Diet dan Nutrisi

Apakah Sayuran yang Digoreng Sehat bagi Tubuh? Ini Jawabannya!

February 26, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Hingga saat ini banyak orang yang mengolah sayuran dengan cara digoreng dalam minyak panas. Hal itu banyak dilakukan karena dianggap memiliki rasa yang lebih lebih nikmat. Namun, apakah sayur yang digoreng itu sehat untuk tubuh?

Apakah sayuran yang digoreng itu sehat untuk tubuh? 

Melansir penjelasan dari laman Healthline, ilmu nutrisi telah menyarankan untuk tidak menggoreng sayuran, hal itu karena secara konsisten menunjukkan bahwa banyak minyak yang biasa digunakan untuk menggoreng dapat meningkatkan kolesterol darah.

Tak hanya itu saja, menggoreng sayuran juga dapat menyumbat arteri, serta dapat menambah ukuran pinggang.

Ketika kamu menggoreng sayuran memang bisa meningkatkan cita rasa, warna, dan tekstur bahan makanan. Namun perlu diingat bahwa kandungan gizi sayuran ketika digoreng akan berkurang dan memiliki dampak merugikan bagi kesehatan tubuh. 

Kandungan dalam sebuah sayuran yaitu, vitamin dan mineral sangat penting untuk tubuh. Akan tetapi, ketika diolah menjadi menu kol goreng, terong goreng, kembang kol goreng, efek negatifnya jadi lebih banyak dibandingkan manfaat yang seharusnya kamu dapatkan.

Apa yang terjadi ketika mengolah sayuran dengan cara digoreng? 

Memasak hampir selalu berdampak pada nilai gizi makanan. Memasak makanan dengan cepat, menyisakan sedikit waktu untuk kehilangan nutrisi. 

Namun, menggoreng bisa menambah banyak kalori pada makanan. Itu juga dapat menghancurkan vitamin dan mineral dan menghasilkan racun dalam sayuran. Menurut penjelasan dari laman Live Strong, berikut ini kandungan nutrisi dalam sayuran apabila diolah dengan cara digoreng:

Vitamin dan mineral

Nilai gizi sayur goreng tergantung pada kondisi saat dimasak. Secara umum, saat makanan digoreng, banyak vitamin E yang hilang. Vitamin B-1, B-2, B-6 dan C dan mineral lebih baik dipertahankan dalam proses menggoreng daripada dalam merebus, mengukus atau merebus. 

Menggoreng dapat menyebabkan penurunan beta-karoten dan penurunan vitamin A.

Timbulnya kandungan kimiawi yang berbahaya bagi tubuh

Meski menggoreng sayuran bisa dilakukan dengan benar untuk menghindari oksidasi dan mempertahankan nutrisi, ketergantungan berlebihan pada gorengan bisa menyebabkan obesitas. 

Suhu penggorengan yang paling tinggi menyebabkan terbentuknya racun seperti senyawa amina, akrilamida, dan belerang. Penggunaan berulang minyak goreng yang dipanaskan kembali dapat menghancurkan antioksidan di setiap batch makanan yang kamu siapkan. 

Selain itu, sejumlah besar lemak dalam makanan berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan hipertensi.

Menggoreng sayuran dapat menyerap banyak lemak

Mengolah makanan dengan cara digoreng akan menyerap banyak minyak. Hal tersebut termasuk saat menggoreng sayuran, akan lebih banyak lemak yang terserap dalam sayur yang secara alami seharusnya rendah lemak.

Peningkatan kadar lemak dari makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan hipertensi.

Baca juga: Vacuum Frying, Benarkah Jadi Teknik Menggoreng yang Lebih Sehat?

Cara terbaik untuk mengolah sayuran

Seperti dilansir dari laman Live Strong, makanan yang digoreng sulit ditolak. Hal itu karena sayuran goreng memiliki aroma yang kaya dan aromatik, serta rasanya jauh lebih enak. 

Menambahkan camilan sayur goreng ke dalam menu makanan terkadang tidak akan membahayakan kesehatan secara keseluruhan, terutama jika makanan dimasak sebentar pada suhu tinggi antara 176 ° C dan 190 ° C dengan sedikit breading (dibalurur tepung roti). 

Cara ini untuk memastikan bahwa sayuran tidak menyerap banyak minyak, kalori tetap rendah, dan pembentukan racun berbahaya dijaga seminimal mungkin.

Kemudian menurut penjelasan dari jurnal Food Chemistry, mengolah sayuran dengan cara ditumis menggunakan minyak masih lebih aman dibandingkan membuat kol goreng atau terong goreng.

Menumis biasanya dilakukan sebentar, waktu masaknya lebih cepat dibandingkan menggoreng dengan deep frying.

Ketika ditumis memang sayuran akan tetap diolah menggunakan minyak, namun biasanya jumlah minyaknya tidak terlalu banyak. Selain itu, proses penumisan juga sebentar, dan tidak terlalu lama sehingga membuat sayur masih aman untuk dikonsumsi. 

Jika ingin menumis sayuran dengan cara yang lebih sehat, kamu bisa menggunakan minyak zaitun yang tinggi kandungan fenol yang bisa mencegah datangnya berbagai penyakit.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2017) diakses pada 25 Februari 2021. Fried Vegetables Are Good for You? Don’t Believe the Hype
  2. Livestrong.com (2020) diakses pada 25 Februari 2021. Nutritional Value of Fried Vegetables
  3. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2015) diakses pada 25 Februari 2021. Phenols and the antioxidant capacity of Mediterranean vegetables prepared with extra virgin olive oil using different domestic cooking techniques 
    register-docotr