Diet dan Nutrisi

Mari Mengenal Makanan yang Baik untuk Diare

June 29, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Makanan untuk diare biasanya disarankan yang mengandung probiotik untuk mempercepat penyembuhan. Karena probiotik dapat memicu pertumbuhan bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh.

Diare biasanya terjadi akibat infeksi bakteri atau makanan yang terkontaminasi karena tidak terjamin kebersihannya. Saat usus mulai terinfeksi, maka proses kerjanya pun tidak maksimal.

Makanan untuk diare

Saat kamu mengalami diare, maka asupan makanan pun harus sangat diperhatikan. Asupan makanan yang baik akan mampu membantu sistem pencernaan kamu kembali bekerja sebagaimana mestinya.

Berikut beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat diare, di antaranya adalah:

1. Makanan yang mengandung probiotik

Sebuah ulasan dalam Journal of Clinical Gastroenterology memberikan saran bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik dapat membantu mengatasi diare.

Makanan yang mengandung probiotik mampu bekerja dengan menghancurkan racun yang dihasilkan oleh bakteri tidak sehat yang menyebabkan penyakit seperti diare.

Beberapa makanan yang mengandung probiotik adalah:

  • Yogurt atau susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri
  • Kombucha atau teh fermentasi
  • Kefir atau minuman yang terbuat dari susu dengan proses fermentasi
  • kol parut yang difermentasi secara alami menggunakan air garam mengandung banyak probiotik
  • Kimchi atau  acar dari berbagai bahan sayuran yang difermentasi

2. Makanan dari pola diet BRAT

Pola diet BRAT merupakan pola makan untuk diare yang sangat direkomendasikan. Brat adalah singkatan dari Banana (pisang), Rice (nasi), Applesauce (apel yang dihaluskan), dan Toast (roti panggang).

Semua makanan tersebut mengandung serat, protein, dan lemak yang rendah, sehingga mampu mengatasi mual, muntah, dan diare.

Makan dengan pola diet BRAT juga dianggap sebagai makanan pengikat. Artinya, mereka rendah serat dan dapat menghentikan diare dengan cara mengencangkan feses agar menjadi lebih padat.

Makanan lain dengan fungsi yang sama dengan diet BRAT

Selain empat makanan di atas, masih banyak makanan lain yang bisa kamu konsumsi untuk mengatasi diare, seperti:

  • Biskuit
  • sereal seperti oatmeal atau krim gandum
  • Jus apel
  • Kentang rebus
  • Roti pretzel
  • Ayam panggang tanpa kulit dan lemak

3. Makanan berkuah

Konsumsi sup kaldu bening, seperti sup kaldu ayam atau sup kaldu sapi tanpa minyak bisa membantu membuat perut terasa lebih nyaman saat diare.

4. Konsumsi cairan yang sesuai

Saat diare, kamu akan kehilangan banyak cairan tubuh. Untuk itu, mengonsumsi cairan yang sesuai akan membantu kamu terhindar dari dehidrasi.

Kamu bisa mengonsumsi cairan isotonik yang mengandung elektrolit. Selalu usahakan untuk tidak mengonsumsi air yang tinggi kandungan gula.

Setelah kondisi diare membaik, disarankan agar kembali mengonsumsi pola makan dengan gizi seimbang.

Namun ingat juga bahwa  kamu harus selalu memperhatikan faktor kebersihan pada setiap makanan yang kamu konsumsi.

Makanan yang harus dihindari saat diare

Selain memperhatikan asupan makanan dan cairan saat diare. Kamu juga perlu menghindari konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman yang memiliki risiko memperburuk kondisi diare kamu.

Beberapa makanan yang harus dihindari saat kamu mengalami diare adalah:

1. Makanan berminyak dan mengandung lemak tinggi

Mengonsumsi makanan berminyak dan mengandung lemak tinggi memiliki risiko buruk yang menyebabkan diare menjadi semakin parah.

Hal tersebut terjadi karena makanan berminyak mampu membuat otot-otot pada saluran dinding pencernaan menegang.

2. Produk olahan susu

Mengonsumsi produk olahan susu seperti susu, mentega, es krim, dan keju saat diare membuat usus kesulitan memproduksi enzim laktase.

Enzim tersebut merupakan enzim yang diperlukan oleh tubuh untuk mencerna laktosa pada susu.

Saat kamu diare, usus akan sensitif terhadp produk susu untuk sementara waktu, bahkan jika kamu tidak memiliki masalah pada produk susu sebelumnya.

Khusus untuk yogurt, kamu tetap bisa mengonsumsinya karena yogurt merupakan produk susu yang kaya akan probiotik.

3. Alkohol dan minuman bersoda

Saat kamu mengalami diare, alkohol memiliki sifat diuretik yang membuat kamu mudah dehidrasi. Sedangkan minuman bersoda memiliki fruktosa tinggi yang dapat menimbulkan masalah saat kamu diare.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Healthcare edisi Juni 2017, fruktosa dalam jumlah besar dapat membanjiri sistem pencernaan yang menyebabkan kamu mengalami kembung hingga diare.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. healthline.com (2019). Diakses 24 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/what-to-eat-when-you-have-diarrhea#foods-to-avoid

2. healthline.com (2019). Diakses 24 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/brat-diet#efficacy

3. journals.lww.com. Diakses 24 Juni 2020. https://journals.lww.com/jcge/Abstract/2011/11001/Recommendations_for_Probiotic_Use_2011_Update.15.aspx

4. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 24 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5492024/

5. everydayhealth.com (2018). Diakses 24 Juni 2020. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/diet/what-to-eat-when-you-have-diarrhea/

6. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 24 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK373095/

    register-docotr