Kesehatan Mental

Tak Hanya Buat Seru-seruan, Punya Bestie juga Menyehatkan Mental Lho!

November 12, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Saat ini media sosial kerap dipenuhi dengan berbagai panggilan kekinian. Salah satunya yang sedang viral adalah kata sapaan ‘bestie’, yang merujuk pada makna teman terdekat atau sahabat.

Panggilan ini banyak digunakan antar pengguna media sosial di Indonesia. Bicara soal persahabatan, ternyata memiliki ‘bestie’ telah terbukti secara ilmiah punya banyak manfaat bagi kesehatan mental.

Ingin tahu lebih jauh tentang hal ini? Yuk, simak penjelasannya lewat ulasan berikut.

Baca juga: Good Doctor Berbagi Trik Jitu Atasi Dampak Fisik dan Mental Akibat “Long COVID-19”

Mengapa kamu perlu memiliki sahabat?

Dilansir dari University of North Dakota, Hayes (1988) mengartikan persahabatan sebagai hubungan dua orang yang saling ketergantungan dan berjalan sukarela dari waktu ke waktu. Ini melibatkan keintiman, kasih sayang, dan upaya untuk menolong satu sama lain.

Tak bisa dipungkiri ada banyak orang dewasa merasa sulit untuk mengembangkan persahabatan baru atau mempertahankan persahabatan yang sudah ada. Ini mungkin terjadi karena adanya prioritas lain, atau kamu terpisah dengan sahabat lamamu.

Kendati demikian, memiliki dan memelihara persahabatan yang baik adalah hal yang patut diperjuangkan, karena itu adalah investasi untuk kesehatan.

Kelli Harding, MD, asisten profesor klinis psikiatri di Columbia University, mengatakan bahwa saking pentingnya hal ini, ia berharap sebagai dokter ia bisa meresepkan persahabatan untuk semua orang.

Manfaat memiliki sahabat bagi kesehatan mental

Jadi apa yang dikatakan sains tentang mengapa ikatan persahabatan yang kuat baik untuk kesehatan dan kesejahteraan? Inilah yang perlu kamu ketahui tentang hal itu.

1. Persahabatan memunculkan perasaan dilibatkan

Terlepas dari apa yang menyatukan kalian, perasaan dilibatkan yang muncul dari persahabatan bisa membuat kamu merasa termasuk dalam sebuah kelompok tertentu.

Perasaan semacam ini menurut Mahzad Hojjat, PhD, seorang profesor psikologi di University of Massachusetts, Dartmouth, adalah hal yang bermanfaat bagi kesehatan emosional.

Sebuah studi bahkan menyebutkan bahwa perasaan dilibatkan dalam sebuah grup dapat membantu mengurangi perasaan depresi dan putus asa.

2. Membantu meningkatkan rasa percaya diri

Memiliki teman dekat dapat meningkatkan kepercayaan diri, karena mereka berperan sebagai pendukung utama di saat kamu menghadapi berbagai masalah.

Studi lain juga menunjukkan bahwa menjadi anggota kelompok sosial semacam persahabatan, berjalan seiring dengan peningkatan harga diri karena orang bangga dengan hubungan ini dan mendapatkan makna yang berarti darinya.

3. Kekuatan persahabatan bisa membantu mengurangi tekanan hidup

Persahabatan sangat berperan dalam mengurangi risiko stres. Saat kamu harus menjalani masa yang sulit di dalam hidup, keberadaan seorang sahabat bisa membantu kamu melalui hal itu dengan baik.

Hal ini salah satunya dikarenakan dalam persahabatan kerap ada sentuhan fisik seperti tepukan pundak, pelukan, dan lainnya yang umum diberikan seorang sahabat saat sahabatnya mengalami masalah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Oktober 2018 di PLoS One juga menemukan bahwa menerima pelukan meredakan emosi negatif seperti stres.

4. Persahabatan juga melindungi kesehatan kognitif

Penelitian yang melibatkan wanita lanjut usia menemukan bahwa memiliki jaringan sosial yang besar menawarkan efek perlindungan terhadap kemampuan berpikir dan mengurangi risiko demensia.

Studi lain yang diterbitkan pada Agustus 2021 di JAMA Network Open, juga menemukan bahwa memiliki seseorang untuk melakukan percakapan yang baik, dapat menjadi bagian dari upaya untuk melindungi kesehatan otak.

Data menunjukkan bahwa dalam kelompok 2.171 orang dewasa yang telah berpartisipasi dalam Framingham Heart Study, mereka yang melaporkan memiliki sosok yang dapat diandalkan sebagai pendengar yang baik cenderung memiliki tingkat ketahanan kognitif yang lebih tinggi.

Ini adalah ukuran otak kesehatan yang diketahui melindungi terhadap penuaan otak dan penyakit, seperti demensia.

5. Teman membantu kamu mengatasi situasi duka

Kematian atau kehilangan sesuatu yang penting dalam hidup adalah tantangan yang berat untuk dilalui. Adapun memiliki seorang sahabat yang bisa diandalkan, kemungkinan besar bisa membantu kamu melalui momen-momen ini dengan baik.

 “Orang yang kesepian memiliki lebih banyak kesulitan untuk bangkit kembali dari tantangan hidup,” kata Harding.

Sebuah studi kecil menemukan bahwa ibu yang mengalami kelahiran mati (stillbirth) mengandalkan dukungan sosial untuk menghindari kesepian.

“Memiliki orang-orang dalam hidup kita dan dukungan sosial mungkin adalah hal No. 1 yang membantu orang melewati masa-masa traumatis,” kata Marisa Franco, PhD, seorang psikolog yang berbasis di Washington, DC.

Baca juga: Efek Samping Obat Tidur Sebelum Mengonsumsinya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

UND.edu diakses pada 11 November 2021

NCBI diakses pada 11 November 2021

NCBI diakses pada 11 November 2021

Mayo Clinic diakses pada 11 November 2021

Healthline diakses pada 11 November 2021

Web MD diakses pada 11 November 2021

Everyday Health diakses pada 11 November 2021

    register-docotr