit tifus. Apakah hal tersebut benar?

Baca juga: Catat 6 Alasan Mengapa Kamu Tidak Boleh Sering-Sering Makan Mi Instan

Komponen utama mi instan

Mi instan adalah sejenis mi yang sudah dimasak sebelumnya, dan biasanya dijual dalam kemasan satuan.

Komponen utama makanan ini adalah mi yang terbuat dari tepung, garam dan minyak sawit. Selain itu biasanya ada juga paket penyedap yang mengandung garam, bumbu dan monosodium glutamat (MSG).

Dampak konsumsi mi instan terhadap kesehatan

Beberapa penelitian telah mengemukakan bahwa konsumsi mi instan terlalu sering dapat dikaitkan dengan pola makanan yang buruk secara keseluruhan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di NCBI, menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan ini terlalu sering terbukti memiliki kaitan erat dengan risiko pengembangan sindrom metabolik pada anak muda.

Ini merupakan sekelompok gejala yang mengarah pada beberapa penyakit seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, stroke, dan semacamnya.

Selain itu, asupan mi instan juga dihubungkan dengan penurunan kadar vitamin D. Itu juga dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan asupan minuman yang mengandung pemanis buatan.

Apakah makan mi instan bisa menyebabkan tifus?

Sejauh ini tidak ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi mi instan terlalu sering dapat menyebabkan penyakit tifus.

Pada dasarnya penyakit tifus adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhii. Jadi bisa dikatakan tidak ada kaitan antara mi instan dengan penyakit tersebut.

Akan tetapi mengingat bakteri penyebab tifus dapat membuat sistem kekebalan tubuh penderitanya melemah, maka mi instan sudah sepatutnya dihindari saat menderita penyakit ini dengan alasan:

1. Mi instan memiliki kandungan gizi yang rendah

Dilansir dari Healthline, mi instan cenderung mengandung sedikit kalori, serat, dan protein. Makanan ini juga memiliki jumlah lemak, karbohidrat, dan natrium yang cukup tinggi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa satu kemasan saji mi instan umumnya mengandung 7 gram lemak, dan hanya memiliki 4 gram protein serta 0,9 gram serat.

Mengonsumsinya di saat kamu terkena tifus, tidak hanya akan gagal memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh. Tapi juga bisa membuat saluran pencernaan mengalami gangguan karena sedikitnya serat yang dapat diserap oleh tubuh.

2. Menghindari efek buruk MSG

Meski Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA), telah mengategorikan MSG sebagai zat aditif yang aman. Akan tetapi MSG tetap perlu dicantumkan dalam label makanan karena efek berbahayanya yang masih kontroversial.

Konsumsi MSG yang berlebihan bisa menimbulkan beberapa reaksi pada tubuh seperti:

  1. Sakit kepala
  2. Otot terasa tegang
  3. Mati rasa
  4. Kesemutan

Di saat tubuh kamu masih diserang oleh bakteri penyebab penyakit tifus, kamu disarankan untuk tidak mengonsumsi mi instan karena dikhawatirkan akan mengalami beberapa gejala-gejala di atas.

Baca juga: Catat! Ini Ragam Alternatif Cara Membuat Mi Ayam Sehat

Bagaimana dengan mengonsumsi mi instan yang dilabeli sehat?

Saat ini ada berbagai produk mi instan yang dibuat dari bahan-bahan alami tanpa pengawet dan MSG. Umumnya mi seperti ini lebih baik dan aman dikonsumsi, karena tidak mengandung lemak jahat di dalamnya.

Akan tetapi kamu tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Dilansir dari Straits Times, ahli diet Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, Seow Vi Vien menyarankan untuk membatasi asupan mi instan menjadi satu hingga dua kali seminggu.

Kamu juga bisa membuat mi instan jadi lebih menyehatkan, dengan memasak sayuran maupun protein hewani ke dalamnya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline diakses pada 14 April 2021

Straits Times diakses pada 14 April 2021

NCBI diakses pada 14 April 2021

Web MD diakses pada 14 April 2021

Michigan State University diakses pada 14 April 2021

    register-docotr