Diet dan Nutrisi

Mi Rendah Kalori Dipercaya Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Benarkah?

June 1, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bagi sebagian orang, mi instan telah menjadi makanan setia dalam banyak situasi. Namun, beberapa kalangan lebih memilih mi rendah kalori karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan.

Lantas, benarkah mi yang punya sedikit kalori bisa memberikan efek penurunan berat badan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang mi rendah kalori

Setidaknya ada dua hal yang membuat mi instan mempunyai sedikit kalori jika dibandingkan dengan produk serupa lainnya. Dua hal tersebut adalah bahan utama yang digunakan dan cara produksinya.

Sebagai perbandingan, beberapa produk mi instan dari sebuah produsen terkenal mempunyai kalori rata-rata di atas 300 kkal.

Faktor bahan

Bahan utama dari kebanyakan mi instan adalah tepung. Pemilihan tepung sangat berpengaruh pada jumlah kalori yang dimiliki oleh mi instan. Pada beberapa produk mi rendah kalori, tepung yang digunakan biasanya cenderung berbeda, yaitu berasal dari:

1. Tepung dari gandum utuh

Beberapa produk mi terbuat dari tepung terigu utuh (whole wheat flour). Biasanya, berasal dari inti gandum. Ini tentu berbeda dengan tepung terigu serbaguna. Tepung terigu utuh dari inti gandum hanya mempunyai sekitar 220 kalori.

Jika dibandingkan mie yang terbuat dari tepung terigu utuh inti gandum mempunyai kalori lebih rendah.

2. Tepung soba

Tepung soba biasanya dipakai pada produk pasta atau mi asal Jepang. Soba adalah salah satu jenis dari tanaman serelia, menawarkan rasa yang unik ketimbang jenis tepung lainnya.

Tepung soba hanya mempunyai 201 kalori, sering dipilih oleh sebagian orang yang sedang menjalankan diet menurunkan berat badan.

3. Umbi konnyaku

Belakangan ini, mi yang terbuat dari konnyaku telah menarik banyak minat orang. Tumbuh subur di Jepang, konnyaku adalah umbi yang lebih dari 90 persen kandungannya adalah air. Umbi tersebut telah menjadi bahan utama dari mi bernama shirataki.

Bicara soal kalori, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), mi shirataki hanya memiliki 10 kalori. Jumlah itu terbilang sangat rendah jika dibandingkan dengan beberapa produk mi pada umumnya.

Baca juga: Mie Shirataki untuk Diet: Rendah Kalori dan Bebas Lemak

Proses produksi

Selain bahan dasar yang digunakan, proses produksi juga berpengaruh pada jumlah kalori pada sebuah produk mi. Perlu diketahui, sebagian besar mi instan diolah dengan cara digoreng untuk mempertahankan bentuknya sebelum dikemas dan dijual.

Padahal, proses tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori yang dimiliki. Dikutip dari Healthline, proses penggorengan bisa menghilangkan air pada adonan atau tepung. Hal itu secara otomatis akan berdampak pada jumlah kalorinya.

Namun, ada produk mi yang diolah bukan dengan cara digoreng, tapi dipanggang. Cara ini terbilang cukup aman sehingga tetap mempertahankan kalori yang dimiliki.

Mi rendah kalori, sehat atau tidak?

Bicara soal sehat atau tidaknya sebuah produk mi rendah kalori, itu semua tergantung dari bahan utamanya. Tepung soba misalnya, kaya akan serat, mineral, vitamin, dan antioksidan.

Menurut studi yang terbit di Journal of Agricultural Science, berbagai kandungan itu bisa memberi banyak manfaat, salah satunya membantu menurunkan kolesterol.

Namun, berbeda dengan mi yang terbuat dari tanaman konnyaku, minim dengan nilai gizi seperti tepung sobu. Mi shirataki tidak mempunyai cukup mineral penting bagi tubuh, seperti protein, kalsium, zat besi, kalium, dan vitamin.

Artinya, jika kamu ingin rutin mengonsumsi mi shirataki, pastikan untuk menambahkan bahan-bahan lain, misalnya daging, ikan, dan sayuran. Dengan begitu, kamu tetap bisa mendapatkan nutrisi yang lengkap.

Benarkah bisa bantu turunkan berat badan?

Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya apakah konsumsi mi rendah kalori bisa membantu menurunkan berat badan? Jawaban singkatnya adalah ya. Sebab, kalori sangat berpengaruh pada berat badan seseorang.

Dikutip dari NHS UK, saat kamu mengonsumsi makanan dengan kalori yang tinggi hingga asupannya berlebihan, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak. Jika ini terus berlanjut, lama-kelamaan berat badan akan ikut bertambah.

Beberapa orang memilih mi rendah kalori agar asupan kalori di dalam tubuhnya tidak berlebihan. Selain itu, pengurangan asupan kalori hingga 500 kkal setiap harinya juga bisa berkontribusi terhadap penurunan berat badan, seperti dilansir Medline Plus.

Tak hanya itu, beberapa produk mi juga punya serat yang tinggi, bisa membantu turunkan berat badan. Menurut penelitian, serat glukomanan pada shirataki dapat membantu mengontrol berat badan, termasuk sebagai pencegahan obesitas.

Nah, itulah ulasan tentang mi rendah kalori dan klaim seputar efeknya pada penurunan berat badan. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mengonsumsi mi rendah kalori?

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Everyday Health, diakses 25 Mei 2021, 10 Alternative Flours to Try in Homemade Baked Goods.
  2. Healthline, diakses 25 Mei 2021, Why Are Fried Foods Bad For You?
  3. NHS UK, diakses 25 Mei 2021, Understanding calories.
  4. Healthline, diakses 25 Mei 2021, Shirataki Noodles: The Zero-Calorie ‘Miracle’ Noodles.
  5. Verywell Fit, diakses 25 Mei 2021, Shirataki Noodles Nutrition Facts and Health Benefits.
  6. Medline Plus, diakses 25 Mei 2021, 10 ways to cut 500 calories a day.
  7. Cambridge University Press, diakses 25 Mei 2021, Phytochemicals and biofunctional properties of buckwheat: a review.
  8. USDA, diakses 25 Mei 2021, SHIRATAKI NOODLES.
  9. Fatsecret Indonesia, diakses 25 Mei 2021, Indomie.
  10. NCBI, diakses 25 Mei 2021, Experiences with three different fiber supplements in weight reduction.

    register-docotr