Diet dan Nutrisi

17 Makanan Penambah Darah yang Baik Dikonsumsi Pengidap Anemia

April 30, 2021 | Husni Efendi | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Makanan penambah darah sangat dibutuhkan jika kamu mengalami anemia, yang sering dikenal sebagai penyakit kurang darah.

Anemia sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya karena kekurangan zat besi. Anemia bisa membuat sirkulasi oksigen dan nutrisi ke sel-sel dalam jaringan tubuh menjadi terganggu.

Untuk membantu mengatasi hal tersebut, ada baiknya kamu rutin mengonsumsi makanan untuk menambah darah. Apa saja ya pilihannya?

Baca juga: Seringkali Diabaikan, Inilah Ciri-ciri Kurang Darah yang Wajib Kamu Ketahui

Rekomendasi pilihan makanan penambah darah

Berikut ulasan lengkap tentang ragam pilihan makanan penambah darah yang bisa rutin kamu konsumsi:

1. Daging merah

Asupan zat besi bisa sebagai sumber makanan penambah darah dan bisa kamu dapatkan dari daging merah, misalnya seperti daging kambing atau sapi. Daging unggas juga bisa kamu konsumsi untuk bahan makanan penambah darah.

2. Jeroan

Daging jeroan mengandung banyak zat besi. Hati sapi seberat 3,5 ons misalnya, mempunyai 6,5 mg zat besi, setara 36 persen dari total kebutuhan gizi harian. Bukan cuma itu, daging jeroan juga memiliki nutrisi penting lainnya, seperti vitamin B, zat tembaga, dan selenium.

3. Brokoli

Brokoli bisa dijadikan sebagai makanan penambah darah yang baik karena kandungan zat besinya. Dengan berat 156 gr, brokoli mengandung 1 mg zat besi, setara 6 persen dari total kebutuhan asupan harian. Terlebih, brokoli juga mempunyai banyak nutrisi penting seperti vitamin C dan K.

4. Tahu

Salah satu makanan penambah darah yang bisa kamu dapatkan dengan mudah adalah tahu. Meski murah meriah, tahu mempunyai kandungan zat besi yang tinggi, lho. Tahu seberat 126 gr menyediakan 2,4 mg zat besi, setara 19 persen dari total kebutuhan asupan harian.

5. Cokelat hitam

Makanan penambah darah berikutnya adalah cokelat hitam. Selain rasanya yang manis, dark chocolate juga kaya akan zat besi. Satu ons cokelat hitam mengandung sekitar 3,4 gr zat besi, setara 19 persen dari total kebutuhan asupan harian.

Belum lagi, masih ada nutrisi penting lain yang bisa kamu dapatkan, seperti zat tembaga, magnesium, dan antioksidan alami.

Baca juga: Bisa Jadi Cemilan Sehat, Ini 9 Manfaat Dark Chocolate untuk Kesehatan

6. Bayam dan sawi

Kamu juga bisa mengonsumsi sayuran seperti bayam dan sawi untuk membantu mencukupi kebutuhan makanan penambah darah.

Kandungan zat besi dari bayam dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah, serta dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh.

7. Kacang-kacangan

Jenis kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang merah, dan kacang hijau juga direkomendasikan sebagai makanan penambah darah.

Jenis kacang-kacangan tadi mengandung asam folat atau vitamin B9, yang bisa membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh.

8. Semangka

Selain dapat membantu menambah darah, keistimewaan lain dari buah semangka adalah kaya akan air. Jika kamu mengonsumsinya, manfaat lain yang bisa didapatkan tubuh yakni terhindar dari risiko dehidrasi.

9. Telur ayam

Kandungan vitamin A yang terkandung dalam telur bagus untuk tubuh.

Vitamin A ini dapat membantu tubuh menghasilkan sel darah merah yang sehat. Selain telur, kamu bisa juga mengonsumsi makanan sumber vitamin A lain seperti susu sapi, hati sapi atau hati ayam.

10. Buah kering

Anggur dan kismis juga bisa menjadi alternatif makanan penambah darah untuk kamu rutin konsumsi. Buah-buahan jenis ini kaya akan zat besi.

11. Murbei

Mungkin kamu tidak terlalu familiar dengan jenis buah yang satu ini. Namun murbei juga menjadi salah satu makanan yang bisa menambah darah dalam tubuh.

12. Buah-buahan yang mengandung vitamin C

Buah-buahan yang mengandung vitamin C menjadi rekomendasi selanjutnya, karena buah-buahan ini bisa membantu kelancaran proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Kamu bisa mendapatkan buah-buahan penambah darah yang mengandung vitamin C, misalnya dari jeruk, stoberi, paprika, atau tomat.

13. Pisang

Selain rasanya manis dan mudah didapat, pisang juga kaya zat besi. Kandungan dalam pisang bisa membantu mengoptimalkan produksi sel darah merah dalam tubuh.

14. Roti gandum dan sereal

Roti dan sereal kaya akan vitamin B12 dan asam folat, sehingga dapat menjadi asupan makanan untuk mencegah terjadinya anemia.

15. Alpukat

Vitamin E yang terkandung dalam alpukat punya fungsi penting untuk melindungi sel darah merah. Untuk mencegah anemia, kamu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E seperti alpukat.

Makanan yang yang mengandung vitamin E juga terkandung dalam minyak minyak zaitun, kacang-kacangan, atau paprika merah.

16. Buah persik kering

Buah persik kering mungkin termasuk jarang kamu temui, tapi buah persik kering mengandung lebih banyak zat besi.

Persik kering bisa djadikan bahan camilan, atau biasanya dicampur dengan yoghurt.

17. Ubi merah

Ubi merah yang sering kamu jumpai di pasar juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan penambah darah. Asupan ini mampu mengaktifkan sel-sel darah merah dan menambah oksigen ke dalam darah.

Jenis umbi ini juga bermanfaat untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil karena memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi.

Tanda dan gejala kekurangan darah

Kekurangan darah atau anemia bisa disebabkan oleh dua hal utama, yaitu rendahnya kadar zat besi dan vitamin B12 di dalam tubuh. Kadar yang rendah dari zat besi dan vitamin B12 ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

1. Mudah lelah

Salah satu gejala paling umum dari anemia adalah mudah lelah. Kamu bisa mudah lelah karena tubuh tidak bisa membuat hemoglobin akibat rendahnya kadar zat besi. Akibatnya, oksigen juga tidak bisa disalurkan ke seluruh tubuh.

Tanpa hemoglobin yang cukup, oksigen akan sulit menjangkau jaringan dan otot, sehingga berdampak pada energi dan tenaga. Selain itu, jantung juga akan dipacu bekerja lebih keras untuk memindahkan lebih banyak darah ke seluruh tubuh, hingga membuatmu merasa lelah.

2. Kulit pucat

Kulit pucat, termasuk di kelopak mata bagian bawah, bisa mengindikasikan bahwa kamu mengalami kekurangan darah. Hemoglobin bertugas memberi warna merah pada darah. Jika kadarnya rendah, darah mungkin tidak akan terlihat ‘terlalu merah’.

Akibatnya, kulit akan kehilangan warna sehatnya hingga memucat. Memucatnya kulit tidak terbatas di satu bagian tubuh saja, melainkan di banyak area, seperti bibir, gusi, dan kuku. Pucat lebih sering terlihat pada pengidap anemia sedang atau berat.

Jika kamu menarik kelopak mata ke bawah, lapisan di dalamnya seharusnya berwarna merah cerah. Jika warnanya merah muda, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa kamu kekurangan darah.

3. Sesak napas

Gejala lain dari kekurangan darah atau anemia adalah sesak napas. Seperti yang telah dijelaskan, hemoglobin adalah komponen pada sel darah merah yang bertugas mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika kadar hemoglobin rendah, maka jumlah oksigen juga akan terdampak. Artinya, otot tidak akan menerima cukup oksigen untuk melakukan aktivitas normal, meski hanya berjalan sekalipun.

Pernapasan akan meningkat seiring dengan upaya tubuh mendapatkan lebih banyak oksigen.

Jika kamu sering terengah-engah dan kesulitan bernapas saat sedang menjalankan rutinitas seperti naik tangga, berjalan, atau olahraga, bisa jadi itu adalah tanda dari kekurangan darah.

4. Sakit kepala

Kekurangan darah akibat rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh, terutama pada wanita, bisa memicu sakit kepala yang berulang. Ini berbeda dengan pusing biasa. Sakit kepala yang muncul dapat disebabkan oleh sedikitnya oksigen yang mencapai otak.

Akibatnya, pembuluh darah di otak bisa mengalami pembengkakan, memunculkan tekanan hingga berujung pada rasa sakit. Meski ada banyak hal yang bisa memicu pusing, sakit kepala akibat kekurangan darah sebaiknya tidak diabaikan.

5. Palpitasi jantung

Apakah kamu sering merasakan jantung berdebar-debar tanpa sebab? Kondisi itu disebut dengan palpitasi, bisa menjadi tanda dari kekurangan darah yang dipicu oleh rendahnya zat besi.

Belum jelas apa hubungan kekurangan zat besi dengan palpitasi. Hanya saja, hal tersebut mungkin dipicu oleh suplai oksigen yang kurang. Rendahnya hemoglobin bisa membuat jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Jantung harus bekerja lebih keras untuk membawa dan mendapatkan oksigen hingga berdampak pada detaknya. Namun, palpitasi adalah kondisi yang juga dapat disebabkan oleh hal lain, misalnya murmur jantung. Jadi, periksakan diri untuk cari tahu penyebab pastinya, ya.

6. Kulit kering dan rambut rusak

Rambut rusak dan kulit yang kering bisa menjadi tanda dari kekurangan zat besi. Rendahnya zat besi dapat menurunkan jumlah hemoglobin dalam darah dan mengurangi jumlah oksigen pada sel-sel di kulit dan rambut.

Ketika rambut dan kulit kekurangan oksigen, hal itu bisa membuatnya kering dan rusak. Kurang darah juga dikaitkan dengan risiko rambut rontok dan mudah patah.

7. Masalah pada mulut

Gejala dari kekurangan darah bisa dilihat dari kondisi mulut. Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, tanda-tandanya termasuk pembengkakan lidah, muncul peradangan, dan warna yang memucat.

Penelitian lain menyebutkan, kekurangan zat besi yang berakibat pada anemia juga dapat menyebabkan gejala lain di sekitar mulut, yaitu:

  • Mulut kering
  • Sensasi terbakar di dalam mulut
  • Muncul retakan merah di sudut dalam mulut
  • Luka dan lesi sariawan

8. Kuku rapuh

Kekurangan darah akibat rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh bisa membuat kuku jari menjadi rapuh atau melengkung berbentuk seperti sendok. Kondisi itu disebut dengan koilonychia.

Meski jarang terjadi, tanda awal dari kekurangan darah bisa berupa kuku yang mulai retak. Selanjutnya, ujung-ujung kuku akan terangkat dan terlihat seperti sendok. Namun, gejala tersebut adalah efek langka yang hanya terjadi pada lima persen pengidap anemia defisiensi zat besi.

9. Gampang kesemutan

Seperti yang telah disebutkan, anemia tidak hanya disebabkan oleh rendahnya kadar zat besi, tapi juga vitamin B12. Rendahnya kadar vitamin B12 di dalam tubuh bisa memicu kerusakan saraf.

Vitamin tersebut dapat menstimulasi tubuh dalam memproduksi mielin, zat lemak yang berfungsi melindungi saraf. Tanpa vitamin B12, mielin akan mengalami penurunan jumlah. Akibatnya, saraf bisa terganggu hingga membuatmu rentan kesemutan, baik di tangan maupun kaki.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 7 Penyebab Sering Kesemutan yang Kerap Diabaikan

10. Perubahan suasana hati

Orang yang mengidap anemia karena defisiensi vitamin B12 rentan mengalami gangguan suasana hati, misalnya depresi. Menurut penelitian pada 2017, rendahnya kadar vitamin B12 dapat berdampak pada senyawa kimia dalam darah bernama homosistein.

Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan mengganggu sinyal dari dan menuju organ tersebut, hingga membuat perubahan suasana hati. Dampak jangka panjangnya, seseorang mungkin berisiko untuk terkena gangguan yang lebih serius, misalnya demensia.

Nah, itulah gejala dari kondisi anemia dan beberapa rekomendasi makanan penambah darah yang bisa kamu konsumsi. Jadi, dari semua daftar di atas, makanan penambah darah apa yang kamu suka?

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr