Diet dan Nutrisi

Cara Membuat Mie Instan yang Sehat bagi Tubuh

November 16, 2020 | Ahmad Ridwan | Dr. Jati Satriyo
no-image

Cara sehat memasak mie instan sangat penting untuk diketahui, apalagi peminat mie instan di Indonesia sangat banyak jumlahnya. Menurut World Instant Noodles Association (WINA) angka permintaan mie instan di Indonesia pada 2019 mencapai 12,520 juta.

Cara sehat memasak mie ini perlu diikuti, untuk menghindari efek buruk dari mengonsumsi mie instan. Untuk lebih lengkapnya berikut ulasan tentang mie instan, dimulai dari kalori mie instan hingga efek dan bahaya mie instan untuk kesehatan.

Mengetahui kalori mie instan

Ada berbagai macam varian mie instan, tapi tahukah kamu sebagian besar jenis mie instan memiliki kesamaan nutrisi. Seperti kalori mie instan yang cenderung rendah. 

Selain kalori mie instan, biasanya kandungan serat dan proteinnya juga rendah. Sementara itu lemak, karbohidrat, natrium dan mikronutriennya lebih tinggi. 

Berikut gambaran nutrisi dari salah satu jenis mie instan, yaitu mie ramen instan rasa ayam:

  • Kalori: 188
  • Karbohidrat: 27 gram
  • Total lemak: 7 gram
  • Protein: 5 gram
  • Serat: 1 gram
  • Natrium: 891 mg
  • Tiamin: 16% dari jumlah harian yang dianjurkan
  • Folat: 13% dari jumlah harian yang dianjurkan
  • Mangan: 10% dari jumlah harian yang dianjurkan
  • Besi: 9% dari jumlah harian yang dianjurkan
  • Niasin: 9% dari jumlah harian yang dianjurkan
  • Riboflavin: 6% dari jumlah harian yang dianjurkan

Umumnya satu porsi mie instan memiliki 300-500 kkal. Sehingga dapat memenuhi 16-20 persen angka kecukupan gizi dalam satu porsi per hari.

Kandung nutrisi lainnya

Mie instan juga diperkaya dengan kalsium, vitamin B1, B2, dll, yang berguna untuk kesehatan tubuh. Namun, mie instan tidak dianjurkan dikonsumsi oleh orang yang gemuk, hipertensi atau diabetes.

Karbohidrat yang terkandung di dalam mie instan ini sudah mengalami proses berkali-kali yang membuatnya mudah sekali diserap sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Selain itu, di dalam bumbu mie instan ini juga mengandung kadar garam dan pengawet seperti monosodium glutamat (MSG) yang tinggi, sehingga akan berisiko pada orang yang memiliki hipertensi, kegemukan dan diabetes.

Sangat tidak dianjurkan mengonsumsi mie instan setiap hari, mengingat banyaknya zat aditif yang ditambahkan ke dalam mie instan.

Kandungan lilin (gum) yang selama ini diyakini ada dalam mie instan dapat meleleh atau hilang ketika direbus, untuk itu jika seseorang membuat mie instan sebaiknya air rebusannya tidak dikonsumsi.

Bahaya mie instan bagi kesehatan

Banyak pertanyaan mengenai apa saja bahaya mie instan bagi kesehatan. Jika dilihat dari sisi medis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu suka mengonsumsinya. 

Bahaya mie instan karena kandungannya

Umumnya dalam pembuatan mie instan menggunakan butylhydeoquinine (TBHQ) sebagai bahan pengawet. Walaupun penggunaannya dalam dosis kecil dan dianggap aman, tapi jika kamu rajin mengonsumsi mie instan akan memberi efek tertentu. 

Salah satu efek makan mie instan tiap hari adalah risiko terkena kanker. Karena TBHQ adalah bahan kimia yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Selain itu, efek makan mie instan tiap hari lainnya dapat menyebabkan asma dan diare. 

Mie instan untuk asam lambung

Mie instan termasuk ke dalam makanan cepat saji, dan makanan cepat saji tidak dianjurkan jika kamu memiliki riwayat asam lambung. Karena itu tidak dianjurkan mengonsumsi mie instan untuk asam lambung. 

Apalagi jika mengonsumsi  mie instan pedas. Makan mie instan pedas tandanya kamu memicu kondisi asam lambung semakin parah. Pertama mie instan untuk asam lambung sudah bukan hal yang dianjurkan.

Apalagi jika kamu mengonsumsi mie instan pedas, kamu semakin memancing asam lambung dan masalah perut lainnya. Karena dilansir dari Healthline, penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas, termasuk mie instan pedas dapat menyebabkan sakit perut dan gejala terbakar.

Tidak dianjurkan untuk ibu hamil makan mie instan

Ibu hamil makan mie instan bukan hal yang dianjurkan. Alasannya karena ada kandungan pengawet dan juga monosodium glutamat (MSG) atau penyedap rasa.

Seperti yang sudah disebutkan, bahan pengawet biasanya dapat meningkatkan risiko kanker, sementara MSG dapat menimbulkan risiko bagi janin. 

Selain itu, jika ibu hamil makan mie instan, perlu tahu jika kandungan MSG di dalamnya bisa menimbulkan gejala sakit kepala, mual, tekanan darah tinggi hingga otot kaku. Karena itu sebaiknya hindari mie instan selama kehamilan. 

Mie instan untuk pencernaan

Mungkin kamu pernah mendengar pertanyaan, apakah makan mie instan bikin gemuk? Jawabannya bisa saja. Itu bisa terjadi sebagai salah satu efek makan mie instan tiap hari.

Seperti dilansir dari healthbenefitstime, kandungan lemak dan natrium mie instan dapat menyebabkan penumpukan air di tubuh yang berujung pada obesitas. Hal ini tentu saja sudah menjawab pertanyaan apakah makan mie instan bikin gemuk.

Namun, lebih dari itu, terlalu sering atau terlalu banyak makan mie instan juga bisa meningkatkan risiko beberapa penyakit, termasuk risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan juga sindrom metabolik. 

Dilansir dari lifehack.org. orang yang suka makan mie instan dua kali seminggu lebih memiliki kemungkinan sindrom metabolik. Sindrom ini adalah sekumpulan penyakit yang bersamaan menyerang seseorang, seperti hipertensi dan gula darah. 

Dari nutrisi mie instan yang kurang berisi sampai memahami apakah makan mie instan bikin gemuk, bukan berarti kamu tidak boleh atau tidak bisa lagi masak mie instan. Kamu hanya perlu membuatnya menjadi sajian yang lebih sehat.

Tips dan cara sehat memasak mie instan

Selain penjelasan di atas, yuk perhatikan beberapa hal berikut, jika ingin menyantap mie instan yang lebih sehat.

Tips sehat memasak mie instan

  • Konsumsi mie instan sesuai dengan saran penyajian, jangan makan mie instan dalam kondisi mentah.
  • Tidak terlalu sering mengonsumsi mie instan, minimal seminggu sekali.
  • Menambahkan sayuran saat memasak mie instan. Cara ini juga sebagai upaya netralisasi komposisi agar yang dimakan mengandung bahan organik yang sehat
  • Usahakan untuk tidak menggabungkan mie instan dengan nasi, karena keduanya sama-sama mengandung karbohidrat. Sebaiknya, saat memasak tambahkan dengan makanan lain seperti sumber protein dan sayuran.
  • Minum air putih minimal 500 ml (2 gelas) setelah makan mie instan
  • Jauhkan mie instan dari zat yang berbau seperti deterjen, pewangi, kosmetik, dll untuk mencegah migrasi komponen bau pada mie.
  • Tetap menjaga konsumsi makanan dengan pola makan gizi seimbang sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya di dalam tubuh.

Cara sehat memasak mie instan

Tidak terlalu sulit, kamu hanya perlu mengikuti cara-cara berikut ini:

  • Buang bumbu yang terdapat di dalam kemasan mie instan.
  • Gunakan bumbu lain yang berasal dari bumbu dapur ada. Minyak wijen, pasta miso, kecap asin dan campuran rempah seperti bawang putih bisa menjadi penggantinya.
  • Warna dari sayur. Kamu bisa tambahkan selada, wortel, pakcoy atau sayuran berwarna lainnya untuk menambahkan kandungan nutrisi.
  • Tambahkan protein. Telur adalah pilihan terbaik, meski kamu juga bisa menambahkan irisan daging ke dalam mie instan buatanmu. Kini semangkuk mie instanmu lebih kaya nutrisi dari sebelumnya.

Meski memiliki sejumlah risiko bagi kesehatan, di Indonesia beberapa jenis mie instan diperkaya dengan vitamin dan mineral, juga zat besi. Sehingga lebih kaya nutrisi.

Satu lagi, beberapa mie instan juga dibuat dengan tepung terigu yang diperkaya. Ini dapat meningkatkan asupan mikronutrien tanpa mengubah rasa atau tekstur produk akhir. 

Demikian penjelasan mie instan, dari nutrisi hingga menjawab apakah makan mie bisa bikin gemuk. Kamu masih punya pertanyaan lain seputar kesehatan dan mie instan?

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7.

Reference

World Instan Noodles Association (2019) diakses pada 20 Oktober 2019. Global Demand for Instant Noodles

World Instan Noodles Association (2019) diakses pada 20 Oktober 2019. About Instant Noodle

Nutrirtion Journal (2011) diakses pada 19 Oktober 2019. The risk of child and adolescent overweight is related to types of food consumed

Nutrition Journal (2019) diakses pada 19 Oktober 2019. Ramen restaurant prevalence is associated with stroke mortality in Japan: an ecological study

Nutrition Research and Practice (2017) diakses pada 19 Oktober 2019. Instant noodle consumption is associated with cardiometabolic risk factors among college students in Seoul

Electronic Journal of Biology (2017) diakses pada 20 Oktober 2019. Instant Noodles: Are they Really Good for Health? A Review

    Berita Terkait
    register-docotr