Diet dan Nutrisi

Bisa Perbanyak Sel Darah Merah, Ini Fungsi Asam Folat untuk Anemia

July 30, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Anemia adalah kondisi saat kadar sel darah merah di dalam tubuh menurun. Untuk mencegah dan mengatasinya, kamu bisa gunakan asam folat. Ada banyak manfaat dari asam folat untuk anemia.

Apa saja kegunaan asam folat untuk anemia? Serta, berapa banyak kebutuhan harian asupannya agar terhindar dari anemia? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga:  Jangan Cuek, 5 Gejala Anemia Ini Bisa Berakibat Fatal

Manfaat asam folat untuk anemia

Asam folat memiliki banyak manfaat untuk anemia. Selain memperbanyak jumlah sel darah merah, nutrisi ini juga mampu mengoptimalkan fungsi hemoglobin dan mengatasi kerusakannya. Ini dia empat manfaat asam folat untuk anemia yang perlu kamu tahu.

1. Membantu pembentukan sel darah merah

Manfaat asam folat untuk anemia yang pertama adalah mampu membantu memperbanyak pembentukan sel darah merah atau eritrosit.

Mengutip NHS UK, rentang normal kadar eritrosit pada pria dewasa adalah 4,7 hingga 6,1 juta sel per mikroliter darah. Sedangkan untuk wanita, 4,2 hingga 5,4 juta sel per mikroliter darah. Kadar sel darah merah di bawah ambang batas tersebut bisa menyebabkan anemia.

Selain memperbanyak jumlahnya, asam folat juga berperan memperkuat struktur eritrosit itu sendiri. Ini menjadi penting, sebab kerusakan sel darah merah adalah salah satu pemicu penyakit anemia.

Sel darah merah yang rusak tak bisa lagi menjalankan tugasnya, seperti membawa oksigen ke semua bagian tubuh. Meski, hal ini juga bergantung pada hemoglobin.

2. Mengoptimalkan fungsi hemoglobin

Hemoglobin merupakan protein yang terdapat di dalam sel darah merah. Zat ini bertugas memasok oksigen ke seluruh tubuh. Untuk menjaga kualitas dan kuantitasnya, kamu bisa mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat.

Mengutip dari Medicine Net, rendahnya kadar hemoglobin dapat memicu terjadinya anemia. Kadar hemoglobin normal pada pria adalah di 13,5 hingga 17,5 5 gram per desiliter (g/dL), sedangkan pada wanita 12 hingga 15.5 gram per desiliter (g/dL).

Selain mengikat lalu menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh, hemoglobin juga berfungsi untuk mengangkut karbon dioksida yang ada di seluruh jaringan menuju paru-paru. Karbon dioksida itu kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui pernapasan.

Baca juga: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Antara Kurang Darah dan Darah Rendah

3. Mengganti hemoglobin yang rusak

Sel darah merah yang berubah bentuk menjadi sabit. Sumber foto: www.gethealthystayhealthy.com

Ada satu jenis anemia yang sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa, yaitu hemolitik atau sickle cell anemia. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan hemoglobin di dalam darah, yang membuat eritrosit berubah bentuk menyerupai sabit.

Medline Plus menjelaskan, perubahan bentuk pada sel darah merah inilah yang akan membahayakan tubuh. Sel darah merah yang awalnya berbentuk seperti cakram akan kesulitan membawa oksigen ke organ-organ penting.

Tidak adanya asupan oksigen pada organ tubuh dapat berujung pada komplikasi serius, salah satunya adalah hipoksemia. Diawali dengan gejala pusing dan sesak napas, kondisi ini bisa berakhir pada situasi yang lebih serius, bahkan kematian.

Asam folat bisa membantu tubuh untuk memproduksi hemoglobin yang baru. Sehingga, kondisi ini bisa dicegah agar tidak semakin memburuk.

4. Mencegah peradangan

Selain mengoptimalkan pembentukan sel darah merah dan hemoglobin, kamu bisa menggunakan asam folat untuk anemia yang disebabkan oleh peradangan. Mengutip dari Mayo Clinic, inflamasi yang terjadi pada tubuh sangat berpengaruh pada proses produksi sel darah merah.

Peradangan dapat muncul karena banyak faktor, mulai dari infeksi biasa, hingga sejumlah penyakit serius seperti kanker, gangguan degeneratif, penyakit ginjal, bahkan HIV/AIDS.

Live Science juga menyebutkan, kadar asam folat yang rendah biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengalami penyakit radang kronis. Ini menunjukkan bahwa kurangnya asupan folat di dalam tubuh dapat memperburuk kesehatan.

Baca juga: 13 Makanan Penambah Darah yang Baik Dikonsumsi Pengidap Anemia

Asam folat untuk pencegahan anemia

Ada banyak cara untuk mencegah terjadinya anemia, salah satunya adalah memperbanyak asupan asam folat. Selain itu, tubuh manusia juga membutuhkan nutrisi ini untuk mengoptimalkan fungsi banyak organ. Sehingga, asupannya wajib dipenuhi setiap hari.

Kebutuhan harian asam folat manusia dibedakan berdasarkan usia, yaitu:

  • Usia 6-10 bulan: 65 mikrogram per hari.
  • Usia 7-12 bulan: 80 mikrogram per hari.
  • Usia 1-3 tahun: 150 mikrogram per hari.
  • Usia 4-8 tahun: 200 mikrogram per hari.
  • Usia 9-13 tahun: 300 mikrogram per hari.
  • Usia 14 tahun ke atas: 400 mikrogram per hari.
  • Ibu hamil: 600 mikrogram per hari.
  • Ibu menyusui: 500 mikrogram per hari.

Kamu bisa mendapatkan nutrisi ini dari banyak makanan, seperti telur, legum (kacang-kacangan), sayuran berdaun hijau, pepaya, pisang, hati sapi, alpukat, dan buah-buahan sitrus seperti jeruk.

Nah, itulah empat manfaat asam folat untuk anemia dan makanan yang mengandung nutrisi tersebut. Sesuaikan kebutuhan harian asam folat agar terhindar dari anemia, ya. Tetap jaga kesehatan!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 26 Juli 2020, Anemia.
  2. Mayo Clinic, diakses 26 Juli 2020, Hemoglobin test
  3. WebMD, diakses 26 Juli 2020, Anemia.
  4. NHS UK, diakses 26 Juli 2020, Red blood cell count.
  5. Encyclopedia Britannica, diakses 26 Juli 2020, Folic acid deficiency anemia.
  6. Science Direct, diakses 26 Juli 2020, Folate and Inflammation – links between folate and features of inflammatory conditions.
  7. Verywell Health, diakses 26 Juli 2020, Hemoglobin Importance Within the Body.
  8. Medicine Net, diakses 26 Juli 2020, Anemia Symptoms, Causes, Diet, Diagnosis, Treatment, and Prevention.
  9. Fairview.org, diakses 26 Juli 2020, Folate-Deficiency Anemia.
  10. Medline Plus, diakses 26 Juli 2020, Sickle cell disease.
  11. Cleveland Clinic, diakses 26 Juli 2020, Hypoxemia.
  12. National Institues of Health (NIH), diakses 26 Juli 2020, Folate.

    Berita Terkait
    register-docotr