Diet dan Nutrisi

Mengenal Roti Sourdough, soal Nutrisi Apa Bedanya dengan Roti Biasa?

June 16, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tren makanan sehat tidak pernah berhenti bermunculan. Yang terbaru, banyak orang mulai melirik roti sourdough sebagai pangan alternatif roti konvensional.

Apa sebenarnya roti sourdough ini?

Roti sourdough ini sebenarnya bukan temuan baru. Situs kesehatan Healthline menyebut sourdough sebagai salah satu bentuk fermentasi gandum yang tertua. 

Sebuah penelitian dalam jurnal Food Microbiology menyebut sourdough berasal dari peradaban Mesir kuno di sekitar tahun 1.500 sebelum masehi. Sourdough tetap menjadi bentuk ragi roti yang dipakai hingga ragi yang modern ditemukan beberapa abad lalu.

Baca juga: Tinggi Serat dan Mineral, Ini 5 Manfaat Konsumsi Roti Gandum bagi Kesehatan!

Apa saja bahan roti sourdough?

Roti yang menggunakan ragi modern (disebut juga dengan baker’s yeast) cenderung lebih mengembang. Sementara, fermentasi sourdough memanfaatkan ‘ragi liar’ dan bakteri asam lactic yang secara alami terdapat di tepung untuk meragikan roti.

Ragi liar ini lebih kuat terhadap kondisi asam dibandingkan dengan ragi modern. Inilah kenapa ragi sourdough bisa bekerja sama dengan bakteri penghasil asam lactic untuk membuat adonan roti mengembang.

Campuran antara ragi liar, bakteri asam lactic, tepung dan air untuk membuat roti sourdough ini disebut dengan starter. Dalam proses membuat roti, starter ini akan memfermentasi gula di dalam adonan, membuat roti mengembang dan menghasilkan rasanya yang khas.

Rasa roti sourdough lebih tajam. Asam yang dihasilkan dari ragi yang dipakai menghasilkan rasa ini serta membunuh bakteri yang tidak diinginkan. Sehingga starter sourdough ini lebih aman dan tidak mudah rusak.

Kandungan nutrisi roti sourdough

Komposisi nutrisi dari roti sourdough ini tergantung dari jenis tepung yang kamu gunakan, baik itu gandum utuh atau halus.

Adapun kandungan nutrisi rata-rata dalam satu potong roti sourdough dengan berat 56 gram adalah sebagai berikut:

  • 162 kalori
  • 32 gram karbohidrat
  • 2-4 gram serta
  • 6 gram protein
  • 2 gram lemak
  • 22 persen AKG selenium
  • 20 persen AKG folat
  • 16 persen AKG thiamin
  • 14 persen AKG mangan
  • 14 persen AKG niacin
  • 12 persen AKG zat besi

Roti sourdough ini juga menjadi sumber yang baik dari kalsium dan potasium. Selain itu, situs kesehatan WebMD menyebut roti ini sebagai sumber antioksidan yang baik. 

Apa beda roti sourdough dengan roti biasa?

Selain dari ragi yang digunakan, roti sourdough memiliki perbedaan dengan roti biasa sebagai berikut:

Lebih bernutrisi

Meskipun roti sourdough biasanya dibuat menggunakan tepung yang sama seperti jenis roti yang lain, tapi proses fermentasinya justru meningkatkan kandungan nutrisi di dalamnya, lho!

Sebuah penelitian dalam jurnal Food Microbiology menyebut starter dari roti sourdough yang menggunakan gandum utuh memiliki kandungan mineral seperti potasium, fosfat, magnesium dan zinc yang baik.

Selain itu, bakteri asam lactic di dalam sourdough juga dapat menurunkan kadar pH roti. Kemampuan ini juga sekaligus menurunkan kadar phytate, sebuah antinutrisi yang menempel di dalam mineral dan membuat tubuh kamu tidak mampu menyerap mineral dengan baik.

Nah, penelitian lain lagi di dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebut fermentasi sourdough ini dapat menurunkan kandungan phytate roti sekitar 24-50 persen dibandingkan fermentasi ragi modern.

Lebih mudah dicerna

Roti sourdough ini lebih mudah dicerna dibandingkan dengan roti yang menggunakan ragi modern. Hal ini, disebut di penelitian dalam jurnal Food Microbiology dipengaruhi oleh kandungan prebiotik dan senyawa seperti probiotik di dalam sourdough

Prebiotik merupakan serat yang tidak dicerna yang menjadi makanan bakteri baik di usus. Sementara probiotik merupakan bakteri baik yang ditemukan di makanan dan suplemen.

Baca juga: Probiotik Bisa Redakan Gejala Depresi? Yuk, Simak Penjelasan Medisnya!

Penyajian dan takaran konsumsi sourdough

Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan roti sourdough, kamu bisa pilih jenis yang berasal dari tepung gandum utuh. Dengan pilihan ini kamu bisa mendapatkan probiotik alami, ekstra serat, protein serta mineral.

Sementara itu, laman thesourdough.com merekomendasikan kamu mengonsumsi 6 potong roti sourdough per hari. 

Demikianlah berbagai penjelasan tentang roti sourdough yang saat ini sedang banyak digemari. Selalu konsumsi makanan yang sehat, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr