Berbagai Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Cegah Infeksi hingga Kanker!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah yang dikenal punya banyak manfaat. Tak hanya menghangatkan tubuh, manfaat jahe untuk kesehatan juga ada banyak lho.

Rempah asli Asia Tenggara ini mengandung banyak vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang bisa membawa manfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Apa saja nutrisi yang dimaksud? Mari simak ulasan tentang jahe dan berbagai manfaatnya untuk kesehatan berikut ini.

Baca Juga: Waspada Ciri-ciri Masker Palsu! Begini Tips Hindari Masker Tiruan di Toko Online

Mengenal jahe

Tanaman jahe. Sumber Foto : https://www.gardeningknowhow.com/

Dalam istilah ilmiah jahe dikenal dengan Zingiber officinale, dan tergolong dalam keluarga Zingiberaceae yang membuatnya berkerabat dekat dengan kunyit. Rempah ini awalnya tumbuh di daerah tropis Asia Tenggara dan kini sudah ditumbuh kembangkan di seluruh dunia.

Tanaman jahe sendiri memiliki tangkai daun dengan tinggi sekitar 90 cm. Sementara itu akar atau rimpang jahe adalah bagian yang kerap dimanfaatkan sebagai rempah herbal maupun pelengkap bumbu masakan.

Jahe sendiri memiliki beberapa jenis varietas dengan penampakan warna akar yang berbeda. Ada yang kuning, merah, hingga putih. Jahe dipanen dengan cara menarik seluruh tanaman keluar dari tanah, menghilangkan daunnya, lalu diambil akarnya untuk dibersihkan.

Jahe bisa langsung digunakan dalam kondisi segar, dikeringkan dan disimpan untuk bumbu, atau diolah menjadi suplemen dalam bentuk tablet, kapsul, maupun sirup.

Kandungan nutrisi jahe

Jahe mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan. Dilansir dari Everyday Health, berikut kandungan nutrisi yang terdapat dalam 1 sendok makan jahe:

  • 4,8 kalori
  • 1,07 gram karbohidrat
  • 0,12 gram serat makanan
  • 0,11 gram protein
  • 0,05 gram lemak
  • 1 gram gula.

Selain itu, jahe juga mengandung vitamin dan mineral lain dalam jumlah kecil. Berikut di antaranya:

  • Vitamin B3 dan B6
  • Zat besi
  • Kalium
  • Vitamin C
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Seng
  • Folat
  • Riboflavin
  • Niasin.

Efek samping jahe

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika atau FDA menyatakan jahe aman dikonsumsi jika dijadikan bagian dari pola makan yang sehat. Namun mereka tidak menjamin atau belum mengatur penggunaannya sebagai obat atau suplemen.

Sebelum mengonsumsi jahe dalam bentuk suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis. Sebab suplemen bisa menimbulkan interaksi dengan obat-obatan lain dan sebabkan komplikasi.

Manfaat jahe untuk kesehatan

Jahe mengandung lebih dari 400 senyawa kimia, namun peneliti percaya bahwa senyawa gingerol-lah yang bertanggung jawab pada manfaat jahe pada kesehatan. 

Gingerol bersifat antioksidan dan anti inflamasi yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu senyawa ini juga yang menimbulkan efek bau serta rasa jahe yang khas.

Berikut beberapa manfaat jahe untuk kesehatan yang harus kamu tahu:

1. Meredakan pilek atau flu

Efek menghangatkan yang ditimbulkan jahe membuat rempah ini kerap digunakan untuk meredakan flu, pilek, maupun demam. Pada 2013 sebuah penelitian dilakukan untuk menemukan efektivitas jahe segar dan jahe kering terhadap kesehatan pernapasan.

Hasilnya, jahe segar terbukti mampu melindungi sistem pernapasan, namun tidak dengan jahe kering. Selain itu ada pula penelitian yang melibatkan para pasien yang menggunakan jahe sebagai pengobatan herbal untuk meredakan flu.

Ternyata, 69 persen dari 300 responden yang terlibat merasakan adanya dampak positif dalam meredakan gejala flu yang mereka rasakan.

2. Manfaat jahe untuk kesehatan pencernaan

Jahe memiliki kemampuan untuk mempercepat proses pengosongan lambung. Hal ini bisa bermanfaat bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan kronis seperti dispepsia.

Dispepsia ditandai dengan nyeri berulang dan rasa tidak nyaman yang terasa di perut bagian atas. Rasa sakit ini timbul diakibatkan proses pengosongan lambung yang tertunda.

Jahe terbukti mampu mempercepat proses pengosongan lambung pada penderita dispepsia. Setelah mengonsumsi sup, jahe mampu kurangi waktu pengosongan perut dari 16 menit menjadi 12 menit.

3. Menghilangkan mual

Sebuah penelitian menunjukkan manfaat jahe untuk meringankan rasa mual pada ibu hamil di pagi hari dan juga mual setelah kemoterapi pada pasien kanker.

Suplemen bubuk jahe diberikan pada 60 anak dan orang dewasa muda yang menjalani kemoterapi. Hasilnya menunjukkan konsumsi suplemen jahe mampu mengurangi rasa mual pada mayoritas pasien yang mengonsumsinya.

Selain itu, dilansir dari Healthline penelitian lain juga menunjukkan konsumsi 1 hingga 1,5 gram jahe dapat secara signifikan mengurangi rasa mual di pagi hari pada ibu hamil.

Meski tergolong aman, para Moms yang sedang hamil sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen jahe, apalagi konsumsi dalam jumlah besar.

4. Manfaat jahe untuk kurangi nyeri otot

Jahe telah terbukti bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri otot setelah melakukan olahraga. Dilansir dari Healthline, konsumsi 2 gram jahe per hari selama 11 hari mampu kurangi rasa nyeri secara signifikan pada orang yang melakukan elbow exercises.

Efek penghilang rasa sakitnya memang tidak bisa langsung dirasakan begitu megonsumsinya, namun dari waktu ke waktu rasa sakit yang kamu rasakan akan semakin berkurang.

Dilansir dari WebMD, orang yang mengonsumsi jahe secara rutin mengalami rasa nyeri otot yang lebih sedikit ketimbang mereka yang tidak.

5. Mengurangi inflamasi

Konsumsi suplemen jahe terbukti manjur dan aman untuk meredakan peradangan yang disebabkan oleh osteoartritis. Osteoartritis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya rasa nyeri dan kaku pada persendian.

Sebuah penelitian yang melibatkan 247 orang yang mengalami osteoartritis lutut menunjukkan adanya efek positif dari konsumsi ekstrak jahe. Mereka mengalami rasa sakit yang lebih sedikit dan hanya butuh sedikit obat penghilang rasa sakit.

Selain itu, kombinasi jahe, damar wangi, kayu manis, dan minyak wijen juga bisa dijadikan obat oles untuk meredakan nyeri dan kekakuan pada pasien osteoartritis.

6. Manfaat jahe untuk turunkan gula darah

Sebuah penelitian kecil dan tergolong baru menunjukkan potensi jahe sebagai obat anti-diabetes. Sebanyak 41 pasien diabetes tipe 2 yang terlibat diberikan 2 gram bubuk jahe setiap hari.

Hasilnya, gula darah puasa mereka turun hingga 12 persen. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut dan dalam jumlah besar untuk memperkuat hasil ini.

Selain gula darah, penelitian tersebut juga menunjukkan adanya penurunan pada rasio o ApoB / ApoA -I sebesar 28 persen dan 23 persen pada rasio lipoprotein teroksidasi. Rasio tersebut merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

7. Mengurangi nyeri haid

Dismenore atau nyeri haid memang jadi salah satu masalah yang banyak dialami kaum wanita. Nah ternyata ekstrak jahe ini bisa jadi solusi untuk meredakannya lho.

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian 150 perempuan diminta untuk mengonsumsi 1 gram ekstrak jahe per hari selama 3 hari pertama periode menstruasi.

Hasilnya, rasa nyeri saat haid berkurang, hasil ini sama efektifnya dengan penggunaan obat asam mefenamat dan juga ibuprofen.

8. Turunkan kadar kolesterol

Selain mampu menurunkan kadar gula dalam darah, ekstrak jahe juga efektif untuk menurunkan kadar kolesterol. Seperti yang kita tahu, tingginya kadar LDL atau kolesterol jahat bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dalam sebuah penelitian, 85 orang pasien kolesterol tinggi diminta untuk mengonsumsi 3 gram ekstrak jahe selama 5 hari. Hasilnya, terdapat penurunan signifikan pada sebagian besar indikator kolesterol.

Penelitian ini diperkuat dengan studi lain yang menunjukkan adanya penurunan kadar LDL sampai 2 tingkat yang sama efektifnya dengan konsumsi obat penurun kolesterol seperti atorvastatin.

Kedua penelitian ini menunjukkan adanya penurunan kadar LDL dan juga trigliserida dalam darah secara signifikan.

9. Membantu cegah kanker

Jahe juga menjadi salah satu rempah yang dipercaya mampu mencegah kita terserang kanker karena jahe adalah sumber antioksidan yang baik. Hal ini dikaitkan dengan adanya 6-gingerol yang ditemukan dalam jahe mentah.

Penelitian menunjukkan jahe mampu mengurangi berbagai tipe oxidative stress. Oxidative stress terjadi saat terlalu banyak radikal bebas (zat beracun) yang menumpuk di dalam tubuh kita.

Tubuh harus menghilangkan radikal bebas untuk mencegah terjadinya kerusakan sel yang mampu sebabkan berbagai penyakit termasuk kanker. Dalam sebuah studi, 20 orang berisiko tinggi terkena kanker usus diberikan 2 gram ekstrak jahe per hari selama 28 hari.

Hasil tes biopsi menunjukkan pasien yang mengonsumsi jahe memiliki lebih sedikit kerusakan sel pada jaringan usus. Kesimpulannya, konsumsi ekstrak jahe bisa membantu mencegah kita terkena kanker usus.

10. Tingkatkan fungsi otak dan cegah penyakit alzheimer

Oxidative stress dan juga peradangan kronis bisa mempercepat proses penuaan. Hal Ini diyakini sebagai pendorong utama penyakit alzheimer dan penurunan kognitif yang disebabkan oleh faktor usia.

Nah beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat antioksidan dan senyawa bioaktif dalam jahe mampu menghambat respon peradangan yang terjadi pada otak. Ada juga penelitian yang menyebut jahe mampu tingkatkan fungsi otak secara langsung.

Dalam sebuah penelitian, 60 perempuan paruh baya yang mengonsumsi ekstrak jahe terbukti mengalami peningkatan kemampuan respon serta kinerja memori otak.

Selain itu, penelitian yang dilakukan pada hewan jua menunjukkan hasil bahwa jahe mampu melindungi otak dari penurunan fungsi yang diakibatkan karena faktor usia.

11. Manfaat jahe untuk atasi infeksi

Zat bioaktif gingerol juga bisa bantu kita mengatasi berbagai risiko infeksi. Karena ekstrak jahe diketahui mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakter.

Jahe juga sangat efektif melawan bakteri di dalam mulut yang bisa menyebabkan radang gusi seperti gingivitis dan periodontitis.

Selain menjaga mulut tetap sehat, ekstrak jahe juga mampu melawan virus RSV yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

Baca Juga: Efek Virus Corona, Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terpapar Coronavirus

Tips menikmati jahe

manfaat-jahe-untuk-kesehatan
Teh jahe. Sumber Foto : https://nutritionforce.com.au/

Untuk bisa mendapatkan manfaat jahe, kita bisa memasukkan jahe ke dalam berbagai resep makanan sehari-hari. Mulai dari teh hingga berbagai makanan yang lezat.

Saat ingin menggunakan jahe di dalam resep makanan, sebaiknya selalu pilih jahe dalam kondisi segar. Jahe segar memiliki kandungan gingerol yang lebih banyak.

Jamur yang sehat berbentuk halus dan kencang, tanpa layu dan jamur di atasnya. Sebelum menggunakannya, kupas dulu kulit coklat bagian luarnya, lalu iris dan potong sesuai kebutuhan.

Jika kesulitan mendapatkan jahe segar, kamu bisa menggunakan bumbu bubuk sebagai pengganti. Rasionya, ¼ sendok teh jahe bubuk sama dengan 1 sendok teh jahe segar. Kamu bisa menggunakan jahe untuk beberapa resep berikut:

  • Bumbu untuk daging dan ikan
  • Berbagai tumis
  • Saus salad buatan sendiri
  • Sup
  • Smoothie
  • Hidangan ubi jalar dan wortel
  • Teh rebus dengan air panas saja atau tambahkan lemon dan sedikit gula
  • Koktail
  • Makanan penutup yang dipanggang

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar jahe dan makanan sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Healthline. Diakses pada 25 Maret 2020. 11 Proven Health Benefits of Ginger.

Medical News Today. Diakses pada 25 Maret 2020. Why is ginger good for you?.

WebMD. Diakses pada 25 Maret 2020. Health Benefits of Ginger.

Everyday Health. Diakses pada 25 Maret 2020. A Detailed Guide to Ginger: What’s in It, Why It’s Good for You, and More.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter