Kesehatan Mental

Studi Terbaru: Kebiasaan Bangun Pagi Baik bagi Kesehatan Mental

June 4, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Orang-orang yang secara alami bangun pagi, diketahui lebih jarang mengembangkan masalah kesehatan mental daripada orang yang senang tidur di larut malam.

Hal ini merupakan kesimpulan sebuah studi genetika skala besar, yang dilakukan di University of Exeter, Inggris.

Para ahli dalam studi tersebut menyatakan, tubuh yang secara alami terbiasa bangun pagi, berkaitan erat dengan kebahagiaan yang lebih besar. Cek informasi lengkap tentang hasil penelitian ini lewat ulasan berikut.

Baca juga: Guys! Ini 4 Bahaya Kebanyakan Tidur Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Studi kebiasaan bangun awal dan kesehatan mental

Dilansir dari The Guardian, studi ini menggunakan data genetika dari 250.000 peserta yang mendaftar ke perusahaan genetika swasta 23andMe, dan 450.000 orang dalam studi Biobank Inggris.

Para peserta kemudian ditanya apakah mereka termasuk ‘morning person‘ atau ‘night person’. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap genom atau satu set DNA komplit mereka, untuk mengungkapkan apakah ada gen tertentu yang memengaruhi pola tidur atau tidak.

Terakhir para peneliti juga membandingkan analisis genetika, dengan data dari pelacak aktivitas yang dikenakan di pergelangan tangan sekitar 85.000 individu di Biobank Inggris.

Hasil penelitian

Studi tersebut menemukan adanya peningkatan jumlah area genom yang memengaruhi kebiasaan bangun pagi seseorang, yakni semula berjumlah 24 menjadi 351.

Ini berarti ada sejumlah besar gen yang dapat dipelajari lebih rinci, untuk mengetahui bagaimana setiap individu dapat memiliki jam tubuh yang berbeda.

Akan tetapi gen yang berhasil diidentifikasi tersebut, tampaknya hanya memengaruhi waktu orang pergi tidur dan bangun saja. Itu tidak terkait dengan kualitas ataupun durasi tidur.

Studi ini juga menunjukkan bahwa varian genetik yang berhasil diidentifikasi tersebut, dapat mengubah waktu bangun alami seseorang hingga 25 menit. Misalnya mengubah waktu bangun rata-rata kamu dari jam 7 pagi menjadi jam 7.25 pagi.

Hubungan bangun lebih pagi dan kesehatan mental

Para ahli menyimpulkan bahwa orang yang terbiasa bangun pagi memiliki risiko skizofrenia yang lebih rendah. Sementara orang-orang yang suka begadang, memiliki kemungkinan 10 persen lebih tinggi untuk mengembangkan gangguan mental tersebut.

Data juga menunjukkan bahwa morning person berisiko lebih rendah mengalami depresi, dan dilaporkan lebih bahagia berdasarkan jawaban di kuesioner kesejahteraan hidup yang diajukan.

Terakhir disebutkan juga bahwa terbiasa bangun lebih awal, dapat meningkatkan kesempatan seseorang untuk memiliki rasa kesejahteraan dan kebahagiaan yang lebih besar.

Mengapa jam bangun berpengaruh pada kesehatan mental?

Samuel Jones, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan bahwa jenis pekerjaan memengaruhi cara otak bereaksi terhadap sinyal cahaya dari luar. Pada gilirannya ini akan berdampak ke fungsi jam biologis, dan turut mengubah risiko gangguan kesehatan mental.

Misalnya ketika kamu terbiasa tidur larut malam karena sekolah atau bekerja. Kebiasaan ini akan membuat tubuh melawan jam biologis mereka yang seharusnya tidur dengan tetap beraktivitas. Hal tersebut akan memiliki konsekuensi negatif pada kesehatan mental.

Kemungkinan lain adalah gen yang terlibat dalam menentukan jam biologis tubuh memiliki pengaruh genetik pada kerentanan kondisi mental tertentu.

Beberapa gen yang diekspresikan di otak dan jaringan retina mata misalnya, diketahui memainkan peran penting dalam menghubungkan ritme sirkadian internal dengan isyarat eksternal.

Ritme sirkadian adalah sistem internal yang mengatur fungsi tubuh agar tetap berjalan dengan baik, mulai dari siklus tidur, hingga pencernaan. Tanpa pengaruh dari luar, sistem tersebut akan berjalan selaras dengan siklus siang-malam.

Tips agar bisa bangun lebih pagi

Jam tubuh dipengaruhi oleh gen dan faktor gaya hidup termasuk diet, paparan cahaya buatan dan pekerjaan. Ini memengaruhi berbagai proses berjalannya fungsi tubuh, termasuk kebiasaan bangun dan tidur sehari-hari.

Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu bangun lebih pagi, di antaranya adalah:

Atur jadwal tidur

Pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari adalah suatu keharusan jika kamu ingin melatih diri untuk bangun lebih awal.

Menjaga rutinitas waktu tidur

Untuk menjaga rutinitas waktu tidur, cobalah melakukan sesuatu yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca atau mandi air hangat.

Mengobati gangguan tidur

Jika kamu didiagnosis dengan gangguan tidur, seperti insomnia kronis atau sindrom kaki gelisah (RLS), pengobatan dapat membantu kamu tidur dan bangun lebih baik.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Nature diakses pada 3 Juni 2021

Ramsay Health diakses pada 3 Juni 2021

The Guardian diakses pada 3 Juni 2021

    register-docotr