Diet dan Nutrisi

Bantu Jaga Kadar Gula, Begini Panduan Diet Ketofastosis untuk Penderita Diabetes

July 20, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Salah satu hal yang penting bagi penderita diabetes adalah menjaga kadar gula agar tetap stabil. Caranya tentu dengan memperhatikan pola makan serta melakukan ketofastosis untuk diabetes.

Ketofastosis kian menjadi pilihan para penderita diabetes yang ingin menjaga kadar gula darah serta menjaga agar berat badan stabil. Apakah kamu tertarik? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa itu ketofastosis untuk diabetes

Ketofastosis adalah gabungan dari diet ketogenik dan fastosis. Ketogenik sendiri adalah cara makan tinggi lemak, rendah karbohidrat. Karbohidrat biasanya dikurangi hingga di bawah 50 gram per hari, sehingga tubuh mengandalkan lemak daripada glukosa untuk sumber energi utamanya.

Sedangkan diet fastosis adalah fasting on ketosis, atau puasa dalam keadaan ketosis. Ketosis adalah keadaan di mana tubuh kita tidak menerima cukup asupan karbohidrat untuk membakar energi. Oleh karena itu, tubuh menggunakan lemak sebagai pengganti karbohidrat.

Jadi diet ketofastosis adalah diet yang dilakukan dengan mengatur jam-jam makan dan ketika waktu makan pilihan menu yang dikonsumsi adalah menu diet ketogenik dengan sedikit karbohidrat dan tinggi lemak.

Sudah banyak penelitian yang membahas tentang kemampuan diet ketogenik dan fastosis dapat mengobati kondisi diabetes. Maka, ketofastosis untuk diabetes dapat diandalkan untuk menjaga kondisi kadar gula darah agar tetap stabil dan sebagai alternatif pengobatan.

Tujuan diet ketofastosis

Tujuan dari diet ketofastosis adalah membuat tubuh menggunakan lemak untuk energi, bukan karbohidrat atau glukosa. Tetapi bukan berarti kamu boleh mengonsumsi lemak jenuh. Lemak sehat yang berasal dari sayuran dan hewan yang tak diolah adalah pilihan tepat.

Manfaat diet ketofastosis untuk diabetes

Karena dapat mengurangi kadar gula, diet ketofastosis untuk diabetes sangat dianjurkan. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat penderita diabetes saat melakukan diet ini.

1. Ketofastosis untuk diabetes menurunkan berat badan

Salah satu permasalah para penderita diabetes adalah kelebihan berat badan. Dengan berpuasa dalam kondisi ketosis, penderita diabetes dapat mengurangi berat badan secara perlahan. 

Pembakaran lemak untuk energi terbukti memiliki efek penurunan berat badan yang signifikan. Diet ketofastosis juga membantu menghilangkan lemak tubuh yang signifikan dan peningkatan atau retensi massa otot.

Diet rendah karbohidrat dalam ketofastosis mampu mencapai penurunan berat badan yang kuat dalam waktu lama.

2. Menurunkan kadar gula darah

Diet ketofastosis untuk diabetes membantu menurunkan kadar gula darah. Mengelola asupan karbohidrat dengan ketofastosis sering direkomendasikan untuk penderita diabetes.

Sebab, jika pasien terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Namun, jumlah asupan karbohidrat dan lemak dalam diet ketofastosis sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Jika kamu memiliki kadar gula darah tinggi, terlalu banyak asupan karbohidrat bisa berbahaya. Penderita diabetes yang fokus mengonsumsi lemak berhasil menurunkan kadar gula darah.

3. Mengurangi ketergantungan obat

Ketofastosis bagi penderita diabetes tipe 2 membantu mengurangi ketergantungan pada obat-obatan. Riset yang dilakukan dokter asal California, Eric Westman telah membuktikannya.

Dalam temuannya, 95 persen dari pasien yang diteliti mampu mengurangi hingga berhenti mengonsumsi obat diabetes.

4. Memulihkan sensitivitas insulin

Diet keto telah terbukti dapat memulihkan sensitivitas insulin karena menghilangkan penyebab resistensi insulin. Selain itu diet ini juga membantu dalam periode kadar insulin rendah, karena kadar karbohidrat yang rendah berarti tingkat insulin yang lebih rendah.

Panduan diet ketofastosis untuk diabetes

Dalam diet ketofastosis, hal yang lebih ditekankan adalah fastosis atau puasa dengan menerapkan sebagai suatu gaya hidup. Untuk mengetahui bagaimana cara memulai diet ketofastosis untuk diabetes, simak penjelasan berikut:

1. Batasi asupan karbohidrat dan protein

Ini adalah aturan yang paling penting dalam diet ketofastosis. Batasi karbohidrat hingga kurang dari 20 gram per hari.

Mengurangi asupan karbohidrat bukan berarti harus menambah kebutuhan protein. Kelebihan protein dalam tubuh dapat membuat stres pada ginjal.

Kelebihan protein juga akan dikonversi menjadi gula. Jadi, pastikan protein yang kamu konsumsi tidak berlebih, tetapi tidak juga kurang.

2. Perhatikan konsumsi lemak

Dalam diet ketofastosis, lemak adalah sumber energi. Namun, karbohidrat dan protein tetap tetap dibutuhkan dalam porsi yang sangat kecil.

Jangan takut mengonsumsi lemak saat melakukan diet ketofastosis. Kamu bisa mengomsumsi lemak setiap hari, tetapi tidak berlebihan.

3. Minum banyak air putih

Air putih juga memiliki peranan penting dalam menyukseskan diet ketofastosis untuk diabetes. Ketika kamu mengonsumsi karbohidrat, tubuh mengubahnya menjadi glikogen di hati. Zat ini diikat oleh molekul air dalam tubuh.

Mengurangi asupan karbohidrat akan menghabiskan glikogen yang disimpan dan membakar lemak. Akibatnya, tubuh cepat merasa dehidrasi.

Saat melakukan diet ketofastosis, kamu harus mengonsumsi banyak air putih. Jika dalam kondisi normal hanya dianjurkan minum 8 gelas sehari, kali ini kamu butuh hingga 16 gelas.

4. Makan hanya ketika lapar

Keluarlah dari pola pikir bahwa kamu perlu makan besar tiga kali sehari atau plus camilan. Makan terlalu sering dalam diet ketofastosis tidak diperlukan. 

Makanlah hanya ketika kamu merasa lapar. Makan lebih sedikit karbohidrat akan membuat cara ini lebih mudah. Sebab kurangnya asupan karbohidrat secara alami menekan nafsu makan.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 14/07/20. Intermittent Fasting and Keto: Should You Combine the Two?

Diet Doctor (2020). Diakses pada 14/07/20. Starting low carb or keto with diabetes medications

Diabetes (2019). Diakses pada 14/07/20. Ketogenic diet benefits

Everyday Health (2019). Diakses pada 14/07/20. Intermittent Fasting on Keto: What to Know Before Combining the Diets for Weight Loss

 

    register-docotr