Kamus Penyakit

Ketahui Ciri-Ciri dan Penyakit Kekurangan Vitamin D !

February 5, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kekurangan vitamin D bisa ditandai dengan timbulnya gangguan mood dan stres yang seringkali muncul. Bahkan dapat menyebabkan sederet penyakit ringan hingga berbahaya. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya soal vitamin D yang perlu kamu ketahui.

Ciri-ciri kekurangan vitamin D

Pada dasarnya tubuh membutuhkan vitamin D untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tetapi banyak orang yang tidak menyadari ketika tubuhnya kekurangan vitamin D. Berikut ini adalah ciri-ciri tubuh kekurangan vitamin D, antara lain:

Mudah lelah

Mungkin ketika tubuh terasa mudah lelah merupakan hal yang wajar, tetapi biasa saja ini merupakan gejala kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D dalam darah bisa menyebabkan kelelahan yang berdampak buruk pada kualitas hidup. 

Hal ini membuat kamu menjadi kurang produktif, bahkan kesulitan untuk bekerja dan beraktivitas, serta menghabiskan waktu untuk berbaring di tempat tidur.

Kepala berkeringat

Salah satu tanda jika adalah ketika kepala kamu berkeringat secara belebihan. Hal ini bisa dilihat pada kepala bayi berkeringat berlebih saat tidur, sehingga bayi perlu dijemur di bawah sinar matahari pagi.

Efek yang ditimbulkan pada orang dewasa adalah berkeringat kepala berlebihan dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

Nyeri tulang

Pada dasarnya vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium tubuh. Apabila kamu sering merasakan nyeri tulang atau sakit punggung, bisa jadi hal ini merupakan gejala kekurangan vitamin D.

Usahakan kamu memiliki asupan Vitamin D yang cukup setiap harinya untuk menghindari nyeri tulang, patah tulang, dan penyakit terkait seperti osteoporosis.

Sering mengalami stres atau depresi

Kadar serotonin dan kadar vitamin D di dalam darah memiliki korelasi yang positif. Serotonin merupakan hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia di otak. 

Orang-orang yang memiliki kadar vitamin D dalam darahnya rendah dan kadar serotoninnya rendah juga, maka mereka cenderung mengalami rasa tidak bahagia atau depresi.

Nyeri otot

Kekurangan vitamin D juga dapat ditandai dengan timbulnya nyeri otot. Kamu akan merasakan nyeri otot yang parah, berkurangnya massa otot dan pemulihan otot yang buruk setelah aktivitas fisik yang intens.

Rambut mudah rontok

Apakah kamu sering mengalami rambut rontok? Vitamin D berperan penting dalam proses pertumbuhan rambut, yang berguna sebagai suplemen untuk perawatan kerontokan rambut.

Penyembuhan luka yang lambat

Vitamin D dipercaya memiliki efek yang positif pada proses penyembuhan luka diabetes, menstabilkan kadar glukosa darah, dan kolesterol.

Melemahnya sistem kekebalan tubuh 

Vitamin D inilah yang menjadi kunci utama dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Vitamin D juga digunakan untuk mengobati infeksi sejak lama sebelum antibiotik ditemukan.

Penyakit kekurangan vitamin D

Vitamin D merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Inilah sederet penyakit kekurangan vitamin D yang dapat terjadi:

Penyakit pernapasan

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu melindungi orang dari penyakit pernapasan. 

Asupan vitamin D telah terbukti memberi dampak pada penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan, pneumonia, bronkitis, dan sinusitis.

Peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi vitamin D 12 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit pernapasan secara lebih lanjut dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi vitamin D.

Sementara itu, penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak usia sekolah yang mengonsumsi vitamin D, dibandingkan dengan plasebo, 42 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena flu.

Skizofrenia

Skizofrenia adalah kelainan otak parah yang menyebabkan halusinasi, ucapan yang tidak tepat, penarikan diri dari orang lain, dan kesulitan memusatkan perhatian atau memberikan perhatian. 

Orang yang asupan vitamin D-nya kurang mungkin dua kali lebih mungkin untuk didiagnosis dengan skizofrenia dibandingkan dengan orang dengan tingkat vitamin D yang cukup. Hal ini pun telah dibuktikan lewat penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism.

Demensia

Demensia merupakan sekumpulan gejala yang memengaruhi kemampuan fungsi kognitif otak dalam mengingat (memori), berpikir, bertingkah laku, dan berbicara (berbahasa).

Jika tubuh mengalami kekurangan vitamin yang satu ini memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami demensia dan penyakit Alzheimer, dibandingkan orang yang kebutuhan vitamin D-nya tercukupi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Neurology menemukan bahwa kekurangan vitamin D sedang dan parah pada orang dewasa yang lebih tua dikaitkan dengan risiko dua kali lipat untuk demensia termasuk penyakit Alzheimer.

Dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar vitamin D normal, mereka yang memiliki kadar vitamin rendah memiliki peningkatan risiko 53 persen terkena demensia. Sementara mereka yang sangat kekurangan memiliki peningkatan risiko demensia hingga 125 persen,

Selain itu, penelitan tersebut menemukan orang yang memiliki tingkat vitamin D yang lebih rendah sekitar 70 persen lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit Alzheimer secara khusus.

Sementara mereka yang sangat kekurangan lebih dari 120 persen lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan neurodegeneratif ini.

Masalah kardiovaskular

Sejumlah penelitian telah menunjukkan hubungan antara kadar vitamin D darah yang rendah dan penyakit jantung dan komplikasi terkait.

Kadar vitamin D yang rendah dianggap sebagai penyebab potensial untuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit jantung, termasuk aterosklerosis, tekanan darah tinggi, diabetes, dan stroke.

Jadi, usahakan kamu untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi agar kebutuhan vitamin D kamu terpenuhi.

Penyakit tulang

Vitamin D sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Dengan asupan vitamin D yang cukup, dapat mencegah masalah pada tulang seperti osteoporosis dan kelainan tulang lainnya.

Pasalnya salah satu peran utama vitamin D adalah menjaga kesehatan tulang.  Harvard Medical School pun menjelaskan kalau kadar vitamin D yang rendah dapat menyebabkan simpanan kalsium tulang yang rendah, sehingga dapat meningkatkan risiko patah tulang

Jadi, kurangnya asupan vitamin D dapat membuat orang berisiko terkena osteoporosis. Kondisi ini bisa terjadi saat terjadi ketika tulang baru tidak terbentuk dengan kecepatan yang sama dengan hilangnya tulang tua

Selain itu, jika kamu kurang mendapatkan sinar matahari dapat menyebabkan rasa sakit di sekitar tubuh. Hal ini dikarenakan, paparan sinar matahari dapat membantu menghangatkan otot-otot.

Diabetes

Penyakit kekurangan vitamin D lainnya adalah diabetes. Sebuah ulasan yang diterbitkan pada Biochemical Journal 2017,  menemukan bahwa ketika tubuh kekurangan vitamin D banyak proses seluler dalam tubuh mulai rusak, dan ini menjadi awal mula penyakit seperti diabetes.

Namun, di sisi lain orang dengan risiko penyakit diabetes tidak boleh mengonsumsi vitamin secara terus menerus dalam jumlah banyak.

National Institutes of Health pun menemukan bahwa asupan suplemen dengan vitamin D belum pasti mencegah diabetes tipe 2. Dalam yang diterbitkan New England Journal of Medicine, data yang ditemukan soal asupan vitamin D dan diabetes dianggap tidak signifikan secara statistik.

Kanker Prostat

Penyakit kekurangan vitamin D juga bisa berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Clinical Cancer Research menemukan hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dalam darah dan kanker prostat agresif pada pria Eropa Amerika dan Afrika Amerika.

Penelitian tersebut dilakukan pada 667 orang pria berusia 40 hingga 79 tahun yang menjalani biopsi prostat. Hasilnya, hubungan antara vitamin D dengan kanker prostat tampak sangat kuat pada pria dari Afrika-Amerika. 

Pria Afrika Amerika dengan kadar vitamin D rendah lebih mungkin untuk dites positif terkena kanker dibandingkan pria lain dengan kadar vitamin D normal. 

Namun para ahli juga tidak menyimpulkan bahwa vitamin D yang rendah menjadi penyebab kanker prostat, melainkan vitamin D yang cukup dapat membantu mengurangi risiko penyakit.

Disfungsi ereksi (DE)

Penyakit kekurangan vitamin D juga memengaruhi disfungsi ereksi pada pria. Penyakit ini pun menjadi salah satu penyakit paling umum 

Dalam penelitian yang diterbitkan Journal of Sexual Medicine, ditemukan bahwa pria dengan disfungsi ereksi parah (DE) memiliki kadar vitamin D yang jauh lebih rendah daripada pria dengan DE ringan.

Penulis penelitian tersebut berpendapat bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan disfungsi ereksi dengan menghambat kemampuan arteri untuk membesar, yakni suatu kondisi yang disebut disfungsi endotel.

Penelitian lain yang terbit dalam Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D memang terkait dengan kekakuan arteri pada orang sehat.

Padahal salah satu syarat untuk mencapai ereksi adalah fungsi arteri yang tepat. Arteri ini bertanggung jawab untuk mensuplai penis dengan darah agar bisa membesar.

Kanker payudara

Bukan hanya kanker prostat, penyakit kekurangan vitamin D lainnya adalah kanker payudara. Sebuah ulasan yang diterbitkan di Breast Cancer: Basic and Clinical Research menemukan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Kurang vitamin D pada ibu hamil

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan sederet penyakit yang beragam. Termasuk kurang vitamin D pada ibu hamil. Asupan vitamin D pun menjadi salah satu asupan vitamin yang tidak boleh kurang bagi ibu hamil. 

Kurang vitamin D pada ibu hamil diketahui dapat menyebabkan peningkatan risiko preeklamsia, diabetes mellitus gestasional, kelahiran prematur, dan gangguan jaringan lainnya.

Menurut WHO, kasus kurang vitamin D pada ibu hamil dapat ditekan dengan cara berjemur di bawah sinar matahari pagi, konsumsi ikan berminyak, telur, dan produk makanan yang diperkaya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. healthline.com (2018) diakses 15 Juli 2020. 8 Signs and Symptoms of Vitamin D Deficiency. 15 Juli 2020 pukul 18.00.
  2. medicinenet.com (2016) diakses 15 Juli 2020. Vitamin D Deficiency. 15 Juli 2020 pukul 18.45.
  3. Health.harvard.edu. Diakses pada 5 Februari 2021. Vitamin D and your health: Breaking old rules, raising new hopes – Harvard Health 
  4. Everydayhealth. Diakses pada 5 Februari 2021. 10 Illnesses Linked to Vitamin D Deficiency 
    register-docotr