Diet dan Nutrisi

Tak Cuma Tingkatkan Massa Otot, Apa Fungsi Lain dari Whey Protein?

March 26, 2021 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mempunyai tubuh yang atletis layaknya binaragawan adalah keinginan banyak orang. Tapi untuk bisa seperti itu dibutuhkan latihan fisik dan juga konsumsi protein tinggi. Salah satu caranya dengan memanfaatkan fungsi whey protein.

Ya, selama dikonsumsi dengan porsi yang sesuai dan dibarengi dengan rutin olahraga, whey protein bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, lho. Apa sajakah itu?

Apa itu whey protein?

Whey protein adalah salah satu jenis protein yang biasa ditemukan dalam produk susu. Susu terbuat dari dua protein, kasein dan whey. Whey protein dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung semua jenis asam amino esensial. Selain itu, whey protein juga rendah kandungan laktosa.

Bubuk protein whey biasanya mengandung rasa tambahan, karena rasanya tidak terlalu menggugah selera. Kandungan protein di dalamnya dapat dengan mudah menambah sekitar 25-50 gram asupan protein.

Protein whey dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung semua 9 asam amino esensial. Di sisi lain, protein whey adalah asupan yang rendah kandungan laktosanya. 

Karena itu, biasanya protein whey digunakan sebagai suplemen orang-orang yang rutin melakukan latihan fisik. Fungsi whey protein untuk membantu meningkatkan protein otot dan mendorong pertumbuhan massa otot tanpa lemak. 

Jenis whey protein

Ada tiga jenis whey protein yang bisa kamu konsumsi, yaitu:

Konsentrat

Ada banyak produk makanan dan minuman yang menggunakan whey protein konsentrat. Jenis ini memiliki kandungan protein, laktosa dan lemak yang bervariasi juga. Jenis whey protein ini juga digunakan sebagai campuran dalam susu formula untuk bayi. 

Isolat

Jenis whey protein isolat memiliki kandungan protein dengan konsistensi yang tinggi dan rendah lemak atau laktosa. Kamu bisa melihat kandungan ini dari label suplemen whey protein. 

Jenis isolat cocok digunakan untuk orang-orang yang tidak dapat menoleransi laktosa. Tapi jika pada dasarnya kamu adalah orang yang alergi susu, kamu tetap tidak bisa mengonsumsi whey protein isolat. 

Hidrosilat

Jenis ini juga seringkali disebut dengan whey protein terhidrolisis. Hidrosilat whey protein adalah jenis yang paling mudah dicerna. 

Karena ramah untuk pencernaan, hidrosilat whey protein juga seringkali digunakan sebagai campuran susu formula untuk bayi. Selain itu jenis ini juga banyak digunakan sebagai suplemen medis untuk orang-orang yang kekurangan nutrisi. 

Fungsi whey protein

Beberapa penelitian menunjukan bahwa whey protein mengandung banyak nutrisi. Maka, tak heran jika jenis protein yang satu ini menjadi suplemen paling populer di dunia bagi mereka yang ingin mempunyai otot. Berikut fungsi whey protein yang mungkin belum kamu ketahui:

1. Membantu menurunkan berat badan

Bukan rahasia lagi jika protein dapat membantu penurunan berat badan. Sebab, protein merupakan salah satu zat yang dapat membuat kita kenyang lebih lama. Selain terdapat dalam produk susu, protein juga banyak terkandung dalam makanan-makanan sehat.

Mengonsumsi whey protein adalah cara paling tepat untuk meningkatkan asupan protein. Mengganti sumber kalori dengan protein dapat mengurangi berat badan sekaligus membakar lemak.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 158 orang menunjukkan bahwa whey protein efektif menghilangkan lemak tubuh. Ketika mengonsumsi whey protein, tubuh tidak lagi menyimpan lemak. Tubuh justru membentuk otot dari sisa kalori yang tidak terbakar.

2. Meningkatkan massa otot

Meningkatkan massa otot adalah fungsi whey protein yang paling banyak diketahui. Biasanya, orang-orang sengaja mengonsumsi whey protein untuk membentuk otot.

Whey protein sangat populer di kalangan atlet, binaragawan, dan model kebugaran. Whey protein juga sering disebut sebagai ‘raja nutrisi’ bagi orang-orang yang ingin membentuk otot.

Namun, perlu dipahami bahwa whey protein tidak akan berfungsi maksimal bagi orang yang kekurangan asupan protein.

Jika kamu termasuk orang yang mengonsumsi whey protein untuk membentuk otot, maka cukupi dulu asupan proteinmu. Kamu bisa mengonsumsi makanan kaya protein seperti brokoli, tempe, tahu dan telur.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Sebuah penelitian menemukan bahwa salah satu fungsi whey protein dapat melawan penyakit asma. Sebab, whey protein dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. 

Penderita asma yang mengonsumsi setidaknya 10 gram whey protein dua kali sehari akan memiliki kekebalan tubuh yang semakin kuat.

4. Menurunkan kolesterol

Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit jantung. Namun, jangan khawatir karena whey protein dapat membantumu menurunkan kolesterol.

Mengonsumsi whey protein secara rutin terbukti menurunkan kolesterol secara signifikan. Jika dibandingkan dengan sumber protein lainnya, whey protein lebih cepat menurunkan kolesterol.

Meski demikian, mengonsumsi whey protein bagi orang berkolesterol tinggi perlu mendapat rekomendasi dokter. Dengan berkonsultasi, dokter akan menyarankan dosis yang tepat dan mengurangi efek samping.

5. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau dalam istilah medis disebut hipertensi juga bisa menyebabkan serangan jantung. Dengan mengonsumsi whey protein dalam dosis yang pas, tekanan darah akan turun secara perlahan.

Setidaknya, mengonsumsi whey protein sebanyak 54 gram setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sebesar 4 persen. Tetapi efek ini baru kelihatan setelah konsumsi selama 12 hari.

Meski demikian, fungsi whey protein yang satu ini hanya bekerja bagi penderita hipertensi. Jadi, orang-orang dengan tekanan darah normal tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya.

6. Membantu mengurangi peradangan

Peradangan adalah bagian dari respons tubuh terhadap penyakit. Dalam jangka pendek peradangan bermanfaat, tetapi dalam keadaan tertentu bisa menjadi kronis.

Tetapi bila peradangan menjadi kronis itu dapat berbahaya dan merupakan faktor risiko banyak penyakit. Ini bisa menjadi tanda adanya penyakit serius.

Sebuah studi menemukan bahwa suplemen whey protein dosis tinggi secara signifikan mengurangi C-reactive protein (CRP), penanda utama peradangan dalam tubuh.

7. Bersifat antikanker

Sebuah jurnal menunjukkan hasil yang menjanjikan dari penggunaan konsentrat protein whey dalam pengobatan kanker. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan klaim tersebut. 

Dalam penelitian itu disebutkan jika konsentrat protein whey meningkatkan konsentrasi antioksidan glutathione, salah satu pelindung penting dari kanker. 

8. Baik untuk asma

Protein whey dapat meningkatkan respons imun pada anak dengan asma. Studi yang melibatkan 11 anak dengan asma menunjukkan hasil yang baik. Bahwa anak dengan asma yang diberikan 10 gram protein whey dua kali sehari selama satu bulan memiliki respons imun yang lebih baik. 

9. Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke

Penyakit jantung dan stroke erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi. Orang dengan tekanan darah yang tinggi memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung dan stroke. 

Sementara sebuah penelitian dari International Dairy Journal menemukan, mengonsumsi protein whey dapat membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi. 

10. Mengurangi risiko reaksi alergi pada bayi

Dilansir dari Mayoclinic, bahwa bayi yang diberi protein whey terhidrolisis memiliki risiko lebih rendah terkena dermatitis atopik atau eksim, dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula standar.

Pemberian susu formula yang mengandung whey hidrolisat tampaknya dapat mengurangi risiko reaksi alergi pada bayi yang berisiko mengalami alergi.

Hal ini terjadi karena protein telah dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil dibandingkan susu sapi atau susu formula lain yang berbahan dasar kedelai. 

11. Fungsi whey protein untuk mengatasi malnutrisi

Orang lanjut usia atau orang dengan HIV/AIDS seringkali sulit mempertahankan berat badan atau kesulitan menambah berat badan. Protein whey dapat membantu penambahan berat badan pada orang-orang tersebut. 

Manfaat whey protein lainnya

Selain yang sudah disebutkan di atas, masih ada sejumlah manfaat lainnya. Walaupun bukan manfaat yang diketahui secara umum, tetapi dengan mengonsumsi whey protein juga dapat membantu mengatasi masalah kesehatan seperti berikut ini:

1. Membantu mengurangi stres

Mengonsumsi protein yang diperkaya triptofan, dapat membantu meningkatkan pengelolaan stres. Terutama pada mereka yang rentan stres, karena kandungannya dapat mengubah serotonin otak, yang berpengaruh pada perubahan suasana hati. 

2. Baik untuk sel prostat

Kandungan asam amino pada whey protein dapat meningkatkan konsentrasi antioksidan glutathione. Dengan begitu daoat melindungi dari kematian sel akibat oksidan pada sel prostat manusia. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. 

Cara tepat untuk mengonsumsi whey protein

Untuk mendapatkan fungsi whey protein secara tepat, kamu perlu mengetahui bagaimana aturan penggunaan dan dosisnya. Whey protein pada umumnya dijual dalam bentuk bubuk dan disajikan dengan cara menyeduhnya.

Jika kamu bosan, kamu bisa mencoba whey protein dengan menambahkan ke dalam jus, yoghurt, dan susu.

Adapun dosis yang dianjurkan adalah mengonsumsi 25-50 gram whey protein per hari. Ini sekitar 1-2 sendok makan.

Whey protein adalah suplemen yang mungkin memiliki efek samping

Perlu diingat, konsumsi whey protein berlebih dapat menimbulkan efek samping. Sebab pada dasarnya tubuh hanya dapat mengolah protein dalam jumlah tertentu. Konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan masalah pencernaan. Misalnya seperti mual, nyeri, kram, perut kembung, dan diare.

Oleh sebab itu, ada baiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi whey protein. Terutama jika kamu memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu.

Misalkan saja orang yang memiliki masalah ginjal atau hati. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsinya. Walaupun belum ada laporan yang menyatakan whey protein menyebabkan kerusakan ginjal. 

Sementara itu, beredar informasi jika mengonsumsi whey protein berkaitan dengan kondisi osteoporosis. Faktanya justru whey protein adalah salah satu asupan yang dapat melindungi tulang dari osteoporosis. 

Beberapa penelitian telah membuktikan hal tersebut. Karena itu, tidak perlu khawatir dengan isu yang tidak beralasan tersebut. 

Secara umum, whey protein adalah asupan yang aman dan banyak orang yang telah mengonsumsinya tanpa timbulnya masalah. 

Catatan interaksi whey protein

Selain kemungkinan efek samping, jika ingin mengonsumsi whey protein kamu juga perlu memerhatikan kemungkinan interaksi dengan kandungan lain. Berikut interaksi whey protein dengan beberapa obat yang perlu kamu ketahui.

  • Albendazole (Albenza). Hindari penggunaan protein whey jika sedang mengonsumsi obat parasit ini. Whey protein mungkin menghalangi efek obat.
  • Alendronate (Fosamax). Penggunaan protein whey dengan obat ini dapat menurunkan penyerapan obat.
  • Antibiotik tertentu. Penggunaan protein whey dengan antibiotik kuinolon atau tetrasiklin dapat menurunkan penyerapan obat tersebut.

Sekali lagi, sebelum mengonsumsi whey protein dan jika kamu tidak yakin dengan keamanannya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahlinya. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2017). Diakses pada 19 Juli 2020. 10 Evidence-Based Health Benefits of Whey Protein

Medical News Today (2017). Diakses pada 19 Juli 2020. What are the benefits and risks of whey protein?

Heathifmy (2020). Diakses pada 19 Juli 2020. Is Whey Protein Good for You: Benefits and Side Effects

    register-docotr