Diet dan Nutrisi

Gak Cuma Obat, Inilah 7 Antibiotik Alami yang Mudah Ditemukan di Rumah

January 7, 2020 | Fitri Chaeroni
no-image

Antibiotik tidak hanya bisa kamu dapatkan dari obat. Ada banyak lho antibiotik alami yang bisa kamu temukan dengan mudah di rumah.

Antibiotik atau juga dikenal sebagai antibakteri, adalah obat yang menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri.

Untuk mengetahui lebih dalam soal antibiotik alami dan dari mana saja kita bisa mendapatkannya, simak ulasan berikut ini.

Mengenal antibiotik

Antibiotik bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun antibiotik tidak dapat mengobati infeksi virus, seperti pilek, flu, dan batuk.

Awalnya, antibiotik adalah zat yang diproduksi oleh satu mikroorganisme yang secara selektif menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain.

Saat ini ada banyak jenis antibiotik sintetis (atau obat) yang bisa dibeli dengan bebas di toko-toko obat.

Bentuknya beragam, mulai dari tablet, kapsul, sirup, cairan suntik, hingga yang berbentuk krim, lotion, spray, dan obat tetes. 

Antibiotik adalah obat yang diberikan dengan resep dokter. Konsumsinya harus sesuai dosis agar bakteri yang menginfeksi tubuh terbunuh secara tuntas. 

Antibiotik alami yang mudah ditemukan

Selain dalam bentuk produk sintetis, kamu juga bisa dengan mudah menemukan antibiotik alami dari bahan-bahan yang ada di rumah lho. Bahan-bahan ini juga bisa diandalkan sebagai obat alami untuk melawan infeksi bakteri dalam tubuh.

Berikut beberapa contoh bahan yang mengandung antibiotik:

1. Bawang putih

Bahan antibiotik alami yang pertama adalah bawang putih yang biasanya masyarakat gunakan sebagai bumbu dapur. Tak hanya bawang putih mentah, ekstrak bawang putih juga punya manfaat antimicrobial yang tak kalah baiknya.

Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih adalah obat alami untuk infeksi bakteri termasuk Salmonella dan Escherichia coli (E. coli). 

Bawang putih bahkan telah dipertimbangkan untuk digunakan sebagai obat tuberkulosis yang resisten terhadap beberapa obat.

Kamu bisa membeli ekstrak bawang putih atau membuat campuran sendiri dengan merendam beberapa siung bawang putih dalam minyak zaitun.

Baca Juga : 12 Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan: dari Mengatasi Flu hingga Mencegah Kanker

2. Obat alami untuk infeksi bakteri yakni madu

Sejak zaman Aristoteles, madu telah digunakan sebagai salep yang membantu menyembuhkan luka dan mencegah atau menghilangkan infeksi. Madu jenis manuka dikenal punya manfaat kesehatan paling besar.

Kandungan hidrogen peroksida dalam madu memiliki fungsi sebagai antibakteri. Selain itu, kandungan gula yang tinggi juga dapat membantu menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu.

Selain itu, madu memiliki tingkat pH rendah. Ini berfungsi untuk menarik kelembaban dari bakteri, menyebabkan bakteri mengalami dehidrasi dan mati.

Untuk menggunakan madu sebagai antibiotik, oleskan langsung ke luka atau daerah yang terinfeksi. Madu dapat membantu membunuh bakteri sekaligus proses penyembuhan.

Baca Juga : Selain Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Manfaat Madu bagi Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui

3. Antibiotik alami dari oregano

Carvacrol adalah zat yang ditemukan dalam minyak atsiri oregano. Kandungan ini memiliki sifat terapeutik penting yang dapat mengaktifkan penyembuhan dalam tubuh ketika dihirup.

Minyak oregano juga disebut mampu membantu menyembuhkan tukak lambung dan mengurangi peradangan.

Untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, tambahkan satu tetes minyak esensial oregano per sendok teh minyak seperti zaitun atau minyak kelapa. Oleskan campuran ke daerah yang terkena.

Selain itu, oregano juga dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bertindak sebagai antioksidan.

4. Minyak dari ekstrak thyme

Seperti oregano, thyme adalah salah satu bahan kuliner yang telah terbukti memiliki sifat antibakteri yang kuat saat diolah menjadi minyak esensial.Sehingga minyak dari ekstrak thyme dapat bekerja sebagai obat alami untuk infeksi bakteri 

Bahkan dalam sebuah penelitian yang meneliti aktivitas antibakteri dari minyak esensial thyme dan lavender pada strain Staphylococcus, Enterococcus, Escherichia, dan genus Pseudomonas. 

Para peneliti menemukan bahwa minyak esensial thyme menunjukkan kemampuan terhadap strain resisten antibiotik dari bakteri yang diuji.

5. Jahe

Antibiotik alami lainnya bisa kamu dapatkan dari jahe. Beberapa penelitian, termasuk satu yang diterbitkan pada tahun 2017, telah menunjukkan kemampuan jahe untuk melawan banyak jenis bakteri.

Para peneliti juga mengeksplorasi kekuatan jahe untuk memerangi mabuk laut dan mual dan untuk menurunkan kadar gula darah.

Baca Juga : Berbagai Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Cegah Infeksi hingga Kanker!

6. Cengkeh sebagai antibiotik alami

Rempah lain yakni cengkeh juga dikenal sebagai bahan yang mengandung antibiotik lho. Cengkeh secara tradisional telah digunakan dalam sebagai obat alami untuk infeksi bakteri 

Sebuah penelitian menyebut bahwa ekstrak air cengkeh mungkin efektif terhadap berbagai jenis bakteri, termasuk E coli.

7. Obat alami untuk infeksi bakteri yakni adas manis

Adas manis (Pimpinella anisum) adalah bumbu dengan rasa seperti licorice yang sering digunakan sebagai penyedap dalam makanan penutup dan minuman.

Di antara banyak manfaat kesehatannya, adas manis telah terbukti menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. 

Baca Juga : Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan: Jaga Kondisi Mulut hingga Organ Hati

Antibiotik alami untuk ibu hamil 

Saat hamil penggunaan obat antibiotik biasanya perlu perhatian khusus. Tidak semua jenis obat cocok untuk ibu hamil. Sehingga antibiotik alami untuk ibu hamil lebih disarankan penggunaannya. Berikut adalah pilihan antibiotik alami untuk ibu hamil:

Antibiotik alami untuk penyakit kulit

Ketika Moms mengalami penyakit kulit atau luka, madu bisa membantu Moms mengatasinya. Hal ini dikarenakan madu memiliki sifat antioksidan, antibakteri dan anti inflamasi.

Madu bekerja secara efektif sebagai pembalut luka untuk mempercepat penyembuhan dan memperbaiki kulit. Berdasarkan penelitian, penggunaan madu telah terbukti meningkatkan penyembuhan luka pada kasus parah, menghilangkan rasa sakit luka bakar dan menurunkan respon inflamasi. 

Antibiotik alami untuk ibu hamil yang satu ini dapat digunakan secara topikal atau dioleskan di kulit. Tunggu sekitar 10-15 menit, kemudian bilas hingga bersih. 

Antibiotik alami untuk gangguan pencernaan 

Sementara itu, bila Moms mengalami gangguan pencernaan cobalah untuk menggunakan antibiotik alami berupa jahe. Jahe telah lama menjadi pilihan obat antibiotik alami untuk ibu hamil ketika perut terasa sakit akibat sistem pencernaan yang terganggu. 

Jahe telah diteliti memiliki aktivitas anti bakteri yang efektif melawan bakteri di dalam pencernaan penyebab diare. 

Di samping itu, penelitian juga menemukan kalau jahe segar juga dapat digunakan untuk mengatasi masuk angin, mual, asma, batuk, kolik, jantung berdebar-debar, bengkak, dispepsia, hingga kurang nafsu makan. 

Antibiotik alami untuk meningkatkan imunitas

Ibu hamil juga senantiasa perlu menjaga kekebalan tubuhnya agar tidak mudah sakit. Untuk itu, konsumsi antibiotik alami menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan.

Terlebih, penelitian menunjukkan ibu hamil rentan terkena Sindrom Guillain–Barré yang dipicu oleh infeksi bakteri akut atau virus.

Bawang putih telah lama dianggap memiliki sifat antimikroba. Melalui penelitian, bawang putih ditemukan efektif melawan bakteri sehingga konsumsinya sebagai antibiotik alami sangat direkomendasikan. Terutama untuk mencegah penyakit flu, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Bawang putih umumnya aman untuk dikonsumsi setiap hari, tetapi bila terlalu banyak bawang putih dapat menyebabkan terjadinya perdarahan. Dilansir dari Healthline, setidaknya dosis maksimal konsumsi bawang putih adalah dua siung per harinya. 

Antibiotik alami untuk sakit gigi 

Semasa hamil, tidak menutup kemungkinan Moms juga mengalami sakit gigi. Kalau sebelumnya sakit gigi bisa diatasi dengan obat pereda nyeri (analgesik), saat Moms hamil pilihlah antibiotik alami untuk sakit gigi yaitu daun jambu.

Daun jambu dapat bekerja sebagai antibiotik karena memiliki sifat anti inflamasi. Cara menggunakannya juga cukup mudah. Ambil satu lembar daun jambu, kemudian remas hingga ekstrak daun keluar. Setelah itu, oleskan ekstrak daun ke area yang sakit.

Moms juga bisa menggunakannya dengan cara dijadikan obat kumur. Rebuslah beberapa lembar daun jambu dan tambahkan sejumput garam. Menurut penelitian, daun jambu dapat melawan bakteri yang ada di dalam mulut.

Namun masih butuh penelitian lebih lanjut bila digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Itu dia berbagai pilihan antibiotik alami yang bisa kamu temukan di rumah. Termasuk antibiotik alami untuk ibu hamil. Bila kamu ragu menggunakan obat alami atau memiliki obat-obatan lain yang perlu dikonsumsi bersamaan, kamu bisa berkonsultasi dulu dengan dokter. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medical News Today. Diakses pada 14 Juli 2020. What to know about antibiotics

Medical News Today. Diakses pada 14 Juli 2020. Top seven safe, effective natural antibiotics

Healthline. Diakses pada 14 Juli 2020. What Are the Most Effective Natural Antibiotics?

MDLinx. Diakses pada 14 Juli 2020. Hold the prescription: Try these 7 natural antibiotics instead

Yaghoobi, R., Kazerouni, A., & Kazerouni, O. (2013). Evidence for Clinical Use of Honey in Wound Healing as an Anti-bacterial, Anti-inflammatory Anti-oxidant and Anti-viral Agent: A Review. Jundishapur journal of natural pharmaceutical products, 8(3), 100–104. https://doi.org/10.17795/jjnpp-9487

    Berita Terkait
    register-docotr