Diet dan Nutrisi

8 Manfaat Rutabaga untuk Tubuh, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan!

March 4, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Rutabaga adalah umbi yang berasal dari genus Brassica, juga dikenal sebagai sayuran silangan. Berasal dari bahasa Swedia rotabagge yang bermakna ‘akar longgar’, rutabaga masih memiliki kekerabatan dengan lobak dan kubis.

Sudah dikenal sejak abad ke-17, tanaman yang bisa hidup di daerah bersuhu dingin tersebut dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Apa saja khasiatnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Manfaat Bekicot bagi Kesehatan: Cegah Anemia hingga Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Manfaat rutabaga untuk kesehatan

Memiliki kandungan yang beragam, rutabaga bisa menjadi makanan yang bergizi untuk dikonsumsi secara rutin. Berikut beberapa kebaikan yang bisa kamu dapatkan dari mengonsumsi rutabaga:

1. Kaya nutrisi

Sama seperti kebanyakan umbi, rutabaga memiliki sejumlah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya adalah vitamin C yang bisa memenuhi hingga 107 persen dari total kebutuhan harian gizi manusia.

Rutabaga berukuran sedang (386 gram) mempunyai kandungan:

  • Kalori: 143 kkal
  • Karbohidrat: 33 g
  • Protein: 4 g
  • Serat: 9 g
  • Kalium: 35 persen dari total kebutuhan harian
  • Magnesium: 18 persen dari total kebutuhan harian
  • Vitamin C: 107 persen dari total kebutuhan harian
  • Vitamin E: 7 persen dari total kebutuhan harian.

Selain kandungan di atas, rutabaga juga memiliki vitamin B seperti folat yang penting untuk proses metabolisme, sintesis protein, dan replikasi DNA. Dalam jumlah yang tidak sedikit, ada pula kandungan mineral seperti fosfor dan selenium untuk menjaga kesehatan reproduksi.

2. Antioksidan beragam

Salah satu keunggulan yang jarang dimiliki tanaman lain adalah antioksidan yang beragam. Bukan hanya satu, tapi ada dua sumber antioksidan alami pada rutabaga yang baik untuk tubuh, yaitu vitamin C dan E.

Antioksidan dari vitamin C bisa menetralkan radikal bebas. Vitamin C dengan kadar yang tinggi pada rutabaga juga memainkan peran penting dalam sistem kekebalan, penyerapan zat besi, dan produksi kolagen.

Sedangkan vitamin E mengandung antioksidan yang larut dalam lemak, bisa melindungi sel sehat dari kerusakan. Menurut riset, vitamin C dan E bisa bekerja sama dan akan terus melakukan regenerasi. Sehingga, antioksidan bisa terus ada di dalam tubuhmu.

3. Baik untuk usus

Manfaat rutabaga berikutnya adalah bisa mengoptimalkan fungsi usus dalam sistem pencernaan. Rutabaga merupakan sumber serat yang baik, dapat menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Sehingga, risiko terkena sembelit dapat diminimalkan.

Menurut sebuah penelitian pada 2015, pola makan tinggi serat bisa menurunkan risiko berbagai penyakit, terutama kanker usus besar atau kolorektal.

4. Bantu turunkan berat badan

Jika kamu sedang menjalani program menurunkan berat badan, masukkan rutabaga ke dalam menu dietmu. Umbi yang memiliki rasa manis ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga bisa membuatmu kenyang lebih lama dan memperlambat munculnya rasa lapar.

Belum lagi, kalori yang cukup rendah pada rutabaga bisa membantu mengontrol berat badan. Seperti diketahui, penumpukan kalori dan pembakaran yang kurang optimal merupakan hal yang bisa menyebabkan obesitas.

5. Bantu jaga kesehatan jantung

Manfaat rutabaga berikutnya adalah bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Ini tak lepas dari kandungan kalium yang dimiliki. Selain melindungi saraf dan otot, nutrisi tersebut dapat menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Berdasarkan studi oleh sejumlah ilmuwan di Swiss, orang-orang yang gemar mengonsumsi makanan tinggi kalium berisiko lebih rendah untuk terkena hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi sendiri adalah gangguan kesehatan yang bisa berujung pada penyakit jantung dan stroke.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kematian, Ini 7 Penyebab Penyakit Jantung yang Kamu Harus Tahu

6. Mencegah osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang mulai menurun, biasanya terjadi seiring bertambahnya usia. Kamu bisa mencegahnya dengan rutin mengonsumsi rutabaga. Kandungan fosfor yang dimiliki tidak hanya dapat menjaga kepadatan tulang, tapi juga kekuatannya.

7. Bantu jaga kesehatan mata

Bukan hanya wortel, rutabaga juga bisa membantu kesehatan mata, lho. Ini tak lepas dari mikronutrien yang dimiliki seperti lutein dan zeaxanthin. Dengan rutin mengonsumsinya, kamu bisa meminimalkan risiko gangguan penglihatan seperti katarak dan degenerasi makula.

8. Mencegah gangguan mental

Tak hanya fisik, rutabaga juga bisa menjaga kesehatan mental. Manfaat yang satu ini tak lepas dari kandungan vitamin B pada umbi tersebut. Menurut sebuah publikasi, vitamin B terlibat aktif dalam produksi hormon di otak seperti serotonin yang berperan dalam menjaga suasana hati.

Gangguan suasana hati sendiri bisa mengakibatkan beberapa masalah mental, seperti stres, mudah cemas, hingga depresi.

Nah, itulah beberapa manfaat dari rutabaga untuk tubuh yang perlu kamu tahu. Untuk menjaga kesehatan, imbangi juga dengan olahraga rutin, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 3 Maret 2021, 7 Powerful Health Benefits of Rutabagas.
  2. Health Benefits Times, diakses 3 Maret 2021, Rutabaga facts and health benefits.
  3. Verywell Fit, diakses 3 Maret 2021, Rutabaga Nutrition Facts and Health Benefits.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 3 Maret 2021, Vitamin C revisited.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 3 Maret 2021, Dietary fiber intake and risk of colorectal cancer and incident and recurrent adenoma in the Prostate, Lung, Colorectal, and Ovarian Cancer Screening Trial.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 3 Maret 2021, Effect of increased potassium intake on cardiovascular risk factors and disease: systematic review and meta-analyses.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 3 Maret 2021, Pyridoxine effect on synthesis rate of serotonin in the monkey brain measured with positron emission tomography.

    register-docotr