Diet dan Nutrisi

6 Makanan Pemicu Kanker yang Jarang Diketahui, Berikut Daftarnya!

December 7, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kanker adalah penyakit mematikan yang masih menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Penyakit ini bisa muncul dari banyak faktor, salah satunya adalah makanan. Ada beberapa makanan pemicu kanker yang tak disadari justru digemari banyak orang.

Apa saja makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Baca juga: Jarang Sembuh Total, Ini 5 Jenis Kanker Paling Mematikan

Daftar makanan pemicu kanker

Sebagian besar makanan pemicu kanker mungkin telah menjadi menu setiap hari kebanyakan orang, mulai daging merah hingga produk keju. Berikut daftar makanan pemicu kanker yang perlu kamu tahu:

1. Daging olahan

Makanan pemicu kanker yang pertama adalah daging olahan, biasa digunakan sebagai komponen pada burger, roti isi (sandwich), dan hot dog. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah memasukkan daging olahan ke daftar makanan yang mengandung karsinogen.

Sebuah studi menemukan hubungan antara konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker usus besar. Orang-orang yang sering makan daging olahan dalam jumlah besar memiliki potensi 20 hingga 50 persen lebih tinggi untuk terkena kanker.

2. Makanan pemicu kanker berupa daging merah

Tak hanya olahannya, daging merah juga bisa menjadi makanan pemicu kanker, lho. Ini karena daging merah mengandung zat tertentu yang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

Menurut saran American Institutes for Cancer Research, seperti yang dilansir dari NHS UK, konsumsi daging merah sebaiknya tidak lebih dari 500 gram dalam seminggu, atau maksimal sekitar 70 gram dalam sehari.

3. Keju sebagai makanan pemicu kanker

Siapa sangka, ternyata keju bisa menjadi makanan pemicu kanker, lho. Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, sel kanker dipercaya bisa berkembang karena peningkatan asupan kalsium serta pertumbuhan hormon tertentu menyerupai insulin pada sapi.

Hal tersebut berbanding lurus dengan sebuah penelitian yang menyebutkan, 4.000 pria pengidap kanker prostat mengaku sering mengonsumsi produk olahan susu murni, termasuk keju, dalam jumlah yang sangat tinggi.

4. Makanan terlalu matang

Apakah kamu sering memasak makanan dengan tingkat kematangan yang tinggi? Jika pernah, ada baiknya hentikan kebiasaan tersebut. Sebab, menurut sebuah riset, makanan yang diolah terlalu matang bisa meningkatkan risiko kanker.

Aktivitas memanggang, menggoreng, dan menumis pada suhu yang sangat tinggi bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti heterosiklik amina (HA). Konsumsi zat tersebut secara berlebihan dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu keberadaan sel-sel sehat.

Saat sel sehat terganggu, sel kanker bisa berkembang hingga menciptakan penyakit serius. Produk hewani yang tinggi lemak dan protein adalah makanan yang dapat menghasilkan senyawa tersebut saat terpapar suhu sangat tinggi.

Untuk meminimalkan risikonya, kamu bisa memilih cara memasak yang lebih aman, misalnya dengan merebus atau mengukus.

5. Makanan tinggi gula

Konsumsi gula dan karbohidrat rafinasi sebaiknya dibatasi, karena bisa menjadi makanan pemicu kanker. Sebuah studi menemukan keterkaitan antara lonjakan kadar glukosa dalam darah dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker perut, payudara, dan usus besar.

Kadar gula darah dan insulin yang lebih tinggi merupakan faktor risiko kanker. Insulin bisa merangsang pembelahan sel, mendukung pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, serta membuatnya lebih sulit untuk dikendalikan.

Tak hanya itu, tingginya insulin dan gula darah juga dapat memicu aktivitas peradangan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan sel abnormal dan kemungkinan berubah menjadi kanker.

Baca Juga: 7 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali: Bisa Picu Penyakit & Keracunan

6. Makanan yang mengandung alkohol

Saat alkohol masuk ke dalam tubuh, terjadi pembentukan asetaldehida, senyawa kimia yang bisa merusak DNA dari sel sehat. Hal ini bisa memicu berkembangnya sel abnormal yang dikaitkan dengan kanker.

Mengutip Cancer Treatment Centers of America, semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi pula risiko berkembangnya sel abnormal di beberapa bagian tubuh, seperti kepala, leher, esofagus, hati, payudara, dan usus besar.

Jika kamu benar-benar ingin mengonsumsinya, pastikan untuk tidak melebihi 12 ons setiap harinya, atau setara dengan ukuran satu gelas kecil.

Nah, itulah daftar makanan pemicu kanker yang perlu kamu tahu. Membatasi atau menghindarinya secara total adalah cara terbaik untuk meminimalkan risiko terkena penyakit tersebut. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 24 November 2020, Cancer and Diet 101: How What You Eat Can Influence Cancer.
  2. Cancer Center, diakses 24 November 2020, What foods and drinks are linked to cancer?
  3. NHS UK, diakses 24 November 2020, Red meat and the risk of bowel cancer.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 November 2020, Glycemic index and load and risk of upper aero-digestive tract neoplasms (Italy).
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 November 2020, Heterocyclic amines: Mutagens/carcinogens produced during cooking of meat and fish.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 November 2020, Milk and dairy consumption among men with prostate cancer and risk of metastases and prostate cancer death.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 November 2020, Animal foods, protein, calcium and prostate cancer risk: the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 November 2020, World Cancer Report 2014. Geneva, Switzerland: World Health Organization, International Agency for Research on Cancer, WHO Press, 2015.
  9. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 November 2020, Carcinogenicity of consumption of red and processed meat.

    register-docotr