Info Sehat

Berhenti Merokok dengan Permen, Efektif atau Tidak?

November 16, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Apakah kamu perokok aktif? Jika ya, sebaiknya segera hentikan kebiasaan tersebut. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah berhenti merokok dengan permen. Mengurangi atau menghindari rokok bisa membantu mengurangi risiko terkena penyakit.

Bahkan, menurut data Kementerian Kesehatan, setiap tahunnya, tidak kurang dari 200 ribu orang Indonesia meninggal akibat konsumsi produk tembakau.

Lalu, bagaimana cara berhenti merokok dengan permen? Apakah cara tersebut cukup efektif? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Bahaya dari merokok

Merokok adalah aktivitas yang bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya kanker. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, hampir 90 persen kasus kanker paru-paru di seluruh dunia disebabkan oleh rokok.

Beberapa kandungan pada rokok dinilai bisa membahayakan kesehatan, misalnya nikotin. Zat tersebut bertanggung jawab atas munculnya candu dan rasa ketagihan.

Tak sedikit yang beralih ke rokok elektrik untuk menghindari paparan zat tersebut. Padahal, menurut sebuah penelitian, rokok elektrik ternyata memiliki nikotin yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rokok konvensional.

American Heart Associaton mendefinisikan nikotin sebagai zat perusak, karena bisa bertahan di dalam tubuh hingga delapan jam setelah paparan pertama. Cepat atau lambat, nikotin dapat terbawa oleh darah menuju berbagai organ penting, termasuk jantung.

Dalam perjalanannya, zat berbahaya itu bisa menempel pada dinding arteri, yang secara perlahan merusak pembuluh darah.

Baca juga: Kena Diagnosis Kanker Paru Padahal Tidak Merokok, Kok Bisa?

Berhenti merokok, mungkinkah?

Merokok bukan merupakan aktivitas utama yang bisa memengaruhi kelangsungan hidup, seperti makan dan minum. Artinya, menghentikan aktivitas merokok bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Namun, akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Dilansir dari Health Hub, para perokok yang berusaha untuk berhenti dari aktivitas tersebut mungkin akan mengalami beberapa hal, di antaranya:

  • Sulit konsentrasi
  • Mudah tersinggung
  • Sakit kepala
  • Mudah lelah
  • Mudah lapar atau haus

Maka dari itu, prosesnya tidak bisa instan, melainkan secara bertahap. Ini akan membantu tubuh untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang baru.

Berhenti merokok dengan permen

Berhenti merokok dengan permen adalah salah satu alternatif yang banyak dipilih. Bukan tanpa alasan, cara ini diklaim bisa mengurangi keinginan untuk mengisap produk tembakau tersebut.

Menurut Dr. Erlang Samoedro, SpP, FISR, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), permen bisa membantu mengurangi keinginan untuk merokok, tapi tidak cukup maksimal jika dilihat dari efeknya. Permen hanya berperan sebagai pengganti rasa asam di lidah.

Perlu dilakukan aktivitas lain yang bisa menggantikan sifat candu rokok tersebut. Olahraga misalnya, memiliki efek yang sama seperti merokok, yaitu melepaskan dopamin dan endorfin dari otak. Keduanya merupakan hormon yang dapat membangkitkan rasa senang.

Pilihan permen untuk berhenti merokok

Tidak ada cara khusus untuk berhenti merokok dengan permen. Kamu bisa mengisap permen ketika rasa ingin merokok muncul. Permen rasa asam dinilai mempunyai efek terbaik untuk ‘menahan’ keinginan merokok. Meski begitu, ada beberapa pilihan permen yang dapat kamu jajal, yaitu:

1. Permen susu

Permen yang memiliki kandungan susu dipercaya dapat menghilangkan selera untuk merokok.

Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of Nicotine and Tobacco Research, rokok akan terasa kurang enak jika diisap setelah mengonsumsi produk atau makanan yang terbuat dari susu, termasuk permen.

2. Permen rasa buah

Sebuah riset pada 2013 yang melibatkan 1.000 orang perokok memaparkan, sama seperti susu, buah-buahan yang manis dapat memperburuk rasa rokok jika diisap setelahnya. Ini bisa menurunkan selera untuk merokok.

3. Permen kayu manis

Meski jarang diketahui, ternyata permen kayu manis bisa membantumu berhenti merokok, lho. Dilansir dari Everyday Health, kayu manis memiliki rasa yang khas, bisa mengurangi nafsu untuk merokok.

4. Permen mint

Permen mint memiliki aroma yang bisa menyegarkan mulut. Beberapa jenis rokok juga tersedia dengan rasa ini. Jika kamu sering mengisap rokok mentol, ada baiknya perlahan ganti dengan permen yang memiliki rasa mint. Rasa hampir sama, namun efek pada kesehatan sangat berbeda.

Hal yang perlu diperhatikan

Berhenti merokok dengan permen mungkin salah satu pilihan yang bisa dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu kandungan gula di dalam permen itu sendiri.

Terlalu sering makan permen bisa meningkatkan asupan gula harian di dalam tubuh. Ini tentu akan berdampak pada kesehatanmu.

Solusinya, jika kamu sudah bisa mengendalikan diri untuk berhenti merokok dengan permen, mulailah untuk mengurangi konsumsinya. Konsumsi permen terus-menerus bisa meningkatkan risiko diabetes dan kenaikan berat badan.

Nah, itulah ulasan tentang cara berhenti merokok dengan permen yang bisa kamu terapkan. Imbangi juga dengan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit, ya. Selamat mencoba!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Oxford Academic, diakses 4 November 2020, The Effects of Foods, Beverages, and Other Factors on Cigarette Palatability.
  2. Oxford Academic, diakses 4 November 2020, A Longitudinal Evaluation of Fruit and Vegetable Consumption and Cigarette Smoking.
  3. Health Hub, diakses 4 November 2020, 5 Quit Tips to Quit Smoking for Good.
  4. American Heart Association, diakses 4 November 2020, How Smoking and Nicotine Damage Your Body.
  5. TruthInitiative.org, diakses 4 November 2020, Nicotine content in e-cigarettes more than doubled in 5 years.
  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 4 November 2020, What Are the Risk Factors for Lung Cancer?
  7. Everyday Health, diakses 4 November 2020, 10 Best and Worst Foods for People Trying to Quit Cigarettes.
  8. Kementerian Kesehatan, diakses 4 November 2020, HTTS 2019: Jangan Biarkan Rokok Merenggut Napas Kita.
  9. Detik.com, diakses 4 November 2020, Ganti Rokok Pakai Permen, Efektif Bantu Berhenti Merokok?.

    Berita Terkait
    register-docotr